Jalan-jalan yuuuk.... · Nimbrung Mikir · Oooh Indahnyaaa....

Museum of Fun

Sabtu kemaren tak sengaja kami nyasar ke TMII πŸ˜€ Sungguh tak disangka tak dinyana dalam rangka mencari jalan ke Pekayon tiba-tiba sudah berada di gerbang TMII πŸ˜€ Dan yang sungguh menguntungkan adalah jadi ada cerita untuk ikutan GA nya BuMon horeeee….. party0001 Free Party Emoticons Terus terang aku agak bingung mau posting yang mana untuk GA BuMon, karena satu-satunya museum yang pernah kami kunjungi adalah Museum Satria Mandala. Sedangkan tempat bersejarah di Borobudur dan Kraton Yogya. Maklumlah, anak-anak masih kecil, jadi kurasa kurang menikmati kalo diajak ke museum. Itu bahasa diplomatisnya, aslinya siy emaknya emang malas πŸ˜›

Tentu saja ini bukan kali pertama kami ke TMII juga ke museumnya. Tapi semenjak kedua malaikatku besar ya memang baru ini lagi. Dan karena sudah cukup besar, Jendral G dan Cantik sangat menikmati main-main di sini. Awalnya kami ingin ke Museum Keprajuritan, tapi karena kebablasan maka kami masuk ke Dunia Air Tawar dan lanjooot ke Museum Serangga.

Mengapa Museum of Fun? Karena kedua malaikatku enjoy sekali dan antusias banget melihat aneka serangga dan kupu-kupu. Let’s check it out cool0003 Free Emoticons   Cool

Sambutan di pintu masuk
Kalo ini sebelum masuk museum πŸ™‚

Begitu masuk ke dalam museum, langsung disambut ratusan kumbang yang terdapat si seluruh Nusantara. Amazing!

Kumbang semua!

Lalu kami menikmati peta serangga, di mana diletakkan serangga-serangga menurut daerah asalnya. Kreatif banget πŸ™‚

Kumbang jenis apa di daerahmu?

Gak hanya serangga indah saja lho yang dimuseumkan. Ternyata aneka lalat juga ada sick0022 Free Sick Emoticons

Seni merangkai lalat πŸ˜›

Dan tentu saja serangga paling mengerikan yang ada di dunia ini scared0014 Free Scared Emoticons

Merindiiing melihat wajahnya yang seperti penjahat πŸ˜₯

Nah, sekarang mari kita lihat serangga yang paling indah. Kupu-kupu yang lutjuuu ke mana engkau terbaaaang…hilir mudik mencariiii bunga-bunga yang kembaaang… party0010 Free Party Emoticons

Semua cantiiiik....

Ada juga peta kupu-kupu yang menunjukkan dari daerah mana mereka berasal.

Lihatlah kupu-kupu di bawah ini, alangkah indahnya kalau dijadikan motif baju atau batik yaaa πŸ˜€

Motif batik hari Jumat πŸ˜€
Kalo yang ini buat gaun malam cocok gak ya?

Banyak juga serangga lain, seperti kumbang berbentuk gitar, lalu lipan raksasa hiiiiiiyy…. Tapi lihatlah serangga unik di bawah ini, Kawan. Maka kau akan takjub!

Itu yang sudah dikeringkan. Tapi percayakah Kawan, kalau ternyata masih ada yang hidup? Luar biasa! Begituuuu mempesona love0083 Free Emoticons   Love

Bisa kau temukan di mana serangganya?
Ada dua serangga di sini. Yang manakah?

Setelah puas melihat serangga yang diawetkan, maka kau bisa menlanjutkan menuju Taman Kupu.

Silakan masuk πŸ˜€

Tapi sayangnya, kupu-kupunya lagi pada jalan-jalan ke anjungan TMII animal0017 Free Emoticons   Animals

Meski kupunya hanya ada beberapa tapi tamannya cukup bagus. Bahkan ada beberapa binatang dipelihara di sini. Seperti kancil (dan swear, kupikir kancil itu gede ternyata ketjiiiil), tupai tiga warna yang cantik, skunk, dan kelelawar.

Nah, Kawan, jika anak-anak belum tertarik untuk mendatangi museum, ajaklak ke Museum Serangga ini. Pastiiii senang banget.

