Nimbrung Mikir

Just Being Me

Weiiitsss, pasti Kawan tidak asing dengan judul di atas. Bukaaan… aku bukan mau nyontek tag line seseorang, tapi aku emang mau ngupas blog keren ituh. Yes! Tepat! Itu tag line nya Si Manis Orin Jus pemilik http://rindrianie.wordpress.com/ yang memang sudah manis walau tanpa tambahan gula πŸ˜€

Mereview sebuah blog tentu saja pernah kulakukan meski jauh dari review profesional. Yah, aku emang rada gaptek, Kawan πŸ˜› , jadi aku lebih memilih mereview dengan caraku sendiri. Dan meski gak profesional semoga bisa lumayan mengupas hingga bermanfaat bagi si pemilik blog πŸ˜› Yuukk, mariiii…..

Penampilan

Blog ibaratnya adalah seorang wanita (suiittt…suitt…) apalagi jika pemiliknya memang betul seorang wanita πŸ˜€ Jika kau melihat wanita Kawan, tentu yang pertama dilihat adalah penampilannya (ini jika wanita melihat wanita πŸ˜† ). Namun setelah kau berbicara dengannya, akan mulai tampak bahwa ternyata penampilan adalah bukan hal utama. Seperti saat kau membuka blog Orin. Hal yang pertama kau lihat adalah blog yang sederhana, namun putih mulus, terang benderang sehingga kau takkan pusing dengan segala make up yang medok maupun aksesoris yang berat πŸ˜€

blog orin

See? Tentu saja dengan tampilan seperti ini kau takkan butuh waktu lama untuk membukanya. Begitu klik, jreng… terbukalah apa yang kau mau buka πŸ˜€ Ini melegakan, karena seringkali jika aku membutuhkan waktu lama untuk membuka blog, tak jarang malah gak jadi berkunjung, lha gimana wong BW nya curi-curi waktu 😦

Aksesoris

Bicara tentang wanita tentu tak jauh dari aksesoris. Pada blog, aksesoris kuibaratkan sebagai widget πŸ˜€ Rupanya Orin bukanlah seseorang yang show off dengan menampilkan banyak widget pada side bar. Yang penting-penting saja. Maka Orin tergolong wanita eleykhan (pinjem yaaaa, OmNh πŸ˜€ ). Cukup sepasang anting, kalung, sebuah cincin dan sebuah gelang saja. Tak perlu lima cincin di kesepuluh jarinya atau serenceng gelang di kedua tangannya :mrgreen: Namun cukup mewakili kecantikan sebuah blog.

blog orin2

Lihatlah, cincin di jari manis sebelah kirinya πŸ˜€ Silakan klik “Neng Orin Tea…” maka kau akan mendapatkan asal muasal nama Orin di situ. Jika kau klik lagi page di atasnya, kau akan menemukan dunia fantasinya. Karena kau tentu tahu, Kawan, Orin ini sebangsa denganku, alias dobozer :mrgreen: (yang gak tau artinya silakan hubungi Pakdee Cholik πŸ˜› )

Sedangkan di tangan kanannya kau akan menemukan gelang emas dengan rantai-rantai berkilau namun tak menyolok. Dan di tengah rangkaian emas yang saling mengait itu bertahta emas bulat “Mimin Berani Cerita.” Yes, Orin adalah salah seorang admin website Berani Cerita. Ini prestasi bukan?

Konten

Banyak orang sepakat, bahwa kecantikan seorang wanita terletak pada kebaikan hatinya, sopan santun perilakunya, lembut tutur katanya. Kecantikan fisik takkan bertahan lama, namun kecantikan budi akan ada sepanjang masa uhuuuuiiiiii…… Begitu juga kalau kau baca isi blog Orin, Kawan. Menurutku (yang sesama Dobozer :mrgreen: ) karya-karya fiksi Orin ini cantik dan beberapa di antaranya adalah master piece menurutku. Sebut saja “Kalo Odol Lagi Jatuh Cinta.” Jika saja Orin lebih banyak menuliskan dengan gaya seperti ini. Karena menurutku, ini sangat dinikmati oleh anak muda sekarang. Anak-anak yang menyukai Brontosaurus dalam Kardus :mrgreen: Trust me, Orin, kau bisa membuat kumpulan cerita macam ini dan yakinlah, itu akan disukai πŸ˜€ (setidaknya aku akan ngantri paling depan).

