Iseng Aja · Nimbrung Mikir

Mama Dedeh

Sebelumnya,

Seluruh warga chocoLand mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Uje kembali kepada Sang Pencipta. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Amien.

Nah, aku mo bercerita, Kawan. Siapa sih yang tak kenal Mama Dedeh? Hampir setiap pagi meski disambi ini itu aku mendengar ceramah Mama Dedeh sekilas-sekilas. Biasa, setiap pagi kekasihku mendengarkan berita olah raga yang disambung acara Mama Dedeh, dan karena sambil mengerjakan banyak hal maka aku tak sempatlah mengganti saluran ๐Ÿ˜€

Betapa kondangnya beliau bukan? Tapi yang membuatku sangat heran dan takjub, pagi ini Mama Dedeh datang berceramah di mushola dekat rumah, tepatnya di blok rumahku! Undangan sudah dibagikan sejak seminggu yang lalu. Aku masih tak percaya. Mama Dedeh? Mau datang ke kompleksku yang di Jakarta Gembrobyos dan Bogor Minggir jauh ini? Yang musholanya kecil karena hanya untuk penghuni blok **?

Tapi ternyata benar! Tadi pagi Nenek sudah di mushola sejak jam 6. Acara pun didahului dengan pengajian. Mama Dedeh datang jam 8.30 dan berceramah hingga jam 11.00. Top ya? Sebetulnya aku ingin ikutan, tapi sayangnya aku tak punya dan tak bisa berhijab (ditambah lagi buta huruf) ๐Ÿ˜ฆ

Semoga, para ustad dan ustadzah benar-benar fokus pada tujuan mulia mereka. Rela dan bersedia datang kepada siapapun yang mengundang. Tanpa peduli bayaran, tempat, dan siapa yang mengundang. Dan semoga apa yang mereka sampaikan adalah yang bermakna bagi seluruh umatnya tanpa mengecilkan sesamanya yang berbeda. Karena sesungguhnya, apa yang mereka kerjakan dengan ikhlas dan benar adalah tabungan untuk hari akhir ๐Ÿ™‚

13 tanggapan untuk “Mama Dedeh

  1. YAng seperti ini nih … yang mendamaikan hati …
    Mama Dedeh tidak memilih-milih tempat acara …
    Salut untuk Mama Dedeh

    Salam saya Bu Choco

    Betul, Om. Dan kata Nenek beliau itu persiiis kayak yang di TV. Tegas, blak-blakan dan lucu ๐Ÿ˜€

  2. ustad ustadzah terkenal itu alhamdulillah mau ya berkunjung ke pelosok, spt ke blokku juga

    BuMooon, jangan-jangan pelosok kita sama yaa ๐Ÿ˜€

  3. Setuju sekali dengan kata Om….
    Meski sudah terkenal, tapi mereka tidak pilih-pilih tempat, sungguh mendamaikan hati….

    Iya, ini baru namanya rendah hati yaa ๐Ÿ˜€

  4. tahun lalu Uje udah ke ranah minang, mama dan rombongan ibu2 di surau mengikuti acara tablighnya Uje.. Mama Dedeh kayaknya belum.. #pinginnya bude aja dulu yang ke bukik.

    Waaahh, aku juga ingin sekali ke Bukik, Mak. Tunggulah aku di sana yaa, semoga segera terrealisasi ๐Ÿ˜€

  5. klo cuma mau dengar ceramah, gak harus berhijab kok mbak
    banyak kok yg datang cuma modal selendang hehehe

    tempo hari di sukabumi juga ada tuh bannernya gede banget, ada kali sebulan sebelum acara. tar ah nyoba manggil buat komplek sini, kira2 mau gak yah mama dedeh ๐Ÿ˜€

    JengNi, apa kabar? ๐Ÿ˜€ Iya siy, cuma gak pede aja, kebanyakan ibu-ibu yang datang pada pake seragam siy.
    Coba aja Jeng, mungkin waiting list tapi Insya Allah beliau mau datang ๐Ÿ˜€

  6. wahhh…sama dunk bu Cho, ci akang jg nonton acara olahraga, jadi lgsg dilanjut mamah Dedeh dan Abdel yg kocak hihihihi. Semoga aja mesjid deket rmah suatu saat bisa mengundang mamah Dedeh jg.

    Coba aja Orin, sepertinya bisa kok ๐Ÿ˜€

  7. kalau pagi pagi terbangun dari tidur, dan stel tv pasti ketemu sama mamah dedeh. walaupun beragama lain saya suka dengan ceramahnya yang bersemangat dan berapi api dan mendarat istilahnya..

    Mudah dicerna ya, Mas ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s