Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Nimbrung Mikir

[BeraniCerita #3] Tak Kusangka!

changing room

Antrian itu cukup panjang, tapi Rio tak bosan menemaniku mengantri. Obrolan jenakanya membuatku betah meski harus mengantri di belakang lima perempuan lain di depanku. Ah, betapa menyenangkannya lelaki yang baru dekat denganku tiga bulan ini.

“Kamu gak bosan kan?” Tanyaku sedikit cemas.

“Kalo nemenin kamu gak bakalan bosan. Tapi kalo nemenin nyonya yang itu tuh, baru aku bosaaaan,” bisiknya sembari mengerling ke seorang wanita bertampang judes dengan tiga potong pakaian dalam pelukannya. Aku tertawa tertahan.

Akhirnya tiba juga giliranku.

“Aku masuk dulu yaa,” ujarku pada Rio. Pria itu mengikutiku masuk.

“Aku ikut,” katanya. Tentu saja wajahku merah padam karena malu.

“Jangan, kamu tunggu sini aja,” bisikku.

“Ah, cewek di sana tadi juga dianterin cowoknya kok,” bujuknya. Perempuan-perempuan di sekelilingku mulai melirik ke arah kami. Demi tak mau membuat keributan maka aku ijinkan ia masuk. Memang betul kami sudah berpacaran tapi tidak berarti ia boleh melihat tubuhku kan?

“Balikkan badanmu,” gerutuku kesal. Rio tertawa lalu membalikkan badannya. Secepat kilat aku melepas bajuku lalu mencoba blouse cantik itu. Tak sempat lagi aku bercermin, bahkan tak berani aku berpaling dari punggungnya. Begitu selesai, aku membalikkan badannya ke arahku.

“Nah, cantik gak?” Tanyaku sambil bergaya di hadapannya.

“Cantik…cantik banget,” puji Rio. Aku tersipu malu.

“Tapi…tapi…apa itu?” Tanya Rio sembari menunjuk sesuatu di dadaku. Aku menunduk dan seketika memekik.

“Apa itu, Ellen?” Desak Rio. Tergesa aku mencoba merapikan bra ku yang miring dan menyembul dengan aneh. Karena panik busa penyumpalnya malah meluncur jatuh.

“Kau…?” Rio merenggut blouse itu dari tubuhku. Maka terpampanglah semua hal yang bisa dilihat olehnya.

“Ellen?” Desis Rio. Sedetik kemudian wajahnya merah padam.

“Tak kusangka, kamu penipu!” Geramnya lalu meninggalkanku dengan wajah jijik.

Akupun menangis seperti perempuan, meski sesungguhnya aku adalah laki-laki.

*****************

words: 280

19 tanggapan untuk “[BeraniCerita #3] Tak Kusangka!

  1. Duh, kasian amat si Rio ya, haha.. πŸ˜€

    Dalam dunia nyata, sering juga kita temukan orang yg mendewakan cinta. Bagi mereka cinta adalah persoalan rasa, tak perlu logika. Sehingga, atas nama cinta semuanya sah-sah saja, meski harus mencinta orang dg jenis kelamin yg sama..

    Keren amat ceritanya Bu Chocho..

    salam,
    http://www.hardivizon.com

    Iya ya, Da, bahkan seringkali becandaan jenis kelamin bukan utama, yang penting setia 😦
    Sama juga sih, saya kalo pesan es teh suka ditanya, “Manis ato tawar?”
    Biasanya saya jawab, “Gak perlu manis-manis, yang penting setia.” πŸ˜†
    Makasiiiy, DaZon πŸ˜€

  2. seruuu mbak ceritanya, memang ellen itu tampilannya cewe banget ya sampai Rio tidak mengenalinya kalau dia cowo πŸ™‚

    Wuiiihh, cantik banget, Jeng! Mulus dan imut, gak kliatan cowok deh! (eh, tapi dadanya ternyata rata) πŸ˜†
    Makasiy ya, Jeng πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s