Malam Pertama (2)

Kutempelkan telingaku pada daun pintu yang tak tertutup rapat itu. Samar kudengar bisik-bisik suara perempuan yang sedang bercakap dengan suaminya. Sesekali terdengar desah dan tawa manja, lirih, namun aku bisa mendengarnya dengan jelas.

“Kau menyukainya, Sayang? Katamu aku pandai memijat bukan?” Bisik perempuan itu.

“Ah, betapa bersyukurnya aku menikah denganmu, Sayang. Kau begitu sabar, penuh kasih, menerimaku apa adanya. Aku adalah perempuan paling bahagia di dunia. Dan itu karenamu, Suamiku,” desah perempuan itu.

Kuintip dari celah pintu yang tak rapat. Sedikit cahaya dari lorong membantuku melihat ke dalam ruangan yang gelap. Perempuan itu berbaring miring, membelai-belai suaminya. Sesekali terkikik pelan, sesekali mengecup, dan sesekali membenahi selimut suaminya. Lalu perempuan itu berbaring diam. Samar, kudengar napasnya mulai teratur. Dengkurnya terdengar lembut. Saatnya aku masuk ke dalam kamar itu.

Kupandangi perempuan tua itu, setitik air mata merembes turun dari sudut matanya. Kurapikan selimut yang menutup tubuhnya, lalu kusingkirkan pigura foto suaminya. Kukembalikan pada tempatnya, di meja samping tempat tidurnya.

Monolog itu telah berakhir. Ini adalah malam pertama ia tidur tanpa suaminya, yang telah dikubur tadi pagi. Selamat tidur, Oma.

Iklan

17 thoughts on “Malam Pertama (2)

  1. phingai April 7, 2012 / 12:09 pm

    Bude.. besok Oma bo2nya sama Ngai aja ya, kasian.. šŸ˜„

    Nanti aku bilang ke Oma, Ngai… šŸ™‚
    Eh, tapi Ngai udah gak ngompol lagi kan? šŸ˜› :mrgreen:

  2. Lidya April 7, 2012 / 2:13 pm

    hiks, pasti sedih ya untuk malam pertama tidur sendiri

    Sampai berapa malam ya Oma bisa terbiasa šŸ˜¦

  3. Dhenok Habibie April 7, 2012 / 4:52 pm

    mendadak dhe ingat dengan oma itu ya mbak, hehe.. šŸ˜€

    mbak choco selalu bagus dan menyentuh kalo bikin fiksi gini.. dhe idenya aja belum dapet2 ampe gini hari..

    Hihihihihi…. yang ini opanya yang pergi duluan šŸ˜›
    Ah, Dhe, kau membuatku tersipu šŸ˜³
    Kadang ide datang hanya dari dua kata lho, Dhe. Contoh: Kursi Goyang. Nah, itu ide juga kan> šŸ˜‰

  4. elfarizi April 7, 2012 / 5:34 pm

    wiii … nendang … baca terakhirnya malah bikin galau, kasihan sama oma šŸ˜¦

    Semoga Oma segera bisa menerima ya šŸ˜€

  5. lozz akbar April 8, 2012 / 12:35 am

    wah kamuflase alur cerita nih mbak Choco #wkwkwk istilah opo iki

    awalnya saya menebak akan ada adegan 18+ , eh dilalah ternyata cerita tentang seorang Ibu tua baru aja ditinggal pergi suaminya

    Wkwkwkwkw…. mulo kuwi ojo mikir sing ora-ora, Uncle šŸ˜›

  6. pututik April 8, 2012 / 12:51 am

    mohon ijin untuk bertandang, ceritanya hampir membuat deg-degan šŸ˜€

    Qiqiqiqiq….kok hampir to? Jadinya gak jadi deg degan dong šŸ˜€

  7. marsudiyanto April 8, 2012 / 8:43 am

    Fiksi yang singkat, padat tapi mengena…
    Judulnya juga menarik šŸ˜€

    Hihihihihi…. jadi terkenang Sang Mantan Murid ya, Pak’e šŸ˜›

  8. hijriyan April 8, 2012 / 7:31 pm

    Waduh.. Judulnya mengkhianati pembaca nih…namun dengan mudah pula pembaca dipaksa ikhlas. šŸ™‚

    ijin share..

    Waaaa….maaf jika penonton kecewaaa šŸ˜€
    Ikhlas dan terharu ya, Ri šŸ˜€

  9. maman April 8, 2012 / 8:32 pm

    hehe
    se7 ama komen yang diatas…

    keep writing ,,semoga selalu menginpirasi..selalu

    Makasiy, Man šŸ˜³
    Insya Allah….

  10. Orin April 9, 2012 / 8:40 am

    Huwa…huwaaaa….bu Chooooo…speechless aku ah *menjura*

    Oriiiiinnn…. šŸ˜³

  11. yustha tt April 10, 2012 / 2:32 am

    Huks.. ļ¼ˆļ¼›ļ¼æļ¼›ļ¼‰

    Hiks…hiks…

  12. kabutpikir April 10, 2012 / 3:54 pm

    yang sabar ya, oma….?

    Iya, Nak, makasiy yaaa šŸ™‚

  13. advertiyha April 13, 2012 / 4:48 pm

    hiks,,, uapikkkk pwolll.. šŸ™‚
    cukup sekian

    Sekian dan terimakasih šŸ˜›

  14. Imelda April 16, 2012 / 6:30 pm

    ah … aku sering membayangkan apakah aku akan spt si Oma jika waktunya tiba? **Padahal ngga boleh bayangin ya? šŸ˜¦ **

    Waktu yang akan menyembuhkan, BuEm šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s