Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Proyek Monumental 2014: Selesaikan!

Wadoohh, kontesnya Pakdee ini sungguh membuat sel-sel kelabu (minjem Hercule Poirot) di dalam kepala bak dialiri listrik sehingga berloncat-loncatan minta dibebaskan dari tengkorak yang membelenggunya (hayaaahhh 😛 ). Hahahaha…bagaimana tidak? Setiap menyambut tahun baru aku selalu punya cita-cita. Dan sampai menjelang tahun baru berikutnya cita-cita itu belum tercapai juga. Untunglah cita-cita itu bukan sejenis klappertart atau onde-onde. Bisa-bisa ditumbuhi jamur yang rimbun dan aroma yang menyengat hiiiiyyy…. sick0022 Free Sick Emoticons

Emangnya masih punya cita-cita apa sih? Hahahaha…apalagi, Kawan, selain naluri ndobozku yang gak mutu itu? 😀 Ceritanya aku ini punya obsesi menerbitkan novel atau memenangkan lomba nulis novel or novelette or cerpen, wis pokoke sing berbau dobozan 😳 Bukaaaan, bukan sok bisa nulis, lho! Justru mengapa cita-citaku hanyalah tinggal cita-cita, yaa karena aku merasa tiada mampu ashamed0002 Free Emoticons   Shame Begituuuuu banyak penulis yang luar biasa jago meramu cerita, mengolah para tokoh, merangkai kata-kata sehingga menjadi sajian bacaan yang luwar biyasa! Kadang baru membaca punya orang lain saja sudah minder tralala trilili sad0118 Free Sad Emoticons

Tapiiii, sejujurnya itu hanyalah alasan diplomatis saja, Kawan! Alasan sesungguhnya adalah mualleeeeezzzz!!! evilgrin0039 Free Emoticons   Evil Hahaha….kemampuan itu bisa diasah, bukan? Seperti banyak penulis berkata, bahwa dengan banyak membaca, banyak berlatih, banyak menghayal, suatu saat kita pasti bisa menjadi penulis! Aku meyakini itu. Hanya saja mengalahkan rasa malas itu yang sulit. sebetulnya bisa saja ngeles, gak malez sihh, cuma gak ada waktu! :mrgreen:

Banyak sekali lomba yang ingin aku ikuti. Perkara menang kalah bukan lagi menjadi prioritas (bo’ooonggg), tetapi pengalaman menulis kaliber nasional itu yang patut dicoba. Sahabatku Orin (thank you, Dear), seringkali memberitahu ada lomba ini itu di mana-mana. Aku antusias sekali, tetapi karena ditunda-tunda, tiba-tiba deadline sudah di depan mata. Mana bisa menulis novelette dalam waktu tiga hari? Hiks…hikss…

Contoh di depan mata saja, para sahabat tahu aku sedang menulis cerbung di blog ini. Tapiii, mannaaaa…manaaaa? Selesai gak? Dilanjutin gak? Aaawww…… (ditimpuk massa). Maafkan Kawan, kisah Poseidon yang kumulai di awal musim hujan tahun lalu, belum selesai juga hingga musim hujan berikutnya sad0049 Free Sad Emoticons Tapi aku janji Kawan, Lukisan Cinta pasti akan selesai!

Ketidakkonsistenan (opo to yoo?) ini harus diubah! Jika selama ini menulis menduduki skala kesembilan, maka di tahun depan harus naik ke skala tiga! Ada dua lomba menulis yang kuincar. Lomba menulis Femina dan DKJ (eh, dua tahun sekali yak?). Untuk menerbitkan buku pun akan aku coba.

Dengan semangat yang mudah-mudahan tidak pernah luntur, maka embrio-embrio bahkan janin-janin novelku yang selama ini bersemayam di rahim laptop akan segera lahir! Realistis tidak? Tentu saja realistis! Embryo dan janin ini  hanya tinggal diberi sentuhan, nutrisi, dan rangsangan yang tepat, maka serangkaian kontraksi akan membuat mereka lahir love0083 Free Emoticons   Love (iki ki ngopo too?).