Oya, untuk masuk ke museum ini belilah tiket di Dunia Air Tawar (dijamin anak-anak akan takjub melihat aneka ikan air tawar di sini) seharga Rp. 15,000 per orang. Tiket ini sudah langusng menuju Museum Serangga.

Berita buruknya, karena hari sudah terlalu sore, kami tak sempat mengunjungi Museum Keprajuritan. Dan pasti Jendral G kecewa sad0140 Free Sad Emoticons Jangan menangis ya, Nak, kapan-kapan kita ke sana lagi love0062 Free Emoticons   Love love0085 Free Emoticons   Love

Horeeeee…… β€œTulisan ini diikutkanΒ  padaΒ  Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin β€œ

Wish me luckΒ  innocent0007 Free Emoticons   Innocent

Iseng Aja · Oooh Indahnyaaa....

Gak Pengen!

Huh! Aku gak pengen! Biarpun diberi aku juga gak mau (karena aku realistis, emangnya siapa yang mau beri?) 😑 πŸ‘Ώ

Lamborghini 😦
Futuristic bangget ya...

Trus kalo gak pengen, ngapain pasang muka marah? Muka evil? Muka sedih? 😯 πŸ˜•

Err…eehh….mmm….pengen siy, tapi pengen nyobain doang kok…. πŸ™„ 😳

Wis, gak usah kepengen biar cuman nyobain. Wong rumahmu banyak polisi tidurnya kok, jalanan pada berlubang kok. Apalagi resiko kesenggol ojek, lha malah mumet to? 😎

Huwaaaaa…… iya yaaa….waaaaa…… πŸ˜₯

Nimbrung Mikir

Blogger Musim Hujan

Hari ini begitu tiba di kantor, menyalakan laptop, membereskan masalah-masalah kerjaan yang terunda kemarin, dan langsung lari ke BlogCamp. Dan, aaahhhh, hatiku teriris, darahku menggelegak penuh gelora, jantungku berdebar tak beraturan, dan tentu saja lambungku menuntut isi yang agak berbobot. Mengapa? Hanya karena tiga kata saja tubuhku jadi gak karuan begini. Bukan blogger semusim. Hanya tiga kata, namun menohok dan menusuk cukup dalam!

Huwaaaa….. Pakdee, menuduh kok pas? Aku memang tergolong blogger musiman. Bayangkan saja mulai ngeblog dari akhir 2007, tapi sampai hari ini hanya ada 411 postingan (termasuk yang ini). Sepi komentar, sepi kawan, sepi kantong πŸ˜₯ Mengapa demikian? Tentu saja banyak alasan kalau mau dicari-cari. Tapiiii, sejak musim hujan yang tiada akhir ini tiba-tiba aku menjadi ‘sedikit’ produktif πŸ˜€ Musim hujan selalu menerbitkan rasa romantis, atis di saat gerimis, membuat khayalan tak tertepis, dan tentu saja produktis πŸ˜›

Dan lagi sejak kusadari bahwa diriku hobi ‘ndoboz’ blog adalah pelarian terindah bagiku. So ada beberapa hal yang membuatku berusaha menjadi bukan blogger musiman. Apakah itu? Yuk mari kita tengok πŸ˜€

  • Pelampiasan

Melampiaskan apaaaa saja. Emosi, cinta, rindu, amarah, benci. Kadangkala kita tak bisa menceritakan sesuatu pada sahabat atau keluarga. Kadangkala juga tak selamanya lidah dan mulut bisa mewakili perasaan. Maka hal yang paling tepat adalah menuliskannya. Perasaan akan mengalir tak terbendung, plong. lega, setelah jari jemari mengetuk tuts keyboard πŸ˜€

  • Penyaluran

Beda yak maknanya ama pelampiasan? :mrgreen: Nampaknya sih beda, tapi lagi malas nanya Mbak Wiki πŸ˜› Jelas untuk menyalurkan hobi,Β sharing. Apalagi aku hobi banget ndoboz πŸ˜› maka ngeblog adalah penyaluran yang tepat. Meski tak bermutu, wagu, tapi aku tak malu (hanya dalam hal ndoboz lho ya) 😳

  • Pengakuan

Sebagai manusia yang suka malu-malu kucing (sering juga malu-maluin) dan jinak-jinak merpati aku juga butuh pengakuan πŸ˜› Trus gimana caranya? Kau tahu Kawan, dunia maya menjanjikan seribu keindahan (dan tentu saja dua ribu keburukan πŸ˜› ). Salah satunya adalah kontes. Aku ini nyaris menjadi banci kontes, terutama dalam hal ngayal. Kalo berfoto-foto masih belum berani πŸ˜› Nah, Kawan tentu tahu rasanya memenangkan kontes. Takjub, senang, bahagia, dan terutama adalah perasaan “diakui”!