odol orin

Komen dan BW

Orin adalah salah seorang blogger yang rajin menjawab komen. Ini sangat menyenangkan, karena seseorang -setidaknya aku- sesekali balik lagi setelah komentar untuk melihat tanggapan si empunya blog. Aku pun selalu berusaha menjawab tiap komen meski kadang telaaaaaaaattt πŸ˜₯ Dan Orin pun rajin mengunjungi blog kawan-kawan. Ini menunjukkan betapa Orin adalah blogger yang supel, rendah hati dan senang bergaul πŸ˜€

Kritik

Weiiitss, ada kritiknya juga to? Lho, ini demi kebaikan Orin, Kawan πŸ˜› Dari segi theme, side bar, konten, dll semua oke-oke saja. Karena itu kan selera yaa. Tapii…..hihihihihi…. kritiknya gak penting banget nih, Orin πŸ˜› Gini lho, aku senang membaca -khususnya fiksi- yang rapi rata kanan πŸ˜› Jadi boleh gak ke depannya pilih align full, biar tulisannya rata kanan hehehehe…. πŸ˜› πŸ˜€

Saran

Emm, gimana kalo tambahan dikiiiiiit aja aksesorinya. Masih tergolong eleykhan (pinjem lagiii, OmNh…) kok memakai satu cincin di kiri dan satu di kanan πŸ˜› Pajang twitternya dong, Neng. Biar kalo ada yang mau follow or mau baca-baca (khususnya akyu πŸ˜› ) cukup klik di situ sajah gak perlu buka twitter.com (jiyan, malez bangat yah aku ini).

Terakhir

Sudah kepanjangan dan kebawelan. Maka aku akan menutup postingan ini dengan teriakan “HUURRRAAAAYYYYYY” karena aku sudah ketemu ORIN di dunia nyata hahahahaha……. Berarti aku sudah punya record kopdar… 2 kali! Gyahahahaha….. ashamed0004 Free Emoticons   Shame

Menyenangkan bertemu denganmu, Say… Obrolannya nyambung, visi sama πŸ˜› Let’s do the our project πŸ˜€

Nah, ini review ku untukmu, Say. Hanya bisa kusampaikan dengan gayaku saja. Sorry, aku gak telalu paham soal Alexa dan kawan-kawannya 😦 Bisa saja kupelajari dan kutambahkan, tapi sepertinya itu bukan aku. Semoga bermanfaat yo, Say…

Terakhir Banget

So, Orin, Just Being You! Because you’re special πŸ˜‰

ArtikelΒ  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Blog Review~Saling Berhadapan

Riri-4-tahun-BlogCamp4-150x93

Cari Solusi · Iseng Aja · Nimbrung Mikir · Tak Enak

Plat Berwarna

plat unguBBM sudah naik. Sudah tidak ada lagi yang bisa diperbuat selain menerima dan menyesuaikan. Dan penyesuaian ini membuatku terkejut. Tadi pagi beli bensin, lupa kalo BBM sudah naik aku beli lima puluh ribu saja (tanggal tuwo :mrgreen: ). Lho, ini indikator di mobil kok dikit naiknya? Biasanya dari posisi 2 strip naik sekitar 3 strip jadi berada di tengah. Sebelum bertanya pada petugas pom bensin, aku langsung sadar. Oh iyaa, harga sudah jadi 6,500/l maka 50,000 hanya dapat 7,69 l, jika sebelumnya dapat 11,11 l 😦 jadi berkurang sekitar 3 l lebih.

Gak masalah siy kalo BBM mau naik. Tapi bisa gak ya dijaga supaya yang lainnya gak ikutan naik? Mana mau puasa, musti bayar masuk sekolah, dll..dll… hayah malah curcol :mrgreen:

Maka sepanjang perjalanan aku jadi teringat percakapanku dengan Yu Minah beberapa hari lalu. Yu Minah yang kadang menjengkelkan itu mengusulkan adanya plat berwarna. Yah, seperti issue wacana sebelumnya untuk pembatasan BBM bersubsidi, di mana mobil di atas 1500 cc dilarang beli premium, maka usulan Yu Minah itu kuanggap cemerlang. Begini mekanismenya menurut Yu Minah, Kawan.

