Cintaku · Iseng Aja · Ketawa dulu

Burung Kakak Tua

Menanti buka puasa sambil bersantai dan bersenda gurau di kamar ๐Ÿ˜€ (lama banget gak dengar kata “senda gurau” ๐Ÿ˜› ).

Cantikย  : (bernyanyi lirih sambil main game) Burung kakak tuaaa, hinggap di jendelaaaa…. (berhenti)

Akuย ย ย ย ย ย  : Terus, Dek?

Cantikย ย  : Nenek sudah tuaaa, giginya tinggal duaaaa….

Akuย ย ย ย ย ย ย  : Iihh, Adek ngatain Nenek iih… Bunda bilangin yaa.. Neeekkk (pura-pura memanggil Nenek)

Cantikย ย  : Bundaaaaa, itu kan laguuuuu. Ihh, males ah sama Bundaaa (marah)

Akuย ย ย ย ย ย ย  : Ya Adek siiy, orang gigi nenek masih banyak kok (sambil ngakak). Neneeeekkk……

Cantikย ย  : Huwaaaaaa, Bundaaaa. Males sama Bundaaa, huwaaaa……. (menangis)

Akuย ย ย ย ย ย ย  : Hihihihihi… Bunda kan bercanda, Dek… sini…sini…

Cantikย ย  : Males sama Bundaaa hiks…hiks…. (keluar kamar)

Jendral G : Hayo lho, Bundaaa….Adeknya ngambek….

Kekasihku : Tau tuh Bunda, hobinya bikin Adek nangis!

Akuย ย ย ย ย ย ย  : Hihihihihihi…. :mrgreen:

Iseng Aja · Nyam...nyam...sedaaap...

Beef Teriyara dan Shabura

Sungguh, ini bukan mengiming-imingi yang sedang berpuasa, lha wong aku juga puasa kok ๐Ÿ˜€ Ini sekedar berbagi resep sederhana untuk sahur. Resep lama yang sudah aku coba bersama Cantik. Yah, ceritanya aku dan Cantik menghabiskan waktu seharian untuk masak bersama (padahal aku ndak bisa masak ๐Ÿ˜ฆ ). Setelah lima hari dalam seminggu ditinggal, tentu ingin sesekali menghabiskan waktu berduaan saja tanpa gangguan the boys :mrgreen:

Yuk mari kita coba resep “Beef Teriyara“. Weiitss, apaan tuh? Itu adalah Beef Teriyaki Pura-pura ๐Ÿ˜› Dan Shabura, juga Shabu-shabu Pura-pura :mrgreen: Lho kok pura-pura? Lha iya, karena menggunakan bumbu ala kadarnya gak selengkap aslinya ๐Ÿ˜€ย  Ssst, jangan bilang-bilang BuEm yaa, nanti diketawain ๐Ÿ˜€

Lanjutkan membaca “Beef Teriyara dan Shabura”

Iseng Aja

Maaf Ya, Mbak Mulan…

Berawal dari mendengar sebuah lagu di radio. Lagunya bagus meski melow. Sayangnya kudapati ada “S” yang bocor di situ. Menurutku seorang penyanyi haruslah mempunyai artikulasi yang jelas selain suara merdu. Agar apa yang didengar tidak salah dan tidak menyesatkan ๐Ÿ˜€

Ketika mendengar lagu itu aku sempat menuduh Mbak Mulan penyanyinya, soalnya kok di kupingku miriiip gaya dan warna suaranya. Dan “S” nya pun bocor, meski punya Mbak Mulan hanya bocor alus :mrgreen: Apa sih “S” yang bocor itu?

Begini Kawan, ketika kita mengucapkan huruf “S” pasti terdengar mendesis karena udara tipis yang dihasilkan oleh ruang antara lidah dan langit-langit mulut (qiqiqiqiqqi….mengarang bebas, susah mengungkapkannya ๐Ÿ˜› ), pokoknya gitu deh! Nah, kalo “S” yang bocor itu udaranya merembes melalui gigi-gigi depan dan terbang bebas keluar. Sehingga terdengar seperti “sh” atau “sy” tergantung tingkat kebocorannya. Ketika mengucapkan juga dengan bibir agak sedikit mengerucut dan membal sekitar 2,45 cm.

