Dongeng insomnia · Iseng Aja

Lukisan Cinta, Episode 7

Sebelumnya, yuuuuk baca yang ini dulu…

Episode 7

Ningrum menarik tangan Sandra masuk.

“Ayo, Kak, ini rumah kami, maaf ya kalau bau ikan.”

Sandra trenyuh. Di hadapannya berdiri sebuah rumah mungil, dengan hamparan balai-balai bambu tempat menjemur ikan. Rumah bertembok namun tak bercat, berhalaman namun tak berpagar, bergenteng namun hujan tetap merembes. Dan rumah-rumah lain yang serupa bertebaran di sekelilingnya.

Sandra mengikuti Ning masuk ke dalam rumah sederhana itu. Suara lembut seorang Ibu membalas salam Ningrum.

“Ibu, aku membawa tamu. Dari Jakarta lho, namanya Kak Sandra. Kak, ini Ibuku,” ujar Ningrum memperkenalkan tamunya. Seorang wanita yang – kini Sandra tahu darimana Poseidon mendapatkan warisan hidung dan tulang pipi tinggi itu – sudah berumur namun masih cantik meski mulai terkikis oleh gurat-gurat kepedihan. Senyumnya ramah seperti Ningrum, wajahnya menawan seperti anak lelakinya. Sandra mengulurkan tangannya.

“Apa kabar, Ibu? Saya Sandra.”

Lanjutkan membaca “Lukisan Cinta, Episode 7”