Nimbrung Mikir

Blogger Musim Hujan

Hari ini begitu tiba di kantor, menyalakan laptop, membereskan masalah-masalah kerjaan yang terunda kemarin, dan langsung lari ke BlogCamp. Dan, aaahhhh, hatiku teriris, darahku menggelegak penuh gelora, jantungku berdebar tak beraturan, dan tentu saja lambungku menuntut isi yang agak berbobot. Mengapa? Hanya karena tiga kata saja tubuhku jadi gak karuan begini. Bukan blogger semusim. Hanya tiga kata, namun menohok dan menusuk cukup dalam!

Huwaaaa….. Pakdee, menuduh kok pas? Aku memang tergolong blogger musiman. Bayangkan saja mulai ngeblog dari akhir 2007, tapi sampai hari ini hanya ada 411 postingan (termasuk yang ini). Sepi komentar, sepi kawan, sepi kantong 😥 Mengapa demikian? Tentu saja banyak alasan kalau mau dicari-cari. Tapiiii, sejak musim hujan yang tiada akhir ini tiba-tiba aku menjadi ‘sedikit’ produktif 😀 Musim hujan selalu menerbitkan rasa romantis, atis di saat gerimis, membuat khayalan tak tertepis, dan tentu saja produktis 😛

Dan lagi sejak kusadari bahwa diriku hobi ‘ndoboz’ blog adalah pelarian terindah bagiku. So ada beberapa hal yang membuatku berusaha menjadi bukan blogger musiman. Apakah itu? Yuk mari kita tengok 😀

  • Pelampiasan

Melampiaskan apaaaa saja. Emosi, cinta, rindu, amarah, benci. Kadangkala kita tak bisa menceritakan sesuatu pada sahabat atau keluarga. Kadangkala juga tak selamanya lidah dan mulut bisa mewakili perasaan. Maka hal yang paling tepat adalah menuliskannya. Perasaan akan mengalir tak terbendung, plong. lega, setelah jari jemari mengetuk tuts keyboard 😀

  • Penyaluran

Beda yak maknanya ama pelampiasan? :mrgreen: Nampaknya sih beda, tapi lagi malas nanya Mbak Wiki 😛 Jelas untuk menyalurkan hobi, sharing. Apalagi aku hobi banget ndoboz 😛 maka ngeblog adalah penyaluran yang tepat. Meski tak bermutu, wagu, tapi aku tak malu (hanya dalam hal ndoboz lho ya) 😳

  • Pengakuan

Sebagai manusia yang suka malu-malu kucing (sering juga malu-maluin) dan jinak-jinak merpati aku juga butuh pengakuan 😛 Trus gimana caranya? Kau tahu Kawan, dunia maya menjanjikan seribu keindahan (dan tentu saja dua ribu keburukan 😛 ). Salah satunya adalah kontes. Aku ini nyaris menjadi banci kontes, terutama dalam hal ngayal. Kalo berfoto-foto masih belum berani 😛 Nah, Kawan tentu tahu rasanya memenangkan kontes. Takjub, senang, bahagia, dan terutama adalah perasaan “diakui”!

Nah, ketiga poin di atas adalah motivatorku untuk menyandang gelar bukan blogger semusim! Apalagi blogger musim hujan, yang produktif cuma kalo musim ujan 😛

Sekarang, datanglah musim panas, musim duren, mangga, rambutan, duku, aku akan berteriak lantang “Aku bukan blogger semusim!!!” 😀

Horeeeee……Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp.

Wish me luck 😉