Forbidden Love (2)

Sepasang kekasih itu duduk berdampingan, memandang bulan penuh yang memantulkan sinar kemilau bintang. Malam yang syahdu.

“Jadi, maukah kau menjadi pasanganku?” Tanya Sang Macho pada kekasihnya.

“Aaahhh, tak ada yang lebih kuinginkan daripada menjadi istrimu,” jawab kekasihnya dengan menghela nafas panjang.

“Lalu, mengapa kau masih ragu?”

Kekasihnya memandangnya dengan tatapan merana.

“Kau kan tahu, orang tua kita, keluarga kita, nenek moyang kita, bermusuhan sejak bertahun-tahun, bahkan berabad-abad lalu. Apa jadinya kalau kita menikah?”

“Ah, persetan dengan mereka! Permusuhan ini takkan ada habisnya. Biar saja mereka bermusuhan, kita putuskan kutukan ini, Sayang. Kelak anak-anak kita akan hidup damai selamanya.”  Ia memeluk kekasihnya dengan satu tangannya. Kekasihnya masih menunduk.

“Aku putus asa. Lihatlah, kau dari kalangan ningrat, sedangkan aku apa? Hanya jelata yang berkeliaran tak tentu arah demi mengisi perut. Apa jadinya kalau keluargamu sampai tahu? Aku hanya akan diusirnya saja,” ujar kekasihnya sedih.

“Tapi aku mencintaimu. Baiklah, kita lari saja, kabur, minggat?” Ajaknya penuh semangat. Kekasihnya memandangnya penuh cinta sekaligus kasihan.

“Kabur? Sayangku, kabur kemanapun aku akan bertahan. Tapi kau? Kau akan mati, Sayang. Aku tidak mau itu terjadi.”

“Lalu bagaimana?”

Siberian Husky itu memandang kekasihnya yang tak begitu rupawan – seekor kucing liar dengan bulu tiga warna – dengan putus asa.

Iklan

18 thoughts on “Forbidden Love (2)

  1. chocoVanilla April 22, 2012 / 7:00 am

    Ck…ck…ck….judulnya emang keren bangget…. 😛

    Ya ampooooooonn……. rolleye0003 Free Emoticons   Rolling Eyes

  2. Imelda April 22, 2012 / 9:56 am

    hahahaha
    kasiaaaaan dong anak-anaknya. anjing kagak, kucing kagak.
    Untung bukan anjing ama orang deh hihihi

    Mungkin anaknya bisa jadi kayak Catdog yang kartun itu, separo anjing separo kucing hihihihihi…..

  3. Lidya April 22, 2012 / 10:25 am

    walah binatang toh mbak 🙂

    Ho’oh, Jeng 😛

  4. LJ April 22, 2012 / 7:11 pm

    berpikirlah yang jernih,
    meskipun akhirnya keluarga merestui
    sungguh akan sulit bagi kalian untuk membina rumah tangga samara.
    percayalah..!!!

    Baiklah Kakak, mereka sudah berpisah baik-baik kok, meski dengan hati pedih 😦

  5. ndutyke April 22, 2012 / 8:48 pm

    ooooow so sweet. siberian husky kan ganteng banget tuh 🙂

    Guanteng puoolll! Saingannya cuma herder sebelah rumah 😀

  6. Bibi Titi Teliti April 22, 2012 / 8:51 pm

    aaaakh…
    jalan ceritanya selalu saja menyesatkan dirikyuuuu….

    apakah akhirnya mereka kawin sirih mba?…hihihi…

    Qiqiqiqiqi….aku tak bermaksud menyesatkan lhoo, Bi… 😛
    Tidak, mereka berpisah baik-baik, meski diiringi derai air mata 😦

  7. ~Amela~ April 23, 2012 / 6:50 am

    selalu ada kejutan di akhir cerita…
    jadi seperti apakah anak mereka nantinya. hihihi

    Kebayang anaknya berwajah tampan dan berbulu tiga warna 😛

  8. Akhmad Muhaimin Azzet April 23, 2012 / 9:56 am

    hehehe…. meooooong…..

    asyik ceritanya; saya suka membacanya

    Makasiy, Bang 😀 guk…guk… 😛

  9. marsudiyanto April 23, 2012 / 12:36 pm

    Nggak bisa mbayangkan, hasil perkawinan antara Siberian Husky & Kucing Liar bentuknya kayak apa ya???

    Bentuknya kayak Cat & Dog, Pak’e 😀

  10. Emanuel Setio Dewo April 23, 2012 / 12:54 pm

    Hem… mgkn malah gak bisa beranak kali ya? Kan lain secara genetis? Mbuh ding…

    Jangankan beranak, proses mbuatnya pun mungkin gak bisa 😛

  11. birthday party April 23, 2012 / 5:38 pm

    menarik postingannya…aku suka apalagi judulnya menarik…salam kenal yaaa…:)

    Saya jugak naksir judulnya 😀
    Salam kenal, makasiy ya dah berkunjung 🙂

  12. Tebak Ini Siapa April 23, 2012 / 11:27 pm

    Jiahahaha, isolasi reproduksi gak tuh.
    Keren kali ya kucing naksir anjing hihihi 😀

    Sakjane sing naksir kui Siberiannya, Na, kucingnya mah manut ae 😛

  13. Dewi Fatma April 24, 2012 / 12:13 pm

    hahaha.. si Mba Cantik ini bikin aku sakit perut ajaa.. Ditambah lagi mbaca komeng pertama itu..hahaha…

    Aku naksir judule, Jeng, sumpeh :mrgreen:

  14. Orin April 24, 2012 / 1:53 pm

    hmmm…anak mereka kelak jd mutan dunk bu Cho, spesies baru qiqiqiqi…
    kesian ya, kasih tak sampai 😛

    Rasanya tak mungkin ya, Orin 😀

  15. Ni CampereniQue April 24, 2012 / 2:11 pm

    salahkan cinta yang suka mampir seenaknya
    kasihan kan jadi berderai air mata gitu hiks …

    Sang Dewa Cupid salah sasaran 😀

  16. bundadontworry April 24, 2012 / 5:16 pm

    kejutan di akhir cerita ini yg jadi ciri khasnya Mbak Choco….
    bikin semua tulisannya jadi menawan dan penasaran pingin disuguhi lagi cerita lainnya …. 🙂

    salam

    Aaah, Bundoo, lihatlah pipiku merah merona 😳 makasiy, Bundoo…. 🙂

  17. kabutpikir April 24, 2012 / 6:24 pm

    Selalu mengejutkan!! 😀

    Akupun terkejut! 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s