Bisikan Ghaib

suburman
Gambar pinjam dari Google😀

Hari ini entah mengapa malas sekali ngantor. Maka akupun memutuskan untuk sejenak meliburkan diri:mrgreen: Menjelang siang, ketika perut mulai berontak akupun melangkahkan kaki menuju warung Yu Minah. Yaah, sudah lama sekali aku tak singgah ke sana. Sebetulnya kesal sekali aku pada Yu Minah. Bagaimana tidak, dengan sewenang-wenang ia menaikkan harga rujaknya tanpa pemberitahuan. Setelah naik menjadi tiga belas ribu, tiba-tiba sekarang menjadi enam belas ribu. Tapi berhubung setiap tanggal-tanggal begini (batja: tanggal tuwa) aku jadi vegetarian, ya wislah aku ke warung Yu Minah saja😛

Setelah menyerukan salam, aku mendaratkan diri di bangku favorit dekat cobek Yu Minah yang segede gaban itu.

“Buatkan rujak ulek ya, Yu. Pedes tapi gak banget,” ujarku segera mengambil koran yang tergeletak di samping cobek Yu Minah. Asli, sengaja kulakukan ini untuk menghindari cipika cipikinya Yu Minah yang basah itu:mrgreen:

“Jeng, kok sekarang jarang mampir sini to? Apa rujak saya ini sudah kehilangan pesona? Sudah ndak enak lagi?” tanya Yu Minah sedikit merajuk. Aku jadi sedikit merasa bersalah😛

“Bukan gitu, Yu. Jelas rujak sampeyan ini masih paling top sak mBogor sini, tapi karena mahal jadi males aku,” godaku. Yu Minah menghentikan ulekannya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Refleks aku mundur 30 cm.

“Sampeyan ini gak paham rupanya. Dalam setiap usaha kita mesti memperhitungkan adanya biaya produksi. Tahun lalu grafik pendapatan saya hampir menyerupai garis datar. Itu berarti ndak ada peningkatan. Nah, untuk meningkatkan revenue di tahun ini, maka salah satu usahanya adalah menaikkan harga jual, Jeng. Biaya produksi jelas naik, contoh gula jawa, buah-buahan, trasi, kacang. Lha kalo harga ndak ikut naik yo morat-marit saya nanti. Jadi sampeyan harus maklum, Jeng. Lagipula porsinya kan saya tambahin dikit biar mantep!”

Aku terpana mendengar jawaban Yu Minah. Dia ini bakul rujak atau akuntan pabrik batu batre to? Akupun melanjutkan membolak-balik koran daripada menanggapi ocehan yang bukan bidangku. Dari dalam terdengar TV Yu Minah menyiarkan berita infotainment. Seorang anggota DPR yang sedang heboh dengan perceraiannya. Akupun tertarik bergosip😈

“Yu, kayaknya jadi anggota dewan itu ada kutukannya ya?”

Yu Minah yang sedang memotong-motong buah menatapku heran.

“Maksudnya?”

“Lha itu, coba sampeyan hitung Yu, ada berapa artis yang jadi anggota dewan terutama wanita, bercerai dengan suaminya? Trus kalo yang pria terlibat kasus syahwat. Belum lagi tergoda proyek atau obyekan. Padahal mungkin sebelum jadi anggota dewan mereka ini bisa jadi baik-baik aja lho.”

Yu Minah tertawa geli.

“Sampeyan ini mengada-ada, Jeng. Tahu darimana kalo mereka baik-baik aja sebelum jadi anggota dewan? Saya bukannya mau menghakimi, tapi godaan harta, tahta dan syahwat itu sifat dasar manusia, Jeng. Tinggal ada kesempatan atau tidak. Nah, mungkin saja ketika masuk sana sisi gelap itu tersalurkan? Satu orang berbuat, maka yang lain mengikuti karena itu dianggap hal biasa dan sah. Ikut arus. Kalo beda sendiri nanti malah ndak populer, dijauhi, dimusuhi. Sama kalo anak-anak itu pada tawuran, nek sendiri mana berani? Tapi begitu keroyokan pada ngikut to? Itu trend , Jeng! “

Tuh kan, Yu Minah ini kalo dipancing satu kalimat aja menanggapinya bisa berkilometer kalimat.

“Wah, parah sampeyan, Yu. Itu menuduh namanya. Kalo aku kan curiganya ada kutukan. Itu lebih mistis Yu, gak bisa dibuktikan, gak ada pasalnya. Kalo menuduh itu bisa kena pasal pencemaran nama baik, Yu.”

Yu Minah yang sudah mulai membungkus rujakku mendadak pucat.

“Waduh, iya ya, Jeng? Urusan perdukunan saja sekarang jadi pembahasan anggota dewan jeh. Wong orang gak beres yang selalu dapat bisikan ghaib aja kok diurusi. Kurang gawean to?”

Nah, nah, pembicaraannya sudah merembet ke mana-mana. Akupun cepat-cepat berdiri sebelum obrolan ini ngelantur gak jelas. Berita basi kalo di tangan Yu Minah bisa naik daun lagi nanti. Yu Minah mengangsurkan bungkusan rujak padaku.