Ini bukan lagi sekedar resolusi, tapi seperti kata Pakdee, adalah sebuah Proyek Monumental yang akan kuwujudkan (Insya Allah) innocent0007 Free Emoticons   Innocent

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014

Kontes-Unggulan-Proyek-Monumental-20145-150x124

Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Sehari Tanpa Gadget: Family Time

dc5c1ee0617bf24166b6fc81fd13d137_sehari-tanpa-gadget

Pertanyaan dari Iyha itu memang membuat kening berkerut, perut mulas mendadak, badan menggemuk tiba-tiba, dan rambut rontok dua helai! Sehari tanpa gadget? Eyampuuun, hari gene, Jeng? Waahh, bisa ketinggalan gosip terkini dan rumpian termutakhir dong :mrgreen: Segitu tergantungnyakah (halah, bahasane) kita pada gadget? Kita samakan persepsi dulu yaa, gadget yang kumaksud adalah ponsel 😀

Mari kita tengok pada akhir tahun 90 an, di mana pada masa itu ponsel paling keren pun masih sebesar batu bata 😛 Layar hitam putih, baterai cuma dari pagi sampai sore. Waktu itu ponsel pertamaku masih Nokia yang berbentuk pisang. Cuma bisa buat telepon dan sms 😀 Tapi rasanya waktu itu gak seharian juga pegang itu ponsel. Dan kalau mau jujur, rasanya hidup ini bisa lebih tenang tanpa gadget, lho! Serius!

Contoh, Kawan, kebetulan aku ini termasuk orang yang paling dicari di kantor 😛 (halah…halah…) Pernah suatu kali aku dan keluarga sedang berlibur. Tapi apa yang terjadi? Sepanjang jalan liburanku hancur! Terganggu dering ponsel yang tak kunjung berhenti. Gara-gara ada masalah di onsite. Padahal cutiku itu sudah kurencanakan sejak lama, sudah kuperhitungkan, tapi teteeep aja gangguan datang 😦 Mau gak diangkat kok aku sok bertanggungjawab 😛 Kalo diangkat kok mengganggu seluruh keluarga. Kekasihku aja bawaannya udah bete banget 😦 Dan gangguan itu gak berhenti sampai kami tiba di penginapan 😦

Gak hanya itu. Kadang-kadang sambil goreng lauk pun masih pula melayani telepon kantor. Persis kayak embak-embak yang suka ngomong sendiri sambil setrika, eehh gak taunya ada headset nempel di kuping. Haduuuhhh!

Itu gak enaknya. Tapi kebutuhan yang lain adalah komunikasi dengan kedua malaikatku, kekasihku, dan ibundaku. Apalagi sejak ayahanda berpulang, kami selalu menjaga komunikasi dengan ibunda. Chatting, bergurau dalam grup, kirim-kirim gambar aktifitas, pokoknya yang membuat ibunda terhibur dan tidak kesepian. Juga ketika kedua malaikatku pulang sekolah, kami biasa chatting di grup atau telepon.

Selain untuk komunikasi kebutuhan lainnya adalah untuk membunuh waktu 😀 Yaahh, biasanya sih cek-cek blog, twitter, main game. Hehehehe…

Maka, jika aku harus berpisah dengan gadgetku meski hanya sehari, aku harus dalam kondisi berkumpul bersama keluarga, setidaknya kedua malaikatku jika kekasihku lagi ngantor (Sabtu gak libur 😛 )! Syukur-syukur bersama Ibunda juga. Maka di waktu itulah aku gak perlu gadget! Karena orang-orang yang kucintai, yang harus kupantau keberadaannya sudah ada di sekelilingku 😀 ^^

Kami akan melakukan banyak kegiatan. Membaca sembari mendengarkan Ibunda main keyboard atau cerita-cerita yang lucu dengan kedua malaikatku. Kadang-kadang kami hanya kruntelan saja di tempat tidur sambil ngobrol 😀

Bagaimana dengan urusan kantor? Haish, masih ada orang lain selain aku kok! 😈

Kesimpulannya, bisa gak sehari gak megang gadget? Bisaaaaaaaa!!! Asal orang-orang yang kucintai ada di sekitarku 😀 😛 ^^

“Tulisan ini ikutan GA keren Sehari Tanpa Gadget di blog Keajaiban Senyuman lhooooo” :) :P

Cari Solusi · Dongeng insomnia · Nimbrung Mikir · Serial Yu Minah · Tak Enak

Jas Putih

Yu_Minah_1
Yu Minah mau nyusul nyang pada demo :mrgreen:

Menjelang makan siang, antara mendung dan panas, antara laper dan mual, antara galau dan senang. Serba tak jelas, sperti musim yang kadang hujan kadang panas membara. Ah, daripada ngelantur gak jelas mendingan nongkrong di warung Yu Minah. Lumayan, menyantap rujak di udara yang serba setengah-setengah ini.

