Jas Putih

Yu_Minah_1
Yu Minah mau nyusul nyang pada demo:mrgreen:

Menjelang makan siang, antara mendung dan panas, antara laper dan mual, antara galau dan senang. Serba tak jelas, sperti musim yang kadang hujan kadang panas membara. Ah, daripada ngelantur gak jelas mendingan nongkrong di warung Yu Minah. Lumayan, menyantap rujak di udara yang serba setengah-setengah ini.

Begitu sampai, aku langsung meneriakkan salam dan mendaratkan bemper di bangku favorit. Yu Minah menjawab salam dan tergopoh-gopoh keluar. Terdengar langkah kakinya yang berdebam-debam:mrgreen:

“Eeaalaah Jeeeng, lama banget ndak kemari to?” Yu Minah menyerbu sambil mendaratkan cipika-cipikinya. Aku tak kuasa lagi menghindari kecupannya yang basah itu yeaacchh….

“Lha ini mbolos apa gimana?” Nah, mulai usil kan, kepooo ajah!

“Cuti, Yu. Capek lahir batin, istirahat barang seharilah. Buatkan rujak ulek ya, Yu. Pedes tapi gak banget,” sahutku tak acuh. Maka Yu Minah segera beraksi. Demi menghindari obrolannya yang kadang sok tahu tingkat khayangan itu, aku main-main dengan ponsel pintarku.

“Jeng, Jeng, sudah tahu kabarnya Jeng Bumil belum?” Nah, rumpi deh. Aku cuma berdehem

“Itu lho, dia kan mau melahirkan tapi kabarnya hari ini dokter kandungan lagi pada demo.” Wah, aku terpancing nih!

“Terus?” tanyaku. Yu Minah menggerus gerombolan kacang dan teman-temannya dengan tenaga bulldozer yang baru keluar dari pabrik.

“Ya ndak jadi. Padahal hari ini kan dijadwal mau operasi sesar.”

“Ah, kok gampang termakan gosip to, Yu? Emangnya Jeng Bumil sudah ngecek rumah sakitnya?”

“Lho, wong dia di sms sama rumah sakitnya supaya menunda operasi kok, besok baru dijadwalkan ulang.”

“Waah, masa iya? Mestinya kan tetap harus ada dokter yang jaga, dong!”

“Lha ya ndak tauuu,  wong nyatanya begitu. Kalo ada operasi darurat gimana ya, Jeng? Kan mereka terikat sumpah dokter yang katanya harus mengutamakan nyawa pasien?”

Tanpa menjawab pertanyaan Yu Minah aku segera browsing. Eh, ternyata memang benar. Ada beberapa RS yang menutup poli kecuali UGD. Sedangkan pelayanan rawat inap tetap seperti biasa. Wah, berabe dong kalau ada rujukan sectio caesaria?

“Ini demo apa to, Jeng? Demo yang dokter mal praktik itu itu ya?”

“Iya, Yu. Aksi solidaritas dari para dokter kebidanan untuk mendukung ketiga sejawatnya yang dituduh mal praktik.”

“Sebetulnya emang mal praktik ndak to, Jeng?” Yu Minah mulai mengiris buah-buahan dengan jurus “Menebas Ilalang di Padang Belantara.” Lagi-lagi aku merinding dengan kecepatan dan ketajaman pisaunya.

“Gak tahu, Yu. Aku kan gak kompeten buat menjawabnya, wong gak ngerti. Kalau menurut MA ya dibilang salah, tapi kalau menurut IDI mereka sudah melakukan prosedur.”

“Terlepas dari bener ndaknya yo, Jeng, nek menurut saya ya ndak sepantasnya mereka itu dipenjara macam penjahat. Bagaimanapun mereka kan mencoba menolong nyawa seseorang, mencoba menyelamatkan bayi dan ibunya. Lha kalo sudah suratannya si ibu meninggal ya sudah di luar kuasa para dokter itu, kan ya? Jangankan operasi yang beresiko tinggi begitu, lha wong kita lagi tidur aja bisa-bisa gak bangun lagi kok?”

“Katanya karena lalai melakukan prosedur, Yu. Gak memberitahu resiko operasi pada keluarga, lalai melakukan beberapa tindakan sebelum operasi. Waahh, aku gak mudeng, deh! Ini juga kata internet.”

