Nggilani!!!

Tumben sekali setelah sekian hari Bogor panas membara dengan temperatur 33 – 35Β° C, hari ini hujan turun dengan indahnya. Sueger, adem, meski diiringi geluduk yang membahana. Dan ketika rinai berubah menjadi rintik, aku menyambangi warung Yu Minah dengan payung berumbai-rumbai. Sepi warungnya. Siapa pula yang akan berkunjung di antara gerimis dan basah? character00292 Free Emoticons   Characters

Salam kuteriakkan dengan merdu bernada dasar A minor dan Yu Minah tergopoh-gopoh keluar.

“Eeee, Jeeeeng, lha kok lama sekali ndak mampir sini to? Lha ini ndak kerja? Kok tumben jam segini udah nongol?” Sapanya riuh rendah. Aku langsung duduk di bangku kecintaanku sambil sedikit mengibaskan sisa gerimis di gerai rambutku (halah…halah…).

“Bolos, Yu. Katanya mau ada demo besar-besaran, daripada terjebak kayak waktu itu mendingan bolos aja deh. Rujak ulek ya Yu, pedes,” sahutku. Yu Minah mulai menyiapkan bahan-bahan rujak.

“Walaaah, sampeyan ini, dikit-dikit bolos, wong demo aman-aman aja kok?”

“Cuti, Yu, bukan bolos. Lagipula apa sampeyan berani jamin kalo aman? Tuh di beberapa kota di luar udah rusuh,” ujarku, “Apalagi katanya ada yang bawa senjata rahasia segala.”

“Heh? Senjata apa tuh? Apa kayak senjatanya Naruto gitu, Jeng?” Tanya Yu Minah dengan heran. Goyangannya membuatku ikut bergetar dari bangkuku. Aku tengok kiri kanan takut ada yang mendengar.

Tinja, Yu!” Bisikku.

“Heehhh???” Nyaris saja ulekan segede Gaban itu terlempar ke arahku. Untung aku sigap dan segera berkelit dengan kuda-kuda yang kokoh.

“Sampeyan ni ngawur, Jeng? Lha dapet tinja darimana sebanyak itu? Mbawanya pake apa?” Tanyanya takjub.

“Iihh, ya gak tau, Yu. Sampeyan ini kok nggilani temen to, segala mbawanya gimana ditanyain?” Perutku nyaris bergolak karenanya sick0022 Free Sick Emoticons

“Kok sekarang aneh-aneh ya, demo kok bawa gituan. Menurut saya gak eleikhan itu, gak mencerminkan intelektual! Meskipun gak berbahaya tapi itu merupakan penghinaan luar biasa. Njijiki, siapapun jika kena barang keramat itu pasti akan terhina dan justru memicu kemarahan,” kata Yu Minah dengan gemas. Kata-kata eleikhan itu mengingatkanku pada seorang Om-om yang baru saja patah giginya innocent0009 Free Emoticons   Innocent

“Katanya senjata rahasia itu paling aman, Yu, gak kena pasal hukum karena gak melukai, jadi masih sah,” jelasku setelah tadi membaca berita di inet.

“Kalo gitu harus segera dibikin UU baru, ndak boleh pake barang-barang yang njijiki dan nggilani gitu!” Sergah Yu Minah. Dengan emosi yang sedikit membara itu aku jadi ngeri rujakku terlalu pedas. Maka kuawasi dengan seksama berapa cabai yang telah diuleknya.

“Lagian menurut saya BBM naik itu wajar saja yo, Jeng? Lha daripada gak boleh beli sama sekali, disuruh beli pertamax kan harganya malah makin mahal.”

Wah, nek Yu Minah sudah ngajak debat gini males aku. Banyak pendapat tentang perlu gak naiknya BBM, dengan data dan angka yang rakyat macam aku ini apa mudheng? Males! Males! Semua punya kepentingan dengan tiap argumennya. Rakyat ketjil macam aku ni tinggal menikmati dampaknya saja. BBM naik maka ongkos naik, beras naik, listrik naik, yang gak naik paling-paling dasterku saja, malah makin panjang karena makin kurus badanku (Kuruuss? Dari Hongkong??) Dibilang apatis yo wis ben. Emang udah muak semuak-muaknya melihat data yang entah akurat atau hasil menyulap.

“Wah, nek soal gituan aku gak ngikutin, Yu. Males! Mestinya kalo mo naikin harga itu pemerintah gak usah ngomong-ngomong. Bilang aja mau naik, kapannya gak usah kasih tau. Kan gak perlu ada demo gini,” umpatku kesal. Yu Minah sudah mulai membungkus rujakku.

“Weeh, ya ndak bisa gitu, Jeng. Memangnya sampeyan gak protes kalo tiba-tiba beli bensin harganya naik tanpa pemberitahuan?” Sergah Yu Minah. Aku merogoh dompet untuk menyiapkan uang.

“Lha kan sudah diberitahu mau naik. Kalo diumumkan per tanggal segini naik nanti malah pada nimbun, isyu macem-macem bertebaran gak jelas, dan tentu demo heboh kayak sekarang,” sahutku sambil menerima rujakku.

“Tetap aja gak boleh, Jeng. Kalo ada kenaikan BBM, listrik, PAM dll harus disosialisasikan dulu, kan menyangkut hajat orang banyak. Jangan tiba-tiba mak jegagik harga naik, lha apa ndak malah menuai protes?”

“Ah, buktinya rujak sampeyan naiknya tiba-tiba, tanpa pemberitahuan. Dan biar diprotes harganya tetap segitu kan?” Sahutku lalu ngeloyor pergi.

