Jidati

Ini sebetulnya gak penting banget siy. Perkara sebuah kata “jidat” yang entah mengapa aku gak suka mendengarnya. Kata ini sebetulnya biasa saja dan tentu sangat familiar ya? Aku aja yang merasa agak aneh untuk mengucapkannya:mrgreen: Di lingkungan kerja, sekolah, di mana-mana kata ini sering diucapkan. Aku males siy cari referensi, apakah kata ini sudah masuk dalam bahasa Indonesia atau belum:mrgreen:

Aku lebih suka menyebutnya “dahi” atau malah “bathuk” sekalian😆 Nah, ternyata si jidat ini pun sering diucapkan oleh kedua malaikatku. Akupun mengeluarkan aturan untuk menyebut dahi atau kening untuk bagian wajah paling atas yang biasanya lebih lebar daripada bagian yang lain itu😆

Tapi dasar anak-anak, semakin dilarang malah semakin sering diucapkan. Bahkan malah disengajain untuk diulang-ulang bila ada aku. Setelah itu mereka pun terbahak-bahak. Jiyan, bandel banget! Di antara kawan-kawan mereka di jemputan pun larangan mengucapkan kata “jidat” ini malah menjadi bahan lelucon. Kedua malaikatku sering sekali meledekku dengan mengatakan ini berulang-ulang. Herannya, aku gak marah malah ikut ngakak bersama mereka😦 Gak konsisten blaz! Yah, pura-pura marah siy😛

Sampai malam ini terjadilah obrolan berikut:

Cantik : Bunda, jidat Adek kejedot

Aku     : Hush! Dahi!

(Jendral G tertawa ngakak)

Cantik  : Bunda ini aneh, masa ngomong ji titik-titik gak boleh sih

Aku      : Biarin, kan ada kata yang lebih baik

Cantik   : Besok kalo Adek punya kucing mau Adek kasih nama Jidati. Trus manggilnya Jidati… ck..ck..ck.. sini Jidatiii…

Aku      : Ih, masa nama kucing kayak gitu

Cantik   : Iyaa, trus biar cepet manggilnya Jidat… Jidat….

(Huwahahahaha aku dan Jendral G ngakak bareng, geliii ampek sakit peyut😆 )

Meski geli setengah mati, aku tetap pura-pura marah. No jidat at home!:mrgreen:

16 thoughts on “Jidati

  1. LJ April 30, 2013 / 9:42 pm

    *tepok jidat heula..

    Budhe pernah punya trauma apa sih sama jidat..?
    jangan2 mantannya bude dulu namanya Jainudin Jidat.

    #kabuurrr..😛

    Gyahahahaha…. dia telah mengkhianatiku, Mak😆

  2. ~Amela~ April 30, 2013 / 10:06 pm

    Hahaha, si cantik ada2 saja.
    Lha, mbk choco sendiri sudah berapa kali menyebut kata ji titik titik di postingan ini hayo?

    Hihihihihihi….kan kedua malaikatku gak denger, Mellaa😛😆
    Malah Si Cantik pernah bilang: Bundaaa, tadi Nenek ngomong jidat…
    Padahal ada Nenek di depanku. Tentu saja aku jadi salting, gak enak gitu😆:mrgreen:

  3. marsudiyanto Mei 1, 2013 / 8:16 am

    Saya juga hampir nggak pernah menggunakan jidat dan kebetulan memang juga jarang mendengar kata itu diucapkan oleh orang2 di sekitar saya…
    Dan menurut saya, kata itu memang kasar.

    Jujur saja, Om, saya juga baru kenal kata ini sejak pindah Jakarta tepatnya di tempat kerja. Klo di kos kebetulan yang punya juga orang Yogya jadi gak pernah pakai kata ini. Ketoke piyee gitu ya, Om:mrgreen:😆
    Tapi di buku cerita anak saya (KKPK dan sebangsanya) masih ditemukan kata ini. Sebetulnya ini basa Indonesa bukan ya?