Nah, ketiga poin di atas adalah motivatorku untuk menyandang gelar bukan blogger semusim! Apalagi blogger musim hujan, yang produktif cuma kalo musim ujan πŸ˜›

Sekarang, datanglah musim panas, musim duren, mangga, rambutan, duku, aku akan berteriak lantang “Aku bukan blogger semusim!!!” πŸ˜€

Horeeeee……Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp.

Wish me luck πŸ˜‰

Dongeng insomnia · Iseng Aja

Lukisan Cinta, Episode 1

BAB I

Β OMBAK YANG MENGGODA

β€œOmbak bergulung-gulung lembut

Sebentar membelai pantai lalu menarik diri dan kembali lagi

Menggoda, merayu, mencumbu

Seakan pantai begitu merindu”

Episode 1

Sandra berjalan sendiri menyusuri pantai senja. Buih-buih ombak menjilati kaki telanjangnya. Hangat sekaligus dingin. Di hadapannya anak-anak lautan bercengkrama, saling mendorong, saling menarik, riuh dan ramai. Tak ada beban hidup, semua penuh tawa dan canda. Sandra ikut tersenyum memandang mereka.

Tiba-tiba seorang anak kecil terdorong menabraknya. Sandra nyaris jatuh terduduk bila tak ada tangan kukuh yang tiba-tiba menopangnya. Anak-anak itu terdiam, wajah mereka menunjukkan ketakutan. Sandra membalikkan badan. Seketika darahnya berdesir. Sesosok lelaki tampan dengan kulit sewarna madu pekat memandangnya sekilas lalu beralih ke anak-anak lautan itu.

β€œHei, kalian, hati-hati kalau bermain!” Hardik lelaki itu pada anak-anak pantai yang segera menghambur pergi. Sandra terkejut mendengar gelegar suara itu.

β€œAh, mereka kan hanya anak-anak. Terimakasih,” ujar Sandra. Lelaki itu hanya mendengus dan berbalik meninggalkannya. Langkahnya tegap menuju ke sebuah perahu besar di dermaga kayu kecil, lalu dengan sigap melompat ke dalam perahu. Lengan kukuhnya menggapai tali temali perahu. Sandra takjub memandangnya. Seorang nelayan muda yang tampan! Tak disadarinya seberapa lama ia memandang ke arah lelaki itu hingga perahu besar itu mulai melaju meninggalkan dermaga. Sesaat lelaki itu menatapnya tajam lalu membuang muka. Perahu itu meluncur anggun menuju matahari yang kian meredup.

β€œItu kakakku,” sebuah suara lirih mengejutkan Sandra. Berdiri di sampingnya seorang gadis remaja, kira-kira lima belas tahun usianya.

β€œOoh…hai…,” sapa Sandra tergagap. Remaja itu mengulurkan tangannya. Bibirnya menyungging senyum ramah dan lucu.

β€œAku Ningrum.” Sandra menyambut uluran tangannya.

β€œSandra,” balasnya. Mereka berjalan bersisian menuju dermaga.

β€œKak Sandra bukan orang sini, ya?”

β€œBukan, aku datang dari Jakarta. Ee, itu tadi kakakmu kau bilang?” Entah mengapa pipi Sandra memanas ketika menanyakan itu. Ningrum tertawa kecil, matanya bersinar-sinar.

β€œIya, Kak. Namanya Mas Agung, satu-satunya saudara yang aku punyai dan orang paling baiiiik sedunia,” ujar Ningrum. Sandra ikut tertawa kecil.

β€œNampaknya kamu sayang sekali sama kakakmu?”

