[BeraniCerita #24]: Separuh Nafas

oldcouple3

Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata. Banyak kata ingin terucap namun tak satu jua terlepas dari bibir. Kemudian Vivienne kembali rebah ke pembaringan, tangannya tak lepas dari genggamanku.

“Adriana, maafkan aku, Sayang, begitu banyak dosaku padamu,” ucapnya setelah isak mereda.

“Sshh, jangan ucapkan itu, Viv. Aku tak merasa begitu,” sahutku perih.

“Jadi, maukah kau membantuku?”

Aku tak berani menjawab. Ini adalah keinginanku seumur hidupku. Kubelai rambut perak Vivienne.

Please, Ad. Will sangat membutuhkanku, takkan bisa hidup ia tanpaku. Hanya kau yang bisa menolongnya,” desah Vivienne, “Maafkan aku, seharusnya kau yang menerima pemberkatan itu.”

Kami berdua menyeka air mata. Kubelai pipinya, kuusap punggung tangannya. Aku tak pernah mendendam padanya.

“Dia…dia akan tahu, Viv,” jawabku setelah jeda yang mencekik.

No, tak akan!”

“Anak-anakmu?”

“Juga tidak. Mereka semua tinggal di belahan bumi yang lain. Lagipula, kau cukup dekat dengan mereka. Kalaupun tahu, mereka tidak akan apa-apa bahkan semakin hormat padamu.”

Lagi-lagi jeda yang membuat kami berdua ingin berteriak-teriak macam orang gila.

“Baiklah, Viv. Semoga apa yang kulakukan ini benar.” Akhirnya keputusan yang sangat berat ini kuambil.

“Oh, Adriana, terimakasih. Aku tahu, aku selalu bisa mengandalkanmu. Maafkan aku, Sayang.”

********

Dua pekan aku berkabung untuk kematianku sendiri. Tertulis di pualam itu namaku, bukan nama Vivienne. Angin semakin kencang bertiup, bahkan salju tipis melayang-layang turun. Kurapatkan mantelku dan kugandeng mesra pria penderita Alzheimer yang dulu dan sekarang bahkan sampai nanti, akan selalu kucintai. Will, suami Vivienne kembaranku -separuh nafasku-.

********

Words: 242

Gambar pinjam dari Google😉

10 thoughts on “[BeraniCerita #24]: Separuh Nafas

  1. ais ariani Agustus 28, 2013 / 5:05 pm

    Tukeran? Jadi dituker? Aku sebel tiap kali ke sini. Liat idenya bu Piet itu selalu ada aja. selalu. hehehehe

    Hihihihihi…. enaknya jadi kembar identik, bisa tuker posisi😛
    Jangan sebel mampir, Rianiiii😛

  2. riga Agustus 28, 2013 / 5:38 pm

    ah…….😦

    Ih….😀

  3. eksak Agustus 28, 2013 / 7:33 pm

    Berbagi istri? Hehe.. Sekuel kedua dari berbagi suami! <== komen penderita speechless.

    Bukan berbagi, Sak, tapi mewariskan suami😆

  4. _menikdp Agustus 28, 2013 / 10:15 pm

    sek2, perlu membaca pelan2 nih, agak puyeng hehehe

    Ndak usah buru-buru, Nyah, ditungguin kok😀

  5. Orin Agustus 29, 2013 / 8:49 am

    huwahh….keren bgt yg ini buCho *jempol*

    Ahh, Oriiinnn…😳 makasiiy😀

  6. veronica5277 Agustus 29, 2013 / 10:11 am

    Keren banget mbak idenya!!
    salam kenal ya… ^_^

    Makasiiy yaa, salam kenal juga😀

  7. prih Agustus 30, 2013 / 6:14 pm

    Kuereeen Diajeng, perwujudan kasih yang luar biasa. Salam

    Maturnuwun, Mbakyuu, semakin tersipu sayaa😳

  8. mamayara Agustus 31, 2013 / 8:05 am

    dapat inspirasi dimana aja sih, BuCho… kereeennn… semua..🙂

    Kadang malah belom tau mau ending yang bagaimana lho, Mam, padahal udah setengah mulis:mrgreen: Makasiyy, Mam😀

  9. Lidya September 4, 2013 / 1:52 pm

    ternyata kembar toh mbak

    Iya Jeng, identik😀

  10. marsudiyanto September 7, 2013 / 11:30 am

    Saya komen ajah…
    Belum berani cerita

    Nek ndobos jatah saya saja, nek HTML baru Master jagonya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s