Cari Solusi · Cintaku

Tak Sempurna

Mungkin, gak banyak ibu sepertiku, yang tak selalu bisa menghidangkan sarapan untuk keluarga. Yang seringkali hanya mengandalkan tukang nasi uduk atau tukang roti. Gak banyak juga ibu sepertiku, yang tak selalu bisa memasak untuk keluarga. Yang seringkali ditolong oleh restoran padang atau restoran fast food 😦

Bahkan mungkin hanya sedikit sekali ibu sepertiku, yang tak selalu bisa melambaikan tangan melihat buah hati berangkat sekolah.

Aku hanya ibu biasa, yang tak sempurna, yang tak selalu ada untuk kedua malaikatku yang bahkan tak bisa menjadi seperti yang kekasihku harapkan 😦

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiii….. aku punya cinta yang sempurna untuk kedua malaikatku, untuk kekasihku πŸ˜€ Aku punya cinta yang sempurna, seperti ibundaku mencintai anak-anak dan kekasihnya. Dan aku yakin, kedua malaikatku pun mencintaiku dengan sempurna, tanpa syarat, seperti aku mencintai ibundaku πŸ™‚

Maka, untuk para ibu yang sama tak sempurnanya denganku, untuk kakak adikku yang telah menjadi ibu, untuk ibu mertuaku, untuk ibu seluruh Indonesia, dan khusus untuk Ibundaku tercinta, kuucapkan:

SELAMAT HARI IBU

rose, petals, red
Mari kita penuhi keluarga dengan cinta yang tak bersyarat, meski kita tak sempurna…..

Β 

Ibunda, andai aku bisa mencipta sebuah lagu, maka akan kucipta ribuan lagu untukmu…

Andai aku bisa menyusun sebait puisi, maka akan kurangkai jutaan kata untuk menggambarkan kasihmu…

Aku hanya punya cinta dan doa untukmu. Semoga kau selalu sehat, selalu diberi penghiburan dan kebahagiaan dan tentu saja selalu dalam lindungan Allah. Aku masih membutuhkanmu Ibu, untuk ribuan tahun mendatang. Aku cinta padamu, Ibu. Peluk cium untukmu…

PS. Met ultah juga, Om Dewo πŸ˜€

Cintaku

No Kiss!

Haduh…haduuuhh…beginikah rasanya jadi Ibu untuk buah hati yang OTW ABG? Antara sedih, bingung, dan kaget. Lha, gimana cobak? Masa sekarang Jendral G, ndak mau lagi dicium!! sad0118 Free Sad Emoticons

Seperti biasa, setiap hendak berangkat sekolah (kebetulan Jendral G selalu berangkap pagi dengan sepedanya), aku mengantar sampai pagar. Memakaikan ranselnya dan banyak pesan dan petuah untuknya πŸ˜› Dan seperti biasa juga, dia akan mencium tanganku dan aku mencium kedua pipinya juga dahinya. Tapiiiii, pada suatu pagiiiii, setelah memberi salam, dia memalingkan wajahnya.

“NO KISS!” Begitu katanya. Huwaaaaa…… sad0144 Free Sad Emoticons Apa yang terjadi??

“Kenapa, Kakak?”

“Kakak udah gede, Bundaaa, maluu.”

“Kok malu? Kan gak ada yang lihat? Emang ada yang ngatain Kakak?”

“Adaaaaa….waktu Bunda antar Kakak ke sekolah yang mau ke Trans Studio, Bunda cium Kakak kan, waktu Kakak antri masuk bis? Naahhh, Kakak diledekin sama temen-temen?”

Aku segera mengingat-ingat. Oh iyaa, waktu itu karena aku sibuk cari parkir, anak-anak aku turunkan di gerbang sekolah. Dan tentu saja belum sempat salam dan cium. Begitu dapat parkir aku segera menyusul, tepat ketika mereka sedang berbaris menuju bis. Aku sempat mencium Jendral G dan Cantik.

“Memangnya teman Kakak bilang apa?”

“Yeee, G, masih dikecup (lucu yaa bahasanya) sama Mamanya, gittuuuu. Kakak maluuuu.”

“Ahh, mereka kan ngeledek doang, coba tanya aja sama Mama mereka, pasti dicium juga kok,” ujarku membela diri.

“Ahh Bundaaa, pokoknya Kakak udah gede, gak usah dicium lagiiii.”

