Lukisan Cinta, Episode 9

Yuk, mariii baca yang lalu dulu 😉

Episode 9

Ponselnya tak berhenti berdering, meski telah beberapa kali ia matikan namun nomor itu selalu menghubunginya lagi. Pasien di depannya masih saja terus bertanya ini itu. Sepuluh menit kemudian konsul itu berhenti dan Frans meninggalkan ruangan, tergesa menuju lorong paling sepi di lantai satu ini.

“Hallo,” desisnya menahan marah.

“Hai, Dockie, mengapa kau tak mau angkat teleponku? Kau tahu Dockie, nyaris saja kulakukan panggilan yang lain,” desah seorang perempuan penuh ejekan terdengar di seberang. Frans menahan amarahnya.

“Ini jam kerjaku, kau tahu kan? Sudah kuberi tahu berkali-kali, jangan menelponku di jam kerja!” Geram Frans marah. Terdengan suara mengikik di seberang.

“Ouh, jangan marah-marah begitu, Dok. Tentu saja aku tahu kesepakatan kita, tapi yaah, kantongku sudah tak bisa menunggu lagi, Honey,” goda perempuan itu.

“Berapa?” Tanya Frans dengan kesal bukan main.

“Yah, aku harus ke Jakarta malam ini. Dan tentu saja aku harus menitipkannya pada Mama. Dan kau pasti paham Mama seperti apa bukan?”

“Tidak usah bertele-tele! Berapa?”

“Hei, mengapa bawaanmu marah saja, Dockie? Baiklah, untuk kali ini sepuluh juta saja, okay?”

“Gila! Kau pikir itu jumlah yang sedikit? Sejuta saja sudah terlalu banyak, tahu!” Amarah Frans benar-benar mencapai puncaknya.

“Terserah kau, Sayang. Hmmm, atau mungkin aku bisa minta pada Papamu saja. Pasti beliau bersedia memberiku lebih. Bagaimana, Dockie?”

“Iblis kau! Lima juta! Aku tak punya cash sebanyak itu! Lima menit lagi kutransfer!”

Thank you, Honey…mmuah…mmuah…..”

Frans mematikan ponselnya dengan wajah merah padam. Sampai kapan sundal itu akan memerasnya? Frans menuju ATM di lobby dengan amarah yang memuncak. Kesal bukan kepalang ia mentransfer sejumlah uang pada Rini, perempuan yang terus menerus memerasnya tanpa ampun.

Siang telah menjelang, namun lapar tak lagi terasa. Frans bersiap pulang ketika ia berpapasan dengan Sandra di pintu keluar.

“Hai, San, mau ke mana?” Bara di dadanya seketika padam melihat senyum Sandra.

“Hai, mau ketemu Tante Liz, nih mengantar makan siang. Hari ini aku memasak untuknya,” jawab Sandra sembari menunjukkan tas berisi kotak-kotak makanan.

“Wah, lezat tampaknya. Adakah untukku?” Goda Frans. Sandra tertawa renyah.

“Kali ini tak ada, next time?”

“Wah, mau sekali. Bagaimana kalau kita piknik Sabtu besok? Ada waktu?”

Sejenak Sandra berpikir. Sebetulnya ia ingin ke pantai, sudah seminggu sejak ia dan Ningrum mengikuti wisata, ia belum lagi bertemu dengan gadis remaja itu.

“Mmm, ke pantai mau? Aku ingin memotret sunset, Frans.”

Deal! Aku akan mengambilkan gambar terbaik untukmu dan kau memasak untukku,” ujar Frans lalu mengulurkan tangannya tanda kesepakatan. Sandra tertawa dan menyambut uluran tangan Frans.

Sejenak Frans melupakan Rini dan terbuai oleh Sandra. Aku harus mendapatkan gadis ini! Pikir Frans lalu berlalu menuju parkiran.

*************

Hihihihihi…maap, episode ini pendek. Tapi nanti lanjutannya panjang dikiiit deh 😉

Iklan

11 thoughts on “Lukisan Cinta, Episode 9

  1. ~Amela~ Mei 3, 2012 / 8:04 am

    hah? siapa RIni? mantan istrinya frans ya? atau mantan pacarnya?
    siapa yang bakal dititipkan? anjing pelirahaan? atau malah anak di luar nikahnya frans?
    kapan…hmasdknfajeyn *dibekep*
    *nunggu episode selanjutnya deh*

    Pssst, Mellaaa, mari sini aku bisikin. Jadi Rini itu adalah wes ewesewsewesewes…bla..bla…blaa… Nah, udah tau kan? Eh, tapi jangan bilang-bilang yaaa. Ini rahasia kita ajah 😉

  2. Imelda Mei 3, 2012 / 9:35 am

    hmmm Sandra…. hati-hati nanti akan ada masalah dgn Frans dan Rini loh 😀

    Nampaknya demikian, BuEm 😀

  3. Ni CampereniQue Mei 3, 2012 / 9:56 am

    membaca ketertinggalan … Sandra dan Agung membaca cerita ini membuat saya selalu ingat pada dua sahabat bernama yang sama 😀 pas! Agung memang tinggi dan gagah posturnya, rambutnya panjang seperti Steven Seagel xixixi … miriplah apalagi klo diikat ke belakang hahaha apa sih?!

    Jeeenggg, mencurigakan niiiihhh :mrgreen:

  4. LJ Mei 3, 2012 / 10:27 am

    #mbayangin tyt mas Agung adalah anaknya Frans di luar nikah.. xixi..
    #biar kayak sinetron

    lanjutkan bude..!

    Aaaahhh, Mas Agung itu tampan luar dalam lho, Mak. Sedangkan dr. Frans yaah… 7.5 lah 😛
    (kan nurun wajah ibunya yaa :mrgreen: )

  5. Lidya Mei 3, 2012 / 11:19 am

    ada pendatang baru nih Rini, siapa kah dia?

    Hai…hai…siapa dia. Siapa gerangan nona 😀

  6. rynari Mei 3, 2012 / 8:19 pm

    yuup kompleksitas cerita makin meningkat pembaca, siap menunggu kejutan berikutnya. Selamat melanjutkan jeng. Salam

    Moga ndak terlalu belibet ya, Mbakyu. Tapi syarat sebuah novel katanya emang harus kompleks 😀

  7. Orin Mei 4, 2012 / 10:15 am

    Rini? iblis bin sundal yg bikin penasaran. aw..aw..aw…
    etapi, pas putu2 sunset ntar mereka ketemu sm Poseidon donk *spoiler ga yaa* qqiqiqi

    Waduuuh, enaknya ketemu gak ya? 😛 Nantikan setelah pesan-pesan berikut…. 😀

  8. Nchie Mei 5, 2012 / 12:47 am

    aku ga nyimak yang kemaren2 Mba Piet..
    Piyee…

    Hehehehe… atret ajah, Jeng, lom banyak kok 😀

  9. bundadontworry Mei 10, 2012 / 5:46 pm

    duh, duh…Sandra …beware atuh…hati2 jeung…
    ada Rini nya Frans lho…
    ( Rini iki sopo tho? mantan opo yo?…. )
    nanti kayaknya malah jadi tambah seru en beribet nih …

    salam

    Syarat novel harus ribet, Bundoo 😦

  10. Dewi Fatma Mei 15, 2012 / 4:04 pm

    Pasti perempuan simpanan nih, trus punya anak diluar nikah sama Frans…hahah.. Lanjot ah..

    Aw…aw…tuduhlah akuuu, sepuwas hatimyuuuu…. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s