Plat Berwarna

plat unguBBM sudah naik. Sudah tidak ada lagi yang bisa diperbuat selain menerima dan menyesuaikan. Dan penyesuaian ini membuatku terkejut. Tadi pagi beli bensin, lupa kalo BBM sudah naik aku beli lima puluh ribu saja (tanggal tuwo :mrgreen: ). Lho, ini indikator di mobil kok dikit naiknya? Biasanya dari posisi 2 strip naik sekitar 3 strip jadi berada di tengah. Sebelum bertanya pada petugas pom bensin, aku langsung sadar. Oh iyaa, harga sudah jadi 6,500/l maka 50,000 hanya dapat 7,69 l, jika sebelumnya dapat 11,11 l😦 jadi berkurang sekitar 3 l lebih.

Gak masalah siy kalo BBM mau naik. Tapi bisa gak ya dijaga supaya yang lainnya gak ikutan naik? Mana mau puasa, musti bayar masuk sekolah, dll..dll… hayah malah curcol:mrgreen:

Maka sepanjang perjalanan aku jadi teringat percakapanku dengan Yu Minah beberapa hari lalu. Yu Minah yang kadang menjengkelkan itu mengusulkan adanya plat berwarna. Yah, seperti issue wacana sebelumnya untuk pembatasan BBM bersubsidi, di mana mobil di atas 1500 cc dilarang beli premium, maka usulan Yu Minah itu kuanggap cemerlang. Begini mekanismenya menurut Yu Minah, Kawan.

Untuk mobil 1500 cc ke bawah masih diperbolehkan memakai premium, dengan syarat dia harus mendaftarkan diri ke SAMSAT. Mengganti plat mobilnya jadi warna ungu happy0150 Free Emoticons   Happy Dan itu tidak wajib, jadi kalo yang sudah sadar diri gak mau pakai premium ya sudah tetap saja pakai plat hitam. Yang tetap mau pakai premium silakan mengurus di SAMSAT. Karena tidak semua orang punya mobil itu pasti orang kaya lho. Kadang karena kebutuhan transportasi keluarga atau usaha kecil, mobil sangat diperlukan. Belum lagi sarana trasportasi umum yang masih payah. Kalau ada bus bagus ke arah Jababeka sih aku mending naik bus deh. Gak capek, bisa bobok di jalan (meski siap-siap maboks darat lautan udara :mrgeen: ).

Ide nya Yu Minah keren bukan? Daripada kayak sekarang mobil ditempel stiker: “Mobil ini sudah tidak menggunakan BBM bersubsidi” or something like that. Kan malah ngotori kaca mobil. Mending pakai plat warna ungu yang unyu untuk membedakan😀 Di STNK pun bolehlah disebutkan warna plat😀

Dengan demikian gak perlu menaikkan BBM to? Maka yang lain-lainnya pun gak perlu ikut naik kan? Angkot juga gak perlu menaikkan tarif. Dan subsidi tidak salah sasaran. Nek gitu kira-kira pada ganti plat gak ya? Kan malu sudah naik mobil pribadi kok masih pakai BBM bersubsidi? Pakai plat ungu pula?😆 Tapi kalo aku gak malu aaahh. Ha wong mobil masih nyicil kok:mrgreen: apalagi ungu kan warna ku selain warna merah😆

Tapi sudah terlambat. Yu Minah boleh-boleh saja beride demikian, sayangnya dia merasa hanya wong cilik. Gak tau harus menyalurkan idenya ke mana, selain ngoceh ngalor ngidul bersamaku, bahkan kadang aku diomelinya pula😦 Dan kalaupun bisa menyampaikan ide yang menurutnya dan menurutku cerdas, belum tentu pula sejalan dengan pemikiran pemerintah bukan? Kecuali nek presidennya Om Dewo😆

9 thoughts on “Plat Berwarna

  1. ilhammenulis Juni 24, 2013 / 6:12 pm

    kenapa mesti unguuu? -__-

    Jadii apa, doong?😛

  2. Wong Cilik Juni 24, 2013 / 8:12 pm

    horeee, ada namaku … makasih mbak Choco …:mrgreen:
    mestinya salah satu kompensasi kenaikan BBM adalah membaiknya sarana transportasi umum ya mbak.

    Wkwkwkwk… sama-sama😀
    Iyaa, aku lebih senang naik angkot kalo bagus dan bersih🙂

    • Emanuel Setio Dewo Juni 24, 2013 / 8:15 pm

      Horeee ada namaku juga… Makasih Mbak Choco… Xixixi…

      Xixixixixi…. gek yo do ngopo to yo…😆

  3. Lidya Juni 25, 2013 / 7:43 am

    aku siap miilh mas dewo jadi presiden🙂

    Ayo Jeng, kita jadi team suksesnya😛

  4. Orin Juni 25, 2013 / 2:33 pm

    hidup Yu Minaaaaah *apasih* qiqiqiqi.
    Unyu2 bgt deh bu Cho kalo banyak plat ungu bertebaran di jalanan jakarta ya😛

    Hihihihii…keren ya, Orin😀

  5. umielaine Juni 26, 2013 / 5:10 pm

    biru dong, biru jeng. saya suka biru. ^^
    komene do ngelantur kiabeh.

    Iyoo, Mi, biru juga keren😀

  6. Necky Effendy Juni 27, 2013 / 8:54 pm

    kalau mau serius menghapus subsidi…. dr 200 triliun…alokasiin 10% aja buat negbangun transportasi massal pasti terasa banget dampaknya dari pada kasih balsem sama yg sambil megang BB….*hanya bisa geleng-geleng *

    Setuju, Bang. Akupun merindukan naik angkutan massal yang bersih, nyaman dan aman. Kapaaan ya kejadian?😦
    BangNeck, inikah yang dinamakan “money politic”? Sungguh memprihatinkan ya. Ini…ini…gak tepat sasaran!😥
    Dan, sudah serendah itukah mental bangsa kita? Kalo bisa beli pulsa BB ngapain ngantri balsem? Hiks…hiks… pemerintah lebih suka meninabobokkan rakyatnya sendiri😦

  7. Susanti Dewi Juni 28, 2013 / 2:29 pm

    hihihi… idenya cemerlang tuh..
    BTW saya juga sempat lupa kalo BBM naik. Berangkat kerja naik angkot, saya bayar tarif angkot seperti biasanya Rp. 2.000,- Ditagih lagi, Rp. 1.000,- Jadi skrg di kota saya, ongkos naik angkot Rp. 3.000,- jauh dekat. Hiks…

    Sama Jeng, keluar kompleks saya tadinya 3000 sekarang 4000. Lha kalo bolak-balik banyak juga yaa waaaa….😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s