Iseng Aja · Tak Enak

Situasi Sulit

Semua orang pasti pernah berada pada situasi sulit. Hanya saja kadar kesulitannya berbeda-beda πŸ˜€ Nah, Sabtu kemaren aku juga mengalami situasi sulit yang membuatku tertunduk malu dan tak bisa berbuat apa-apa.

Berawal dari si Mbak yang memberi tahu bahwa aku diundang syukuran menempati rumah baru di pojok gang. Memang penghuni lama sudah pindah dan sudah ada penghuni barunya. Berhubung waktu halal bihalal bulan lalu aku gak datang karena ada acara di sekolah kedua malaikatku, maka aku memutuskan untuk datang. Kan gak enak ama tetangga πŸ˜€ Maka Sabtu pagi aku mengajak bareng tetangga sebelah. Sayangnya dia gak ada, sedang mengantar anak sekolah. Waduh, aku kan pemalu banget kalo datang sendirian. Tengah aku bimbang, dari arah berlawan ada seorang ibu yang mengajakku bareng. Dandanannya rapi sekali.

“Waduh, kok cantik banget, Bu?” Sapaku sembari melihat bajuku yang hanya blouse merah membara dan celana panjang.

“Ah, bisa aja. Ibu pakai kerudung aja,” jawabnya. Aku mulai curiga. Waduh, acaranya apa nih?

“Wah, aku gak punya jilbab, Bu,” sahutku. Si Ibu tersenyum.

“Pakai selendang aja, gak apa. Yuk, aku tungguin.”

Akupun segera masuk ke dalam. Sempat kutanya Mbak apa nih acaranya? Si Mbak bilang cuma syukuran kok. Untunglah aku punya pasmina oleh-oleh sobatku dari Turki. Dengan manis kupakai begitu saja pasmina berwarna pink obar-abirΒ  itu.

Lalu kami pun berangkat bersama. Dan sesampai di tujuan, kecurigaanku terbukti. Kawan, ternyata acaranya pengajian! Dan sudah terlambat pula! Aku duduk di luar bersama tetangga. Namun si tuan rumah segera menyuruh kami masuk ke dalam. Dan di sinilah situasi sulit itu membuatku tak berkutik!

Semua ibu yang ada di situ melafalkan surat Yasin (eh, bener kan?) sementara aku diam seribu bahasa sambil sesekali mengheningkan cipta seolah sedang melafal juga. Mana baju lengan pendek pula dengan kerudung yang terus menerus melorot. Sementara ibu-ibu yang lain rapi dan serasi antara busana dan kerudungnya 😦 Melihat aku yang diam saja, seorang ibu menawariku meminjami bukunya. Aduh, dengan senyum merona dan bisikan halus aku menolak. Lha piye, dipinjami juga aku buta huruf hiks…hiks…

Akhirnya situasi sulit berdurasi 1 jam itu selesai sudah. Kami semua bersalaman dan menyalami tuan rumah. Beberapa ibu yang satu RT memaklumi kehadiranku yang salah kostum ini 😳  Memang gak semua tahu kondisiku sih 😦

Sampai rumah aku langsung berteriak, “Mbaaaaaaak, acaranya pengajiaaaaan, duhhh malu deh akyuuu!”

Si Mbak cengengesan melihatku ngomel sambil menikmati nasi kotak dan snack pemberian tuan rumah :mrgreen:

Iseng Aja · Nimbrung Mikir

Kampanye Cagub

Setelah pesta demokrasi DKI Jakarta selesai, sebentar lagi menyusul pemilihan Kada Jabar, kalo gak salah :mrgreen: Sudah ada beberapa spanduk di sepanjang Kali Malang Kab. Bekasi yang mempromosikan para calon gubernur ini. Salah satu yang kulihat adalah milik Bapak di atas (sensor ah, namanya πŸ˜› ). Adakah kejanggalan yang Kawan temukan? Hihihihi…. dasar keisenganku saja memperhatikan hal itu. Habisnya macet siiiiiy, daripada bengong dan ngantuk mending cari bahan postingan kan? πŸ˜›

Nah, menurutku, menurutku lho yaa, murni menurutku…. gak ada tekanan dari pihak lain :P, ya ampuuun itu menurutku lho, idiiih menurutku banget deh (GUBRAKKK!!!) kesalahan ada pada tim suksesnya beliau scared0016 Free Scared Emoticons . Itu lho jargon 5R nya itu. Sekali lagi menurutku, mestinya tidak berbunyi seperti itu. Kalo Kawan gak jelas lihatnya, mari aku tuliskan lagi.