Untuk mobil 1500 cc ke bawah masih diperbolehkan memakai premium, dengan syarat dia harus mendaftarkan diri ke SAMSAT. Mengganti plat mobilnya jadi warna ungu happy0150 Free Emoticons   Happy Dan itu tidak wajib, jadi kalo yang sudah sadar diri gak mau pakai premium ya sudah tetap saja pakai plat hitam. Yang tetap mau pakai premium silakan mengurus di SAMSAT. Karena tidak semua orang punya mobil itu pasti orang kaya lho. Kadang karena kebutuhan transportasi keluarga atau usaha kecil, mobil sangat diperlukan. Belum lagi sarana trasportasi umum yang masih payah. Kalau ada bus bagus ke arah Jababeka sih aku mending naik bus deh. Gak capek, bisa bobok di jalan (meski siap-siap maboks darat lautan udara :mrgeen: ).

Ide nya Yu Minah keren bukan? Daripada kayak sekarang mobil ditempel stiker: “Mobil ini sudah tidak menggunakan BBM bersubsidi” or something like that. Kan malah ngotori kaca mobil. Mending pakai plat warna ungu yang unyu untuk membedakan πŸ˜€ Di STNK pun bolehlah disebutkan warna plat πŸ˜€

Dengan demikian gak perlu menaikkan BBM to? Maka yang lain-lainnya pun gak perlu ikut naik kan? Angkot juga gak perlu menaikkan tarif. Dan subsidi tidak salah sasaran. Nek gitu kira-kira pada ganti plat gak ya? Kan malu sudah naik mobil pribadi kok masih pakai BBM bersubsidi? Pakai plat ungu pula? πŸ˜† Tapi kalo aku gak malu aaahh. Ha wong mobil masih nyicil kok :mrgreen: apalagi ungu kan warna ku selain warna merah πŸ˜†

Tapi sudah terlambat. Yu Minah boleh-boleh saja beride demikian, sayangnya dia merasa hanya wong cilik. Gak tau harus menyalurkan idenya ke mana, selain ngoceh ngalor ngidul bersamaku, bahkan kadang aku diomelinya pula 😦 Dan kalaupun bisa menyampaikan ide yang menurutnya dan menurutku cerdas, belum tentu pula sejalan dengan pemikiran pemerintah bukan? Kecuali nek presidennya Om Dewo πŸ˜†

Dongeng insomnia · Nimbrung Mikir · Serial Yu Minah

Rujak Termahal

IMG-20130619-WA0005
Biar gimana aku tetap cinta Bapak berkemeja merah itu kok 😳

Musim masih gak jelas batasnya, hujan dan panas silih berganti membuat virus pun berpesta pora character00292 Free Emoticons   Characters Setelah sempat terserang flu sick0018 Free Sick Emoticons tiba-tiba aku merindukan rujak Yu Minah yang pedasnya manjur menguras ingus itu :mrgreen: (huweekkk….) Maka di siang hari dengan mendung yang cukup tebal dan udara lembab, aku mengunjungi warung Yu Minah. Tampak bakul rujak yang montok itu sedang mengipas-ipas tubuhnya dengan heboh.

“Assalamualaikum, Yuu!” seruku mengucap salam lalu segera duduk di kursi favorit. Sengaja aku agak menjauh untuk menghindari cipika-cipiki mautnya Yu Minah.

Lanjutkan membaca “Rujak Termahal”

Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Nimbrung Mikir

Kesandung Cinta

Senandung-Cinta-134x150“Bhirawa!”

“Ssssttt, panggil aku Kapten dong! Kan lagi di depan anak buah nih!” desis Kapten Bhirawa menyambut seruan Andi, kawannya.

“Hahahahaha…sorry, Kapten,” tawa Andi sembari melirik seorang prajurit berseragam loreng-loreng di samping Kapten Bhirawa.

“Nah, gitu kan keren. Eh, kamu ikut parade juga?”

“Iya dong, gini-gini kan aku kapten juga,” jawab Andi. Berdirinya langsung tegak, tangannya membetulkan topi pilotnya. Kapten Bhirawa pun tak kalah sigap, berdiri tegak dengan dagu menantang dan wajah garang. Untuk lelaki seusianya, Kapten Bhirawa memang tergolong tinggi dan berbadanΒ  besar namun tidak gemuk. Parasnya tentu saja tampan, membuat Ibu manapun ingin menjadikannya menantu. Lagak gayanya kadang serius namun lebih sering usil dan penuh canda.

Tengah mereka asyik bercanda tiba-tiba seorang gadis manis mendekati mereka.

“Ada titipan,” katanya seraya menyerahkan amplop merah muda kepada Kapten Bhirawa.

“Dari siapa?”