Begitu sampai, aku langsung meneriakkan salam dan mendaratkan bemper di bangku favorit. Yu Minah menjawab salam dan tergopoh-gopoh keluar. Terdengar langkah kakinya yang berdebam-debam :mrgreen:

“Eeaalaah Jeeeng, lama banget ndak kemari to?” Yu Minah menyerbu sambil mendaratkan cipika-cipikinya. Aku tak kuasa lagi menghindari kecupannya yang basah itu yeaacchh….

“Lha ini mbolos apa gimana?” Nah, mulai usil kan, kepooo ajah!

“Cuti, Yu. Capek lahir batin, istirahat barang seharilah. Buatkan rujak ulek ya, Yu. Pedes tapi gak banget,” sahutku tak acuh. Maka Yu Minah segera beraksi. Demi menghindari obrolannya yang kadang sok tahu tingkat khayangan itu, aku main-main dengan ponsel pintarku.

“Jeng, Jeng, sudah tahu kabarnya Jeng Bumil belum?” Nah, rumpi deh. Aku cuma berdehem

“Itu lho, dia kan mau melahirkan tapi kabarnya hari ini dokter kandungan lagi pada demo.” Wah, aku terpancing nih!

“Terus?” tanyaku. Yu Minah menggerus gerombolan kacang dan teman-temannya dengan tenaga bulldozer yang baru keluar dari pabrik.

“Ya ndak jadi. Padahal hari ini kan dijadwal mau operasi sesar.”

“Ah, kok gampang termakan gosip to, Yu? Emangnya Jeng Bumil sudah ngecek rumah sakitnya?”

“Lho, wong dia di sms sama rumah sakitnya supaya menunda operasi kok, besok baru dijadwalkan ulang.”

“Waah, masa iya? Mestinya kan tetap harus ada dokter yang jaga, dong!”

“Lha ya ndak tauuu,  wong nyatanya begitu. Kalo ada operasi darurat gimana ya, Jeng? Kan mereka terikat sumpah dokter yang katanya harus mengutamakan nyawa pasien?”

Tanpa menjawab pertanyaan Yu Minah aku segera browsing. Eh, ternyata memang benar. Ada beberapa RS yang menutup poli kecuali UGD. Sedangkan pelayanan rawat inap tetap seperti biasa. Wah, berabe dong kalau ada rujukan sectio caesaria?

“Ini demo apa to, Jeng? Demo yang dokter mal praktik itu itu ya?”

“Iya, Yu. Aksi solidaritas dari para dokter kebidanan untuk mendukung ketiga sejawatnya yang dituduh mal praktik.”

“Sebetulnya emang mal praktik ndak to, Jeng?” Yu Minah mulai mengiris buah-buahan dengan jurus “Menebas Ilalang di Padang Belantara.” Lagi-lagi aku merinding dengan kecepatan dan ketajaman pisaunya.

“Gak tahu, Yu. Aku kan gak kompeten buat menjawabnya, wong gak ngerti. Kalau menurut MA ya dibilang salah, tapi kalau menurut IDI mereka sudah melakukan prosedur.”

“Terlepas dari bener ndaknya yo, Jeng, nek menurut saya ya ndak sepantasnya mereka itu dipenjara macam penjahat. Bagaimanapun mereka kan mencoba menolong nyawa seseorang, mencoba menyelamatkan bayi dan ibunya. Lha kalo sudah suratannya si ibu meninggal ya sudah di luar kuasa para dokter itu, kan ya? Jangankan operasi yang beresiko tinggi begitu, lha wong kita lagi tidur aja bisa-bisa gak bangun lagi kok?”

“Katanya karena lalai melakukan prosedur, Yu. Gak memberitahu resiko operasi pada keluarga, lalai melakukan beberapa tindakan sebelum operasi. Waahh, aku gak mudeng, deh! Ini juga kata internet.”

