Iseng Aja

Vegetarian

gajah
Happy Family 😀

Pada suatu hari, terjadilah dialog antara aku dan Mbakayune 😀

Mbakayune : Cho, kita vegetarian yuk, biar langsing dan sehat.

Aku                 : Emoh ah! Ntar malah tambah gendut.

Mbakayune : Yo nggaklaaah, wong cuma makan sayuran kok gendut?

Aku              : Lho, kok gak percoyo? Tuh liat, sapi, kebo, gajah cuma makan rumput tapi lemu-lemu to? Malah macan yang makan daging, langsing dan sexy!

Mbakayune : Hayah! &^%*^#(&)()@

Aku                 : :mrgreen:

(Dan akupun menyelamatkan diri dari gebukannya :mrgreen: )

Iseng Aja

Iklan No Drop

Kawan pasti pernah lihat iklan No Drop. Iklan cat (?) anti rembes atau bocor yang diperankan oleh sepasang bapak dan ibu bule yang mau bobok tapi dindingnya bocor? Nah, inget kan? Ada satu hal yang bikin aku penasaran. Sampai-sampai tiap iklan ini nongol aku selalu menyuruh semua diam untuk menyimak. Sungguh mati aku jadi penasaraaan, sampai mati pun akan ku perjuangkaaaan.

Itu lho dialog ketika dinding sudah gak bocor. Ketika si bapak mematikan lampu, trus entah ngomong apa lalu istrinya berseru, “Nakal!”

Nah, adakah Kawan yang tahu, si bapak itu berkata apa? Tolong beri tahu aku yaa, aku penasaran banggett… 😛

(Maaf, postingan ra mutu edisi penasaran 😀 )

Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Iseng Aja

Tahi Lalat (the different ending)

Parasnya sungguh elok menawan ditunjang dengan kulit yang halus langsat. Siapapun akan sulit mengalihkan pandangan ketika melihatnya. Bibirnya merah merekah meski tanpa polesan pewarna. Juwita namanya, Pak Lurah bapaknya, tentu saja Bu Lurah ibunya. Aku sudah mengincarnya sejak lulus sekolah menengah. Dan kini tinggal selangkah untuk bisa memilikinya. Siapa tak girang, mengalahkan sekian banyak pemuda dari segala penjuru kecamatan?

Namun sayang disayang, sesekali kecantikannya menghilang hanya karena sebuah tahi lalat! Tidak, bukan tahi lalatnya, itu tak masalah. Besarnya hanya sebesar kacang hijau, letaknya pun malu-malu agak di bawah dagu. Tapi sehelai rambut yang tumbuh di atasnya, oh sungguh membuatku sesekali hilang rasa! Dulu rambut itu tak begitu nampak (atau aku tak pernah memerhatikan?), namun karena tak pernah dipotong, sekarang panjangnya hampir lima senti. Menjuntai lemas ke bawah, sesekali ikut bergoyang bila ia tertawa. Duuh, entah mengapa itu bisa membuat hasratku terbang menguap melayang-layang!

Lanjutkan membaca “Tahi Lalat (the different ending)”

Iseng Aja

Ibu Polwan

Masih terngiang-ngiang Inspektur Suzana Kapoor, pagi ini aku dibuat takjub oleh seorang Polwan yang luwar biasa, Kawan!

Hujan dan banjir yang luar biasa di hari ini, membuat kemacetan di mana-mana. Termasuk pertigaan yang biasa kulalui. Gak hujan aja macet apalagi hujan 😦 Di pertigaan ini selalu ada Bapak or Ibu Polisi yang mengatur lalin baik pagi maupun sore menjelang maghrib. Mau hujan mau gak, selalu siaga (eh, kadang gak ada juga deng 😛 ).