  1. Rakyat Cerdas
  2. Rakyat Sehat
  3. Rakyat Berdaya
  4. Rakyat Sejahtera
  5. Rakyat Perkasa

Hihihihihi….. maksa bangget ya? Kalo menurutku, menurutku lho yaa, itu bukan 5R tapi C2SBP

Contoh 5R tuh misalnya begini:

  1. Resik
  2. Rapi
  3. Raih
  4. Rajin
  5. Rawat

Atau yang lainnya kek (kok kayak motto di perusahaan Jepang gitu yak πŸ˜› ). Penjabarannya kan bisa disampaikan nanti pada saat pidato πŸ˜›

Sekali lagi itu menurutku lho yaaaa….. scared0014 Free Scared Emoticons (gebuk!)

Nah, mohon kepada tim suskesnya Bapak Beliau di Atas, mohon untuk dipertimbangkan untuk mengganti 5R nya yaa, supaya enak dilihat gituuu πŸ˜› Tapi gitu aja juga gak papa kok, sah-sah aja. Wong ini cuma menurutku saja kok….. Aaarrrgggghhhh….. animal0019 Free Emoticons   Animals

Dongeng insomnia · Iseng Aja · Serial Yu Minah

Ganti Seragam

Sore menjelang pulang, menunggu waktu sembari mendengarkan Mas Rio Febrian sungguh membuat perasaan ingin segera pulang. Lha kok tiba-tiba ada sms mengejutkan di ponselku. Dari Yu Minah! Jan, gubrak bangget deh! Nah, Kawan, aku pun berbalas sms dengan Yu Minah ini. Yuk, mari kita simak sms an yang bikin gregetan ini.

“Jeng, sampeyan liat tipi ndak? Pak Joko menang lho, Jeng πŸ˜€ “

Ya ampyuun, akupun menyegerakan membalas sms nya.

“Itu baru penghitungan cepat, Yuu, blm tentu jugak”

Lha kok Yu Minah pun menyegerakan membalas sms ku.

“Sdh jelas, Jeng. Dari dulu kuik kon itu pasti bener. Horeee…”

Idiihh bangget, deh! Aku langsung membayangkan Yu Minah lompat-lompat dengan daster kotak-kotak bat wing nya, sehingga seluruh tubuhnya bergetar bagai earthquake 8,2 SR!

“Jgn seneng dulu, Yu, nanti tunggu pengumuman resmi aja.”

Ndak bisa, Jeng. Wis sampeyan cepet nyari baju kotak-kotak buat gantiin seragam batik hari Jumat πŸ˜› “

Jiyan, pake melet-melet segala! Udah gitu mau gantikan baju batik Jumat dengan kotak-kotak? Idenya Yu Minah nih kadang-kadang njlantrah ke mana-mana! Wong tiap hari Jumat pakai batik itu kan gara-gara dulu tetangga mengklaim batik sebagai busana nasionalnya. Baru deh kita kebakaran jenggot, dan tanpa peraturan tertulis semua kantor mewajibkan mengenakan batik di hari Jumat. Seharusnya sejak dulu kita bangga dengan karya leluhur, bukan nunggu ribut dulu πŸ˜› Lha ini kok Yu Minah mengada-ada dengan seragam kotak-kotaknya? Ra mutu!

“Gak bisa, Yu. Baju kotak2 itu punya koboi, punya kita ya batik. Katanya wong Solo kok bangga pake kotak2, pake batik, dong!”

