Prabowo – Hatta adalah Bhinneka Tunggal Ika

Saya tidak akan banyak mengaspirasi Pak Prabowo – Hatta dalam hal-hal yang saya tidak kuasai. Karena saya yakin sudah banyak team ahli, para pemikir, para pendukung, para akademisi, para cendekia, para mahasiswa, para ulama, para pemimpin agama, dan tokoh masyarakat yang akan memberi Pak Prabowo – Hatta masukan-masukan demi berjalannya pemerintahan yang kami dambakan menuju kesejahteraan bangsa.

Tetapi, sebagai rakyat biasa, sebagai seorang ibu, wanita pekerja, dan yang utama adalah sebagai kaum minoritas di negeri ini, saya sangat berharap kepada Pak Prabowo – Hatta untuk tetap memelihara rasa Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan bangsa kita. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya. Ada lebih dari 1000 suku di negri ini, ada lebih dari 400 bahasa daerah, dan ada enam agama yang diakui. Luar biasa! Di mana keragaman seperti ini bisa kita temui di dunia selain di Indonesia? Belum lagi kekayaan bumi dan alam yang menjadi incaran bangsa-bangsa lain. Luar biasa kaya!

Sebelumnya, saya sudah kesengsem dengan Pak Prabowo, jauh sebelum kampanye pilpres dimulai. Karena Pak Prabowo mewakili Bhinneka Tunggal Ika itu. Orang tua yang Jawa dan Sulawesi, Islam dan Kristen, kemudian kakak adik yang Katolik dan Kristen, sementara Pak Prabowo sendiri seorang muslim. Bukankah ini perbedaan yang sempurna? Lalu Pak Hatta yang Sumatera bermenantukan pria Jawa. Saya meyakini, bahwa dari keluarga yang terbiasa dengan perbedaan, akan lahir toleransi yang sesungguhnya. Dan kita semua tahu, bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat. Pada keluarga yang terbiasa dengan toleransi, tentu akan terbentuk masyarakat dan negara yang bertoleransi pula.

Mengapa saya berharap Pak Prabowo – Hatta menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika? Karena saya pun mempunyai keluarga yang berbeda. Saya seorang Jawa, suami saya Sumatera. Saya penganut katolik dan suami saya muslim yang taat. Bahkan ipar saya adalah seorang Tionghoa. Saya sudah membuktikan sendiri, bahwa dengan berkeluarga campuran begini, wawasan saya terbuka luas. Bahwa selama ini kaum minor merasa ditekan, ternyata tidak sepenuhnya benar. Bahwa selama ini kaum mayor merasa dicurigai, ternyata tidak benar juga. Kalaupun ada kejadian seperti itu, itu hanyalah tindakan orang-orang yang tidak sepenuhnya mengerti agama. Karena saya yakin, semua agama mengajarkan kebaikan, mengajarkan jalan yang sama untuk kembali pada Sang Pencipta pada saatnya nanti.

Karenanya, Pak Prabowo – Hatta, jika Bapak berdua terpilih menjadi Presiden RI (yang sangat saya harapkan), tolonglah untuk menjaga dan melindungi keharmonisan beragam budaya, suku bangsa, dan agama di negri kita tercinta ini. Saya tidak pernah takut -seperti ketakutan kaum minor lainnya- meski di belakang Bapak banyak pendukung partai Islam. Karena saya yakin, mereka adalah orang-orang yang mengerti ajaran agamanya. Jika pun ada yang dianggap keras, saya justru senang mereka ada di belakang Pak Prabowo. Karena hanya Pak Prabowo lah yang bisa merangkul dan mengayomi kami semua untuk tercapai perdamaian. Tidak akan lagi perselisihan antar agama. Tidak ada lagi pertengkaran antar suku bangsa. Tidak ada lagi kecurigaan antar etnis. Saya yakin itu, jika Pak Prabowo menjadi presiden. Mengapa saya mengangkat masalah ini? Karena kecurigaan-kecurigaan ini sudah menjadi duri dalam daging. Tidak nampak, namun sering membuat nyeri.