“Dokter juga manusia, Jeng. Setidaknya kan bukan tindakan kesengajaan mau menghilangkan nyawa pasien. Kalo dokter pelaku abortus sih saya setuju saja mereka di penjara, kalo perlu ya dihukum seberat-beratnya. Lah ini kan cuma para dokter yang lagi apes!”

Heran, Yu Minah semangat banget membela para dokter itu. Aku diam saja daripada salah komen 😀

“Eh tapi kalo para dokter ini pada demo, apa pendapat sampeyan, Jeng? Kan jadinya RS pada tutup?” Ya ampooon, Yu Minah nih udah kayak anchor yang suka mencecar nara sumber aja!

“Yah setuju-setuju saja, Yu. Ini kan bentuk solidaritas mereka, dukungan mereka, jangan sampai kasus dokter di penjara ini menjadi preseden di kemudian hari. Hanya saja mestinya gak perlu nutup poli yaa. Biarkan saja dokter-dokter muda yang demo, yang senior dan sepuh-sepuh itu duduk manis di poli? Atau demonya per shift, jadi poli tetap buka hihihihihihi….”

Yu Minah sudah mulai membungkus rujakku. Aku pun menyiapkan uang untuk membayar.

“Iya ya, Jeng. Kalo operasi Jeng Bumil kan emang direncanakan. Lha kalo ada kasus darurat kan repot nanti ya?”

Yu Minah mengangsurkan rujak padaku.

“Jeng…Jeng, mbok coba sampeyan lihat di internet situ, demonya masih gak? Dokter-dokternya masih di jalanan gak?”

“Hah? Memangnya kenapa, Yu?”

“Kalo masih, saya mau ke sana…ihik…ihik…barangkali ada dokter yang masih jomblo, kan lumayan ihik…ihik….”

“Astagaaa, genit banget sampeyan, Yuuuu???”

sick0022 Free Sick Emoticons

1220507Demo-Dokter780x390
Kalo dokter demo, masker gak ketinggalan 😛

Note: gambar ambil dari google 😉

Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Iseng Aja · Ketawa dulu

m&m: Ke Mal

M&M Menul : Nil, temani aku ke mal yuk!

Menil  : Walaah, tanggal tua begini?  Males, ah!

Menul : Lagi ada sale, tuh.

Menil  : Biarin, gak punya duit.

Menul : Udaah, tenang ajaa. Ntar kamu pengen apa, tunjuk aja, deh!

Menil  : Waahhh, serius? Ayuk, deh!

Di mal…..

Menil  : Nul, serius nih, aku tunjuk aja apa yang kumau?

Menul : Iyee, kapan pernah aku bohongi kamu, sih?

Menil  : Ihh, tengkyuu yaaa. Nah, aku mau yang ini.

Menul : Owh, ya udah.

Menil  : Asyiik, aku bawa ke kasir ya.

Menul : Lha, katanya gak punya duit?

Menil  : Lho, kan kamu yang mau bayarin?

Menul : Nil, Nil, aku gak bilang mau bayarin. Aku cuma bilang, tunjuk aja apa yang kamu mau. Lha, kalo udah nunjuk ya udah….

Menil  : Menuuuuuuuulllll!!! Dezigh…dezigh….****&^*&^)&^&_

Menul : Auuuchhhh….

******

Cari Solusi · Iseng Aja · Nimbrung Mikir

Kontesnya Om Dewo

Waahhh, sudah lama sekali rupanya aku tidak menulis yang berguna bagi nusa dan bangsa. Maklum, akhir tahun beban pekerjaan banyak sekali 😦 Bahkan posting m&m adalah posting terjadwal 😛 kapan sempat ya nulis terus dijadwalkan penayangannya hehehehe….

Nah, mumpung server kantor lagi down, aku mau ngiklanin kontesnya Om Dewo, nih! Gak nyangka, meski tanpa bahasa yang berbunga-bunga dan puitis, rupanya Om Dewo bisa juga nulis cerpen hahahaha….. Meski masih tanda tanya ini cerpen fiksi apa nyata yaa?

Yuuk, mari simak kontes yang berhadiah seru dan menghebohkan ini 😉

Kontes Ping Si Hacker Pink

Beberapa sahabat bertanya kepada saya dengan kalimat senada seirama, kurang lebih begini:

“Cerita Ping itu beneran? Atau cuma fiksi? Kok saya meragukannya?”

