Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Iseng Aja

Malam Pertama (2)

Kutempelkan telingaku pada daun pintu yang tak tertutup rapat itu. Samar kudengar bisik-bisik suara perempuan yang sedang bercakap dengan suaminya. Sesekali terdengar desah dan tawa manja, lirih, namun aku bisa mendengarnya dengan jelas.

“Kau menyukainya, Sayang? Katamu aku pandai memijat bukan?” Bisik perempuan itu.

“Ah, betapa bersyukurnya aku menikah denganmu, Sayang. Kau begitu sabar, penuh kasih, menerimaku apa adanya. Aku adalah perempuan paling bahagia di dunia. Dan itu karenamu, Suamiku,” desah perempuan itu.

Kuintip dari celah pintu yang tak rapat. Sedikit cahaya dari lorong membantuku melihat ke dalam ruangan yang gelap. Perempuan itu berbaring miring, membelai-belai suaminya. Sesekali terkikik pelan, sesekali mengecup, dan sesekali membenahi selimut suaminya. Lalu perempuan itu berbaring diam. Samar, kudengar napasnya mulai teratur. Dengkurnya terdengar lembut. Saatnya aku masuk ke dalam kamar itu.

Lanjutkan membaca “Malam Pertama (2)”