Cara Unik Menyajikan Kue Kering Lebaran

Saat ini, varian dan rasa untuk kue Lebaran 2012 semakin bervariasi. Kita dapat menyajikan lebih banyak jenis kue untuk tamu dan keluarga. Kita juga dapat mengirimkan bingkisan kue yang lebih beragam. Hal ini seharusnya kita manfaatkan untuk memberikan cara baru dalam menyajikan kue-kue ini. Biasanya kue kering ini sudah dikemas dalam toples-toples kue yang cantik dan praktis. Namun, mempersilakan tamu untuk mengambil sendiri dari toples merupakan ide yang kuno.

Cara pertama untuk menyajikan kue kering lebaran adalah dengan mengeluarkannya dari toples. Toples dapat menjadi tempat penyimpanan yang praktis dan menjaga keawetan kue. Untuk menyajikannya, kita dapat menggunakan alternative lain seperti piring lebar atau nampan kecil cantik. Selain bisa menyesuaikan jumlah tamu yang datang, penyajian ini dapat menambah nilai dekorasi di rumah Anda. Anda juga dapat menyajikan beberapa varian kue sekaligus dalam piring kecil. Setiap tamu mendapat satu piring kecil dengan berbagai kue kering.

Cara yang kedua adalah dengan menyajikannya sebagai pelengkap hidangan lain. Kue-kue ini memiliki ciri khas manis dan kadang gurih. Hal ini memungkinkan kita untuk menggabungkan penyajiannya dengan beberapa hidangan lain seperti puding, es buah, dan kue basah. Selain memberi sentuhan berbeda, variasi penyajian kue kering ini juga membantu Anda untuk menghemat konsumsi kue dengan bijak tanpa melupakan kesan menarik dan pantas.

16 thoughts on “Cara Unik Menyajikan Kue Kering Lebaran

  1. Nchie Hanie Agustus 2, 2012 / 8:13 am

    Aku ga mau pake piring keciil Mbaa..
    Ad apiring yang lebih gede gaa..

    Aku jugaaa maunya yang gede trus penuuuuh hihihihihi:mrgreen:

  2. LJ Agustus 2, 2012 / 8:13 am

    saran yang bagus, bude..

    tapi bude kan tau klo eMak ini pemales,
    jadi eMak hanya akan melakukannya jika bude yang bertamu ke rumah aur.

    Aaah, aku ingin segera meluncur ke rumah Aur. Tak perlu ada kue kering, cukup bakwan jagung sajah aku sudah puasss😛

  3. Mr. Andry Agustus 2, 2012 / 9:23 am

    jadi pengen cepet2 lebaran nih

    Sabaaarr ….😀

  4. Applausr Agustus 2, 2012 / 10:19 am

    wah biasanya langsung saja dari toples plastik itu.. khan sudah cantik ya… cuma kalau sudah mulai menipis tidak enak dipandang mata ya.. khususnya kalau ada tamu…:)

    Kalo Ibundaku dipindah ke toples yang lucu-lucu, jadi menariik😀

  5. marsudiyanto Agustus 2, 2012 / 11:27 am

    Karena tamu saya biasanya cuma murid, maka saya jarang mentara kue lebaran. Biasanya langsung sak toples2nya

    Idem, Om. Saya kalo beli kue Lebaran langsung eksport lagi ke mertua dan ibunda😀

  6. nh18 Agustus 2, 2012 / 11:32 am

    Ide yang bagus nih Bu …
    Bilangin ke bunda aahh

    salam saya Bu

    Kalo aku ke sana pake piring yang besar ya, Omm😛

  7. dea Agustus 2, 2012 / 12:08 pm

    maksih saran nya ya🙂

    Sama-sama😀

  8. Wong cilik Agustus 2, 2012 / 1:50 pm

    terima kasih tips nya bu …

    Sama-sama😀

  9. prih Agustus 2, 2012 / 2:40 pm

    trimakasih diajeng tipsnya. dengan jagoan2 di rumah baru sejenak di toples si kue sudah berpindah wadah hehe.

    Wkwkwkwkw… terbayang meriahnya, Mbakyu😀

  10. Niar Ningrum Agustus 2, 2012 / 3:10 pm

    Boleh ini bu tipsnya, tapi seringnya niar itu malah kunjungan kan banyak saudara yang lebih tua-tua, xxiixixi😀

    Hahahahaha….jadi nyobain sana-sini yao, Niar😀

  11. Pakde Cholik Agustus 2, 2012 / 4:56 pm

    Kami biasanya menghidangkan dalam toples2, praktis dan gak melelahkan. Maklum yang datang biasanya cukup banyak jadi ssitim prasmanan saja
    Ini kok mirip prpyekku nya he he he

    Salam sayang selalu

    Injih Padee, meniko artikel titipan hihihihihi….
    Salam hangaaaatttt….

  12. elfarizi Agustus 2, 2012 / 5:25 pm

    Gak ada foto kuenya hehe. Untuk urusan saji menyaji, biasanya saya serahkan pada ahlinya (ibu) hehe😀

    Aku juga menyesal nih ndak menampilkan foto😀

  13. Evi Agustus 2, 2012 / 6:57 pm

    Menyajikan di piring2 kecil, rasanya lebih spesial buat si tamu ya. Cuma kalau gak habis, gimana ya Mbak, apa lagi kalau sisanya sudah kena sentuhan tangan..Kan gak bisa dimasukan ke stoples lagi?

    Iya Uni, tapi di toples juga ada resiko kena tangan sih. Cuma emang gimanaaaa gitu kalo dari piring gak habis dimasukkan lagi ke toples yaa😛

  14. lozz akbar Agustus 3, 2012 / 4:25 am

    gak ada cara ke 3 nih mbak Choco. yaitu sampean kasih kresek satu persatu tamunya. dan masukin kue-kue itu untuk dibawa pulang?

    Nek sampeyan sing mertamu gak cuma sak kresek, Uncle. Sak kardus (nitip sekalian buat Marpuah😛 )

  15. fadecancer Agustus 4, 2012 / 3:57 am

    waaah, ide yang okeh banget ini Mbak Choco🙂
    bunda kalau namu lebaran nanti, siapin piring yg gede plus kresek buat bawa pulang kue2nya yaaa….
    hahahaaaa….ini mau bertamu opo ngerampok siiihh….😀😀😛
    salam

    Pasti tak bawain parcel, Bun, karena Bundoo kan pasti bagi-bagi angpauw hahahahaha😀

  16. Lidya Agustus 4, 2012 / 7:19 am

    aku mau mampir ah kerumah mbak chocho mau nyicipi kue keirngnya🙂

    Ayuuuuuk, nanti dibawain juga kok😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s