“Dokter juga manusia, Jeng. Setidaknya kan bukan tindakan kesengajaan mau menghilangkan nyawa pasien. Kalo dokter pelaku abortus sih saya setuju saja mereka di penjara, kalo perlu ya dihukum seberat-beratnya. Lah ini kan cuma para dokter yang lagi apes!”

Heran, Yu Minah semangat banget membela para dokter itu. Aku diam saja daripada salah komen😀

“Eh tapi kalo para dokter ini pada demo, apa pendapat sampeyan, Jeng? Kan jadinya RS pada tutup?” Ya ampooon, Yu Minah nih udah kayak anchor yang suka mencecar nara sumber aja!

“Yah setuju-setuju saja, Yu. Ini kan bentuk solidaritas mereka, dukungan mereka, jangan sampai kasus dokter di penjara ini menjadi preseden di kemudian hari. Hanya saja mestinya gak perlu nutup poli yaa. Biarkan saja dokter-dokter muda yang demo, yang senior dan sepuh-sepuh itu duduk manis di poli? Atau demonya per shift, jadi poli tetap buka hihihihihihi….”

Yu Minah sudah mulai membungkus rujakku. Aku pun menyiapkan uang untuk membayar.

“Iya ya, Jeng. Kalo operasi Jeng Bumil kan emang direncanakan. Lha kalo ada kasus darurat kan repot nanti ya?”

Yu Minah mengangsurkan rujak padaku.

“Jeng…Jeng, mbok coba sampeyan lihat di internet situ, demonya masih gak? Dokter-dokternya masih di jalanan gak?”

“Hah? Memangnya kenapa, Yu?”

“Kalo masih, saya mau ke sana…ihik…ihik…barangkali ada dokter yang masih jomblo, kan lumayan ihik…ihik….”

“Astagaaa, genit banget sampeyan, Yuuuu???”

sick0022 Free Sick Emoticons

1220507Demo-Dokter780x390
Kalo dokter demo, masker gak ketinggalan😛

Note: gambar ambil dari google😉

6 thoughts on “Jas Putih

  1. Lidya November 27, 2013 / 12:45 pm

    yang mudah demo, yang senior istirahat mbak🙂 ooops

    Yang sepuh malah lagi kerokan, Jeng… opppsss:mrgreen:

  2. YLKI November 27, 2013 / 12:56 pm

    Terima uang ga mau kurang, salah prosedur dioperasi lagi bayar lagi tetep ga bisa hutang eh giliran salah ngeles cari alesan macem binatang !

    Waduuh? Lebih aman ke dukun yaa?😉

  3. Chrismana"bee" November 27, 2013 / 1:34 pm

    Menyimak aja deh, takut salah ketik😀

    Hahahha…aku juga senyam-senyum aja, deh. Daripada kena muncratannya Yu Minah😛

  4. Orin November 27, 2013 / 1:58 pm

    Iya Yu sepakat, toh kmrn2 banyak kasus malpraktik dari OKNUM dokter yg memang terbukti salah, ndak ada instruksi aksi solidaritas dari IDI segala, ya berarti kasus yg ini memang sudah ‘keterlaluan’, lha wong dokter juga manusia jeh bukan Tuhan😀

    Siiippp, Orin! Kayaknya baru kali ini deh IDI merestui demo ke jalanan hehehe… (apa aku yang kurang inpoh ya?:mrgreen: )

  5. Emanuel Setio Dewo November 30, 2013 / 10:54 am

    Mestinya ada alternatif selain demo ya? Solidaritas bisa menggunakan petisi atau jalur lain yg lebih elegan. Kasihan juga sih pasiennya. Ada yg kecele dan marah2.

    Iyo, kayaknya ndak eleykhan (minjem OmNh) klao turun ke jalan hihihihi:mrgreen:

  6. Lilis Harun Desember 3, 2013 / 1:44 pm

    tuku rujag uleg nandi kui dek … asyik bgt ngobroleeee

    Mbak Liiiiiiiissss….apa kabaaaar? Hahahaha…aku rindu rujak kangkung sing nang toko kasur biyen hahahaha….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s