“Wheladalah, jgn mikir gitu, Jeng. Ya kita ttp bangga pake batik tapi kan boleh sekali2 pake kotak2 to, Jeng. Jumat minggu pertama dan ketiga pake batik, minggu kedua dan keempat pake kotak2.”

Lho, sms panjang gini yak :mrgreen:

“Sampeyan ini HRD po, Yu, kok ngatur gitu to?”

“Bukaaan, cuma usulan, Jeng. Sampeyan kok bawaannya angot gitu to? Pasti jagoannya kalah ya? πŸ˜› “

Asyem tenan Yu Minah ini. Gak kubalas sms nya, tak diemin aja. Lha kok dia ngirim lagi.

“Wis, ndak usah kecewa, Jeng. Nanti pulang kantor mampir, ya, tak buatkan rujak gratis wis, buat merayakan kemenangan Pak Joko. Dtg yaa.”

Iiih, ogah banget! Bisa berjam-jam mendengarkan Yu Minah berhore-hore dengan muncratannya yang heboh itu.

“Emoh!”

“Lho, kok ngambek to, Jeng. Tenan ini gratis lho, Jeng.”

“Emoh. Nanti saja kalo sudah resmi pengumumannya.”

“Lhadalah, tapi nanti kalo Pak Joko kalah sampeyan yg traktir lho.”

Wkwkwwkwk…. aku tertawa sendiri. Katanya sudah yakin, kok masih mikir kalah :mrgreen:

“Tenang Yu, kayaknya aku kok nanti yang bakal traktir sampeyan.”

“Wheee, sok tau sampeyaan. Nanti tak tambahin dasterku satu wis, masih baru gres. Kotak2, Jeng :D.”

Idih banget, deh! Aku gak membalas sms nya lagi. Wis ah, mulih ae!

“Jeng…”

“Jeng…”

Mbuh! :mrgreen:

Iseng Aja

Bertamu ke Pabrik

Tempat kerjaku adalah di kawasan industri, yang sudah tentu pekerjaanku pun pasti ada hubungannya dengan industri πŸ˜€ Nah, karena sering berkunjung ke industri inilah aku sering menemukan hal-hal baru. Ada beberapa macam tipe perusahaan dalam menerima tamu. Mari aku tunjukkan πŸ˜€

  1. Resepsionis

Di perusahaan ini tersedia lobby dan tentu ada petugas resepsionisnya, sehingga memudahkan kita untuk menyampaikan maksud dan tujuan datang πŸ˜€ Terutama bila hendak bertemu seseorang. Lebih enak lagi jika langsung ada sekat-sekat untuk sebuah meeting kecil.

2. Tanpa Resepsionis

Nah, agak repot bila menjumpai tipe yang ini. Biasanya ada meja resepsionis di lobby tapi tak ada resepsionisnya. Di meja tersebut ada sebuah pesawat telepon dan daftar no extension dari tiap department. Jadi kita tinggal menelepon ext yang kita mau dan mencari orang yang ingin kita temui. Kendalanya adalah bila pesawat telepon tak ada yang mengangkat atau justru sibuk terus. Maka kadang ada waktu manyun yang agak lama sampai kita bisa menghubungi kembali dan bertemu orang yang kita tuju 😦

3. Security

Sebelum bisa masuk ke perusahaan, biasanya ada petugas security yang mencegat dan melakukan pemeriksaan πŸ˜€ Di sini kita diminta mengisi buku tamu dan meninggalkan kartu identitas. Aku pernah ninggalin kartu Jamsostek karena gak punya KTP dan SIM sudah wafat πŸ˜† Nah, Si Security ini yang akan menghubungi orang yang akan kita temui. Setelah ok, baru kita diijinkan masuk ke lobby dan duduk manis menanti orang yang akan kita temui muncul.