Ya ampuuun 😦 Padahal, belum ada setahun lalu, ketika Jendral G masih belum mau pakai baju sendiri, masih bobok dengan memegang perutku, pernah aku bertanya.

“Duhh, Kakaak, mau sampai kapan dipakaikan baju sama Bunda?”

“Sampai tuaaa,” katanya.

Lalu, pada suatu waktu, belum ada setahun juga, aku pernah mengajukan pertanyaan senada.

“Kakaak, mau sampai kapan nih bobok sama Bundaa?”

“Sampai umur delapan belas, Bundaaa.”

Nyatanya? Sekarang gak mau lagi dicium. Bahkan, jika jalan di mal gak mau lagi kugandeng. Pernah sekali waktu kugandeng, dia pura-pura mau liat jam.

“Yeee, Kakak pura-pura yaa, biar Bunda lepasin gandengannya?”

Dia pun nyengir malu. Helloowww? Ke manakah anak lelaki kecilku dulu? Ke manakah Jendral kecilku, yang ke mana-mana maunya pakai jaket tentara? sad0049 Free Sad Emoticons

Baiklah, tentu semua ada masanya ya. Sekarang menuju ke fase yang lebih besar, Jendral G mulai sedikit demi sedikit melepaskan ketergantungannya padaku. Meski tetap belum bisa pakai dasi, setidaknya sudah bisa memakai baju dan celana sendiri. Meski masih belum malu telanjang keluar dari kamar mandi, dia sudah berusaha tidak menunjukkan ke”anak-mami”annya di depan umum πŸ˜€

Sekarang, meski masih ogah-ogahan, Jendral G sudah mau dicium, asalkan tidak lagi di pagar hahahaha….

Tumbuhlah dewasa, Anakku. Tumbuhlah dengan sempurna, hadapilah dunia dengan berani dan gagah. Ucapkan selamat tinggal pada masa kanak-kanakmu dan biarkan menjadi kenangan indah untuk kembali kau ceritakan pada anak-anakmu kelak.

Ingatlah satu pesan Bunda, bahwa selamanya kau akan menjadi “anak-anak” untuk Bunda. Namamu akan selalu Bunda sebut dalam setiap doa Bunda. Bunda akan selalu ada untukmu, kapanpun kau butuhkan, selama nafas ini masih berembus love0085 Free Emoticons   Love

Kakak

Iseng Aja

HBD to Me

Horeeee….hari ini adalah hari ulang tahunku πŸ˜› Met ultah yaaa….. (astaganaga, sungguh tak tau malu!). Seperti di ultahku sebelumnya, aku selalu berdoa pada Allah, mengucap syukur atas segala yang telah kunikmati dan tentu saja mengajukan permohonan 😳

Tak banyak keinginanku, aku hanya ingin diberi kesehatan jasmani dan rohani, hingga aku bisa mendampingi kedua malaikatku sampai mereka tak lagi membutuhkanku πŸ˜€ Tentu saja juga mohon agar dicukupkan rejekiku dan dimudahkan jalanku baik di dunia maupun di jalan menuju surga nanti πŸ˜€ Agar aku bisa menjadi istri dan ibu yang baik, juga menjadi anak yang berbakti untuk ibundaku πŸ˜€ Aku juga mohon agar bisa menyekolahkan kedua malaikatku setinggi-tingginya, menikahkan mereka, dan diberi kesempatan menimang cucu-cucu ^-^

Setelah itu, akan kuserahkan kembali hidupku pada Tuhan Allahku. Dan semoga Allah bersedia menerimaku ^-^

(ealaahh, jebul mintanya banyak!)

Mari kita potong kuenyaaa….hahahaha….. (liliiin…mana lilinnyaaa?)

cakes

PS. Kuenya ambil dari Google πŸ˜›

Β 

Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Ketawa dulu

m&m: Kredit

M&MMenul : Nil, ada tas bagus-bagus, nih! Aku ambil dari Vina, dari Italy katanya.

MenilΒ  : Waahh, bagus-bagus yaa, tapi kok mahal amat?

Menul : Yee, namanya juga dari luwar negri!

MenilΒ  : Bisa kredit gak, nih?

Menul : Bisaaa, tenang ajaaa.

MenilΒ  : Asyeek! Berapa kali bayar, Nul?