β€œWah, sudah tentu. Mas Agung sangat sayang padaku dan Ibu,” ujar Ningrum. Gadis remaja itu kemudian berlari-lari kecil menjauhi Sandra.

β€œAku pulang dulu, Kak, kasihan Ibu menunggu,” serunya menjauh.

β€œEehh… tungguuu…” Tapi Ningrum sudah semakin jauh. Sandra menghentikan langkahnya, pandangannya mengikuti langkah-langkah Ningrum. Dalam waktu kurang dari setengah jam ia bertemu seorang lelaki tampan namun angkuh dan sekaligus adiknya yang sangat ramah.

Senja kian meredup, namun Sandra masih belum ingin meninggalkan pantai. Merasakan angin laut yang kian dingin. Ombak kini semakin berani melahap pantai, gelombang pasang mulai tak ramah, suaranya bergemuruh seolah mengusir makhluk daratan untuk menajuh. Sandra menepi, pantai telah sepi. Ke mana perginya anak-anak pantai tadi? Mungkin telah kembali ke pangkuan ibu. Ah, Ibu! Ingin ia pun berlari ke pangkuan Mama di saat masalah menumpuk seperti ini. Tapi Mama tak bersahabat. Dirinyalah yang selalu bersalah, mengambil keputusan bodoh, dianggap gegabah, tak memakai logika, ah tak ada yang benar di mata Mama. Air mata mulai menetes. Cepat Sandra menghapus pipinya. Langkahnya semakin cepat menuju mobil kecilnya di parkiran. Senja semakin menghitam, Tante Liz pasti kawatir jika ia tak cepat kembali. Sandra membuka jendela mobilnya, merasakan angin pantai yang semakin dingin, laju mobilnya perlahan meninggalkan pantai dan para nelayan yang bersiap untuk melaut tengah malam nanti.

to be continued….

(maaf, ini bakal panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang bangget ceritanya πŸ˜€ )

Dongeng insomnia · Iseng Aja · Serial Yu Minah

Cita-Cita Si Tole

Siang hari nan cerah, saat yang tepat menikmati rujak Yu Minah sebelum hujan turun seperti biasa di sore hari. Tumben-tumbenan ada Si Tole di warung. Setelah mengucap salam aku duduk di bangku kesayangan.

“Ibumu ke mana, Le? Kok tumben gak ada?” Tanyaku heran sambil mencomot sebatang timun yang nampak segar.

“Lagi ke warung sebentar, Tante. Gak lama kok, Tante, permisi,” jawab Tole ramah. Lalu remaja menjelang dewasa itu masuk ke dalam. Rupanya ia diminta ibunya menjaga warung. Tak lama kemudian Yu Minah datang.

“Ee, sudah lama, Jeng?” Tanya Yu Minah. Di tangannya ada tas plastik yang entah apa isinya.

“Barusan kok, Yu. Buatkan rujak ulek pedes ya,” sahutku. Yu Minah meletakkan bawaannya dan segera meracik bumbu.

“Repot juga ya, Jeng, punya anak kelas tiga SMU begini. Mau lanjutkan sekolah kok ya susah bener. Perguruan tinggi sudah pada buka pendaftaran, tapi lihat uang sekolahnya kok saya jadi migrain begini,” keluh Yu Minah sambil ngulek bumbu rujak.

“Oh iya, Si Tole tahun ini ujian akhir ya?” Tanyaku.

“Iya, Jeng. Sudah dapat undangan dari Univeritas Masa Muda Masa Bergelora, masuk tanpa tes. Tapi uang masuknya 10 juta. Duit darimana? Kalo diterima trus gak jadi masuk, uang melayang,” Yu Minah masih berkeluh kesah.

“Mana undangannya di fakultas hukum pula,” lanjut Yu Minah.

“Lho, bagus itu, Yu. Jadi pengacara itu balik modalnya cepet, Yu. Lihat para pengacara yang sering nongol di TV itu. Mobilnya mewah, jamnya aja Rolex, jari sepuluh pake cincin berlian semua. Kalung emas kayak rantai gembok. Apalagi Tole kan pinter, otaknya encer, pasti cepet karirnya, cepet kaya!” Celotehku panjang lebar.