4. Blak-blakan

Ini adalah tipe yang paling mengejutkan dalam hidup πŸ˜› Setelah laporan dan meninggalkan identitas di security, kita akan diijinkan masuk. Dan biasanya pintu kaca menuju lobby aku pergunakan untuk mengecek dandanan πŸ˜› Yah, sekedar merapikan rambut yang berkibar-kibar terkena angin. Atau merapikan baju agar kelihatan lebih singset (padahal gak ngaruh πŸ˜› ). Dan begitu membuka pintu, mak jegagik! Terhamparlah ruangan luas tanpa sekat, di mana para karyawan duduk manis di belakang komputer masing-masing. Dan yang lebih mengerikan, begitu pintu terbuka maka hampir seluruh mata memandang ke pintu! Tentu saja membuat salah tingkah. Belum lagi kita bingung mau nanya ke siapa? Untunglah biasanya segera ada yang menghampiri dan menyapa. Fiuuhh! Malunya ya itu tadi, tiwas bergenit-genit di depan pintu 😳

Oh ya, satu lagi. Jangan sekali-sekali mengenakan stocking atau kaos kaki bolong! Ini pernah ku alami, Kawan. Suatu kali aku berkunjung ke salah satu industri dengan tipe tanpa resepsionis. Begitu orang yang ingin kutemui nongol, maka aku segera berdiri. Tapi rupanya ada peraturan, untuk masuk ke dalam ruangan selain lobby, harus berganti sepatu. Memang sejak tadi aku memperhatikan sebuah rak sepatu kayuΒ  yang berisi aneka selop hitam berbagai ukuran.

Nah, Si Tuan Rumah pun memintaku untuk menukar sepatu dengan selop yang tersedia. Dan baru aku ingat, stocking yang ku pakai bolong jempolnya! Haduuuuhh, mana Si Bapak nungguin sampai aku benar-benar ganti selop lagi ashamed0002 Free Emoticons   Shame Malyuuuu buangget! Lah, keprimen maning, maka dengan muka hijau membara aku mengganti sepatu dengan kikuk dan berdoa semoga Si Tuan Rumah tak melihat jempolku yang bolong ashamed0004 Free Emoticons   Shame

Begitulah beberapa tipe industri yang pernah aku datangi. Adakah Kawan pernah mendatangi industri dengan tipe menerima tamu yang lebih unik? πŸ˜€

Dongeng insomnia · Iseng Aja · Nimbrung Mikir · Serial Yu Minah

Kesurupan

Menjelang tengah hari kok tiba-tiba membayangkan rujak Yu Minah yang pedes seger itu ya? Kebetulan hari ini aku gak masuk kerja karena gak enak body, maka akupun meluncur ke warung Yu Minah. Siapa tahu setelah menyantap rujak seger itu keadaanku menjadi lebih baik πŸ˜€

Setelah menyerukan salam dengan merdu serak-serak becek, aku segera duduk di bangku favorit.

“Lho, tumben ndak ngantor, Jeng?” Tanya Yu Minah keheranan.

“Lagi gak enak badan, Yu. Buatkan rujak ulek ya, pedes tapi gak banget, banyakin nanasnya,” sahutku. Yu Minah tertawa kecil sambil mulai meramu bahan rujak.

“Ndak enak badan kok ngepas Senen to, Jeng? Kapan hari itu kok ya pas hari Jumat, kadang malah pas hari kejepit,” godanya. Hih, kalo gak ingat rujaknya yang tiada duanya ini aku dah males aja ke sini. Tanpa meladeni godaannya aku mengambil surat kabar langganan Yu Minah, Mbogor Minggir Dikit Pos. Head line nya menarik dengan judul “KESURUPAN MASSAL”. Weits, mulai lagi, nih!

“Wah, kesurupan massal lagi nih, Yu? Dulu sempet ngetren trus ngilang eh ini ada lagi.”

“Hush! Kesurupan kok tren? Ini serius lho, Jeng, urusannya sama dunia lain. Kalo ndak ati-ati bisa-bisa sampeyan yang kena lho, amit-amit nuwun sewu, Mbah,” ujar Yu Minah bisik-bisik, seolah ada yang mendengar. Aku tertawa geli.

“Mbah siapa, Yu? Mbah Surip?”

“Sssstttt, sembrono! Sampeyan ini sembrono tenan, Jeng?” Hardik Yu Minah. Aku makin geli melihat wajahnya yang seperti orang kebelet sesuatu.

