Membuang Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang dimaksud di sini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan daleman alias pakaian dalam:mrgreen: Baik soft wear (bukan ware😛 ) milikku maupun milik kekasih dan malaikatku. Pada masa pembersihan seperti itu aku sempat bingung bagimana cara membuang jerohan yang sangat pribadi itu😀 Gak mungkin kan membuang begitu saja di tempat sampah, secara tentu akan diobrak-abrik pemulung. Bisa bahaya sekali scared0014 Free Scared Emoticons

Maka aku menemukan cara jitu membuang perangkat lunak ini. Hahahahaha…. mungkin cara ini sudah banyak diketahui oleh Kawan semua. Nah, caranya adalah dengan memutilasi (hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiyy) alias memotong kecil-kecil semua bagian underwear ini sehingga tak berbentuk lagi. Sangat menyita waktu memang, apalagi jika banyak. Dan meski milik anak-anak pun aku tetap memotongnya kecil-kecil lalu memasukkannya ke dalam tas plastik. Sebetulnya lebih praktis dibakar kali ya. Tapi seumur-umur aku belum pernah membakar sampah, jadi agak-agak takut juga sih hihihihihihi…..:mrgreen:

Nah, kira-kira begitulah cara membuang perangkat lunak yang bersifat sangat pribadi ini. Selain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, juga untuk menghindari pendaurulangannya. Kan bisa saja tiba-tiba muncul serbet atau handuk atau bando atau pakaian dalam dari pakaian dalam bekas. Nggilani to? sick0022 Free Sick Emoticons

Adakah Kawan punya tips lain untuk membuang soft wear ini?😀

25 thoughts on “Membuang Perangkat Lunak

  1. chocoVanilla September 3, 2012 / 3:25 pm

    Ohya, meskipun mau dibuang, hendaknya pakaian dalam ini sudah dicuci bersih dulu. Dan hendaknya mengganti pakain dalam tidak perlu menunggu hingga kucel/kumal dulu yaa, siapa tau ada yang mendaur ulang

    Idih, guyonan dewek rolleye0003 Free Emoticons   Rolling Eyes

    • Mabruri Sirampog September 3, 2012 / 3:36 pm

      melu ngguyuuuu :))

      Wkwkwkwkw…. ra sido guyonan dewek nek ngono😀

    • niqué September 16, 2012 / 7:45 am

      hahahaha …
      emangnya klo udah digunting kecil2 gitu masih ngaruh mbak klo gak dicuci? wkwkkwk

      Masalahnya adalah terletak pada aromanya, Jeng… iiiiyyyy:mrgreen:

  2. Mabruri Sirampog September 3, 2012 / 3:37 pm

    tadinya mau ngusulin dibakar aja bu, ternyata sudah ada di atas,, heheh

    mumpung msh syawalan, minaal aidin wal faizin ya bu, mohon maaf atas segala salah dan hilaf. Fyuuh, akhirnya setelah sekian lama semedi, bisa turun gunung lagi buat ngeblog… hehehe

    Haiiiiii MasBrur, maring endi bae lagi ketok? Sama-sama yaaa, maaf lahir batin jugak😀

  3. alamendah September 3, 2012 / 4:55 pm

    Yang pasti kalau mau disumbangkan sebagai pakaian bekas pasti akan menyinggung perasaan orang yang menerimanya…🙂

    Wkwkwkwkwkw…. nggilaniiii😆

  4. pencerah September 3, 2012 / 6:04 pm

    kalau ada lahan mending dikubur aja, siapa tau tumbuh sesuatu hehehe

    Tumbuh kecambahnya, lumayan buat pecel wkwkwkwkwkw….

  5. prih September 3, 2012 / 8:26 pm

    Dilampiri berita acara mutilasi ya Diajeng….. Yang aman dan nyaman memang dibuang tanpa bentuk utuhnya. Salam

    Mbakyuuu, syerem aaahh…
    Iya, jadi gak ketahuan bekas apakah ini?😆

  6. Tebak Ini Siapa September 3, 2012 / 9:16 pm

    Kemarin barusan buang pakaian dalam… utuh lagi… duh… diapa-apain ama tukang sampahnya gimana nanti… *geer*

    Weiitss, ati-ati, Na! Jika tiba-tiba kamu jatuh cinta hingga terkatut-katut pada seseorang asing, maka itu berarti seseorang telah menemukan pakaian dalammu….😈😆

