Carang Gesing

Kalo saat ini sedang trend Rainbow Cake yang muaniz dan cantik itu, maka aku dan Cantik kembali berduaan di dapur untuk membuat Carang Gesing (opo hubungane jal?). Maklumlah, sekali ndeso ya tetep mengidolakan makanan ndeso😛 Resep makanan ini adalah warisan dari MbahTie ku yang luar biasa jago dalam hal memasak! (yang entah mengapa tak diturunkan pada cucunya yang gemar makan ini😦 )

Dulu sewaktu masih kuliah di Yogya, setiap sore MbahTie selalu membuat kudapan yang disebutnya “senup”, entah nulisnya bagaimana. Setiap pukul empat sore pasti sudah terhidang di meja teh hangat dan senup ini. Senupnya berganti setiap hari. Kadang kue soes, bubur sumsum, carang gesing, pipis kopyor, ketan tempe, kacang hijau, roti santan, gethuk lindri, arem-arem, skotel, risoles, dll, dsb, dkk. Dan hebatnya semua buatan sendiri! Itulah sebab MbahKung cinta mati dan tak mau makan lain selain masakan MbahTie love0083 Free Emoticons   Love Apalagi kalo sudah bikin gudeg, wuiiiiihhhh….. lazzattt!

Nah, Carang Gesing yang aku buat ini memang melenceng dari resep aslinya. Habis gimana lagi, aku kan gak suka masak😦 dan malas pula mencari bahan-bahannya sad0144 Free Sad Emoticons Tapi hasilnya lumayan enak kok. Yuk mariiii….😀

Bahan:

  1. Roti tawar berkulit 1 bungkus
  2. Pisang raja (harusnya, tapi aku gak pake)
  3. Gula Jawa 3 buletan sedang (jiaahhh)
  4. Santan dari 1/2 butir kelapa (jangan santan instan, gak enak😛 )
  5. Daun pandan 4 helai
  6. Garam 1/4 sdt
  7. Daun pisang untuk membungkus (lagi-lagi aku gak pake😦 )

Cara membuat:

  1. Rebus gula jawa dalam santan dan daun pandan hingga gula mencair seluruhnya
  2. Tambahkan garam
  3. Saring dan sisihkan
  4. Jika menggunakan loyang dan pisang: sobek-sobek roti tawar lalu susun di loyang. Beri irisan pisang lalu tutup dengan roti tawar, siram santan gula. Susun lagi roti lalu pisang lalu guyur. Terus hingga lapisan paling atas adalah roti.
  5. Jika menggunakan daun dan pisang: susun sehelai roti, seiris pisang dan siram dengan santan gula, bungkus dan sematkan lidi. Lakukan terus hingga roti dan pisang habis.
  6. Jika mengikuti caraku: sobek-sobek roti tawar, susun dalam loyang hingga penuh. Guyur dengan santan gula. Akibatnya santan tidak terlalu rata karena sulit menembus ke bawah:mrgreen: Eh tapi setelah dikukus, roti yang tidak tersiram santan ini malah menimbulkan efek alot yang lazzat lho!
  7. Cara apapun yang digunakan, segera kukus selama kurleb 20 – 25 menit atau sampai harumnya menguar hingga ke ruang tamu dan menggoda iman setiap insan dalam radius 10 m.
  8. Hidangkan selagi panas atau dingin juga enak kok😀

Nah, lah kiye Carang Gesing a la Cantik dan Bundanya……

Makin mleketrek makin lazzat..

Sebetulnya cara memasaknya sangat mudah dan rasanya pun lazzat. Jadi maafkanlah daku jika Kawan sulit mengikuti petunjuk di atas yang penuh alternatif😛

Selamat mencoba….😉

PS. Si Cantik mengikuti jejak Bundanya, tidak mau kelihatan😦

13 thoughts on “Carang Gesing

  1. Agung Rangga Agustus 3, 2012 / 1:11 pm

    hoo, senup itu maksudnya snack (makanan ringan/cemilan) ya bun~😆
    aih, jadi ngiler nih siang2 gini…😳

