[Berani Cerita #15]: Immortal

EDWARD CULLEN

“Lakukan saja, mengapa kau ragu?” Tanyaku padanya. Ia menghela napas panjang.

“Kau yakin?” Tanyanya setelah aku nyaris membeku karena diamnya.

“Tentu saja. Lihat, aku sudah mulai menua sementara kau masih begitu muda dan tampan.”

“Kau tahu, Sayang, menjadi abadi itu melelahkan,” keluhnya.

“Aku tahu, aku pun nyaris abadi, Dear,” tawaku lirih sambil menunjukkan putihnya rambutku.

Ia menatapku, masih ragu. Maka aku mendekat padanya, memeluknya.

“Aku akan menemanimu, menjelajah isi dunia ini. Agar kau tak lelah sendiri, bersama kita hadapi keabadian.”

Aku jatuh cinta padanya sejak masih remaja. Dan ia tak pernah berubah, selalu muda dan tampan. Bertahun ia pergi jsutru dengan alasan karena mencintaiku. Dan setelah sekian tahun mengembara dan terpisah, perjumpaan ini sungguh membuat kami memanas, meski umur nyaris membuatku mati.

Ia mulai menciumi leherku lalu menjilatinya dengan hangat seperti dulu, puluhan tahun lalu, juga seperti belum lama ini, ketika kami berjumpa untuk pertama kalinya. Tak sampai setengah menit ia mulai bergelora, taringnya mulai menggelitik kulit leherku, Aku memejamkan mata, air mata mengalir tanpa kusadari, mungkin menetes ke pipinya karena ia menghentikan ciumannya.

“Sayang?”

“Teruskan, Dear. Aku gak papa,” dustaku. Ia kembali ke leherku. Puluhan tahun ia menolak untuk menyakitiku, tapi kini dengan bergairah ia mulai menancapkan taringnya di leherku. Tepat ketika kulitku nyaris terkoyak, kutancapkan belati perak ke dadanya. Ia tersentak ke belakang, melepaskan pelukannya. Matanya terbelalak menatapku, sementara asap mulai melangit dari lukanya. Darah hitam kental mengalir dari jantungnya.

“Kau?”

“Maaf…maafkan aku, Dear. Tapi…aku benci keabadian…,” tangisku. Ia terhuyung lalu roboh. Asap semakin tebal keluar dari tubuhnya. Aku menutup wajahku, tak sanggup menatap kengerian di hadapanku. Jasad berumur ratusan tahun itu kini hangus lalu menjadi abu.

words: 269

PS. Gambar minjam dari Google ๐Ÿ˜‰

18 thoughts on “[Berani Cerita #15]: Immortal

  1. chocoVanilla Juni 7, 2013 / 10:20 pm

    Hihihihi harusnya pake paku kayu yak bukan belati perak?๐Ÿ˜›
    Biarin, just fiction kok:mrgreen:

    Paku perak juga bisa kali๐Ÿ˜›

  2. Wong Cilik Juni 7, 2013 / 11:19 pm

    kalau vampirenya ganteng gitu nggak menakutkan ya mbak …:mrgreen:

    Eeee tapi klao mringis tetep medeni, MasWong๐Ÿ˜›

  3. rinibee Juni 8, 2013 / 1:27 am

    *merinding*

    cerita vampir yang gak happy ending ini ya..๐Ÿ™‚

    bagus idenya..

    lama gak keliatan, kemana aja?

    Mana ganteng gitu yaa…๐Ÿ˜›
    Lagi mampet Jeng, jadi bolos mulu๐Ÿ˜€

  4. junioranger Juni 8, 2013 / 4:45 am

    Waduuuh kasian๐Ÿ™‚

    Iyaa๐Ÿ˜€

  5. Lidya Juni 8, 2013 / 2:37 pm

    gak konsen bacanya mbak, ada foto Edward disana hehehe

    Tutupin dulu, Jeng๐Ÿ˜›

  6. prih Juni 8, 2013 / 4:21 pm

    Sirnanya keabadian nih Jeng,
    Agak-agak mrinding Diajeng dan tetap kereen. Salam

    Tak ada yang abadi di dunia ini yaa, Mbakyuu…๐Ÿ˜€
    Mbakyuu, saya belom sempat mampir kebuun๐Ÿ˜ฅ

  7. noichil Juni 9, 2013 / 5:57 am

    Aaak… Mas Cullen matik :”(

    Hihihihihi…bukaaan, Mas Cullen masih ada di samping saya ini๐Ÿ˜ณ

  8. Dhenok Habibie Juni 9, 2013 / 1:04 pm

    harusnya cerita twitlight itu kayak gini mbak, si cullen mati karena bella. bagus fiksi kilatnya, klimaks dan alurnya dapet, ajarin dhe dong mbak nulis kilat kayak gini, bagi tipsnya lah.

    Lha klo dibikin mati nanti ndak berseri dong, Say๐Ÿ˜€
    Aku juga baru belajar kok, Dhee. Yuuk mariii belajar bersama๐Ÿ˜€

  9. Orin Juni 10, 2013 / 10:55 am

    aaahhhhh….akhirnya mati jg #eh? qiqiqiqiqi

    Iyaa, udah berabad-abad sih๐Ÿ˜›

  10. umielaine Juni 10, 2013 / 11:06 am

    lagi seneng ngirit iki mbakyune.
    lukisan cinta gimana? hahahaha udah macam debt collector lah awak niii

    Iyaa Mii, biar cepet bacanya:mrgreen:
    LC nya minggu depan yaaa๐Ÿ˜€

  11. Adi Nugroho Juni 10, 2013 / 2:52 pm

    Yang perak2 emang buat buh vampir ya? Hehehe..

    Nice, tapi sedikit rasa dewasa.
    Salam

    Peluru perak buat werewolf๐Ÿ˜›
    Makasiy yaa…

  12. LJ Juni 10, 2013 / 7:33 pm

    bude mah ahlinya cerita sewreemmm.. #tutup muka pake bantal

    Ndak serem, ganteng gitu lho, Mak๐Ÿ˜›

  13. marsudiyanto Juni 11, 2013 / 8:55 am

    Saya kok belum berani cerita ya…

    Minta temenin BuNokLis biar berani, Om๐Ÿ˜€

  14. Ayu Citranigtias Juni 11, 2013 / 2:00 pm

    Yahh.. padahal hidup abadi berdua asyik tuh kayak sih cullen, heheh

    Hahahhaha kalo sama Mas Cullen mah betah aja yaa๐Ÿ˜€

  15. ndazhou Juni 11, 2013 / 6:16 pm

    yah dibunuh dia…
    bagus mba idenya!๐Ÿ™‚

    Hahaha…makasih yaa…๐Ÿ˜€

  16. kakaakin Juni 11, 2013 / 7:11 pm

    Untung saja belum sempat nancep taringnya. Kalau tidak, ada vampir baru deh๐Ÿ˜€

    Vampir jadi makin banyak ya, Kak๐Ÿ˜€

  17. eksak Juni 12, 2013 / 4:28 am

    Auuu auuu, twilight versi choco keren! Ckckck

    Wahahaha….twilight KW ini, Sak๐Ÿ˜›
    Makasiy yaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s