“Eeehh, amit-amiiiit, Jeng! Jangan sampai Tole jadi kayak mereka. Aduuh, bisa remuk jantungku, mengkeret ususku kalo Tole kayak mereka itu!” Seru Yu Minah sambil mengelus dadanya, lupa kalo tangannya belepotan gula Jawa. Kotor deh dasternya :mrgreen: Aku heran sekali mendengar ucapannya. Orang tua mana yang gak mau melihat anaknya sukses seperti mereka?

“Memangnya kenapa, Yu? Sampeyan gak suka Tole jadi pengacara sukses kayak mereka? Lihat tuh Hot Perancis, Elsa Surip, Ruh Simpul, kaya semua mereka, Yu!”

“Ndak, Jeng! Saya ndak suka melihat cara mereka membela klien. Pekerjaan mereka itu cenderung menghalalkan cara-cara yang tidak etis,” geram Yu Minah sambil mengupas kedondong yang nampak asam. Air liurku mulai terbit.

“Gak etis gimana to, Yu?”

“Sampeyan lihat tuh Si Elsa Surip. Belum lama ini ia membuka “kisah pribadi” tersangka Enjel Sendok. Dia mendongeng kisah rumah tanggal Anjel dan almarhum suaminya Eji. Tau to? Itu kan ndak etis namanya! Ngapain coba ia menceritakan kalo Mbak Enjel dan Mas Eji mau bercerai gara-gara hobi belanja Mbak Enjel. Mana ada yang tau kisah itu bener ato ndak, lha Mas Eji udah ndak bisa ditanyain to?” gerutu Yu Minah kesal.

“Itu namanya membentuk opini publik. Terlepas Mbak Enjel bersalah ato ndak, korup ato ndak, nerima apel ato ndak, kan ndak perlu mengungkit-ungkit kisah rumah tangganya? Apa hubungannya coba? Saya kok masih ndak ngerti sampai sekarang?” Yu Minah masih menggerutu sambil mengiris-iris timun dengan lincahnya.

“Err, mungkin untuk mengarahkan bahwa Mbak Enjel itu hobi belanja sampai duitnya gak keitung. Dari situ kan bisa kelihatan kalo dia gak tahan ama duit dan mau menerima uang panas,” ujarku sok tau. Bingung juga mau menanggapi apa kalo Yu Minah sudah emosi begini.

“Nah itu! Itu namanya menggiring publik untuk memvonis sebelum tersangka diadili. Itu cara-cara yang ndak etis menurut saya! Sekarang setelah publik menghujat Enjel dengan enaknya Si Surip itu bilang ‘Saya sudah tidak mau lagi menceritakan kisah itu. Sudah tutup‘ Lha iya jelas sudah tutup! Mission accomplished! Publik sudah mencap Enjel perempuan ndak bener, pembohong, sok mesra, sok cinta suami, menelantarkan anak, dan lain-lain yang ndak ada hubungannya sama apel Malang itu!”

Aku sampai terlompat mendengar Yu Minah mengatakan Mission accomplished. Wedeh, jago juga bahasa Inggris. Diajarin Tole barangkali?

“Ya sudah, Yu, barangkali begitulah cara para pengacara membela kliennya,” ujarku menenangkan Yu Minah.

“Ndak bisa gitu. Kalo sampeyan hobi baca novelnya Mas John Grisham pasti sampeyan akan tau, banyak cara untuk membela klien.”

Sekali lagi aku terlompat. Kenal John Grisham juga si Yu Minah ini?

“Sebenernya apa sih Yu, cita-cita Si Tole?” Tanyaku mengalihkan amarah gak jelasnya Yu Minah ini. Yu Minah langsung berseri-seri kalau membicarakan Tole.

“Dia pengen jadi hakim Jeng, hakim yang bijak yang ndak mempan suap, yang adil bijaksana,” jawab Yu Minah dengan mata berbinar-binar sambil membungkus rujakku. Aku sampai terbengong-bengong.

“Ya kalo gitu dah bener Yu, masuk ke fakultas hukum,” ujarku kebingungan. Yu Minah melongo.

“Lho, bukan Fakultas Kehakiman yo, Jeng?” Tanyanya.

Ealaaaaah, tak pikir pinter Yu Minah ini, bisa bahasa Inggris, kenal John Grisham segala. Gak taunyaaaa?