Seperti pagi ini, ketika godaan untuk bolos merayu-rayu, aku antri di pertigaan tersebut. Di beberapa gang sudah ada Bapak Polisi yang mengatur, bahkan ada satu bapak polisi yang keceh (main air) karena boot nya kena lumpur 😛 Nah, di pusat kemacetan, kudapati Ibu Polwan yang dengan gagahnya berdiri di tengah jalan mengatur lalin yang padat! Beliau mengenakan jas hujan berwarna kuning ngejreng (apa ijo tadi ya? Pokoke jas hujan polisi lah!). Betapa salutnya diriku! Beliau berhujanan di tengah kemacetan, namun tetap semangat memberi aba-aba. Rambutnya tetap rapi sebahu dengan topi yang tertutup hood mantel hujan. Salute! Dan ternyata pangkatnya lebih tinggi dari bapak-bapak polisi itu lho!

Dengan melihat Ibu Polwe tadi, aku jadi malu. Aku gak perlu kehujanan, gak perlu berdiri di tengah kemacetan, seharusnya selalu semangat dan tak ada niatan mbolos. Terimakasih Ibu Polisi yang cantik, kekuatan dan keikhlasanmu membuatku semangat! Dan semoga Tuhan selalu memberkatimu.

Turut prihatin bagi sesama yang terkena musibah banjir. Semoga diberi kekuatan, perlindungan, dan kesehatan. Allah akan selalu menjaga dengan kuasa Nya. Amien.

*************

Pesan gak mutu: Untuk mengantisipasi banjir dan kemacetan besok, maka bagi yang besok mau ngantor sebaiknya berangkat sejak sekarang. Karena kalo berangkat besok pastiiii bakalan telat!

Krik…krik…krik…krik… (jebulnya garing yak?)

Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Nimbrung Mikir

Misteri di Balik Layar – Teror Suzana Kapoor

Cakil1-207x300
Om Cakil vs Mas Arjuna

Kisah ini melanjutkan kisah misteri Wayang Orang BlogCamp Budhoyo yang sedang tayang di Kampong BlogCamp

Rikmo Sadhepo histeris ketika mengetahui lawan mainnya sudah tak bernyawa. Jeritannya membahana mengalahkan teriakan Inspektur Suzana Kapoor yang mencoba mensterilkan TKP untuk penyidikan.

“Tak mungkin! Tak mungkin Kang Mudho mati! Bukan aku yang membunuhnya! Kaaangg…..,” teriakan Rikmo sebelum akhirnya iapun pingsan. Beberapa sinden segera mencoba membangunkan Rikmo. Suasana sungguh sangat ruwet dan kisruh. Untunglah anak buah Suzana segera datang dan melakukan semua instruksi Sang Inspektur yang cantik tanpa seragamnya.

“Amankan Saksi Utama, bawa ke ruang tertutup,” perintah Suzana sambil menunjuk Rikmo yang sudah sadar dan terus mengisak. Dua orang Polwe (Polisi Wedok) yang manis dan semlohay segera mengamankan Rikmo. Sementara barang bukti berupa keris berdarah 9 luk telah dibawa ke lab forensik untuk penyidikan.

**************

Lanjutkan membaca “Misteri di Balik Layar – Teror Suzana Kapoor”

Iseng Aja · Nimbrung Mikir

KTP Baru

Setelah enam tahun aku menjadi “Manusia Tak Beridentitas” alias gak punya KTP maka aku sekarang menjadi warga tercatat Republik Indonesia 😀 Yah Kawan, KTP terakhirku memang habis sejak 18 desember 2006 yang lalu. Sehingga selama ini aku tak tercatat sebagai WNI. Tapi herannya waktu pemilihan presiden kemaren aku dapat undangan lho 😛 Giliran pembuatan e KTP aku gak dikasih undangan. Piye to?

