Fiksi Kilat · Nimbrung Mikir

[BeraniCerita #10]: Forbidden Love (3)

Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat.

“Liza,” katanya, “Aku sedang mencarimu. Masuklah ke ruang kerjaku.”

Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya. Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat.

Namun semua buyar ketika ayahnya mengeluarkan tumpukan surat merah muda dari laci meja kerjanya.

“Apa ini?” Tanya ayahnya dingin. Bibir Liza gemetar.

“Tapi Liza tak pernah mengirimkannya, Pa,” sahutnya lirih.

“Mengirimkannya atau tidak tetap saja tidak patut kamu menulis ini!” Bentak ayahnya.

“Siapa Bowo?” Lanjut ayahnya masih dengan amarah.

“Gu…guru matematika,” jawab Liza menahan tangis.

“Kamu…sungguh tidak pantas!”

“Tapi…tapi Liza mencintainya, Pa.”

“Cinta? Tahu apa kamu soal cinta, hah? Kamu baru delapan tahun, Liza!”

Pecahlah tangis Liza.

words: 146

Gambar pinjam dari Google 🙂

20 tanggapan untuk “[BeraniCerita #10]: Forbidden Love (3)

  1. wkwkkk… tenang Liza, semoga waktu berpihak padamu.. tunggu saja barang 16 tahun lagi.. mudah2an Pak Bowo gak keburu sepuh. 😛

    pagi budee.. cerpennya gak horor, suka!

    Waaa…16 th lagi keburu kayak eyang yang itu dong, Mak 😆

  2. kamu masih anak sekolaaaah, delapaan taahuun belum tepat waktu tuk beegitu beginniii *nyanyi a la chrisye* 🙂 🙂

    Wo..wow..wow…wow..ya…yayaaa… *joget a la Chrisye* :mrgreen:

  3. segitu besarnya dampak sinetron ya? tapi, kisah yg ini sangat mungkin aja bener ada…
    keren idenya! 😀

    Tapi semoga gak ada ya, Tam. Makasiy yaa 😀

  4. Makasih udah ikutan Berani Cerita ya choco!
    Sayang sekali, tidak ada penjelasan kenapa Liza perlu menyusun kata-kata mengenai surat yang dipegang ayahnya, yang berarti Liza tahu surat apa itu. Serasa ada lubang disini. Just my two cents ya darling 🙂
    Good job!

    Actually Lisa emang tau surat apa itu, that’s why dia perlu menyusun kata-kata mengenai surat itu. Clue nya ada pada tumpukan surat yang ditunjukkan ayahnya, semua merah muda termasuk yang dipegang ayahnya 😀 Liza gak nyangka ayahnya menyimpan semua surat yang selama ini disembunyikannya 😀 Mau ngeles gak jadi deh hehehe….
    Anyway, thanks masukannya MinMay 😀

  5. emang anak 8 th udah bisa suka ama anak kuliahan kok, jaman sekarang ada percepatan usia puber.

    Masa-masa modelling, mencari contoh dan mengagumi yang jauh lebih dewasa kali ya, JengPut 😀

  6. ya ampyuun, ide kita mirip mbak choco, kayaknya sehati yah *SKSD 😀

    Hahahaha….kalo gak lebih dari 7 bar gak papa kok, Jeng 😀
    *sehati dan sejiwa 😀

  7. saya rasa, umur 8 tahun belum waktunya memikirkan cinta *kalau dilihat dari segi perkembangan psikologi*. karena umur segitu, adalah umur menggemari. beda lagi jika dia sudah remaja *sekitar usia 12 tahun*

    Betul, Miss. Boro-boro ngerti cinta hehehe… tapi emang usia segitu bisa jadi mencari idola/panutan/seseorang yang dikagumi yang mungkin tidak didapat di rumah. Bahkan seringkali anak segitu ato bahkan lebih kecil mengatakan, “Si Anu kan pacarku.” Ketika ditanya emang pacar apa? Bingung ndak isa jawab 😆

  8. pengalaman waktu kecil nih kelihatannya…. 🙂 pernah naksir guru ya…

    Lhadalah, MasApp, nuduh kok pas! Eh, gak ding, malah saya kok yang ditaksir guru 😳

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s