[BeraniCerita #12]: Sepatu Dina

sepatu
credit

“Lepas sepatu itu, Dina!”

Suryo menghardik anaknya dengan keras. Dina menoleh terkejut. Wajahnya pias ketakutan.

“Tapi, Pa…..”

“Tidak ada tetapi, lepas!”

Gemetar Dina melepas sepatu merahnya yang sudah kumal dan berlubang di sana-sini.

“Ini pemberian Mama, Pa. Dina…Dina…,” isaknya tak berdaya.

“Jangan sebut kata Mama lagi di depan Papa!”

Gadis menjelang remaja itu mengisak lalu berlari menuju kamarnya. Suryo hanya bisa menahan amarah, nyaris ia menendang dan membuang sepatu itu jika tak ingat betapa Dina sangat menyayanginya. Amarahnya masih belum terkendali setiap mendengar atau melihat semua barang yang berbau Rani, istrinya. Tepatnya mantan istrinya. Apalagi sepatu itu sudah begitu kumalnya.

Hari Minggu yang terlanjur rusak. Sejatinya Suryo ingin mengajak Dina makan siang sekaligus mengenalkannya pada Vita, calon istrinya. Entah ini calon keberapa setelah yang sebelum-sebelumnya selalu ditolak Dina.

“Dina hanya ingin Mama.” Begitu selalu jawaban Dina setiap Suryo membawa pulang kekasihnya. Dan biasanya tak ada percakapan lebih lanjut selain suara pintu yang dibanting oleh Suryo.

Hujan tiba-tiba turun lalu menderas disertai angin yang menderu. Dina berlari-lari ke teras, menyelamatkan sepatu merahnya dari guyuran hujan lalu menghilang lagi ke kamarnya. Suryo sudah tak peduli. Hatinya geram bukan main, tetapi ia sedang malas ribut dengan gadisnya.

*************

Bertahun-tahun setelah kejadian itu Suryo tak pernah lagi melihat Dina memakai sepatu kumalnya, bahkan tak pernah lagi melihat sepatu itu. Mungkin Dina telah membuangnya. Waktu memang selalu bisa menyembuhkan. Hingga suatu hari, Andre, kekasih Dina datang dengan membawa kotak sepatu.

“Hadiah ulang tahun untuk Dina, Om,” jelas Andre ketika Suryo bertanya. Suryo tertawa senang. Hampir saja ia membeli kado yang sama, untunglah tidak jadi karena ia tak tahu ukuran sepatu Dina.

“Tunggulah, sebentar lagi Dina turun,” kata Suryo. Ia menyukai Andre, anak muda yang sopan dan bisa diandalkan menjaga Dina. Meski belum mengenal keluarga Andre, tetapi Suryo siap memberikan restunya jika Andre ingin melamar Dina.

Mereka masih mengobrol ringan hingga terdengar langkah kaki menuruni tangga. Kedua lelaki beda generasi itu mendongak lalu tersenyum penuh cinta melihat Dina turun dengan gaun ungunya. Cantik. Suryo nyaris menitikkan air mata melihat gadisnya yang telah tumbuh dewasa dan … begitu mirip Rani!

“Hai, Pa, Andre,” sapa Dina malu-malu. Kedua lelaki itu berdiri menyambut putri cantik itu. Suryo dengan kecupannya di dahi, dan Andre yang hanya berani menyambut tangan pujaan hatinya.

Malam berlalu dengan menyenangkan, makan malam bertiga diiringi musik lembut dan obrolan penuh canda. Hingga saatnya membuka kado. Suryo memberi jam tangan cantik untuk putrinya. Sementara Andre segera mengambil kotak sepatunya.

“Ini kado untukmu, Sayang.” Andre memberikan bingkisannya. Dina membukanya lalu memekik girang. Sementara Suryo memucat. Sebuah sepatu kets merah sama persis dengan sepatu kumal yang dibencinya, hanya beda ukuran tentu saja. Dan wajahnya begitu muram ketika Dina memeluk kekasihnya dengan bahagia. Suryo tak berani berkata-kata.

*****************

“Keluarganya ingin berkenalan, Pa,” kata Dina takut-takut.

“Datang saja, kau atur waktunya, Nak,” sahut Suryo masih tetap memandangi koran paginya.

