Iseng Aja

Gratis!

Mendapat gratisan yang enak-enak tentu saja enak ya 😀 Kenapa yang enak-enak? Karena kebanyakan gratisan itu gak enak lho. Di Jakarta dan sekitarnya itu banyak gratisan yang gak mengenakkan. Bau sampah gratis yang hawer-hawer (opo jal?) tercium dari Bantar Gebang, asap gratis produksi bus Maya Sari Bakti (eh, masih ada gak ya?) ato bus-bus lain yang astaganaga itemnyaa, irama membahana bajaj gratis juga lho. Lha nek udah gak enak masih disuruh bayar kan kebangetan ya, Bro! Eeh, tapi ada lho! Air PDAM yang item itu aku masih disuruh mbayar, listrik byar pet tapi tarifnya kok merangkak naik, tol macetnya udah kayak jalan darat kok masiiiih aja suruh mbayar. Ck…ck…ck…

Tapi hari Kamis lalu aku mendapat gratisan yang menyenangkan, Kawan. Ceritanya ketika pulang kudapati mata kanan Cantik semakin memerah (malam sebelumnya emang udah bersemu merah). Waduh, sakit mata nih. Tapi Cantik gak mau kubawa ke dokter. Maka aku diantar kekasihku menuju apotek terdekat di sekitar kompleks. Sebetulnya apotek ini sekaligus praktek dokter, sayangnya Cantik gak mau sih. Padahal aku agak ragu, cukup mengertikah nanti si Nona penjaga apotek tentang obat sakit mata anak-anak? 😦

Sesampai di dalam, hanya ada seorang Bapak yang melayani, biasanya seorang nona dan nyonya 😀

“Ada obat tetes mata untuk anak-anak, Pak?” Tanyaku.

“Ada. Kenapa matanya, Bu?”

“Agak merah, cuma sebelah sih.”

“Belekan, gatal atau bengkak gitu?”

“Oh, gak sih, hanya merah aja.”

Si Bapak lalu mencari-cari obat yang pas.

“Untuk anak-anak sih, Pak,” kataku kuatir Si Bapak mengambil obat yang salah.

“Kalau obat mata sama aja kok untuk anak atau dewasa, bahkan bayi. Hanya dosisnya saja yang berbeda.”

“Ooo, anak saya 8 th,” kataku masih ragu.

“Wah, itu sih sudah gak dianggap anak lagi, anak itu hitungannya kalau masih balita,” ujar Si Bapak. Aku tertawa saja. Tahukah kau Pak, bagi seorang Ibu, meski kelak anaknya sudah bisa bikin anak dan beranak, selamanya akan tetap dianggap anak-anak :mrgreen:

Lalu Si Bapak masih menanyakan hal-hal klinis seputar sakit mata Cantik barulah memberi tahu dosis tetes yang harus diberikan. Lama-lama aku curiga deh! Maka aku pun bertanya.

“Err, Bapak ini dokter ya?”

“Iya, Bu.”

O lala, saya dapat konsul gratis nih!” Seruku spontan dan jelas malu-maluin. Si Pak Dokter tertawa.

“Ibu belum pernah berobat ke sini ya?”

Memang belum pernah. Biasanya aku ke mari jika ingin membeli obat saja 😀

Nah Kawan, inilah yang kumaksud gratis dan enak! Dapat konsultasi dokter gratis buat Cantik 😆

Maka tanpa ragu seperti sebelumnya, kuobati Cantik dengan obat tetes tadi. Keesokan harinya mata Si Cantik sudah jernih kembali, berkilau seperti bintang-bintang di malam hari 😀

Makasiy, Pak Dokter 😀