Rujak Termahal

IMG-20130619-WA0005
Biar gimana aku tetap cinta Bapak berkemeja merah itu kok😳

Musim masih gak jelas batasnya, hujan dan panas silih berganti membuat virus pun berpesta pora character00292 Free Emoticons   Characters Setelah sempat terserang flu sick0018 Free Sick Emoticons tiba-tiba aku merindukan rujak Yu Minah yang pedasnya manjur menguras ingus itu:mrgreen: (huweekkk….) Maka di siang hari dengan mendung yang cukup tebal dan udara lembab, aku mengunjungi warung Yu Minah. Tampak bakul rujak yang montok itu sedang mengipas-ipas tubuhnya dengan heboh.

“Assalamualaikum, Yuu!” seruku mengucap salam lalu segera duduk di kursi favorit. Sengaja aku agak menjauh untuk menghindari cipika-cipiki mautnya Yu Minah.

“Eealaah, Jeeeng, sampeyan ini kok suka ngilang timbul gitu to? Kadang hampir tiap minggu mampir, kadang sampe sebulan ndak keliatan,” sahut Yu Minah yang tanpa disangka-sangka mendekatiku dan “cuppp-cupp” kecupannya yang basah mendarat dengan sigap di pipiku. Rupanya ia menggunakan “Jurus Awan Mengecup Naga Terbang” sehingga tanpa kusadari sudah mak nguuk di pipi. Sedikit gebes-gebes aku nyengir.

“Biasa Yuu, selain karena rujak sampeyan mahal, ya karena gak mood aja ngerujak di musim gak jelas begini. Buatkan dua ya Yu, satu ulek dan satu serut. Pedes tapi gak banget,” sahutku.

“Lhaa, sampeyan kok masih dendam saja to, Jeng…Jeng… Saya ini malah ada rencana mau menaikkan harga lagi lho!”

“Eits! mau naik berapa lagi, Yuu, nanti ditinggal pelanggan lho!” sergahku kaget. Sudah enam belas ribu mau naik lagi?

“Ya gimana lagi, Jeng. Wong semua berlomba-lomba naik. Mula-mula jengkol, dari makanan terpinggir sekarang harganya sudah menyamai makanan elit. Duh, bikin saya sakaw nih, udah sebulan gak makan jengkol!” omel Yu Minah. Huweek, pantesan kalo ngobrol ama Yu Minah kadang suka srepet-srepet bau jengkol. Sampai radius 100 m masih tercium lho! sick0022 Free Sick Emoticons

“Ehh, lha kok BBM beneran jadi mau naik juga. Kojur to? Blaik to? Mana mau puasa, lebaran. Wong gak pake naik BBM aja harga melangit apalagi BBM mau naik. Ngawur tenan! Mana kalo sudah naik itu pasti pada lupa turun. Nganyelke to? Lha saya mesti gimana coba?” Yu Minah berretorika sambil mengulek dengan hot, sehingga seluruh tubuhnya bergetar😆

“Kan katanya subsidi pemerintah sudah salah kaprah, Yu. Malah menyubsidi orang kayaa, katanyaaa.”

“Ah, itu alasan saja! Kan tinggal bikin peraturan, yang boleh beli premium yang sekian cc seperti pernah jadi wacana dulu itu. Kalo perlu ganti warna plat biar gampang. Yang mobil di bawah 1500 cc kasih plat warna pink, yang sekian cc ungu, trus yang super mewah plat oranye, gitu seterusnya. Urus di SAMSAT. Butuh waktu tapi kan semua perubahan memang butuh waktu. Wong e KTP saya saja udah nujuh bulan gak jadi-jadi.”

Aku tertawa geli membayangkan plat mobil warna-warni di jalanan. Eh tapi idenya bagus juga ya? Kreatif, gak mbosenin dan masuk akal lho. Kan petugas pom bensin jadi gak bingung😛

“Tapi kan katanya BBM di negara kita ini menduduki peringkat nomer tiga paling murah sedunia, lho!”