“Jadi sampeyan percaya, Yu, kalo anak-anak sekolah ini kesurupan bener?”

“Lho, ya sudah jelas gitu lho! Katanya di sekolahnya baru nebang pohon ndak permisi, ya penghuninya kabur to, lalu nemplok ke anak-anak ini. Buktinya habis didoain dan disembur langsung pada sembuh anak-anak itu, ” jelas Yu Minah sambil menggilas gula jawa dengan tenaganya yang “wow”.

“Kalo saya gak percaya, Yu. Itu histeria massal, dimulai oleh seseorang lalu lainnya tersugesti untuk melakukan hal yang sama, teriak-teriak, meronta, memang sih orang mengenalnya dengan kesurupan,” jelasku.

“Eehh, sampeyan ini jangan keminter, wong jelas-jelas gara-gara nebang pohon kok! Lha kalo bukan gara-gara –nuwun sewu, mbah– makhluk dunia lain lalu apa?”

“Gini lho Yu, coba perhatikan biasanya yang kesurupan itu remaja perempuan atau wanita muda kan? Karena apa? Karena perempuan itu lebih labil, lebih mudah tersugesti dan histeris. Nah, umumnya si pelaku utama kesurupan itu ada beban atau kecemasan luar biasa yang ditekan di bawah sadarnya. Ketika dia sudah tak mampu lagi menahan, kecemasan itu bisa meledak di luar kendalinya. Ya itu, teriak-teriak, atau bahkan bisa keluar suara yang bukan suaranya, seperti suara laki-laki atau bahkan suara mbah-mbah,” jelasku. Yu Minah melongo.

“Itu ilmu darimana, Jeng? Sejak jaman dulu, kalo ada orang suaranya berubah lalu minta kopi atau rokok atau apa, itu namanya kesurupan!”

“Itu kepribadian gandanya nongol, Yu! Kadang seseorang yang sangat tertekan atau depresi berat, bisa melahirkan pribadi lain di mana ia bisa menyembunyikan dirinya di situ. “

“Ah, ngawur! Lalu kok bisa anak-anak lainnya ikut teriak-teriak gitu?”

“Seperti kubilang tadi, tersugesti. Anak-anak lain yang mempunyai tekanan jiwa yang sama, biasanya ikut tersugesti untuk melakukan hal yang sama. Itu namanya histeria massal.”

Wis jan, sampeyan ini, coba nanti sore saya tak nanya Pak Ustad, bener ndak ocehan sampeyan ini. Memangnya anak sekolah itu punya beban apa yang sampai bikin histeris gitu?” Tanya Yu Minah sambil memotong-motong buah dengan kecepatan seorang ninja :mrgreen:

“Lho, kita mana tahu, Yu? Mungkin beban pelajaran yang terlalu berat, tuntutan menjadi yang terbaik, atau ada masalah di rumah, atau baru putus dengan pacar. Kalo wanita dewasa biasanya masalahnya lebih kompleks, apakah masalah ekonomi, sosial, keluarga,” jelasku.

“Ah, kalo memang cuma masalah kejiwaan kok bisa terjadi di mana-mana bahkan lain pulau segala?”

“Itulah peran TV, Yu, koran, radio. Jadi bisa ditiru. Coba TV gak nyiarin yo gak nular ke mana-mana dalam waktu yng berdekatan begini, Yu.”

“Pokoknya saya ndak percaya sama sampeyan, Jeng. Itu akibat nebang pohon tanpa slametan, ndak permisi dulu!” Yu Minah masih ngeyel saja. Ia mulai membungkus rujakku. Akupun segera menyodorkan uang.

“Ya terserah sampeyan, Yu. Tiap orang boleh memilih mana yang diyakini kok, sama kayak sampeyan yang meyakini kotak-kotak to?” Godaku. Yu Minah tersipu.

Tanpa menggodanya lagi aku segera meninggalkan warung Yu Minah. Namun baru beberapa langkah, terdengar suara Yu Minah berteriak-teriak. Dengan terkejut aku segera berbalik.