Wah… ternyata cerita tentang Ping Si Hacker Pink diragukan kebenarannya. Padahal kan memang belum tentu benar, xixixi… Namun keraguan teman-teman menjadi ide bagi saya, yaitu untuk menjadikannya sebuah kontes. Jadilah ini kontes ke-2 saya setelah Giveaway: Arduino Leonardo

I HATE PINK

I HATE PINK

Ketentuan Kontes

Kontesnya sederhana saja deh. Walau sederhana, ada hadiahnya loh! Ini dia ketentuannya:

  1. Peserta kontes berdomisili di Indonesia dengan usia minimal 17 tahun. Jenis kelamin bebas.
  2. Peserta harus memiliki blog. Blog-nya baru tidak mengapa. Yang penting PD (Percaya Diri) ikutan kontes.
  3. Menulis artikel di blog tersebut dengan topik “Keamanan dalam berinternet”. Ini topik yaaa… Judul boleh apa saja. Isinya boleh pengalaman pribadi atau teoritis bin textbook. Semua sah-sah saja.
  4. Artikel tidak perlu panjang-panjang. Cukup 300 sampai 500 kata. Yang penting bisa dibaca dan dipahami dengan baik.
  5. Tulisan harus orisinal belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Tidak boleh nyontek. Tapi boleh menyertakan website rujukan, misalnya dari Wikipedia atau malah dari blog ini.
  6. Satu orang hanya boleh mengikutkan 1 artikel.
  7. Tulisan mengikuti kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak boleh menggunakan bahasa 4L4Y.
  8. Artikel boleh dilengkapi dengan gambar/foto pendukung. Boleh juga menggunakan gambar/foto dari blog ini.
  9. Pada akhir artikel dituliskan kalimat seperti di bawah ini lengkap dengan link ke URL kontes ini:

    Artikel ini disertakan dalam Kontes Ping Si Hacker Pink

  10. Mendaftarkan diri dengan mengisi komentar di artikel ini dengan format:Nama : Pinky Stinky (*contoh*)
    Judul : Perlunya Berhati-hati dalam berinternet (*contoh*)
    URL : http://dewo.wordpress.com/perlunya-berhati-hati (*contoh*)
    Cerita Pink : [ Nyata | Fiksi ] (*pilih salah satu*)
    Alasan : karena bla-bla-bla… (*tuliskan alasan memilih nyata/fiksi secara singkat saja*)
  11. Sebagai catatan, pemilihan [Nyata | Fiksi] tidak mempengaruhi penilaian artikel kontes, karena ini hanya masukan bagi saya.
  12. Pendaftaran kontes ditutup tanggal 7 Desember 2013 jam 12:00. Jadi artikel harus memiliki tanggal penayangan mulai dari sekarang sampai tgl 7 Desember 2013.
  13. Pengumuman pemenang akan dilakukan sebelum tanggal 14 Desember 2013.
  14. Jurinya adalaaah… ehm, akan diumumkan saat penutupan kontes.
  15. Keputusan juri tidak boleh diganggu gugat.

Hadiah

Akan dipilih 1 pemenang utama dan 2 pemenang hiburan. Berikut detail hadiahnya:

1. Pemenang Pertama akan mendapatkan sebuah Dongle TV MK808B (ini adalah mini PC yg dihubungkan ke TV. Lihat: “Nyobain Dongle TV Android MK808B” dan “Android TV Dongle”) dan sebuah buku berjudul “SuperSecure + CD” karangan Eko Arryawan dan SmitDev Community.

2. Pemenang 2-3 masing-masing akan mendapatkan sebuah buku berjudul “SuperSecure + CD”.

Kecuali Hacker Ini

Sayangnya saya harus melarang 2 hacker ini untuk ikutan kontes, yaitu “PINK” dan “Lovepassword Oye”. Ada hadiah khusus untuk mereka kalau kelak bisa kopdar dengan saya. Oke???

Penutup

Belajar keamanan berkomputer dan berinternet, ehhh bisa dapat hadiah. Di sinilah tempatnya! Jadi buruan daftarkan artikel & blog Anda.