    • Wong Cilik Mei 2, 2013 / 5:02 am

      di daerah saya juga jarang dipakai, karena terkesan kasar …

      Ho’oh, gak nyaman dengernya😀

      • Wong Cilik Mei 6, 2013 / 1:36 pm

        tapi kalau nulis, kadang saya lebih milih jidat daripada dahi, soalnya terasa lebih mantab nulis ‘tepok jidat’ dari pada ‘tepok bathuk’ atau ‘tepok dahi’ …:mrgreen:

        Tepok pipi kayaknya lebih imut deh, MasWong😀

  4. Orin Mei 1, 2013 / 12:08 pm

    bhuahahahahaha…. ada apakah gerangan sampai2 bu Cho musuhan sama ji titik titik inih?😛

    HIhihihihi…ndak musuhan kok cuma gak bertemen ajah😛

  5. zedeen Mei 2, 2013 / 8:01 am

    waktu baru pindah ke dukuh bendol ada kucing yg sering ke rumah, saya namakan rini..bagus to mbakyu?
    suatu pagi saya panggil rini kenceng2 dari pintu rumah..”riiiniiiiiiiiii”
    lalu ada yang nyaut ” yaaaaaa” itu ternyata suara istri pak RT yang lama, depan rumah saya, namanya mbak rini >,<

    Gyahahahaha… sampeyan ki kapan insape to, MasZed😆

    • ais ariani Mei 3, 2013 / 1:34 pm

      bhuahahahhahaha…ini lucu loh komennya. hahahahhahaa

      Meluncur ke sono deh, Riani, bakalan sakit peyut ngguyu terus😀

      • zedeen Mei 6, 2013 / 8:05 am

        mbakyu choco : saya ini sudah insap mbakyu..sebagai bukti pertobatan saya, saya berusaha nulis sesuatu yang serius, banyak manfaatnya, siapa tau ada parpol yang miat minang saya untuk jadi capres pemilu depan

        mbakyu ais : mbayu choco itu nggak 100% bener mbakyu, blog saya itu serius..bener2 serius, sayang faktanya malah banyak yang menertawakan keseriusan saya TT.TT

        Qiqiqiqiqi…..lha nek serius saja bikin saya kemekelen, piye nek ndagel yo, MasZed?😆

  6. Lidya Mei 2, 2013 / 1:07 pm

    Jadi penasaran dengan Ji….. itu🙂

    Hihihihihi…ndak ada apa-apa kok, Jeng😀

  7. applausr Mei 7, 2013 / 2:13 pm

    memang kasar ya kata jidat itu… bukannya itu bahasa indonesia ya itu? malah aku sering pakai kata jidat, wong dari kecil tahunya jidat.🙂

    Kayaknya bahasa Betawi, Mas, soale saya taunya ya setelah tinggal di Jakarta😀

  8. Annie Tjia Mei 13, 2013 / 8:06 am

    Aku malah trauma ngomong dahi bun,
    Malahan kepleset jadi “daki”… Wkwkwk😆

    Wahahahaha…kalo gitu kening aja, Ann😀

  9. Devi Yudhistira Mei 21, 2013 / 12:56 pm

    langka jidat tapi anane cunong kepriben yuuu?

    Qiqiqiqiqi….cunong opo cenong😆

  10. Imelda Mei 28, 2013 / 8:50 am

    tanya dong, kalo “ndas” itu apa? Kepala atau jidat kah?😀
    soalnya suka dulu suka denger, “ndasmu!”

    Qiqiqiqiqi….. kalo ndas itu kepala, BuEm. Biasanya untuk hewan, seperti ndas pitik –> kepala ayam. Tapi bisa juga untuk memaki seperti “ndasmu” gitu. Dan itu kasar sekali menurut saya:mrgreen:

  11. Zizy Damanik Mei 29, 2013 / 10:28 am

    Nah, sama tuh kayak mb Melda. Ndas sama jidat itu sama gak yaa….
    tapi kalau untuk penggunaan kata2 yang kasar memang seringnya jidat yang dipakai yaa…

    Hahahaha….beda Zee, ndas itu kepala. Wah, ini kasar banget:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s