Iseng Aja · Ketawa dulu

PolMal

Tadi malam ketika pulang kantor, kulihat ada beberapa anak bersembunyi di balik tanaman-tanaman yang ada di depan rumah, sehingga Mbak kesulitan membuka pagar. Akhirnya mereka pindah merapat ke pagar. Setelah pagar dibuka mereka kembali lagi ke balik tanaman. Selesai parkir aku mendekati mereka. Oh ya, anak-anak ini adalah anak tetangga, usianya sebaya Cantik.

“Lagi pada ngapain di situ?” Tanyaku ramah.

“Ngumpet,” jawab mereka berbisik.

“Ooo, main petak umpet ya?” Tanyaku lagi.

“Bukan, lagi main polmal.”

“Hah? Apaan tuh?”

Sementara itu kedua malaikatku ke teras untuk menyambutku.

“Main Polisi Maling,” jawab mereka masih berbisik.

“Ooo. Trus kalian jadi apanya”

“Jadi maling.”

Lha kok Si Cantik dan Jendral G tertawa keras banget.

“Ya jelas jadi maling laaah Buuun, kalo jadi polisi ngapain ngumpet?” Celutuk Cantik di sela-sela tawanya. Ampun deh, aku jadi malu. Benar juga ya, wong jelas-jelas ngumpet ya pasti jadi malingnya. Aku ikut tertawa meski sedikit masam.

“Bundaaaa….Bundaaa,” goda Cantik dengan nada A minornya.

Kadang, logika orang tua memang tidak jalan ya. Alias gak mikir panjang, asal komen saja, kalah analisa dari anak-anak 😀

Eeeh, tapi kan aku masih capek baru pulang kerja, kena macet pula. Wajar dooong…. (ngeles 😛 )

PS. Ra mutu yo ben. Daripada gak posting :mrgreen: