Dongeng insomnia · Iseng Aja

Lukisan Cinta, Episode 5

Sebelumnya ke sini dulu yaaa….

Episode 5

Musim memang sedang tidak jelas. Bulan Mei yang seharusnya  mulai disinari hangatnya matahari malah semakin sering turun hujan. Pagi ini pun gerimis masih saja mendinginkan udara. Padahal Sandra ingin sekali kembali ke pantai. Jenuh sudah mulai terasa jika harus seharian di rumah. Dulu sewaktu masih bekerja, pagi-pagi begini sudah berada di jalan, berebut lajur dengan pengemudi lain agar tidak terlambat dan terjebak kemacetan. Di sini waktu seakan berhenti berputar. Semua berjalan lambat dan santai. Tak ada sarapan di mobil atau ber make up di parkiran. Bahkan ketika Tante Liz sudah berangkat, Sandra masih bergelung di tempat tidurnya. Ah, nikmat sekaligus membosankan.

Dalam lamunannya tiba-tiba ia teringat akan pantai. Sesaat bayangan Si Poseidon berkelebat. Sandra tersenyum, bergegas ia bangkit, mandi seadanya dan tanpa sarapan segera menuju pantai. Hari ini ia akan mengunjungi kampung nelayan tempat Poseidon tinggal.

Gerimis tinggal butir-butir halus. Sandra menuju pantai nelayan di mana bahkan  gerimispun tak mengurangi kesibukan pada manusia lautan dan daratan untuk saling bertransaksi. Tanpa disadari ia menjulurkan leher panjang-panjang untuk mencari sebuah perahu indah berwarna biru. Tunggangan Sang Poseidon. Bukan kuda gagah tapi perahu menawan penyambung kehidupan.

Lanjutkan membaca “Lukisan Cinta, Episode 5”