Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Iseng Aja

Enchanted

Perempuan itu cantik sekali. Tak tertandingi. Memesona, menghipnotis, mematungkan, entah kata apalagi yang bisa menggambarkan keindahan itu. Aku menunduk menatapnya terus menerus, masih tersihir kecantikannya. Senyum tak pernah lepas dari bibirku, mata tak henti mengerjap menikmati raut wajahnya. Ah, betapa indah!

Lalu, sekuntum bunga flamboyan jatuh, tepat di sisi kepalanya. Sedikit wajah itu bergelombang, namun kecantikannya tak pudar.  Seraut bidadari dengan bunga flamboyan sebagai hiasannya. Oouuuhhhh, indah tiada tara!

Meski terus berlutut dan membungkuk, namun tak terasa pegal punggungku. Bagaimana tidak, bibir itu tak hentinya merapalkan mantra yang membuatku tak mampu beranjak darinya. Tiba-tiba seekor katak melompat! Membuyarkan bidadari cantik itu menjadi pendar-pendar rusak! Aku marah! Sangat marah! Murka!

Maka kukejar katak itu, kutangkap dengan tanganku sendiri. Lalu kulempar dia jauh-jauh dan kuat-kuat. Sedetik kemudian kudengar bunyi berkeretak, binatang itu pasti mati. Biar saja! Kuusapkan tanganku pada gaunku.

Bergegas aku kembali ke tepi telaga, membungkuk pada tepinya dan menunggu air tenang. Perlahan, wajah bidadari itu muncul kembali. Cantik, memesona, menyihirku. Aku tersenyum bahagia.

Gambar dipinjam dari Google 🙂