Penyebab “S” bocor ini bisa karena menggunakan kawat gigi atau mungkin ada spasi pada gigi depan. BuMon atau eMaknya Ngai mungkin bisa lebih menjelaskannya ๐Ÿ˜€ Tapi itu gak masalah. No problem at all, karena memang apa adanya dan tidak dibuat-buat. Yang terasa agak mengganggu adalah ketika kebocoran itu memang disengaja, mungkin ingin menimbulkan efek sexy atau imut gitu.

Seperti lirik lagu yang sempat kudengar itu, “bisha shaja ada yang tershembunyi”, “mashihkah ada, rahashia yang tershimpan jauh di lubuk hatimu….”, ” sheshuatu di dalam hatimu….“. Aku gak apal lagune hihihihihihi… :mrgreen:

Sebetulnya kebocoran gak cuma di “S” tapi bisa juga di huruf “T” sehingga terdengar begini: cinta –> cintca dengan pengucapan “c” yang mengambang. Waktu –> waktcu, begitu –> begitcu ๐Ÿ˜†

Atau di huruf “J”, yang diucapkan dengan bibir menipis dan maju sekitar 2,52 cm serta lidah mengapung. Jangan –> jyangan, jauh –> jyauh

Penasaran lagu siapa yang kudengar itu aku googling dengan key wordlagu baru mulan jameela“. Gak nemu. Lha judul gak tau, lagu gak hafal, penyanyi kira-kira. Setelah sempat putus asa, tiba-tiba suatu hari Nenek sedang nonton acara musik di TV. Muncullah lagu itu! Akupun terkesima dan terpesona.

Ternyata yang nyanyi Mbak Inna Kamarie feat Mas Piyu. Judul lagunya “Firashatku”. Oallaaaah, ya jelas aja gak nemu. Lha wong aku gak kenal penyanyinya (aku memang kuper soal penyanyi dan lagu-lagu baru ๐Ÿ˜› ).

Tiwas nuduh Mbak Mulan, maaf ya Mbaak…. love0067 Free Emoticons   Love

Iseng Aja · Nimbrung Mikir

Posting Terjadual

Hehehehe…. hush! Belum-belum kok ngguyu dewek, kayak kurang se ons aja. Begini critanya Kawan, hari Minggu malam tgl. 15 Juli 2012, aku membuat duwa postingan sekaligus, eh tiga deng sama yang ini. Mumpung ada waktu. Tapi sengaja aku jadualkan untuk tayang mulai Senin, Rabu, dan Kamis ๐Ÿ˜› Jadi keliatannya rajin posting gituh hihihihihi…. :mrgreen:

Gimana caranya? Ah, pasti Kawan sudah tahu semua, malah aku yang tahu belakangan ๐Ÿ˜› Maklumlah, emak-emak gaptek ๐Ÿ˜€ Eee, tapi sapa tahu ada yang belum tahu jugak, mari kita belajar bersama ๐Ÿ˜€

Hehehehe…. aku kok gak isa menyampaikan dengan kata-kata ya? Gubrak banget deh! Nah, pokoke gini, setelah selesai menulis, jangan langsung publish. Tapi pilihlah edit, nah di situ silakan ganti tanggal dan jam yang dikehendaki untuk publish.

Setelah mengubah sesuai tanggal dan jam terbit yang dikehendaki, klik OK. Maka akan muncul schedule seperti tergambar di atas. Nah, kalo dah mantap langsung deh klik Scedule. Selesai deh, tinggal tunggu saja waktu tayangnya nanti ๐Ÿ˜€

Sedap kan? Cara ini bisa untuk mengatasi kekosongan postingan. Selagi banyak ide berlompatan di kepala, tuliskan saja semuanya. Sekaligus jadualkan kapan tayang. Dan taraaaaa….. blog kita gakkan pernah kosong ๐Ÿ˜›

Eeehhh, tapi nunggu ide yang banyak pada lompat-lompatan itu yang susah ya? Hehehehehe….. sekali malaz tetaplah malaz… ๐Ÿ˜›

Waaaaa, setelah preview ternyata tulisane cuilik, gambare gak isa dibesarkan ๐Ÿ˜ฅ Yah, pokoknya gitulah, pasti Kawan semua udah tahu kok ๐Ÿ˜‰

Iseng Aja · Nyam...nyam...sedaaap... · Oooh Indahnyaaa....

