Forbidden Love

Waktu SMU dulu, aku adalah gadis polos yang lutju, lugu, tapi nggemesin scared0012 Free Scared Emoticons Maklumlah, jaman dulu tentu tidak seperti jaman sekarang dimana banyak sarana social media yang membuat remaja bisa menjadi gak lutju lagi (opo to iki?). Seperti remaja pada umumnya maka aku berteman dengan banyak teman sebaya, baik anak laki maupun perempuan. Punya gang pula cool0003 Free Emoticons   Cool

Nah, salah satu sahabatku adalah seorang cewek cantik, mungil, masih keturunan Tiong Hwa. Sebut saja namanya Agnes (nama sebenarnya). Sayangnya dia agak judes, tapi herannya kalo sama aku nurut banget, bahkan cenderung maunya hanya denganku saja. Tentu saja gak bisa begitu, kan temanku juga banyak. Anehnya kalo aku sedang bersama yang lain dia cenderung diam dan menarik diri. Tapi kalo sedang berdua, dia cerewet dan bahkan sering mengantarku pulang dengan motornya. Yah, begitulah, dulu aku memang supel dan banyak disukai teman scared0016 Free Scared Emoticons gak seperti sekarang yang pemalunyaaa minta ampyun šŸ˜›

Sampai pada suatu hari, dia mengirimiku surat. Dia berpesan untuk membacanya di rumah dan tidak boleh seorangpun tau. Wah, apa ini? Dengan penasaran yang meluap dan menggebu-gebu, aku langsung membacanya begitu sampai rumah. Dan apa yang terjadi, Kawan?

Selesai membacanya aku langsung lemas, pucat, menggigil, dan tentu saja gemetar tak karuan. Seragamku kuyup oleh keringat, rambutku mengeriting tiba-tiba, dan mendadak perutku lapar tiada terkira. Maka akupun segera makan dengan takzim. Lho??Ā  Trus apa isi suratnyaaaaa???

Dia…dia…dia…menyatakan cinta padaku! (inilah yang mengilhamiku membuat FF/cerpen I Adore You dan Secret Admirer).

Perlu kau tahu, Kawan, saat itu aku baru kelas I SMU dan bersekolah di Tegal, kota ketjil dan belum ramai waktu itu. Dan tau apa aku soal cinta sejenis? Seperti kubilang tadi, aku ini polos, tak seperti remaja sekarang yang kebanyakan polka dot dan kotak-kotak. Dan karena polos dan lugu akupun tak berani menceritakan pada siapapun. Mari, kutuliskan kembali suratnya yang masih kuingat sampai sekarang. Kira-kira begini (seingatku yaaa, dan tentu saja sudah ada editan lebay di sana-sini):

Dear Choco,

Bla…bla…bla….

Aku gak bisa menganggapmu seperti teman yang lain. Aku selalu merasa nyaman di dekatmu, kamu seperti kupu-kupu yang hinggap ke sana kemari dan aku cemburu. Aku tau ini gak normal, tapi aku ingin selalu berdekatan denganmu, aku sayang sama kamu.

Choco, aku tau sebentar lagi kamu pindah, makanya aku beranikan diri nulis ini, supaya kamu tau kalo aku cinta sama kamu. Kamu jangan marah ya, dan jangan bilang siapa-siapa. Ini rahasia kita berdua. Sekali lagi jangan marah ya. Kita tetap berteman kan?

Salam sayang,

Agnes

Dan kertas surat itu begitu wangi, begitu cantik dengan gambar kupu-kupu dan bunga-bunga. Andaaiiii surat itu datang dari cowok kelas sebelah yang aku taksir love0083 Free Emoticons   Love

Surat itu Kawan, tak kubalas, karena aku tak tau mau balas apa. Dan tentu saja hubunganku justru merenggang, karena aku gilo dan kecewa. I’m still a normal girl! Bagaimana mungkin mencintai seseorang dengan akesoris yang sama dengan denganku? Dan sepertinya aku agak tersinggung dengan surat itu. Emangnya aku tampak macho ya? Ato gagah perkasa? Padahal kan waktu itu aku unyu bangget sick0022 Free Sick Emoticons Tetapi aku tetap mencoba seperti biasa, hanya lagi tak berani untuk sekedar berduaan (ngapain takut coba? Emangnya dia mo ngapain? GR!). Dan sepetinya dia pun merasa. Maka surat kedua pun datang. Isinya permintaan maaf dan meminta hubungan seperti dulu, karena ia tak tahan bila tak bercanda denganku.

Beberapa minggu kemudian akupun pindah kota, karena Papa pindah tugas. Dan tahukan kau Kawan, dia ikut mengantarku! Aku jadi terharu. Akupun memeluknya mengucapkan terimakasih. Setelah itu dia masih mengirimiku surat berisi kabar teman-teman dan kisah kesepiannya tanpaku. Aku balas tanpa menyinggung hal yang sensitif. Hingga beberapa surat lagi, akhirnya kami terputus begitu saja.

