Mengapa Aku?

Subuh tadi, bahkan sebelum alarm berbunyi, ponselku tiba-tiba melantunkan irama merdu. Waduh, aku terkejut, siapa nih pagi-pagi menelepon? Ternyata sebuah nomor asing! Namun karena pagi-pagi pasti penting, maka ku angkat saja. Dan terdengarlah sedu sedan suara wanita yang menangis. Wah, siapa nih, ada apa nih? Jangan-jangan istrinya Limbad, ya? (emang kenaaaaal?) Setelah tangis itu mereda, ternyata dia adalah seorang mantan karyawan yang baru saja resign sebulan lalu, tepat setelah Lebaran. Sebut saja namanya Lilis (nama sebenarnya). Nah, mari kita sedikit bergunjing, Kawan:mrgreen:

Setelah tangis mereda, Lilis bercerita dia baru saja datang dari kampung ke Yogya. Oh ya, alasan dia keluar kerja adalah untuk melanjutkan kuliah, menyusul adiknya yang sudah lebih dulu kuliah. Nah, sesampai di kost, dia terkejut bukan kepalang! Jantungnya berdebar keras, dadanya bergemuruh bak badai typhoon level 9 (eh, nanya OmNh dulu, yang heboh skala berapa ya?:mrgreen: ). Tulang-tulangnya lemas bagai ayam tulang lunak dengan kremes-kremesnya. Dan akhirnya matanya berkunang-kunang serta berkupu-kupu dan bekumbang-kumbang. Ada apa gerangan? Gubraaaakkk! Cepetaaaaan, kenapaaa?

Ternyata…dia…dia… mad0222 Free Emoticons   Angerdia menjumpai adiknya sedang tidur dengan seorang lelaki! Aaaaarrrggghhhhh…. scared0014 Free Scared Emoticons Naluri infotainment ku segera bertanya, sedang ngapain mereka? Oh, ternyata cuma bobok aja:mrgreen: Eh tapi itu kan berarti sudah menginap, dong! Dan apa saja bisa terjadi bukan? Lalu Lilis meminta saran apa sebaiknya yang harus dilakukannya? Dengan masih menangis tersedu-sedu. Ia sedih sekali dan sakit hati, karena sudah disuruh keluar dari pekerjaan untuk mengawasi adiknya, ternyata adiknya sudah rusak parah begitu.

Maka dengan keibuan dan penuh kelembutan, aku menasehatinya. Panggil saja sang adik dan pacarnya. Tanya sudah seberapa jauh hubungan mereka. Dan sebaiknya dikawinkan saja. Tapi Lilis takut menyampaikan ke ortu karena ortunya sudah sakit-sakitan. Ya kubilang saja, itu resiko. Bicarakan saja pelan-pelan dan cari momen yang pas. Panjang lebar dan luas kunasehati dan kuhibur dia. Akhirnya diapun lega dan menutup pembicaraan.

Karena gayaku yang kayak psikolog sok tau itu, kekasihku terbangun dan bertanya. Lalu aku pun bercerita.

“Kok udah keluar masih telpon ke kamu, sih?” Tanyanya heran.

“Yaah, kan dia tadi bingung gak tau harus cerita ke siapa. Dia anak tertua di keluarganya. Dan mungkin selama ini dia memandang aku bijaksana dan baik hati, serta selalu memberi solusi,” jawabku dengan dada mengembang dan hidung kembang kempis. Kekasihku langsung muntah di tempat:mrgreen:

Setelah itu aktifitas harian mulai berjalan. Aku sedang menyiapkan Jendral G ketika kekasihku tiba-tiba tertawa dan memberikan ponselku padaku.

That’s why she called you. Nih, alasannya.”

Aku pun membaca sms dari Lilis. Kira-kira begini: “Bu, Lilis dah putusin gak jadi kuliah. Lilis udh pusing mikirin adek Lilis, Bu. Kalau Lilis daftar kerja lagi di kantor bisa gak, Bu?”

