[Berani Cerita #05]: Switch

Sepertinya suasana malam ini tidak begitu bersahabat bagi Riana. Angin yang dingin membuat dia memaki dirinya sendiri kenapa lupa membawa jaketnya yang tertinggal di mobil. Lorong yang tidak terlalu terang karena beberapa lampu mulai dimatikan. Dan kenapa tidak ada orang bersliweran? Padahal masih jam 8 malam.

“Nah, sebentar lagi sudah sampai di kamar Sinta.” Riana mencoba menghibur diri sendiri karena dirinya masih merinding. Cepat-cepat langkahnya diayun, sampai akhirnya dia berhenti tiba-tiba saat melihat sebuah tempat tidur dorong melaju cepat ke arahnya.

“Heiiii!” Teriaknya kaget. Tubuhnya langsung merapat pada dinding agar tidak terserempet.

“Hihihihihihihi….” Sosok berseragam hijau muda yang mendorong tempat tidur kosong itu tertawa melengking di balik maskernya, membuat bulu kuduk Riana meremang. Cepat-cepat Riana melangkahkan kaki menuju kamar Sinta. Agak kesal juga ia mengapa Sinta memintanya datang malam-malam begini. Jika tak mendengar sedu sedannya sudah pasti ia takkan mau datang.

Kamar Sinta sudah gelap. Sudah tidurkah? Batin Riana. Tanpa mengetuk pintu ia membuka kamar itu perlahan.

“Sin?” Panggilnya lirih. Tak ada jawaban. Riana melihat saudara kembarnya itu meringkuk di tempat tidur. Seluruh tubuhnya tertutup selimut. Kesal sekali Riana dibuatnya. Bagaimana tidak? Tadi ketika Sinta menelpon ia tengah menikmati makan malam berdua dengan Budi. Dan kini, setelah terbirit-birit karena kuatir sesuatu terjadi dengan kembarannya, tenyata Sinta malah tidur dengan pulasnya.

“Hei, pulas benar kau tidur. Bangun, Non!” Gerutu Riana seraya duduk di tepi tempat tidur. Tak ada suara. Dengan kesal Riana menyibak selimut itu. Seketika ia menjerit. Sebuah boneka peraga anatomi yang sudah setengah rusak terbaring di hadapannya. Riana menjerit tanpa mau berhenti. Seseorang membekap mulutnya dan memukul tengkuknya hingga pingsan. Ia segera melucuti baju Riana dan menggantinya dengan bajunya sendiri. Secepat kilat ia menidurkan Riana dan menutupinya dengan selimut, tepat ketika dua perawat memasuki kamar dan menyalakan lampu.

“Ada apa?” Tanya salah satu perawat sambil mendekat ke tempat tidur dan memeriksa nadi pasiennya.

“Entahlah, Sus, ia tiba-tiba histeris ketika sedang bermain dengan phantom itu,” bisiknya.

“Ia tertidur rupanya,” kata perawat satu lagi lalu tersenyum padanya.

“Anda Riana bukan? Baiklah kami tinggal dulu, nanti kalau ada apa-apa silakan tekan bel.”

“Terimakasih, Sus. Saya akan menjaganya beberapa jam lagi.”

Ia mendekati tempat tidur setelah perawat itu pergi.

“Maaf, Sis, aku sedang bosan di dalam sini. Biarkan aku keluar dan gantikanlah aku untuk beberapa hari, okay? Mmm… atau untuk selamanya? Hihihihihihi……..”

Sinta terkikik-kikik lalu segera meninggalkan Rumah Sakit Jiwa itu. Tak lupa ia mengembalikan phantom rusak dengan tempat tidur beroda yang tadi dipinjamnya diam-diam.

********************

words: 401

10 thoughts on “[Berani Cerita #05]: Switch

  1. Lidya April 1, 2013 / 4:44 pm

    walah itu kembar identik ya mbak, kasihan sekali kembarannya. Jadi pensaran apakah sinta akan kembali atau tidak

    Kayaknya gitu, Jeng😀
    Waduh, gada lanjutannya lho, Jeng😀

  2. Tami April 1, 2013 / 6:29 pm

    wew, ternyataa…..

    Ternyata kurang seprapat yaa…😀

  3. Susanti Dewi April 2, 2013 / 3:30 pm

    waduh… kembar yang gila hehehe…. keren mba…

    Hihihihihi….serem ya. Makasiy yaa😀

  4. Orin April 3, 2013 / 10:56 am

    hedehhh…keren seperti biasanya bu Cho😉

    Aah, Oriiin…😳
    Makasiy ya, Say😀

  5. dheoneysa April 3, 2013 / 11:23 am

    kerenn^^, berarti sebenarnya gak gila kan si sinta bu coco?

    Yaah, kumat-kumatan, Dhe:mrgreen:

  6. Wong Cilik April 4, 2013 / 12:28 am

    mantab mbak … waktu baca Prompt nya, yg kepikiran itu cerita yg horor-horor … e ternyata …😀

    Walah, saya ini penakut jeh, gak punya nyali buat cerita horor😀

  7. Dewi Fatma Permadi April 4, 2013 / 2:09 pm

    Ih, jahat banget tuh si Sinta… Kasihan Riana dong terperangkap disitu..aarrgghhh..!!

    Jeng Dewiiii, lamo tak basuo….😀
    Iya, kejam, gada yang percaya lagi sama ceritanya Riana😦

  8. Miss Rochma April 4, 2013 / 8:29 pm

    seathuku yang pernah ke RSJ, RSJ itu ditutup sebelum jam 5 sore. bukan begitu? tapi ini malam masih ada pengunjung🙂

    Waduh, beginilah kalo nulis tanpa survey😳
    Makasiy koreksinya, Miss🙂
    (eh, jangan-jangan Riana punya hak istimewa ya?:mrgreen: )

  9. Imelda April 18, 2013 / 5:45 pm

    bikin novel horor dongggg

    Waduh, takut gak bisa tidur, BuEm:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s