Iseng Aja · Ketawa dulu

Duyung Dayani

Dikisahkan kembali berdasarkan penuturan Tirra Djoen. Sebuah kisah nyata.

Pekalongan, 1998

Tangisan pertama seorang bayi yang direnggut paksa keluar dari rahim ibunya, menggegerkan seluruh isi rumah. Seruan-seruan penuh haru dan syukur berkumandang. Seorang bayi perempuan yang sempurna, cantik. Sang Ibu menangis haru ketika si dukun bayi meletakkan bayi tu di dadanya, menyusu untuk pertamakalinya. Sungguh kuasa Tuhan, si bayi lahir dengan sempurna dan mudah, mengingat segala keterbatasan ekonomi yang membelenggu.

Di luar, kakak si bayi -seorang bocah laki-laki berumur 4 tahun- jongkok di halaman sambil mengorek-ngorek tanah. Seolah tak peduli peristiwa yang terjadi di dalam sana. Aku mengampiri Leto (Nama Tole sudah terlalu biasa), si bocah -anak Yu Sri- pembantuku.

Lanjutkan membaca “Duyung Dayani”