“Nomer satu siapa? Nomer dua siapa?” Tanya Yu Minah sedikit meradang. Duh, deg degan aku dengan muncratannya itu😦

“Ehh…anu… mmm katanya Venezuela, trus sama errr… Arab Saudi ya? Cuma seribuan perak gitu. Katanyaaa lho, Yuu…,” jawabku ragu :mgreen:

“Lhadalaahh, ya sudah jelas to, Jeng, lha wong mereka ini penghasil minyak jeh. Gitu yang bener, buat rakyat sendiri harga murah, buat export ya kasih aja mahal. Coba sampeyan lihat, negri kita ini kan ya penghasil minyak to? Sudah sewajarnya harga murah. Masalahnya yang saya ndak ngerti, kenapa ya kita kalo ekspor kok minyak mentah? Kok ndak bikin siap jadi aja di sini? Atau kalo gak ya utamakan kebutuhan dalam negri dulu gitu?”

Waduh, Yu Minah ini kalo dipancing dikit jadinya panjaaaang. Untung gak ada pembeli lain, karena gaya bicaranya kayak sedang mengomeli aku jadinya😦 Mana emang akunya juga gak mudeng:mrgreen:

“Kan katanya kita belom bisa mengolah jadi minyak jadi, Yu. Jadinya ya ekspor mentah impor jadi, gitu.”:mrgreen:

“Segitu banyak orang pinter di sini gak ada yang bisa? Mbok ya kayak Eyang Rockefeller gitu, lho. Wong jaman dulu saja sudah canggih urusan minyak, masa sekarang ndak ada yang bisa? Kita merdeka sudah berapa tahun? Kita punya tambang minyak segede apa? Ck…ck…ck…”

Gawat! Yu Minah sudah mulai ngelantur, mana rujaknya belum jadi lagi😦 Segala Rockefeller dibawa-bawa😆

“Kemaren anaknya Bu Emil yang lulusan ITB jurusan perminyakan itu yang dapat beasiswa sekolah di Arab Saudi, lulusan terbaik, sudah kerja di perusahaan minyak, lho. Gajinya puluhan juta, opo yo ndak bisa bantuin mikir yo, Jeng?”

“Walah, kan gak semudah itu, Yu. Belum lagi soal regulasi, birokrasi, biaya. Mbuh Yu, aku gak mudeng kalo diajak ngomong beginian,” ujarku menghindar. Sumprit, aku emang gak mudeng. Apalagi ini soal minyak, banyak pihak terlibat. Politik, bisnis, kekuasaan, itung-itungan, gak sampe bener otakku😦 Belum lagi banyak omongan soal mark up, bagi-bagi kue, korupsi, gratifikasi, aargghhh…. entah isyu entah benar hanya mereka dan Tuhan lah yang tahu sad0118 Free Sad Emoticons

“Iya ya Jeng, kita cuma rakyat kecil. Bisanya cuma ngikut Shang Khalifah ya. Semoga kepemimpinan mereka itu amanah, memang memikirkan yang terbaik buat rakyat, bukan semata-mata mementingkan kesejahteraan sendiri. Kasihan lho, iming-iming bantuan itu kan hanya beberapa bulan, sementara kenaikan ini berlaku seumur hidup. Sebentar lagi angkot juga naik tarif, belum lagi yang lainnya, ahh… saya jadi lemes mikirnya,” keluh Yu Minah sembari membungkus rujakku. Tumben dia bisa cool juga:mrgreen:

“Oleh karenanya Jeng, dengan sangat terpaksa harga rujaknya memang harus naik.”

Nah, ini…ini…ujungnya…mad0257 Free Emoticons   Anger

“Memangnya naik jadi berapa, Yu?” Tanyaku sambil mengeluarkan uang pas, tiga puluh dua ribu.

“Gak banyak kok, Jeng… cuma naik dua ribu, jadi delapan belas ribu ehehehehe…..”

“Segitu kok gak banyak,” gerutuku sambil mengangsurkan uang.

“Lho…ehh…maap Jeng, delapan belas ribunya sudah dari sekarang ihik…ehem….”

