Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Proyek Monumental 2014: Selesaikan!

Wadoohh, kontesnya Pakdee ini sungguh membuat sel-sel kelabu (minjem Hercule Poirot) di dalam kepala bak dialiri listrik sehingga berloncat-loncatan minta dibebaskan dari tengkorak yang membelenggunya (hayaaahhh 😛 ). Hahahaha…bagaimana tidak? Setiap menyambut tahun baru aku selalu punya cita-cita. Dan sampai menjelang tahun baru berikutnya cita-cita itu belum tercapai juga. Untunglah cita-cita itu bukan sejenis klappertart atau onde-onde. Bisa-bisa ditumbuhi jamur yang rimbun dan aroma yang menyengat hiiiiyyy…. sick0022 Free Sick Emoticons

Emangnya masih punya cita-cita apa sih? Hahahaha…apalagi, Kawan, selain naluri ndobozku yang gak mutu itu? 😀 Ceritanya aku ini punya obsesi menerbitkan novel atau memenangkan lomba nulis novel or novelette or cerpen, wis pokoke sing berbau dobozan 😳 Bukaaaan, bukan sok bisa nulis, lho! Justru mengapa cita-citaku hanyalah tinggal cita-cita, yaa karena aku merasa tiada mampu ashamed0002 Free Emoticons   Shame Begituuuuu banyak penulis yang luar biasa jago meramu cerita, mengolah para tokoh, merangkai kata-kata sehingga menjadi sajian bacaan yang luwar biyasa! Kadang baru membaca punya orang lain saja sudah minder tralala trilili sad0118 Free Sad Emoticons

Tapiiii, sejujurnya itu hanyalah alasan diplomatis saja, Kawan! Alasan sesungguhnya adalah mualleeeeezzzz!!! evilgrin0039 Free Emoticons   Evil Hahaha….kemampuan itu bisa diasah, bukan? Seperti banyak penulis berkata, bahwa dengan banyak membaca, banyak berlatih, banyak menghayal, suatu saat kita pasti bisa menjadi penulis! Aku meyakini itu. Hanya saja mengalahkan rasa malas itu yang sulit. sebetulnya bisa saja ngeles, gak malez sihh, cuma gak ada waktu! :mrgreen:

Banyak sekali lomba yang ingin aku ikuti. Perkara menang kalah bukan lagi menjadi prioritas (bo’ooonggg), tetapi pengalaman menulis kaliber nasional itu yang patut dicoba. Sahabatku Orin (thank you, Dear), seringkali memberitahu ada lomba ini itu di mana-mana. Aku antusias sekali, tetapi karena ditunda-tunda, tiba-tiba deadline sudah di depan mata. Mana bisa menulis novelette dalam waktu tiga hari? Hiks…hikss…

Contoh di depan mata saja, para sahabat tahu aku sedang menulis cerbung di blog ini. Tapiii, mannaaaa…manaaaa? Selesai gak? Dilanjutin gak? Aaawww…… (ditimpuk massa). Maafkan Kawan, kisah Poseidon yang kumulai di awal musim hujan tahun lalu, belum selesai juga hingga musim hujan berikutnya sad0049 Free Sad Emoticons Tapi aku janji Kawan, Lukisan Cinta pasti akan selesai!

Ketidakkonsistenan (opo to yoo?) ini harus diubah! Jika selama ini menulis menduduki skala kesembilan, maka di tahun depan harus naik ke skala tiga! Ada dua lomba menulis yang kuincar. Lomba menulis Femina dan DKJ (eh, dua tahun sekali yak?). Untuk menerbitkan buku pun akan aku coba.

Dengan semangat yang mudah-mudahan tidak pernah luntur, maka embrio-embrio bahkan janin-janin novelku yang selama ini bersemayam di rahim laptop akan segera lahir! Realistis tidak? Tentu saja realistis! Embryo dan janin ini  hanya tinggal diberi sentuhan, nutrisi, dan rangsangan yang tepat, maka serangkaian kontraksi akan membuat mereka lahir love0083 Free Emoticons   Love (iki ki ngopo too?).

Ini bukan lagi sekedar resolusi, tapi seperti kata Pakdee, adalah sebuah Proyek Monumental yang akan kuwujudkan (Insya Allah) innocent0007 Free Emoticons   Innocent

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014

Kontes-Unggulan-Proyek-Monumental-20145-150x124