The Lounge

Liburan sekolah kemaren kami memang tidak pergi ke mana-mana. Maklumlah, aku lagi ada kerjaan yang amat sangat menyita waktu. Jangankan berlibur, mandi saja tak sempat! huweeeekkssss…..sick0022 Free Sick Emoticons (itu sih bahasa diplomatisnya, aslinya mah dompet menipis hihihihihi). Tapi demi menyenangkan kedua malaikatku, maka di berbagai kesempatan kami gunakan untuk bersenang-senang. Salah satunya adalah nonton film. The Brave, Madagaskar 3, The Amazing Spiderman, Ice Age 4 sudah kami tonton. Sesekali di hari libur, sesekali di jam pulang kantor. Bahkan pernah kami hanya nonton bertiga malam-malam karena kekasihku ada acara lain ๐Ÿ˜ฆ Yah, yang penting anak senang.

Sewaktu nonton di XXI Mega Bekasi kami sempatkan makan di The Lounge character00104 Free Emoticons   Characters. Setiap kali lewat situ kami selalu tertarik dengan tampilan layar lebar yang disuguhkan, bahkan ada live music. Sekalipun kami belum pernah mencoba karena biasanya kalo mau nonton ya nonton aja, pulangnya baru cari makan ๐Ÿ˜€ Tapi ini kebetula waktu nonton masih lama. Maka kami iseng makan dulu.

Menu favoritku kalo di XXI adalah pasta sapi lada hitam. Wuiiihhh, yang ini emang top! Sesekali cobalah Kawan, pedes-pedes sedep tongue0022 Free Emoticons   Sticking Out Tongue Kalo Si Cantik jelas french fries dan nasi goreng (di mana-mana selalu cari nargor ๐Ÿ˜ฆ ), Jendral G kali ini memesan mie ramen. Rasanya very spicy, banyak spesies jamurnya. Buat lidah Jendral G ternyata lebih cocok mie ramen Gokana Teppan ๐Ÿ˜›

Tapi Kawan, dengan sangat menyesal gak satupun makanan itu ku foto. Kenapa? Malu aku ashamed0002 Free Emoticons   Shame Lha piye to? Suasana remang-remang, lha kalo motret kan pasti ada flash nya, nanti pada nengok deh ihik…ihik… Tapi aku gak malu motret layar lebar yang menyajikan pemandangan luar biasa dari berbagai negara Eropa itu. Diiringi musik yang sound system nya keren.

Layar seperti di dalam studio ๐Ÿ™‚
Amazing view ๐Ÿ™‚
JG: Kapan ya, Yah, kita bisa ke sana?
KKK: Sekolah yang pinter Kak, nanti berangkat sendiri ke sana ya? :mrgreen:

Sekedar info, live music Senin – Sabtu pukul 19.00, dan untuk Minggu mulai pukul 15.00.

Nah Kawan silakan coba. Makanannya enak, suasana romantis, musiknya seru, dan layar lebarnya lebaaar (lho?) ๐Ÿ˜‰

Ssst, coba yang ditampilkan di layarnya bukan pemandangan tapi film ya hihihihihi…. :mrgreen:

Iseng Aja

Buku Sekolah

Hari ini hari pertama masuk sekolah setelah Kedua Malaikatku menjalani liburan yang sangaaaaat lamaaa. Salah satu kesibukan di tahun ajaran baru adalah menyampul buku. Di sekolah Kedua Malaikatku memang mengharuskan para murid menyampul buku tulis dengan sampul coklat kemudian sampul plastik. Jelas ini sangat positif, agar tidak terjadi kesenjangan. Dan terutama agar para murid fokus belajar dan bukan memandangi cover bukunya ๐Ÿ˜›

Nah, setiap belanja buku pasti terjadi keributan dengan Si Cantik ๐Ÿ˜› Bagaimana tidak, Gadisku ini selalu ingin buku dengan cover kesukaannya, lha padahal kan gak kliatan to, lha wong disampul. Mauku, buku dengan gambar apa aja yang penting tebal, kertas halus. Lha ini maunya yang bergambar Angry Bird dan garisnya warna-warni, ada pula jendela plastik di covernya untuk menulis nama. Lha rak yo percuma to?