Menul : Mmm, ya terserah sih, mo bayar berapa kali, yang penting ntar sore lunas!

MenilΒ  : Gubrak!!! (&&^%%&^$%&^(*+)(&(*

Cari Solusi · Nimbrung Mikir

We (maybe) Need You, Hackers!

Kontesnya Om Dewo ini kan tentang “Keamanan dalam Berinternet”, nah selama ini sih aku merasa aman-aman saja dalam berinternet. Sampai setelah membaca cepennya Si Om tentang JengPing, hacker wanita yang tak mau dilihat wajahnya :mrgreen: (aku juga ndak mau tapi aku bukan hacker lho 😳 ). Walaahhh, ternyata beresiko juga ya jika kita tidak memerhatikan keamanan. Sering dengar sih berita tentang situs pemerintah ini dibobol oleh hacker (atau cracker? Bedanya apa ya?), atau situs anu dibobol sehingga merugikan perusahaan. Atau kartu kredit yang dibobol melalui jual beli lewat internet? Waahh, betapa selama ini yang kutangkap bahwa hacker itu selalu negatif ya? Atau tergolong kriminal malah? Waduh, beginilah kalau emak-emak gaptek yang tidak mengikuti perkembangan, jadi gak mudengan!Β  rolleye0003 Free Emoticons   Rolling Eyes

Bicara mengenai keamanan dalam berinternet, tentu sudah banyak yang membahas. Tapi aku ingin membicarakan mengenai internet aman untuk anak-anak. Dan rasanya peran hackers sangat dibutuhkan di sini. Lho, kok bisa? Iyaaaa. Pernahkan Kawan membuka suatu situs yang didapat dari Google, tenyata yang terbuka malah situs lain? Iya sih, kata kuncinya mungkin menipu. Kalau isinya cuma iklan dan jualan sih gak papa. Lha, ini isinya pornografi? Mending kalau cuma tulisan, ini gambar dengan animasi! Aduhhhh, aku sampai tershock-shock melihatnya. Meski gak langsung ditutup juga siiyy (becandaaaa πŸ˜› ) hahahaha…. Ya kan perlu tahu juga kok bisa membuka itu kok keluar ini (halah!). Aku langsung menghubungi kekasihku pada waktu itu, kok bisa terjadi sih? Lalu kekasihku yang juga IT itu menjelaskan bla…bla…bla…yang aku pura-pura mudeng padahal mumet sick0018 Free Sick EmoticonsΒ  Itu kejadian sudah lamaaa sekali, tapi aku jadi kepikiran, seandainya itu terjadi pada anak-anak kita? Haduuhhh, bisa pingsan tujuh kali aku 😦

Tugas-tugas sekolah selama ini seringkali mengharuskan anak-anak untuk mencari sumber dari internet. Idealnya sih selalu diawasi oleh orang tua. Tapi kita kan gak bisa mendampingi anak selama 24 jam kan? Nah, jika pada masa itu terjadi seperti hal seperti yang kualami bagaimana? Hiiiyy, amit-amit semoga gak kejadian scared0016 Free Scared Emoticons Bagaimana ya supaya kejadian ini gak terulang? Aku gak tahu apakah itu salah satu perbuatan hacker atau memang jebakan dengan memasang kata kunci?

Tapi, bisakah para hacker membuat supaya hal itu tidak terjadi? Mungkin dengan cara membobol situs-situs porno lalu merusaknya? Karena menurut wikipedia, hacker adalah:

In the computer security context, a hacker is someone who seeks and exploits weaknesses in a computer system or computer network. Hackers may be motivated by a multitude of reasons, such as profit, protest, or challenge.

Nah, bisakah protest ini dengan merusak situs porno demi keamanan anak-anak? Duhh, jika mereka mau bersatu untuk melakukan itu betapa amannya dunia internet untuk anak-anak. Karena hanya mengandalkan pemerintah untuk melakukan itu tentu saja agak sulit dan lama ya. Eh, gak semudah itu kali yaaΒ  sign0195 Free Sign Emoticon Banyak juga usaha yang dilakukan oleh para blogger dengan menulis tema tertentu lalu memasang kata kunci tertentu untuk menjebak orang-orang iseng yang mencari berita tertentu juga. Ini usaha yang positif juga sih.