“Welhadalaaah, wong sudah lama kok sampeyan masih dendam aja to, Jeeeng?”

tongue0003 Free Emoticons   Sticking Out Tongue

Iklan

12 thoughts on “Nggilani!!!

  1. seagate Maret 27, 2012 / 4:51 pm

    Hahaha Yu minah kok yau tau Naruto juga ya..gaul banget nih hehe

    Siapapun pada dasarnya ndak akan pernah setuju dengan kenaikan BBM, karena itu berarti semakin besar biaya hidup mereka, tapi seharusnya kita bisa melihatnya dari perspektif yang lebih tinggi, yaitu dari perspektif kepentingan negara. Kenaikan harga minyak dunia memang menjadi faktor utama keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tapi saya yakin setelah harga minyak dunia turun, pemerintah akan menurunkan kembali harga BBM. Semoga πŸ™‚

    Sayangnya kalo dah naik suka lupa diturunin, Mas 😦

  2. Emanuel Setio Dewo Maret 27, 2012 / 5:01 pm

    Hahaha… masih dendam kenaikan harga rujaknya ya?

    Ho’oh, masa dari 10 ribu jadi 13 ribu? Mahal to? πŸ˜›

  3. Imelda Maret 27, 2012 / 7:23 pm

    heheheh kalau di Jepang harga BBM itu tanpa subsidi pemerintah, jadi tiap hari harganya berubah. Skr pas lagi tinggi nih. Jadi khusus untuk gasoline sih pemerintah tidak kasih tau sebelumnya. TAPI kalau bahan makanan/kehidupan yang menyangkut kehidupan masyarakat banyak, kalau naik biarpun cuma 3 yen, dikasih tau beberapa hari sbeelumnya. Seperti waktu sapi di hokkaido kena penyakit, produk susu dan mentega naik semua… Tapi setelah produk pulih kembali ya harganya juga kembali πŸ™‚

    Di sana harga BBM ngikutin harga pasar ya, BuEm?
    Nah, di Indonesia kalo harga sudah naik suka lupa turun lagi πŸ˜›

  4. Ferry ZK Maret 27, 2012 / 10:32 pm

    Membandingkan harga BBM dengan negara lain mesti dilihat dari GNP suatu negara serta sumber BBM itu sendiri, apakah sepenuhnya import atau bisa dipenuhi dalam negri sendiri. Jangan lupa jenis BBM itu beragam, dengan BBM jenis apa premium dibandingkan ?

    Menurut pakar ekonomi dan mantan mentri (mantan menkoekuin) subsidi itu “kebohongan publik” yang dilanggengkan bahkan di lembagakan, seperti postingan salah satu blogger ini :

    http://agusnizami.wordpress.com/2012/03/21/kwik-kian-gie-subsidi-bbm-itu-bohong/

    “Indonesia negri yang subur dan kaya raya tetapi bagian terbesar rakyatnya miskin dan menderita”

    kata Bang Haji Rhoma : “TERLALU !”

    Mendingan kita belajar main “PIANO” ama Bang Haji yaa hahahaha πŸ˜†

  5. Ni CampereniQue Maret 27, 2012 / 10:32 pm

    hihihihihi … bbm naik tp kok sempet2nya demo juga karena harga rujak ikut naik xixixi
    iya ya mbak
    adanya demo bikin hati ketar ketir
    aku yo ikut nggeremet atine
    takut klo terjadi chaos hiks

    Moga gak jadi keributan ya, Jeng? BTW, kok tau nggeremet segala to? Di Karo tak ada kan? πŸ˜›

  6. Orin Maret 28, 2012 / 10:52 am

    Padahal senjata rahasianya rujak ulek yuk minah keknya lebih seru ya hihihihi

    Wkwkwkwkw…benjut deh klao pake ulekan, para pendemo diingatkan untuk pake helm πŸ˜†

  7. Lidya Maret 28, 2012 / 11:10 pm

    dalam satu minggu berapa kali makan rujak yu minah tuh mbak?:)

    Kalo lagi mood seminggu sekli, Jeng. Tapi kalo lagi kesel ama Yu Minah bisa 3 minggu gak makan rujak πŸ˜›

  8. jay boana Maret 29, 2012 / 10:37 am

    jarang-jrang bogor panas , tuh

    Saya Bogor mepet Bekasi, jadi masih kena panasnya Bekasi πŸ˜€

  9. ilhammenulis Maret 29, 2012 / 1:34 pm

    wah.. hebat dari rujak nyambung ke BBM.. hahaha πŸ˜€

    Yu Minah emang suka mancing-mancing, Mas πŸ˜›

  10. Abi Sabila Maret 29, 2012 / 5:27 pm

    Benarkah ada ,senjata rahasia, di antara pendemo? Untuk apa? Bukankah ini malah menunjukan sisi negatif dari cara mereka menyampaikan aspirasinya?

    Itu isyu, Bi, media emang provokatif πŸ˜€

  11. lozz akbar Maret 30, 2012 / 3:05 am

    saya dukung Yu Minah jadi menteri urusan Migas tahun depan.. biar ada progam BBM murah, meriah kalau perlu berhadiah utuk setiap pembelian 2 liter bensin hahaha #biar bangkrut negoro

    Beli bensin 2 liter berhadiah rujak ulek sak porsi πŸ˜›
    (lha rujake karo bensine larang rujake, jeh)

  12. mas stein Maret 30, 2012 / 3:47 pm

    kok yo selipane nggilani ngono tho mbakyu *muntah kodok*

    Kuwi le muntah luwih nggilani *huweeeekss*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s