😈

Iseng Aja · Nyam...nyam...sedaaap...

Latopia, Siaran Basa Tegal (3)

Udan deres ngrungokna Uthopia
Awak seger ora sida kademen
Lha mbakayune teka nggawa Latopia
Aduh…aduh…enak temeeen

Kanca-kanca ketemu maning nang siaran basa Tegal. Lha nyong kan wis janji apan ngulas makanan sing enak temen. Arane kuwe LATOPIA. Kaya biasane angger mbakayune balik Bogor nyong mesti nitip makanan seka Tegal. Mbakayune nyong kae baik hati nemen, lah nyong nitip terus tapi ora tau wein duite :mrgreen: :P:

Latopia kiye makanan sing njerone coklat. Macem-macem sih, ana sing keju, sukade, susu. Enak kabeh wis. Tapi nek menurut nyong sing paling enak ya isi coklat karo susu. Kulite mirip kayak bakpia sing nang Yogya, tapi luwih kemrenyes, ora lembut. Garing, kaya kuelah πŸ˜€ Nek jerone lembuuut, tapi padet. Primen yak, wis pokoke enak lah πŸ˜€ (kabeh-kabeh kok enak, apa sih choco sing ora enak πŸ˜› )

Wis ora usah kakeyan ngulas, kiye tak pajang penampakane…

Lazzaaat....

Coklate kuwi legit banget, kayonge ana campuran gula jawa ndean ya? Nek kanca maring Tegal, aja lali tuku latopia ya. Dijamin pengen maning…pengen maning…. πŸ˜€

Nah, semene dhisit siaran basa Tegal. Mmm, kapan-kapan nyong pan nitip Mbakayune NASI LENGKO! Nah, kiye nyong juga durung tau nyoba. Tapi angger weruh Mbakayune upload dadi kepengen πŸ˜€

Wis ya, babaaaaay…..

TERJEMAHAN:

Hujan deras mendengarkan Uthopia
Badan segar gak jadi kedinginan
Lha itu kakak datang bawa Latopia
Aduh…aduh…enak beneran

Kawan, bertemu lagi dalam siaran bahasa Tegal. Karena aku kan sudah janji mau mengulas makanan yang enak sekali. Namanya LATOPIA. Seperti biasa kalo kakakku pulang ke Bogor aku pasti nitip makanan dari Tegal. Kakakku itu baik hati benar, lha aku nitip terus tapi gak pernah kasih uangnya :mrgreen: :P:

Latopia ini makanan yang dalamnya coklat. Macam-macam sih, ada yang keju, sukade, dan susu. Semuanya enak. Tapi kalo menurutku yang paling enak coklat dan susu. Kulitnya mirip seperti bakpia yang di Yogya, tapi lebih renyah, gak lembut. Garing gitu deh πŸ˜€ Kalo dalamnya lembut tapi padat. Gimana ya, pokoknya enak lah πŸ˜€ (semua-semua kok enak, apa sih buat choco yang gak enak πŸ˜› )

Dah, gak usah kebanyakan mengulas, ini kupasang penampakannya…

Coklatnya legit banget, mungkin ada campuran gula jawanya ya? Kalo Kawan mampir ke Tegal, jangan lupa beli latopia ya. Dijamin mau lagiii….mau lagiii…. πŸ˜€

Nah, sekian dulu siaran bahasa Tegal. Mmm, kapan-kapan aku akan nitip kakakku NASI LENGKO! Nah, ini aku belum pernah coba. Tapi kalo lihat kakakku upload jadi kepengen πŸ˜€

Dah ya, bye…bye…

Iseng Aja

Lukisan Cinta

Akhirnya akan segera publish “Lukisan Cinta” πŸ˜‰

Cerita ini terinspirasi dari Lukisan Cintasebuah prosa pendek– yang pernah kutulis beberapa tahun lampau. Di acaranya Sis Eka πŸ˜€

Bantu aku untuk semangat ya, Kawan. Insya Allah akan ku publish Senin mendatang πŸ™‚

Terimakasih atas dukungan Kawan semua, yang telah membantuku menentukan pilihan.

#Aduuuh, maafkan jika nanti ceritanya tak nikmat yaaa 😦