Apa kabarmu, Nes? Semoga kau baik-baik saja, dan tentunya menemukan cinta yang normal sepertiku. Kau tau, hidup adalah pilihan. Dan kuharap pilihanmu tepat, menurut agama dan adat budaya kita šŸ™‚

Iklan

17 thoughts on “Forbidden Love

  1. chocoVanilla April 2, 2012 / 3:11 pm

    Judulnya keren yak šŸ˜› šŸ˜€ :mrgreen:

    Idiiiiihhh…. šŸ˜›

  2. Siska April 2, 2012 / 3:19 pm

    jadi inget sama judul telenovela

    Hihihihhi…. ada ya? Pasti seru tuh šŸ˜€

    • Siska April 3, 2012 / 1:33 pm

      ada mbak,, tapi kalau menurut aku mah gak rame šŸ˜€

      Maksudnya gak rame gimana, Say? Jangan rame-rame ah šŸ˜€

  3. phingai April 2, 2012 / 3:37 pm

    Bude Neni.. eh bude Agnes..

    smoga bude skrg juga sudah berbahagia,
    spt bude Choco juga, amiiinn.

    Hahahaha…untunglah Budemu ini normal ya, Nak šŸ˜›

  4. nurul fadilah (@nufadilah) April 2, 2012 / 3:47 pm

    blognya manis mba hehe, salam kenal, kunjungan pertama

    Yang punya juga manis lho šŸ˜› šŸ˜€
    Makasiy yaa dah berkunjung šŸ˜€

  5. ilhammenulis April 2, 2012 / 5:13 pm

    alamaaak.. saya dulu hampir pernah ngalamin ini. hahahaha

    Nah, tuh kan? Betapa mengerikan kalo kita tak dibekali iman yang kuat yaa

  6. Lidya April 2, 2012 / 10:58 pm

    loh kirain nyata mbak, eh bingung nyata atau gak sih šŸ˜€

    Qiqiqiqiqqi…kebanyakan fiksi di sini ya Jeng, jadi mumet šŸ˜›
    Itu kisah nyata, Jeng šŸ˜€

  7. Orin April 3, 2012 / 9:39 am

    Bu Cho, aku jg pernah ngalamin lho, dan dia bilang aku kyk Agnes Monica whuahahahaha….
    etapi, anak muda zaman skrg memang banyak yg polkadot dan kotak2 ya šŸ˜›

    Naahh, ternyata banyak yang senasib šŸ˜€ Ngeri ya, Rin…
    Jamanku dulu gak banyak penyimpangan kayak gini, kalo sekarang? Entahlah šŸ˜¦

  8. Chic April 3, 2012 / 11:18 am

    aduh, ini mirip cerita-ku jaman SMP. šŸ˜† Lebih parah ya? SMP gituuuuu… :mrgreen:
    sayang ngga pernah ketemu lagi sama si teman itu sejak saya masuk SMA sampe sekarang.

    Haduuuuh, SMP? Kok mereka dah aneh gitu gimana ceritanya ya, Chic? šŸ˜¦
    Kasihan sih kalo gak dapat pertolongan, soalnya ini “penyakit menular” juga sih šŸ˜¦

  9. cowok dr kelas sebelah April 4, 2012 / 9:23 am

    dear Choco…..
    i luv u….. dan jgn mau ya sama Agnes, sama aku aja… hihhihi šŸ™‚
    ( ini surat cinta dariku)

    semoga saja Agnes sekarang berbahagia seperti Mbak Choco dgn anak2 yg lutju2 dan kyut …..
    salam

    Aw…aw…Bundoooo, membangkitkan kenangan lama sajaaaa deeehh šŸ˜³
    (ngebayangin cowok kelas sebelah itu kayak apa ya dulu šŸ˜› )

  10. Tebak Ini Siapa April 8, 2012 / 3:56 am

    Hahaha Bunda Lily cowok dr kelas sebelah, wkwkwk.
    Wah nak aku raduwe pengalaman cinta sejenis mbak hihi @_@
    Ketoke medeni hihihi~

    Ojo nganti ngalami, Na, medeni šŸ˜ˆ

  11. Pakde Cholik April 11, 2012 / 7:23 am

    Tahukah engkau sayank
    Orangtua, setuwir aku ini, ada juga yang “menyukaiku” dan dia itu punya pistol sepertiku.
    Saya ngelus dada dan nyebut nama Gusti Allah
    Setiap saya muncul di suatu situs, dia pasti juga muncul disitu, ngajak chat. Akhirnya setiap dia muncul saya segera closing down dari situs itu.

    Ach….mengapa bukan engkau yang selalu datang di situ.
    (tolah-toleh ngintip mas Ferry ha ha ha ha ha)

    Iiihhh, klao sejenisnya laki-laki pastiii medeni ya, Pakdee…. scared0014 Free Scared Emoticons
    (Hehehehe….mas Ferry di belakang saya ini šŸ˜›

  12. Emanuel Setio Dewo April 11, 2012 / 1:25 pm

    Xixixi… dulu aku kalau didekatin cowok yg rada-rada bagaimana gitu mending langsung kabyurrr… hehehe

    Inget kan, temenku yang itu?
    Ngaburnya mendekat hiiiiyyy hahahahahaha šŸ˜†

  13. Imelda April 16, 2012 / 6:23 pm

    aduuuuh untung aku belum pernah kejadian šŸ˜€ Ngeriiiiii šŸ˜€

    Jangan sampai, BuEm, apa enaknya kalo aksesoris sama yaa :mrgreen:

  14. ismyama Januari 24, 2016 / 3:58 pm

    Hoho.aq nggak pernah ngalamin.

    • chocoVanilla Januari 24, 2016 / 4:10 pm

      Untungah, Jeng … karena bikin bingung šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s