Masi dengan positif thinking yang memang sudah pembawaanku, aku menjawab kekasihku.

“Dia emang bilang tadi kalo nyari kerja itu susah. Dan yang suruh dia kuliah lagi kan ortunya, sementara dia udah enak kerja. Mungkin emang udah pusing kali mikirin adiknya.”

Kekasihku hanya tertawa saja.

Akupun membalas sms nya: “Ya sudah, kamu selesaikan dulu masalahmu. Nanti aku bicarakan dulu dengan Pak Bozz, ya.”

Menurutmu bagaimana, Kawan? Mungkin memang dia sedang tertimpa masalah, tetapi mengapa itu yang menjadi alasan untuk melamar lagi? Tak adakah alasan yang lebih eleiykhan? (minjem ya, OmNh😀 ) Ah, hanya Lilis dan Tuhan yang tahu😀 Dan semoga masalahnya segera terselesaikan.

(Dan aku yang lemah lembut ini tergoda untuk menerimanya kembali, karena kebetulan posisinya masih belum terisi😦 ).

9 thoughts on “Mengapa Aku?

  1. yustha tt September 14, 2012 / 1:58 pm

    Menurutku?
    Menurutku Ibu memang bijaksana.
    Sungguh terharu…

    Eh jd Lilis teh nama sebenarnya?

    Bukan bijak, Jeng, tapi labil hihihihihi….
    (aduuh, nama sebenarnya ya?)

  2. Lidya September 14, 2012 / 3:01 pm

    jadi Lilis diterima lagi gak mbak? walah malah nanya udah tau mbak chocho lagi bingung ya🙂

    Wkwkwkwkwk….saya lagi mikir jeh😀

  3. nh18 September 14, 2012 / 4:13 pm

    Menjawab pertanyaan Bu Choco …
    diatas Typhoon nomer 9 … ada typhoon nomer 10 bu …. (qiqiqiqi)

    Kalau menurut saya sih …
    Kembali ke Subjectnya … Lilis bagus nggak kerjanya … kalau bagus … yang diterima kembali terlepas apapun alasannya itu …
    jika tidak … mmmm perlu mikir dua kali saya rasa …

    Salam saya Bu Choco
    Salam Eiylekhan … !!!

    No. 10 itu sempurna ya, Om, ancur lebur😀
    Betul, memang harus dilihat dari segi kompetensinya. Anaknya lumayan bagus sih. Baiklah nanti dipertimbangkan. Makasiy sarannya, Om.
    Salam eiylekhan…😀

  4. niqué September 14, 2012 / 8:42 pm

    setuju dengan om NH, kalau kualifikasinya emang OK, apalagi posisi itu masih kosong ya gak apa sih diterima lagi bu. apapun alasan dia, yg penting ‘kan pihak perusahaan juga udah tau karakter dia, adaptasinya pun nanti gak butuh waktu lagi seperti jika cari karyawan baru toh😀

    ah … mengapa aku? bukan dia?😀

    Karena dia….ahh…. sesuatu…:mrgreen:
    Makasiy masukannya, Jeng😀

  5. Emanuel Setio Dewo September 15, 2012 / 2:44 pm

    Selain kerjanya yang bagus, harus juga diselidiki niat dan kejujurannya. Attitude-nya bgmn?

    Sudah kuputuskan untuk tidak menerimanya kembali, nanti kebiasaan mlebu metu😛

  6. Myra Anastasia September 16, 2012 / 4:17 pm

    sy ikutin apa kata om nh aja deh :p

    Siap, Mam😀

  7. Orin September 18, 2012 / 12:27 pm

    Walaaahhh…seru ceritanya bu Cho, tapi kalo menurutku sih ga usah diterima lg aja, kok ya ga konsisten gitu lho heuheuheu

    Iya, aku dah memutuskan untuk tidak menerimanya kembali😀

  8. chrismanaby Januari 9, 2013 / 11:17 am

    Berhati mulia sekali yaaa:D

    Beda tipis dengan labil, Say😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s