“Papa… gak akan marah dengan papanya kan?” bisik Dina ragu. Tentu saja Suryo terheran-heran.

“Mengapa Papa mesti marah pada Papa Andre?”

“Karena… Papanya …. adalah suami Mama.”

*******************

words: 500

15 thoughts on “[BeraniCerita #12]: Sepatu Dina

  1. Lidya Mei 20, 2013 / 11:18 am

    jangan galak2 pa🙂

    • chocoVanilla Mei 20, 2013 / 11:30 am

      Jeeeng, itu kepencet publish, naskah belom selesai. Waaaa…. maklum lewat HP😦

      Nah, yang sekarang dah selese, Jeng😀

  2. Orin Mei 20, 2013 / 3:56 pm

    hoalaaah, asyik ya, Dina mama mertuanya mama sendiri *halah* qiqiqiqi

    Hihihihihi…. ada gak ya yang kayak gini?😛

  3. Ayu Citranigtias Mei 20, 2013 / 5:38 pm

    wuikk.. berarti mama sekaligus jadi mama mertua dong..
    di kehidupan nyata ada gak ya yg kek gini? hmmm

    Kayaknya sih gada, Jeng:mrgreen:

  4. Susindra Mei 20, 2013 / 6:04 pm

    Kejutan akhirnya bener2 tak terduga.

    Hihihihi…nyari endingnya sampe sejam lho, Jeng, padahal tulisan udh ngalir terus😳

  5. Lidya Mei 20, 2013 / 9:27 pm

    jadi andre anak suaminya mamanya Dina, tapi gak sedarah kan mbak🙂 komen dua kali hehehe

    Gak kok, Jeng, Andre bawaan suami Mamanya Dina😀
    Hahahaha…. yang tadi itu lom selese, Jeng😳

  6. noichil Mei 21, 2013 / 5:45 am

    Ahseeek… mertuaku adalah ibuku. Jadi ndak perlu takut dibawelin xD

    Cihuuuyy, bisa ngerumpi bareng:mrgreen:

  7. Emanuel Setio Dewo Mei 21, 2013 / 2:25 pm

    Hadeuh, mummet nantinya…

    Hihihihihi…sing mumet ben bapake wae😛

    • Emanuel Setio Dewo Mei 21, 2013 / 2:28 pm

      Jangan2 Dina memang macarin Andre karena mamanya adalah mamanya (xixixi nulisnya bingung)

      Yuhuuuuu, ‘coz sejak remaja obsesi Dina kan mau ikut Mamanya😛
      Gara-gara sering ke rumah mamanya diam-diam jadi naksir deh ama Andre hahahaha…. ruwet dan ngayal poll!

  8. Wong Cilik Mei 21, 2013 / 2:58 pm

    Suryo langsung kena stroke … *ambulans mana ambulans …:mrgreen:

    Wkwkwkw…piye jal? Sudah dibawa ke UGD, MasWong😛

  9. eksak Mei 22, 2013 / 2:30 am

    Hehe… Saudara tiri? Emang boleh dinikahkan e… #kevo.

    Tapi, enak part2nya… Gue jadi inget emak dan bapak gue… Hiks.

    Hihihihihi….kayaknya sih gak boleh😛
    Buruan telpon ortu, untuk mengobati rindu😀

  10. Miss Rochma Mei 22, 2013 / 11:18 am

    terima ajah! biar ketemu sama mamanya lagi🙂

    Hahahaha…itulah yang diinginkan Dina😀

  11. riga Mei 22, 2013 / 12:19 pm

    iya nih…jadi kepikiran, boleh nggak sih mereka nikah?

    Kayaknya sih gak boleh, Bang, ntar jadinya sodaraan dong ama suaminya, eh gimana sih ya?:mrgreen:

  12. evakasih Mei 24, 2013 / 9:19 am

    aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

  13. Imelda Mei 28, 2013 / 7:59 am

    boleh dong nikah, kan ngga sedarah😀 eh mamanya Andre itu mama kandung atau mama tiri? Kalau mama kandung mestinya andre lebih muda dong ya? Kalau seumur atau lebih tua berarti mamanya Dina itu istri ke dua **dibahas** hahahah

    Mamanya Andre menikah dengan Papanya Andre ketika Andre sudah SD:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s