“Tuh,” sahut Si Gadis menunjuk ke suatu tempat lalu segera berlari menjauh. Kedua lelaki itu menengok ke arah yang ditunjuk. Tampaklah seorang gadis manis berseragam polisi menunduk malu-malu. Inspektur Suzana!

“Cie…cie...surat cinta nih yaaa,” goda Andi. Merah padam wajah Kapten Bhirawa. Dibaliknya amplop merah muda bersegel stiker “love” itu. Betul, tertulis nama Suzana.

“Uhuuuyy, parah lo, Kap. Pacar-pacaran ihhhiiiyyy…..,” serang Andi bertubi-tubi. Prajurit di sebelah Kapten Bhirawa ikut senyum-senyum menggoda. Kapten Bhirawa semakin mati kutu. Sementara dari kejauhan Inspektur Suzana mencuri-curi pandang, sesekali menundukkan kepala jika terbentur pada tatap mata Bhirawa.

“Enggak! Aku nggak pacaran!”

“Tuh buktinya, ada surat cinta? Ciee…ciee….ngaku aja dehh!”

“Enggak!”

“Hahaha…jangan bohong deh, tuh pipinya merah ahahaha…..”

“Andi! Jangan iseng!”

“Orang beneran gitu, cieeee…..”

Godaan Andi membuat semua yang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk parade menoleh dan senyum-senyum. Kapten Bhirawa semakin malu tak terkira.

“Tuh, Suzana liatin kamu terus. Buruan baca suratnya, uhuuuyy….”

“Aaarggg, Bu Guruuuuuu, Andi nakaaaalll!” Akhirnya Kapten Bhirawa tak tahan lagi. Ia berlari menghampiri gurunya yang sedang sibuk mempersiapkan murid-murid untuk parade 17 Agustus an Sekolah Dasar se kodya Surabaya.

Cerita Β ini diikutsertakan pada Flash Fiction Writing Contest:SenandungΒ Cinta

Ahaaiii, wish me luck πŸ˜‰

Dongeng insomnia · Fiksi Kilat

[Berani Cerita #15]: Immortal

EDWARD CULLEN

“Lakukan saja, mengapa kau ragu?” Tanyaku padanya. Ia menghela napas panjang.

“Kau yakin?” Tanyanya setelah aku nyaris membeku karena diamnya.

“Tentu saja. Lihat, aku sudah mulai menua sementara kau masih begitu muda dan tampan.”

“Kau tahu, Sayang, menjadi abadi itu melelahkan,” keluhnya.

“Aku tahu, aku pun nyaris abadi, Dear,” tawaku lirih sambil menunjukkan putihnya rambutku.

Ia menatapku, masih ragu. Maka aku mendekat padanya, memeluknya.

“Aku akan menemanimu, menjelajah isi dunia ini. Agar kau tak lelah sendiri, bersama kita hadapi keabadian.”

Aku jatuh cinta padanya sejak masih remaja. Dan ia tak pernah berubah, selalu muda dan tampan. Bertahun ia pergi jsutru dengan alasan karena mencintaiku. Dan setelah sekian tahun mengembara dan terpisah, perjumpaan ini sungguh membuat kami memanas, meski umur nyaris membuatku mati.

Ia mulai menciumi leherku lalu menjilatinya dengan hangat seperti dulu, puluhan tahun lalu, juga seperti belum lama ini, ketika kami berjumpa untuk pertama kalinya. Tak sampai setengah menit ia mulai bergelora, taringnya mulai menggelitik kulit leherku, Aku memejamkan mata, air mata mengalir tanpa kusadari, mungkin menetes ke pipinya karena ia menghentikan ciumannya.

“Sayang?”

“Teruskan, Dear. Aku gak papa,” dustaku. Ia kembali ke leherku. Puluhan tahun ia menolak untuk menyakitiku, tapi kini dengan bergairah ia mulai menancapkan taringnya di leherku. Tepat ketika kulitku nyaris terkoyak, kutancapkan belati perak ke dadanya. Ia tersentak ke belakang, melepaskan pelukannya. Matanya terbelalak menatapku, sementara asap mulai melangit dari lukanya. Darah hitam kental mengalir dari jantungnya.

“Kau?”

“Maaf…maafkan aku, Dear. Tapi…aku benci keabadian…,” tangisku. Ia terhuyung lalu roboh. Asap semakin tebal keluar dari tubuhnya. Aku menutup wajahku, tak sanggup menatap kengerian di hadapanku. Jasad berumur ratusan tahun itu kini hangus lalu menjadi abu.

words: 269

PS. Gambar minjam dari Google πŸ˜‰