Yuuuk, Kawan ikutan. Aku juga mau ikutan, kan tidak ada peringatan bahwa: Kerabat/saudara, keluarga, kawan dekat, tidak boleh mengikuti kontes ini….bhuahahahaha….. 😈

Dongeng insomnia · Iseng Aja · Ketawa dulu

m&m: Ke Dokter

M&MMenul : Nil, udah baikan? Jadi ke dokter kemaren?

Menil  : Iye, udah mendingan. Tapi aku males ke dokter itu lagi ah.

Menul : Kenapa emang?

Menil  : Abisnyaa nanya mulu. Orang tenggorokan lagi sakit, suara stereo, masiiih aja ditanya melulu, kan males jawabnya.

Menul : Lhah, namanya dokter ya gitu, menganalisa keluhan pasien, mendiagnosa biar bisa kasih obat yang tepat! Ntar kalo dokternya diem aja, komplain jugaa?

Menil  : Ya bukan gitu, secukupnya ajalah trus perika fisik kan bisa tau sakitnya.

Menul : Kalo gitu mestinya kamu ke dokter hewan.

Menil  : Hah? Enak ajaaa, emangnya aku kucing?

Menul : Heei, jangan salah. Dokter hewan itu dokter paling hebat sedunia, lho!

Menil  : Kok bisa?

Menul : Lha iyaa, gak perlu nanya keluhan pasien langsung bisa mendiagnosa dan kasih obat. Hebat kan?

Menil  : Hehehehe….iya juga yaaa 😛

Menul : Nahh, maka kalo lagi males ngomong ke dokter hewan ajaaa…

Menil  : Iiihhhh!!!

*******

Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Iseng Aja

Aku Tak Mau Mati

Kedua anak beranak itu memandang ke bawah dari jendela kecil di loteng rumah besar itu. Jaraknya kira-kira lima belas meter ke tanah. Si Anak ketakutan, kakinya gemetar.

“Kau harus berani. Kakak-kakakmu sudah lebih dulu melakukannya.”

“Aaku…takut ketinggian, Mama,” ratap Si Anak.

“Tapi kau harus!”

Si Anak menangis membayangkan tubuhnya melayang-layang ke bawah lalu terempas ke tanah dan…mati. Ibunya mendorong ke pinggir jendela.

“Jangan, Mamaa….”

“Sst, diam! Kau tak mau seluruh penghuni rumah ini bangun dan memergoki kita bukan?”

“Tapi aku takut mati,” tangisnya pilu.

“Astaga! Kau tak akan mati. Begitu kau melompat dan melayang, kepakkan sayapmu. Semudah itu, Nak.”

************

Dongeng insomnia · Iseng Aja · Ketawa dulu

m&m: Air Keras

M&MMenul : Woiiii, awaass… aku bawa air keras sebaskom niiihh!!

Menil   : Hah? Waduuhhh, ngapain sih Nul, bawa-bawa air keras? Bahaya tauuu!!

Menul : Apa bahayanya sih? Wong cuma air keras doang? Paling-paling benjut.

Menil  : Waaa, bukan benjut! Terbakar, hancur, rusak, bahkan bisa mati, Nuull!!

Menul : Halah, lebay! Nih, air kerasnya, ambil gelas gih.

Menil  : Ini air kerasnya? Gubrak, deh! Ini kan es batu, Nuuul? Bikin deg degan aja kamu!

Menul : Lha ini kan namanya air keras, Nil? Coba aja pegang, keras kan?

Menil  : Huh, garing!

PS. Beginilah kalo ide lagi mentok, berasa garing kayak krupuk :mrgreen:

Dongeng insomnia · Iseng Aja · Ketawa dulu

m&m: Beli Printer

M&M Menul  : Bang, ada printer yang murah tapi bagus gak?

Penjual: Oh, ada, Kak. Pakai yang ini aja, harga cuma lima ratus tapi awet dan bagus.

Menul  : Gimana, Nil? bagus gak tuh?

Menil    : Mmm, cetak warnanya berapa ppm, Bang?

Penjual: Oh, untuk warna 7 ppm, black nya 10 ppm. Lumayan cepet kok.

Menul  : Tapi tintanya irit gak?

Penjual: Ya tergantung pemakaian, Kak. Gini aja, biar irit diinfus aja ya? Cuma nambah seratus ribu kok.

Menul  : Hah? Printer masih baru masih sehat kok diinfus sih, Bang?

Menil    : 😳 eh…hehehehe…. 😳