Sebetulnya keinginan memperpanjang KTP sudah ada sejak dulu kala. Namun karena banyaknya alasan baik yang masuk akal maupun yang dibuat-buat, maka gak jadi-jadi. Nah, belakangan karena sudah banyak kawan yang memamerkan e KTP nya aku jadi tergerak. Sayangnya aku gak dapat undangan, karena KTP lamaku juga beda alamat. Awalnya mau minta bantuan security kompleks untuk membuatkan. Katanya bisa makan waktu satu bulan. Maka dengan modal nekat, pada pagi hari yang cerah aku mendatangi kantor kelurahan.

Celingak-celinguk mencari orang yang tepat, akhirnya aku masuk aja ke ruangan Urusan Pembangunan dan apaa gitu 😀 Aku disambut oleh seorang kapiten bapak muda. Segera kusampaikan maksud dan tujuanku datang, tentu saja tanpa perlu menyampaikan daftar isi 😛 Rupanya aku datang pada orang yang tepat. Segera saja aku dibantunya. Pada awalnya dia pura-pura mengomel selama ini identitasku apa? Trus segala urusan pake apa kok gak punya KTP? Dengan belagak gadis muda polos yang tak berdaya (hayah!) aku menjawab selama ini pake SIM. Padahal sumprit, SIM ku pun sudah habis sejak 8 th silam 😦

Akhirnya selelah puas mempermainkan aku, Si X ini segera mengeluarkan jurus UUD, bahwa dia bisa bantu tapi butuh biaya.

Si X : Bisa makan waktu sebulan lho, Bu, dan biayanya lumayan juga. Kan ini mesti ganti alamat, surat keterangan polisi dan…

Aku : Trus berapa biayanya, Pak?

Si X : Yah, empat ratus ribu.

Aku : Waks! Itu seorang apa berdua, Pak? (kebetulan KTP Jakarta kekasihku juga hampir abis, maka sekalian aku urus).

Si X : Eh ya sudah, tiga ratus lima puluh ribu buat berdua.

(Lhadalah, aku gak nawar cuma kaget dikit kok langsung diturunin :mrgreen: )

Aku : Oh, baiklah. Tapi lusa jadi ya, Pak, gak bisa kalo sebulan. Sekalian KK nya juga.

Si X : Kalo KTP saya usahakan, Bu, tapi kalo KK bisa semingguan.

Aku : Ya udah gak papa, ini uangnya.

Sialnya aku gak punya uang pas, maka kuberikan 4 lembar seratusan. Tepat pada saat aku mengeluarkan uang ada orang lain sesama petugas kelurahan masuk ke ruangan. Dengan sigap Si X memasukkan uang ke laci dan mengusirku secara halus dengan mengatakan nanti akan dikabari kalo sudah jadi. Sial deh, lima puluh ribuku melayang 😦 Gak jadi diskon dong!

Tapi bener lho, Kawan, lusa KTP ku jadi dan seminggu kemudian KK. Bahkan Si X menyarankan ketika mengambil KK sekalian aja foto untuk e KTP. Maka dengan sukacita aku dan kekasihku berfoto, mengambil sidik jari, berkedip-kedip, dan sekarang tinggal menunggu e KTP jadi 😀 Malah enak, gak kayak kawan-kawan lain yang sampai ngantri seharian 😀 Biayanya? Serelanya kata Si X. Ya sudah kuberi 50 ribu kan aku udah deposit 50 ribu sebelumnya 😛 :mrgreen:

Nah Kawan, tentu saja ini bukan perilaku WNI yang baik. Memudahkan segala urusan dengan uang. Sungguh ini perilaku yang tak terpuji dan tak ada upaya untuk memberantas korupsi! Malah semakin menjadikan korupsi menjamur dan turut menjerumuskan orang lain dalam lembah dosa 😥

Maka, jangan tiru perbuatan ini baik di rumah, di jalan, di kecamatan, dan di manapun. Untuk urusan apapun! Tempuhlah jalan normal dan sesuai aturan agar korupsi bisa diberantas! Jadilah WNI yang jujur dan baik. Merdeka!

(Aku melakukan ini karena kepepet, swear! Tapi aku bahagia sudah punya KTP, yipppiiiiii….. ).