“Yu…Yu… kenapa, Yu? Ada apa? Sampeyan kesurupan?”

“Welhadalah, bukaaaaan, Jeng, mata saya kecipratan sambeeelll, aduuh pedessss,” teriak Yu Minah kalang kabut mengusap matanya dengan lengan daster kotak-kotaknya.

“Ooo, tiwas mau tak gebyur air jeh, aku kira kesurupan,” godaku cekikikan.

“Lhadalaaaahh, disembur, Jeeengg, bukan digebyuuuuurrr!”

:mrgreen: :P:

Cari Solusi · Iseng Aja

Mengapa Aku?

Subuh tadi, bahkan sebelum alarm berbunyi, ponselku tiba-tiba melantunkan irama merdu. Waduh, aku terkejut, siapa nih pagi-pagi menelepon? Ternyata sebuah nomor asing! Namun karena pagi-pagi pasti penting, maka ku angkat saja. Dan terdengarlah sedu sedan suara wanita yang menangis. Wah, siapa nih, ada apa nih? Jangan-jangan istrinya Limbad, ya? (emang kenaaaaal?) Setelah tangis itu mereda, ternyata dia adalah seorang mantan karyawan yang baru saja resign sebulan lalu, tepat setelah Lebaran. Sebut saja namanya Lilis (nama sebenarnya). Nah, mari kita sedikit bergunjing, Kawan :mrgreen:

Setelah tangis mereda, Lilis bercerita dia baru saja datang dari kampung ke Yogya. Oh ya, alasan dia keluar kerja adalah untuk melanjutkan kuliah, menyusul adiknya yang sudah lebih dulu kuliah. Nah, sesampai di kost, dia terkejut bukan kepalang! Jantungnya berdebar keras, dadanya bergemuruh bak badai typhoon level 9 (eh, nanya OmNh dulu, yang heboh skala berapa ya? :mrgreen: ). Tulang-tulangnya lemas bagai ayam tulang lunak dengan kremes-kremesnya. Dan akhirnya matanya berkunang-kunang serta berkupu-kupu dan bekumbang-kumbang. Ada apa gerangan? Gubraaaakkk! Cepetaaaaan, kenapaaa?

Ternyata…dia…dia… mad0222 Free Emoticons   Angerdia menjumpai adiknya sedang tidur dengan seorang lelaki! Aaaaarrrggghhhhh…. scared0014 Free Scared Emoticons Naluri infotainment ku segera bertanya, sedang ngapain mereka? Oh, ternyata cuma bobok aja :mrgreen: Eh tapi itu kan berarti sudah menginap, dong! Dan apa saja bisa terjadi bukan? Lalu Lilis meminta saran apa sebaiknya yang harus dilakukannya? Dengan masih menangis tersedu-sedu. Ia sedih sekali dan sakit hati, karena sudah disuruh keluar dari pekerjaan untuk mengawasi adiknya, ternyata adiknya sudah rusak parah begitu.

Maka dengan keibuan dan penuh kelembutan, aku menasehatinya. Panggil saja sang adik dan pacarnya. Tanya sudah seberapa jauh hubungan mereka. Dan sebaiknya dikawinkan saja. Tapi Lilis takut menyampaikan ke ortu karena ortunya sudah sakit-sakitan. Ya kubilang saja, itu resiko. Bicarakan saja pelan-pelan dan cari momen yang pas. Panjang lebar dan luas kunasehati dan kuhibur dia. Akhirnya diapun lega dan menutup pembicaraan.

Karena gayaku yang kayak psikolog sok tau itu, kekasihku terbangun dan bertanya. Lalu aku pun bercerita.

“Kok udah keluar masih telpon ke kamu, sih?” Tanyanya heran.

“Yaah, kan dia tadi bingung gak tau harus cerita ke siapa. Dia anak tertua di keluarganya. Dan mungkin selama ini dia memandang aku bijaksana dan baik hati, serta selalu memberi solusi,” jawabku dengan dada mengembang dan hidung kembang kempis. Kekasihku langsung muntah di tempat :mrgreen:

Setelah itu aktifitas harian mulai berjalan. Aku sedang menyiapkan Jendral G ketika kekasihku tiba-tiba tertawa dan memberikan ponselku padaku.