“Sst, Yu, aku baru saja dapat bisikan ghaib,” bisikku. Yu Minah celingukan kiri kanan.

“Bisikan apa, Jeng? Siapa yang mbisiki?” Tanyanya sambil berbisik dan bergidik.

“Dari Eyang Ghaib, Yu. Katanya, hari ini rujaknya gratis,” bisikku lalu kabur.

“Welhadalaaahhh, sampeyan ini, Jeeeng! Ndak gratiiisss, enam belas ribu siniiii!” Teriaknya.

:mrgreen:

14 thoughts on “Bisikan Ghaib

  1. penuliscemen April 24, 2013 / 11:46 pm

    fotonya… hahahaha saya jadi salah fokus :))))

    Ndak papa, fotonya emang keren😀

  2. MrFz April 25, 2013 / 5:45 am

    Agak berbau random tp lumayan snyum pagi2 ^^V

    Yu Minah emang kadang gak fokus, Bro, apalagi kalo lama ndak ketemu saya😀

  3. LJ April 25, 2013 / 5:55 am

    #yu Minah gak tau klo yang beli itu mantannya eyang..

    etapi rujaknya yu minah mahal juga ya bude,
    di bukik, harga rujak masih kisaran sepuluh rebu..
    tapi tkg rujaknya gak ada yg sekeren yu minah.

    Weits, belum mantan Mak, baru tahap dilamar kok😆
    Iya, mahal banget emang, tapi lazzat tiada tara, Mak😀

  4. nh18 April 25, 2013 / 6:46 am

    Mengenai “superhero” yang satu ini …
    Aaaahhhhh sudah lllaaaaahhhh … (qiqiqi)

    Salam saya Bu Choco

    Hihihihihi…. wis sepuh ndak boleh buat guyonan ya, Om😀

  5. Orin April 25, 2013 / 10:32 am

    ealaaahhh…Yu Minah nih kok ya ngga percaya ada yg bisikin, nanti diaduin ke polisi loh qiqiqiqi

    Dibisikin malah ngomel tuh, Orin😆

  6. Lidya April 25, 2013 / 12:37 pm

    Kirain eyang juga mau rujaknya🙂

    Mau tuh Jeng, tapi makannya diemut ato dicelup teh anget😛

  7. Susanti Dewi April 25, 2013 / 1:21 pm

    bhahaha… ada-ada aja sampeyan ini🙂

    Begitulah Yu Minah, Jeng, suka mengada-ada😛

  8. Imelda April 25, 2013 / 2:27 pm

    cobek gabannya segede apa sih?😀

    Yaa segede gaban, BuEm😀

  9. applausr April 25, 2013 / 3:07 pm

    seneng banget nih kalau baca versi tukang rujaknya.. jadi mau coba rujaknya nih,,…

    Mau tak kirimi, MasApp?😀

  10. Necky Effendy April 25, 2013 / 4:25 pm

    rujak 16ribu?? nyang benerrrr…..mahal banget yah kalau mau makan2 yg sehat…. tapi ga apa2 lah dibanding ngongkos ke dokter dan apotik…ya ga yu minah???
    salam buat beliau…..hehehe

    Iya, Bang. Mahal banget, tapi lazzatnyaaa dan seporsi bisa untuk 3-4 orang😀
    Sudah saya sampaikan salamnya, Bang, duuhh dianya ge er banget. Pipinya sampai bersemu merah dan salam kembali katanya😀

  11. Emanuel Setio Dewo April 26, 2013 / 10:26 am

    Wah superhero baru, hehehe

    Kelemahannya bukan kripton tapi wadon. Husshhh….nyuwun sewu, Mbah…

  12. Bibi Titi Teliti April 26, 2013 / 4:41 pm

    Whoaaaaa…
    keren sekali itu tukang rujak nya mbaaaaa…
    bisa diajak diskusi segala…hihihi…

    anyway, rada kemahalan sih rujaknya…
    tapi itung2 bayar konsultasi gosip lah yah…hihihi…

    Diskusi sepihak, Bi. Dia itu sok tau sekali😦
    Mahal banget emang, tapi lazzat bana😀

  13. Wong Cilik April 27, 2013 / 1:29 am

    ha.ha.ha. sudah lama nggak dengar kabar Yu Minah … masih baik2 saja kan Yu …

    Sepertinya sih baik-baik aja, MasWong, dan masih tetap sok tau😦

  14. umielaine April 30, 2013 / 8:55 am

    yu minahhhh ai lop yu pul dah. ih harga rujak di mbogor dah nyamain pekanbaru nih.
    *ngakak guling2 baca komen mbak choco yang nanggepin mas dewo. kripton-wadon, hehehe

    Walah, mahal juga di sana ya, Mi. Tapi mari diadu kelezatannya, pasti Yu Minah juaranya😀
    Ah, superhero yang ntuh emang unik:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s