Nimbrung Mikir

Metamorfosa Hero

Menyambut undangan Bunda Niken untuk menuliskan pengalaman pribadi From Zero to Hero, maka akupun nekat mengisahkan masa laluku uhuk…uhuk… sick0026 Free Sick Emoticons Tentu saja menjadi hero untukku sendiri lho, kalau menjadi hero untuk orang lain kan ndak boleh ngomong-ngomong, nanti dikira sombong Eh, tapi kalo berhasil nyomblangin kawan itu termasuk hero gak ya? Secara aku sudah pernah dua kali menjadi mak comblang yang membuahkan pernikahan dan kebahagiaan. Sementara untuk yang ketigakalinya gagal total karena “comblang makan tanamaninnocent0007 Free Emoticons   Innocent

Dulu, aku adalah pribadi yang tidak mandiri (persis kayak Jeng Dewi yang lagi memendam rindu). Sejak SD sekolah selalu diantar, setidaknya langganan becaklah. Kalaupun tidak, pulang sekolah harus menunggu Mbakayune di SMP (she is the real hero!love0085 Free Emoticons   Love ), karena kami bersekolah di sekolah yang ada TK, SD, dan SMP nya. Bahkan sampai mendaftar kuliah pun diantar ortu ashamed0002 Free Emoticons   Shame Enggak bangget ya? Setelah mendaftar, Ayahanda segera mencarikan kost yang jaraknya hanya selemparan sendal jepit ke kampus. Alias di samping kampus :mrgreen: Jika Sabtu tiba, Ayahanda akan menjemput pulang ke Semarang dan tentu saja aku membawa cucian seminggu. Astagaaaa, jika mengingat itu sungguh malu diriku. Padahal Mbakayune melanjutkan SMA di Yogya bersama MbahKung dan MbahTie. Dan betapa mandirinya dia, berprestasi, dan tegar! That’s why dia begitu sukses meraih puncak karir ๐Ÿ˜€

Nah, ternyata kecengenganku sudah keterlaluan, sehingga Tuhan memberi cobaan. Menginjak semester tiga, Ayahanda terserang stroke! Maka keadaan pun berbalik 180ยฐ! Dari hidup serba enak menjadi serba prihatin. Perjuanganku paling awal adalah ketika harus pindah dari kost dan bergabung bersama Mbakyune di rumah MbahKung. Dan itu Kawan, sangat jauh dari kampusku! Aku harus berjalan kaki, lalu naik bus 3x baru sampai kampus. Ugh! Dan setiap Sabtu aku dan Mbakyune pulang naik travel ke Semarang. Kalo gak dapat, maka harus naik bus! Maka bakat kami berdua yang pemabuk pun mulai tergali ๐Ÿ˜€ Dan semua itu akhirnya harus kujalani sendiri karena Mbakyune yang tiga tahun lebih tua dariku telah lulus kuliah dan bekerja di Ibukota. Hiks…hiks…

Dan menjelang akhir kuliah, setiap bulan aku harus mengambil darah MbahKung untuk dibawa ke RS periksa gula. Karena MbahKung tercinta sudah tidak mungkin lagi pergi sendiri ke RS. Aku bukan calon dokter, Kawan. Tapi setiap bulan aku harus “menusuk” MbahKung untuk ambil darah. Hiks…. dengan meringis ngeri dan takut menyakiti, serta sambil meminta maaf yang bertubi-tubi (MbahKung malah selalu tertawa geli melihat tingkahku), aku mengambil darah dan memasukkannya ke tabung. Ya ampun, dulu belum ada rapid test yang digital itu ya? Sebelum ke kampus, aku ke RS dulu lalu pulang kuliah mampir RS untuk mengambil hasilnya dan mengonsulkan ke internis. Namun tiada merasa berat, karena kulakukan untuk orang yang paling kucintai setelah ortu ๐Ÿ˜€

Perjuangan kuliah pun akhirnya selesai. Tiba waktunya akupun bekerja di Ibukota. Tahukah Kawan, rupanya sang hero belum sepenuhnya muncul dalam diriku. Hari pertama pulang kerja, aku salah naik bus dan kesasar! Sampai di kost aku menangis sepuasnya sad0049 Free Sad Emoticons Ternyata naik bus di Jakarta lebih kejam daripada di Yogya. Ditambah lagi pelecehan-pelecehan akibat berdesakan sad0144 Free Sad Emoticons Belum lagi kalau hari Jumat malam pulang naik kereta. Kalo gak dapat tiket duduk di sambungan gerbong pun aku jalani, agar bisa berkumpul bersama ortu dan adik-adik di rumah hiks….hiks…. Aku gak betaaaahh!

Tapi semua harus kujalani, kepada siapa lagi aku bergantung jika tidak pada diri sendiri? Sedikit demi sedikit perjuanganku di Jakarta menjadi tidak terlalu berat. Pindah kantor berkali-kali dengan jarak yang semakin jauh dari kost. Herannya kost ku agak pindah-pindah ๐Ÿ˜€ Karena sebetulnya bukan kost-kostan, tetapi sebuah keluarga yang dulu sebelum menikah Mbakayune kost di situ. Jadi sudah seperti saudara saja. Aku pindah kost setelah menikah ๐Ÿ˜€

Itulah Kawan, mungkin buat sebagian orang pengalamanku ini bukan apa-apa. Cemen, segitu doang! Tapi untukku, ini adalah sebuah metamorfosa yang membanggakan. Entah seperti apa diriku sekarang jika Ayahanda tidak sakit. Mungkin masih tetap menjadi anak manja yang menyebalkan dan gak bisa apa-apa. Perubahan juga terjadi pada seluruh keluargaku. Yang dulu kami penakut dan manja, sekarang telah menjadi pahlawan-pahlawan setidaknya di keluarga masing-masing dan keluarga besar kami ๐Ÿ˜€ Sudah tentu aku kini harus terus menjadi tegar, menjadi super hero, untuk kedua malaikatku ๐Ÿ˜€

Benar seperti kata Mbak Carey,

….. And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And then youโ€™ll finally see the truth
That a hero lies in you
Dalam diri setiap orang, selalu ada pahlawan yang bersemayam. Meski kadang kepahlawanan itu hanya untuk diri sendiri dan baru muncul jika kepepet, seperti diriku ๐Ÿ˜€
Ahaiii, ngontes lagiii. Wish me luck ๐Ÿ˜‰