    Yups, itu snack, Gung😀 Iih, lap dulu ilernya😛

  2. Applausr Agustus 3, 2012 / 2:15 pm

    kelihatannya enak nih… siang siang baca menu bisa lapar nih… heheheh izin bookmarking ya…

    Hehehehe…. tak bermaksud membuat lapar lho😛 Monggo silakan🙂

  3. niqué Agustus 3, 2012 / 2:49 pm

    gampang banget ya mbak … kayaknya perlu dicoba nih😀 klo mba ngajak si cantik, aku ngajak si centil egi deh hehehe

    Ayoo BiUda dan Egi berkolaborasi. Dan hasilnyaa…kirim-kirim yaaa….:mrgreen:

  4. yustha tt Agustus 3, 2012 / 7:29 pm

    pipis kopyor??? weleeeeh….

    Qiqiqiqiqiqi…. aku lali. Tapi kayaknya emang itu deh, yang pake kelapa muda itu lho😀

    • Orin Agustus 8, 2012 / 11:53 am

      iyaaa….aku jg penasaran sm si pipir kopyor inih, namanya kok begitu siiih😛

      Hahahahaha…ntar kapan-kapan aku buat deh😀

  5. LJ Agustus 3, 2012 / 10:15 pm

    budee, dirimu itu bukannya gak jago memasak,
    bakat masak mbah tie turun ke bude kok.

    dan bude pinter ngakalinnya,
    biar masaknya jadi praktis.. hebat!

    Aaiiiih, eMaaaak…. itu kan karena malaz😳

  6. Wong cilik Agustus 3, 2012 / 11:58 pm

    Sudah lama tidak makan carang gesing …
    Biasanya kalau ada hajatan, makanan ini sering dibuat …
    Salam

    Enak kan ya, Mas?🙂

  7. Myra Anastasia Agustus 4, 2012 / 1:23 am

    mau cobaiiiiiinnnn.. kirim kesini mbak😀

    Aku fax aja yaa biar cepet😀

  8. fadecancer Agustus 4, 2012 / 3:55 am

    kalau Mbak Choco itu bukannya gak jago masak, tapi malah jagonya ngakalin masakan jadi lebih praktis dan mudah …🙂
    hebat deh pokoknya…
    tapi, bunda tuh males mau nyobain bikinnya, pinginnya mampir aja kerumahnya Mbak Choco dan langsung makan ….
    hahahahaaa…dasar si bunda pemalas …😛
    salam

    Bundoooooo….kalo buat BundoLy aku masaknya serius deeh, jadi kapan nih kita bertemu😀

  9. Lidya Agustus 4, 2012 / 7:13 am

    makanan ndeso masih tetap dihati kok mbak🙂 pa kabar nih mbak? aku ketinggalan cerita LH gak ya? baru bisa online lagi nih

    Yang ndeso makin susah dicari ya, Jeng😀
    Sudah tak email lho😀

  10. Abi Sabila Agustus 4, 2012 / 4:19 pm

    Carang gesing, kalau di tempat saya apa ya namanya makanan ini? Mungkin biar saya nda penasaran,ada baiknya Mbak ChocoVanilla kirim sampelnya ke rumah. hehehe… maunya.
    Saya tahu kenapa MbahTie nda mewariskan ilmu ke cucunya, ya terang saja lha wong hobinya berbeda, satu hoby masak yang satunya ngabisin masakan. hahahah…
    Salam hangat untuk keluarga tercinta.

    Aku fax aja ya, Bi? Hahahahaha….
    Kata MbahTie: Duh, cucuku ini bukannya bantuin, malah ngabisiiiiin mulu kerjaannya😛

  11. prih Agustus 4, 2012 / 9:40 pm

    Istilah senupnya setara teman minum teh di bacaan ‘Lima Sekawan’ ya Jeng. Cantik rajin masak2 di dapur nih, bundanya mah instruktur ya.

    Hahahahaha….Mbakyuuu, penggemar Enid Blyton juga to? Setiap jam empat sorea ada acara minum teh😀 Di Agatha Christie juga lho, Mbakyu, rupanya budaya wong Inggris ya?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s