Tapi yaah kita harus berusaha sendiri untuk melindungi anak-anak kita. Jika terpaksa sekali kita harus membuka situs dewasa (kok bisa terpaksa kenapa ya?) sementara pemakaian komputer masih bersama-sama dengan anak-anak, maka bisa lakukan usaha seperti menghapus history, cookie dan cache dari web browser (panganan opo kuwi? :mrgreen: ).

Tetap saja siy, usahakan kita selalu mendampingi anak-anak setiap kali mereka membuka internet. Dunia maya itu tak terbatas, usaha apapun yang kita lakukan tak bisa menghapus kejahatan dan perusakan oleh dunia maya. Maka, waspadalah…waspadalah… awasi selalu buah hati, beri pendalaman iman yang kuat, ajari moral, agama dan budi pekerti. Dan terutama, berilah contoh yang baik untuk mereka. Jangan membuka situs yang sekiranya bisa merusak moral. Kecuali jika terpaksa! mad0257 Free Emoticons   Anger (kok bisa terpaksa kenapa ya? Jiahh, lagi?) :mrgreen:

Artikel ini disertakan dalam Kontes Ping Si Hacker Pink

I HATE PINK

PS. Maaf, silau. Ditulis dalam huruf pink demi mengambil hati JengPing, Si Juri yang berwarna pink :mrgreen:

Oooh Indahnyaaa....

Tetralogi Buru

Hahahaha…. benar kata orang, kalo sudah rejeki gak akan ke manaaaa πŸ˜€ Opo sih? Aku mo pamer, Kawan. Aku baru saja memenangkan hadiah dari kontes menulis yang diadakan oleh Mas Teguh Puja πŸ˜› Yang membuatku percaya pada kalimat di atas karena tadinya aku sudah nyaris gak ikutan! (seperti biasaaa senengane mefet-mefet).

Sebetulnya info dari Si Manis Orin mengenai lomba ini sudah lama kuterima. Tapi lagi-lagi alasan belum sempat, nyaris kulewatkan. Untunglah kalo gak salah Orin memberi info kalo kontes diperpanjang. Waahh, aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Apalagi tulisan ini mengenai Pramoedya Ananta Toer salah satu penulis favoritku πŸ˜€

Sebagian orang beranggapan bahwa buku-buku PAT terasa berat dan membosankan untuk dibaca. Padahal sesungguhnya gak, lho! Justru sangat menarik, karena gaya penulisan yang masih tempo dulu, setting cerita yang membawa kita ke jaman yang bahkan kita pun belum absen di bumi ini πŸ˜€ Menarik! Sangat menarik!

Tantangan itulah yang membuatku menulis dengan gaya tempo dulu πŸ˜› sebagian Kawan tentu sudah membaca Rahasia Perempuan Itu dan Bayinya πŸ˜€ Judule panjang banget πŸ˜› Dan sahabat penikmat tulisanku (maafkan ke GR an saya 😳 ) selama ini, ternyata menyadainya lho 😳

Komen BuMon

Komen JengLid

Hihihihihi…terimakasih yaa atas apresiasi sahabat atas tulisanku selama ini 😳 Jika BuMon dan JengLid menyadari gaya penulisanku yang berbeda, maka Neng Orin tea langsung “menuduh dengan pas” gayanya PAT hahahaa…… Nuduh kok pas!

Nah, setelah pamer dengan tulisanku 😳 (mohon jangan muntah, biasanya aku pemalu tapi nek soal nulis aku gak tau malu lho 😳 ), kini saatnya pamer hadiah. Taaraaaa…..

Tetralogi Buru

Hahahaha…. ada yang pengen? πŸ˜› Sebetulnya aku sudah punya koleksi ini sejak lama, meski menyisakan Rumah Kaca yang belum sempat kubaca. Bahkan Sobatku di kantor bilang, ” Sini buat aku aja, ngapain punya double?”

Eitss, tentu saja gak kuberi. Ini hasil perjuangan, Sis! Jika koleksiku yang lama hasil perjuangan menabung, maka hadiah ini adalah perjuangan otak πŸ˜† Tapi kalo mo pinjam, boleeehh ajaaa…. Tapi harus nunggu antrian yaa, sudah ada yang booking πŸ˜›

Makasiy ya, MasGuh atas hadiahnya. Ditunggu tantangan berikutnya. Barangkali tentang Buya Hamka? Atau Marah Rusli? πŸ˜›