Tapi, bukan Cantik kalo gak berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan ๐Ÿ˜ฆ

Bagaimana dengan Kawan semua, haruskah buku Si Kecil disampul juga? ๐Ÿ™‚

Kalo mukenya kayak gitu sih emang mending disampul ๐Ÿ˜›
Satu mapel 2 buku ๐Ÿ˜ฆ Padahal ntar di akhir tahun ajaran masih bersisa ๐Ÿ˜ฆ
Angry Bird yang terkurung sampul coklat ๐Ÿ˜€

Iseng Aja · Serial Yu Minah

Orang Kaya Tinggal Tunjuk

Sudah lamaaaaa sekali aku gak bertandang ke warung Yu Minah. Kangen sekali rasanya, tentu sama rujaknya bukan Yu Minahnya :mrgreen: Maka hari Sabtu sore aku menyambangi warung Yu Minah yang tumben tampak sepi. Seperti biasa setelah mengucap salam aku langsung bertengger di bangku kesayangan.

“Lhadalah, Jeeeng, kok lama banget ndak main sini to? Kangen banget saya!” Seru Yu Minah sambil cipika-cipiki lalu menepuk-nepuk bahuku dengan lengannya yang mantap itu. Untung aku gak sampai terbatuk-batuk.

“Iya Yu, lagi banyak kerjaan banget sampai-sampai gak bisa mampir mana-mana. Kalo dah pulang capek rasanya. Buatkan rujak ulek ya, Yu. Pedes tapi gak banget,” sahutku. Dengan cekatan Yu Minah segera meramu bumbu-bumbu di cobeknya yang segede Gaban itu.

“Kok tumben sepi to, Yu?” Tanyaku sambil iseng memegang-megang nanas yang belum dikupas. Air liur langsung terbit.

“Lha kalo liburan sekolah gini kan banyak yang pada ke luar kota to, Jeng. Wajarlah, setelah anak-anak stress ujian dan orang tua stress cari sekolah ya sekarang saatnya bersantai,” jawab Yu Minah.

Aku jadi teringat temanku yang sedang mencari SMU untuk anaknya yang baru lulus. Dan hebatnya ia lulus dengan nilai nyaris sempurna. Maka ia jadi rebutan banyak sekolah. Bahkan ia dibujuk untuk masuk ke sekolah berstatus RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) di Jakarta. Ada satu Kelas Internasional bekerjasama dengan Cambridge nah di sanalah ia kelak akan bersekolah.

“Jadi ingat temen saya, Yu. Anaknya mau masuk SMU Kelas Internasional tapi biayanya mahal banget katanya,” ceritaku.

“Sekolah swasta ya memang mahal to, Jeng? Makanya saya bersyukur Si Tole bisa masuk negri yang bagus kemaren itu,” sahut Yu Minah sambil ngulek dengan hotnya.

“Bukan Yu, itu sekolah negri. Tapi keren, isinya anak pinter semua dan kerjasama sama luar negri. Masuknya saja 40 jutaan lho.”

“Walaaah, negri kok mahal banget to, Jeng? Ndak mungkin, itu mesti sekolah swasta, sampeyan salah informasi kali?” Yu Minah masih ngeyel saja.

“Sekolah ini, Yu, mempersiapkan siswanya untuk bisa melanjutkan sekolah di luar negri. Lha wong di kelas X mereka sudah belajar ke Singapore, trus nanti kelas XI ke Inggris, gak tau lagi deh nanti di kelas akhir ke mana lagi. Lha kalo bukan anak orang kaya ya gak bisa to, Yu?” Kataku mencoba menjelaskan sependek yang aku tahu.

“Belajarnya pun pakai bahasa Inggris Yu, baik bukunya maupun ujiannya. Malah tugas-tugas dari luar itu dikerjakan lewat internet. Siswanya pun mesti ikut ujian dari Cambridge dan Ujian Nasional. Wis pokoknya kalo gak pinter dan gak kaya ya gak bisa masuk situ, yu!” Tambahku.

“Itu namanya ndak adil, Jeng! Lho kalo sekolah swasta sih silakan aja pasang tarif mahal begitu. Nah kalo sekolah negri yo ndak bisa gitu. Mestinya biar kerjasama sama sekolah luar negri atau luar planet sekalipun ya harus mengutamakan anak pinter tapi justru yang ndak mampu!” Omel Yu Minah sambil mengiris buah dengan cepat. Duh, merinding aku takut keiiris itu jarinya yang segede pisang rebus.