  7. Lidya September 3, 2012 / 9:21 pm

    toss mbak, tangan ku sampai pegel aku gunting2 perangkat lunaknya

    Dicicil, Jeng😀 Asal jangan diblender aja biar cepet😆

  8. sulunglahitani September 3, 2012 / 10:10 pm

    waktu baca judulnya, kirain tentang perangkat lunak si komputer😀
    kalau saya mungkin karena cowok, kok ya cuek2 aja. mau dibuang pun ga repot2 msti dimutilasi jadi kecil2
    lha wong temen2 sekos aja perangkat lunaknya bertebaran di tempat menjemur baju dan kadang udah lapuk karena males diambil😀

    Iiiiiiiiiiyyy… denger-denger kalo anak kos cowok pakaian dalamnya side A dan side B ya, biar ngirit cucian😆

  9. Applausr September 3, 2012 / 10:28 pm

    wah saya malah belum pernah kepikiran ya bagaimana membuang barang pribadi seperti itu ya… rasa belum pernah dibuang hehehehe.. coba di check deh sama istri dulu ya… nice tips nih..

    Silakan dicek ke istri, MasApp😀

  10. Yuanita Okti Anggarini September 4, 2012 / 2:23 am

    emang paling males tuh klo buang soft wear itu..serba bingung apalagi klo pas lagi males nyuwir2..😀

    Diblender aja piye?😆

  11. kabutpikir September 4, 2012 / 10:25 am

    musti dipotong kecil2 toh?
    Baiklah….😀

    Hahahaha…gak harus siiiiy😀

  12. dea September 4, 2012 / 1:30 pm

    menurut aku buang nya di guntingin kecil2 lalu baru di buang !
    klo di buang dalam keadaan utuh takut nya ada yang berbuat jail !😀

    Takut dijadiin bando😆

  13. Rawins September 4, 2012 / 3:13 pm

    apalagi yah..?
    gimana kalo disumbangin ..?
    asal pantas pakai dan yang penting ga diacak acak pemulung…

    WAduuuh, teganya…teganya…teganya…😀

    • Rawins September 9, 2012 / 2:03 pm

      udah ga masuk kategori amal jariah ya..
      amal gairah itu mah
      haha

      Wkwkwkw….lumayaan, dapat kosa kata baru nih:mrgreen:

  14. Orin September 4, 2012 / 3:58 pm

    Aku juga biasanya diguntingi gitu bu Cho, cuma ya ga sampe kecil2, capeee hihihihi

    Asal dah gak berbentuk aja ya, Orin😀

  15. Myra Anastasia September 4, 2012 / 10:55 pm

    di sobek2 mbak.. hehhe..

    Kayak Tukul yo, Jeng😀

  16. nh18 September 5, 2012 / 9:04 pm

    Solusi lain ???
    Bakar !!! hahahaha

    salam saya

    Aaaww, lom pernah bakar-bakaran, Om. Takuuuuu :Dt

  17. umielaine September 7, 2012 / 5:07 pm

    wah mbak, bukannya nerusin Lukisan Cinta malah nyobek2 perangkat lunak. hahahaha/ eh, kayaknya aku pernah baca beginian di blognya bu Em deh mbah. hehehe, nyontek yahh? 🙂
    *menanti Lukisan Cinta

    Weiiits, di sini semua original kok, Mi, Insya Allah gak nyontek. Jika pun ada kesamaan ide, tokoh, tempat dan peristiwa, maka itu hanyalah kebetulan belaka😉

  18. Pakde Cholik September 11, 2012 / 12:18 pm

    Yaaa caranya sudah kuno
    Kenapa nggak beli alat khusus untuik memotong atau menghancurkannya jeng
    tanya deh di toko. Di toko itu ada juga tusuk gigi elektronik, alat garuk punggung bermesin ganda, dll

    Praktis kok, kayak mesin pengghancur kertas tuh.

    Cara lain adalah di blender ha ha ha ha ha.
    Jadi mbayangin deh

    Jadi kangen lagi…

    Salam sayank selalu

    Kalo pake penghancur kertas pisaunya gak tedas, Pakdee😆
    Salam hangaaaattt selalu…

  19. Imelda September 12, 2012 / 1:59 pm

    heheheh iya aku pernah nulis ttg ini, termasuk cara membuang CD yang Compact disc.

    Cara paling praktis ya, BuEm😀

  20. niqué September 16, 2012 / 7:44 am

    sempat terpikir, gimana kalau bagian belakangnya dijait disatukan dari beberapa CD terus jadi keset kaki deh, kira2 masih nggilani gak ya mbak? hahahaha

    Iiiiiyyy, karena tau asalnya jadi ya tetep nggilani:mrgreen:

  21. yustha tt September 29, 2012 / 11:13 am

    Orang kota ternyata Sist Cho…seumur-umur belum pernah bakar sampah. Hihi…

    Wheladalah, ora pareng sama Ibu jeh, Jeng…
    (hayah, sok imut:mrgreen: )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s