That’s why she called you. Nih, alasannya.”

Aku pun membaca sms dari Lilis. Kira-kira begini: “Bu, Lilis dah putusin gak jadi kuliah. Lilis udh pusing mikirin adek Lilis, Bu. Kalau Lilis daftar kerja lagi di kantor bisa gak, Bu?”

Masi dengan positif thinking yang memang sudah pembawaanku, aku menjawab kekasihku.

“Dia emang bilang tadi kalo nyari kerja itu susah. Dan yang suruh dia kuliah lagi kan ortunya, sementara dia udah enak kerja. Mungkin emang udah pusing kali mikirin adiknya.”

Kekasihku hanya tertawa saja.

Akupun membalas sms nya: “Ya sudah, kamu selesaikan dulu masalahmu. Nanti aku bicarakan dulu dengan Pak Bozz, ya.”

Menurutmu bagaimana, Kawan? Mungkin memang dia sedang tertimpa masalah, tetapi mengapa itu yang menjadi alasan untuk melamar lagi? Tak adakah alasan yang lebih eleiykhan? (minjem ya, OmNh πŸ˜€ ) Ah, hanya Lilis dan Tuhan yang tahu πŸ˜€ Dan semoga masalahnya segera terselesaikan.

(Dan aku yang lemah lembut ini tergoda untuk menerimanya kembali, karena kebetulan posisinya masih belum terisi 😦 ).

Iseng Aja · Nyam...nyam...sedaaap...

Rujak Kangkung

Mengingat body yang sudah over semlohay sehingga menyerupai kurva tertutup tak beraturan, maka kuputuskan untuk melakukan diet. Tentu saja diet yang meringankan dan tidak membebani perasaan dan pencernaan :mrgreen: Diet yang sedangΒ  kucoba adalah diet sayur dan buah. Jadi hanya makan sayuran dan buah-buahan mulai pagi hingga pagi lagi. No carbo! Nah, rencananya akan kulakukan tiap Senin dan Kamis πŸ˜› Dan tentu saja baru aku mulai hari Kamis nan manis ini πŸ˜€

Menu Kamis pertama ini adalah rujak kangkung. Bumbu sambalnya aku contek dari bumbu rahasia Mr. Crab Yu Minah :mrgreen: Yuk, mariii kita buat.

Bahan Sambal

  1. Cabai rawit merah sesuai selera (aku pakai 7 biji dan ternyata pedeznya melebihi nyisir rambut yang habis disasak!)
  2. Asam setengah bungkus kecil (yang bungkus 1,000 an kali ya πŸ˜€ )
  3. Terasi 1/2 disangarai atau dibakar dulu
  4. Kencur satu ruas paling atas jari kelingking (keciiiil ajah)
  5. Gula jawa 4 buah kecil (just little bit carbo πŸ˜› )

Bahan Sayur

  1. Kangkung, potong-potong
  2. Tauge
  3. Mentimun iris kotak or tipis

Cara Membuat

  1. Rebus semua sayur secara terpisah, kecuali mentimun
  2. Haluskan semua bumbu sambal dan gula jawa
  3. Supaya tidak terlalu kental, tambahkan 2 iris mentimun lalu diulek
  4. Hidangkan dengan mencampur bumbu dan sayur

Nah, lha kiye Rujak Kangkung a la chocoVanilla….. taraaaaa….