“Susah Yu, biayanya darimana? Di situ kan fasilitasnya lengkap. Ada proyektor, lab lengkap, buku-bukunya tebel dari luar negri, belum lagi biaya untuk ke luar negrinya gimana?”

“Gini lho, Jeng, kalo memang mau memajukan pendidikan, bertaraf internasional pula, ya harus berani menyiapkan semua fasilitas secanggih apapun. Kalo orang kaya itu tinggal tunjuk mau sekolah di mana saja. Mau di luar negri pun jadi, lha mereka saja kalo liburan bisa keliling dunia to? Justru yang harus diperhatikan itu anak-anak yang pinter tapi ndak mampu. Bekali mereka dengan pengalaman ke luar negri, sekolah terbaik, pendidikan bermutu, dan kelak mereka bakal jadi duta negri ini dengan kecerdasan dan pengalamannya. Kalo negara ndak mau rugi ya kalo perlu kasih mereka ikatan, boleh sekolah internsional ndak bayar tapi nanti bekerja untuk negara. Ato gimana gitu, lho! Mereka pastinya lebih tahu.”

Yu Minah ini kalo sudah ngomong menggebu-gebu dan panjang. Aku hanya kuatir ada yang loncat dari mulutnya ke rujakku. Itu saja. Meski masuk akal juga apa yang dikatakannya. Beruntunglah anak-anak pintar yang mempunyai orang tua mampu, tinggal tunjuk mau sekolah di mana kata Yu Minah. Tapi terberkatilah negara ini kalo mau membiayai anak-anak pintar tapi kurang mampu untuk dapat memperoleh pendidikan sekelas anak-anak mampu itu.

“Itu tiap tahun mbayar segitu yo, Jeng?” Tanya Yu Minah masih gemas.

“Gak tau juga, Yu. Tapi katanya mereka transparan kok, tiap tahun gak tentu segitu, bisa berkurang dari 40 juta.”

“Trus kalo ke luar negri masih suruh mbayar lagi?”

“Mm, katanya sih kalo ke Singapore masih bayar lagi 2 jutaan, tapi seminggu lebih di sana, Yu. Trus gak tau deh yang ke Inggris harus bayar apa tidak.”

“Itu sebetulnya ndak seberapa kalo buat pemerintah. Wong untuk proyek ini itu saja bisa milyaran bahkan trilyunan. Yang dikorup saja setengahnya. Ya mending buat anak-anak ini to? Biar mereka juga ndak cuma cerdas, tapi berwawasan luas dan kaya pengalaman. Ndak ndeso kayak orang-orang di gedung sana, studi banding ke luar negri bawa-bawa keluarga. Ndeso to itu?” Kata Yu Minah sambil mulai membungkus rujakku. Ngomongnya sudah ngelantur. Harus segera diakhiri.

“Eh, Tole gimana, Yu? Mau melanjutkan ke mana?” Tanyaku sambil merogoh dompet. Wajah Yu Minah yang tadi kencang langsung melembut demi mendengar Tolenya disebut.

“Masih nunggu pengumuman negri, Jeng. Moga-moga lulus, biar saya ndak mumet.”

“Tak doakan, Yu,” kataku sambil memberikan uang.

“Eh, uang pas ndak ada, Jeng?”

“Ndak ada, Yu, cuma bawa selembar itu.”

“Waduh, saya ndak punya kembalian je,” kata Yu Minah sembari mencari-cari di kaleng uangnya.

“Yo wis tinggal aja, Yu, ntar kapan-kapan kalo beli lagi,” kataku melihat Yu Minah tak juga menemukan uang tujuh ribu untuk kembalian.

“Tapi saya takut lupa, Jeng, ndak enak nanti.”

“Hayah, dicatet to Yu, jangan ndeso gitu.”

“Hehehehehe…. semoga sampeyan yang lupa yo, Jeng.”

“Weeeh, ndak ada beda sampeyan sama orang-orang di gedung itu. Ndeso dan amnesia!” Gerutuku.

“Weelhadalaaaaah, cuma bercanda lho, Jeeeeengg…..!”

๐Ÿ˜ˆ