“Lho, kan BBM nya belum naik?” Tanyaku kaget. Yu Minah cengengesan sambil menggoyang-goyangkan badannya kikuk.

“Lha tapi gara-gara isyu itu semua bahan udah naik duluan jeh. Jadi ya saya ikut naik duluan jugaa ihik…ihik…”

Huh! mad0222 Free Emoticons   Anger

Sumber gambar: kiriman dari WAM😛

14 thoughts on “Rujak Termahal

  1. Necky Effendy Juni 19, 2013 / 1:03 pm

    hahaha…rujak yu minah ga mau kalah sama harga ayam KFC atau Burger Mcd dan BK…. yu minah emang top banget dah

    Iya Bang, harganya gak sopan, tapi lazzatnyaaa nagih😀

  2. I.S. Siregar Juni 19, 2013 / 1:13 pm

    kocak, bacanya jd ngakak sendiri…. keren,🙂

    Hihihihii…makasiy yaaa…😀

  3. Lidya Juni 19, 2013 / 1:16 pm

    Yuk rujaknya pepaya sama nanas aja ya cabenya 1🙂

    Siap, Jeng. Eehh, biar buwahnya cuman duwa macem dan cabenya cuman sebiji, harganya tetep sama lho yaa:mrgreen:

  4. celoteh .:tt:. Juni 19, 2013 / 2:50 pm

    Selalu suka obrolan yu minah.. Ringan tapi padat berisi…

    Kapan-kapan kalo singgah ke Bogor, tak ajak ke warung Yu Minah, Jeng…dijamin terpana melihat Yu Minah😀

  5. Orin Juni 19, 2013 / 3:38 pm

    ntar kalo kita ketemuan lg bawain atu dunk rujaknya Yu Minah ini buCho hihihihi

    Hahahaha…bener juga ya. Kemaren kok gak kepikiran, yaa😀

  6. applausr Juni 19, 2013 / 4:55 pm

    selalu di tunggu nih yang versi yu minah… wah kali ini berat sampai ke harga minyak segala. Ga ikut ikut ah… semoga negara kita semakin baik saja deh

    Iya, MasApp, semoga semua berjalan aman dan damai dan baik😀
    (Sst, saya aja gak mudeng itu Yu Minah ngomong apa. Itu obrolan sudah diedit, Mas, kalo gak…waduuhhh panjaaaanngg….)

  7. Emanuel Setio Dewo Juni 21, 2013 / 6:26 pm

    Hehehe ide bagus platnya warna-warni. Tapi kan bisa diakalin, hehehe

    Sakjannya orang Indonesia itu cerdas, opooo ae iso diakali:mrgreen:

  8. eMDi Juni 22, 2013 / 1:50 am

    Hihihi keren … baru tau ada penjual rujak otaknya nyantol kemana- mana ckckck.

    Harus di usulin tuh Yu Minah jadi salah satu pembisik presiden wkwkwk

    Waduh, masalahnya Yu Minah itu gak bisa berbisik, suaranya selalu 1 oktaf di atas rata2:mrgreen:

  9. Wong Cilik Juni 24, 2013 / 7:59 pm

    Yu Minah ni cerdas banget …:mrgreen:

    Menurutku bukan cerdas tapi sok tauu😀😛

  10. prih Juli 4, 2013 / 12:49 pm

    Duh Yu Minah, kangen banget saya. kalau pembeli bawa nanas dan pepaya sendiri, ndak nggih tetep wolulas ewu Yuuuu.

    Yu Minah:
    Lha inggih to, Mbakyuu, lha nanti kan bengkoangnya tak tambahi, sambelnya tak banyakin, lha sing penting mau mbawak sendiri ato dari sini kan saya tetep ngulek to… ihik…ihik….

  11. indah Oktober 1, 2013 / 10:14 pm

    sakit jantung dengar harga rujak yu minah.
    Di tempat saya harga delapan ribu bisa makan 2 org loh mbak.
    Rasanya tetap maknyus..

    Iyaa, mentang2 enak dan banyak penggemarnya😦 Tapi porsinya memang gede banget siy, bisa untuk 3-4 orang😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s