Rujak Kangkung

Duh, maafkan aku, Kawan. Karena tadi meeting sampai melebihi jam makan aku jadi laper bangget. So rujaknya sudah masuk perut sebagian :mrgreen:

Lebih enak lagi kalau dimakan dengan krupuk mie yang kuning itu lho. Sayangnya tadi pagi tak ada di tukang sayur 😦 Oh ya, rujak kangkung ini pertama kali kumakan di Tegal kira-kira 127 th yang lalu. Dan rasanya huenak phuooollll! Lazzat bana tongue0022 Free Emoticons   Sticking Out Tongue

Puedezznya kayak nyisir rambut Tante H*rtati M :mrgreen:

Nah, semoga dietku ini berhasil sehingga bentukku menjadi kurva beraturan kembali party0001 Free Party Emoticons

Selamat mencobaa… character00104 Free Emoticons   Characters Sampai jumpa pada menu diet berikutnya πŸ˜€

Cintaku · Iseng Aja · Ketawa dulu

Kedipan Matamu…

Semalam Jendral G kuijinkan belajar di tempat tidur karena kelelahan setelah latihan Tae Kwon Do. Padahal ada ulangan IPS 😦 Dan benarlah, sedikit-sedikit ia mulai tertidur. Maka aku suruh duduk bersila supaya lebih fokus. Sudah pula aku suruh minum susu dingin (eh, minum susu malah tambah ngantuk ya? πŸ˜› ). Akupun mulai ketak-ketik sambil menemani Jendral G. Maklumlah, model belajarnya harus ditebak-tebakin biar hafal, nahΒ tapi dia harus selesai baca dulu baru mau dikasih pertanyaan.

Sesekali kusapa agar tidak mengantuk. Karena keasyikan ngeblog :mrgreen: akupun lupa menyapanya. Dan benarlah, kulihat matanya sudah tertutup meski belum rebah badannya.

“Naa, Kakak bobok yaaa?” Tanyaku. Jendral G langsung membuka matanya dan menatapku dengan pandangan 5 watt.

“Enggak kok, Kakak cuma kedip,” jawabnya.

Tentu saja aku langsung ngakak di tempat mendengar jawabannya.

“Kedip kok meremnya lamaa?” Godaku sambil terus tertawa geli.

“Iyaaa Bundaaa, Kakak emang kalo kedip lamaaa,” sahut Jendral G kesal. Aku segera menahan tawaku daripada nanti ngambek. Lalu malaikatku itu kembali belajar. Lama-lama tubuhnya tumbang karena tak kuasa menahan kantuk. Ya sudahlah, kubiarkan saja dia bobok, kasihan pasti ngantuk dan capek banget indifferent0020 Free Emoticons   Indifferent

Lalu ulangannya? Que sera, sera… πŸ˜‰ Wish the best sajalah

Iseng Aja · Ketawa dulu

PolMal

Tadi malam ketika pulang kantor, kulihat ada beberapa anak bersembunyi di balik tanaman-tanaman yang ada di depan rumah, sehingga Mbak kesulitan membuka pagar. Akhirnya mereka pindah merapat ke pagar. Setelah pagar dibuka mereka kembali lagi ke balik tanaman. Selesai parkir aku mendekati mereka. Oh ya, anak-anak ini adalah anak tetangga, usianya sebaya Cantik.

“Lagi pada ngapain di situ?” Tanyaku ramah.

“Ngumpet,” jawab mereka berbisik.

“Ooo, main petak umpet ya?” Tanyaku lagi.

“Bukan, lagi main polmal.”

“Hah? Apaan tuh?”

Sementara itu kedua malaikatku ke teras untuk menyambutku.

“Main Polisi Maling,” jawab mereka masih berbisik.

“Ooo. Trus kalian jadi apanya”

“Jadi maling.”

Lha kok Si Cantik dan Jendral G tertawa keras banget.

“Ya jelas jadi maling laaah Buuun, kalo jadi polisi ngapain ngumpet?” Celutuk Cantik di sela-sela tawanya. Ampun deh, aku jadi malu. Benar juga ya, wong jelas-jelas ngumpet ya pasti jadi malingnya. Aku ikut tertawa meski sedikit masam.

“Bundaaaa….Bundaaa,” goda Cantik dengan nada A minornya.

Kadang, logika orang tua memang tidak jalan ya. Alias gak mikir panjang, asal komen saja, kalah analisa dari anak-anak πŸ˜€

Eeeh, tapi kan aku masih capek baru pulang kerja, kena macet pula. Wajar dooong…. (ngeles πŸ˜› )

PS. Ra mutu yo ben. Daripada gak posting :mrgreen: