Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Bangkitlah Nelayanku!

Saat ini, seperti sebagian Kawan tau, aku sedang mencoba membuat novel cerbung tentang nelayan. Si Tampan Poseidon Penguasa Samudera ๐Ÿ˜€ love0083 Free Emoticons   Loveย  Aku memang tak banyak tau tentang kehidupan para nelayan, bahkan mengunjungi desa mereka pun belum pernah ๐Ÿ˜ฆ Tapi ini era digital bukan? Aku banyak melakukan riset dari internet, google, wikipedia, dan berita-berita mengenai nelayan.

Dan salah satu hasil penelusuranku, bahwa para nelayan pun mengalami musim paceklik! Oh, kukira hanya petani yang punya paceklik. Musim ini biasa terjadi pada bulan Desember – Pebruari di mana terjadi Musim Barat. Musim ini ditandai dengan hembusan angin besar, ombak tinggi bahkan badai. Namun seperti kita ketahui bahwa sekarang ini terjadi cuaca ekstrim, di mana musim bisa saja bergeser tak menentu. (Dan lebih mengerikan lagi, sebagian besar nelayan kita adalah nelayan tradisional dengan peralatan yang sederhana, yang tentu saja akan tersingkir dengan adanya jaring trawl atau pukat hela. Belum lagi kekayaan laut kita yang dengan semena-mena dirampok oleh orang-orang asing tak bertanggungjawab).

Pada musim paceklik, nelayan tak bisa berbuat apa-apa. Sebagian besar dari mereka menggantungkan diri dari bantuan pemerintah setempat. Atau para istri mulai menjual harta benda yang dibeli saat panen raya musim sebelumnya. Semestinya, hal itu tak perlu terjadi! Bergantung pada pemerintah adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan. Kita semua tahu bahwa pemerintah sudah cukup me“repot”kan diri mengurus ini itu, meski memang seharusnya mereka pun mengurus nasib para nelayan.

Namun sesungguhnya, kekayaan laut itu luar biasa! Samudera begitu murah hatinya mempersembahkan harta karun tak ternilai darinya, bukan hanya ikan semata. Masih ada ganggang laut, aneka kerang indah, karang, bahkan pasir pantai. Semua itu bisa dibuat kerajinan yang luar biasa indah dan tentu saja bernilai ekonomis.

Lalu, siapakah yang harus mengerjakan itu? Para nelayan adalah kaum macho penakluk gelombang, mana mungkin berlembut-lembut dengan segala keindahan itu? Tentu saja para istri, perempuan pendamping sang penguasa samudera! Tetap harus ada peran serta pemerintah untuk mengajar para perempuan untuk membuat aneka kerajinan itu. Tetap harus ada volunteer yang rela mengajar mereka. Memang seharusnya demikian, karena lebih baik memberi kail daripada ikan bukan?

Sedangkan para nelayan bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Wahudin, pengembang rumput laut Gracilaria sp. Rumput laut yang merupakan bahan baku pembuatan agar-agar. Dari hasil budidaya tersebut ia bisa mengeruk keuntungan yang lumayan besar, bahkan mampu menghidupi anggota kelompoknya.

Sekarang mari kita simpulkan, upaya alternatif apa saja yang dapat dilakukan para nelayan dan keluarganya untuk menghadapi paceklik yang tak terhindarkan itu.

  1. Budidaya rumput laut
  2. Membuat kerajinan dari hasil laut
  3. Membentuk koperasi sebagai pendukung modal
  4. Pengolahan produk berbahan baku ikan (kerupuk, keripik kulit ikan, dll)
  5. Budidaya ikan air payau
  6. Wisata perahu

Dan tentu saja masih banyak lainnya yang tentu sudah dipikirkan para ahli dan jenius negri ini. Kebangkitan ini harus didukung penuh oleh pemerintah yang semestinya berperan sebagai pengayom dan pelindung para nelayan. Dengan mengutus para penyuluh yang ahli di bidangnya, tentu kebangkitan ini akan lebih mudah.

Aku lebih suka ikan hasil laut dari negriku daripada ikan import. Karena dengan memakan ikan laut hasil lautku, aku turut membantu kehidupan para nelayan. Bangkitlah nelayanku! Contohlah sesamamu yang telah lebih dulu sukses dengan upaya alternatifnya selain melaut.

Negriku tercinta adalah negri maritim, di mana pelaut-pelaut hebat ada di seluruh kepulauan nusantara. Namun bahkan pelaut hebat pun akan kembali pada daratan. Sudah saatnya para nelayan mengangkat derajat kehidupan dengan mengembangkan kemampuan lain selain melaut, sehingga tak ada lagi pengaruh berarti dari musim paceklik di lautan!

Semoga kebangkitan mereka pun menginspirasi kita untuk mengembangkan talenta-talenta yang terpendam ๐Ÿ˜‰

Horeeeee……. Artikelย  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp.

Wish me luck ๐Ÿ˜‰

PS. Semua gambar pinjam dari Google ๐Ÿ™‚