Harapan saya yang kedua adalah soal keamanan. Saya setuju dengan Pak Prabowo – Hatta, bahwa bila kesejahteraan telah tercapai, dengan sendirinya keamanan akan mengikuti. Saya ingin, jika perempuan bepergian sendiri menggunakan angkutan umum, tidak ada rasa cemas dan was-was akan tindak kejahatan. Saya ingin, ketika melepas anak-anak melakukan kegiatan di luar rumah, saya percaya tidak satupun akan terjadi sesuatu pada mereka. Saya ingin, ketika para ayah bekerja mencari nafkah dan terpaksa pulang kemalaman, tak ada rasa kuatir bagi keluarga di rumah akan keselamatan sang kepala keluarga. Saya ingin, agar Indonesia ini aman dari kejahatan, dari premanisme, dari pengedar narkoba yang bebas berkeliaran, dari segala macam tindak kekerasan. Mohon Pak Prabowo – Hatta dapat mewujudkan keamanan dengan ketegasan dan wibawa. Saya hanya ingin menjadi aman dan nyaman di negeri sendiri.

Demikian, Pak Prabowo – Hatta, harapan-harapan saya kepada Bapak berdua. Bukan sesuatu yang muluk dan istimewa sepertinya, tetapi sangat saya rindukan. Jika Bapak berdua terpilih nanti, jangan kecewakan kami dan jangan bohongi kami. Mungkin hasilnya tidak serta merta dapat kami nikmati, tetapi setidaknya usaha sekuat tenaga Bapak berdua dan komitmen yang dijalankan, akan membuat kami bangga dan menghargai Bapak sebagai negarawan dan pahlawan. Dan seperti pesan Bapak, jika pun Bapak tidak terpilih (dan semoga tidak terjadi), kami akan menghargai dan menghormati presiden terpilih. Karena niat untuk #SelamatkanIndonesia tentunya tulus.

Salam Indonesia Bangkit! Satu Indonesia!

https://i0.wp.com/bloggerindonesiasatu.org/wp-content/uploads/2014/06/brosur-lomba-blog-kontes-prabowo-hatta.jpg

Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Aspirasi untuk Prabowo Hatta.

5 thoughts on “Prabowo – Hatta adalah Bhinneka Tunggal Ika

  1. Lidya Juli 9, 2014 / 2:27 pm

    good luck ya mbak

    Makasiy, Jeng😀

  2. ahmadramadlan Juli 13, 2014 / 8:10 pm

    PS karakter sesungguhnya benar-benar terselubungi oleh fitnah. Ada yang mengatakan bahwa ia anti China, tapi saya baru tahu waktu ke rumah Polonia beberapa waktu yang lalu kalau Gerindra adalah satu-satunya parpol yang mempunyai onderbow (organisasi dibawahnya) yang mengakomodir etnis Tionghoa, namanya PETIR (Persatuan Tionghoa Indonesia Raya). Pada waktu saya ke Rumah Polonia tersebut, kebetulan lagi banyak anggota PETIR yang disana. Dan Dokter Pribadi PS sendiri adalah keturunan Tionghoa.

    Sebelumnya banyak yang mengatakan bahwa PS mempunyai hutang Rp 14T, tetapi terbukti bahwa utang PS hanya Rp. 28 juta (Kartu Kredit) yang memang merupakan utang berjalan. Bahkan PS adalah pembayar utang terbaik menurut ECW Neloe (Mantan Dirut Bank Mandiri) karena PS menolak diberikan pemotongan bunga atas utang dari PT Kertas Nusantara yang ia beli dari BPPN, karena dia sadar bahwa bunga itu untuk modal pembangunan negara.

    PS didalam setiap pidatonya selalu mengucapkan salam secara Islam, Salam Sejahtera, Shalom dan Om Shanti Shanti Om. Dan kebiasaan tersebut bukan hanya sekarang, tetapi coba perhatikan dokumenter film dari pidato-pidato PS terdahulu, salam-salam itu sudah biasa PS ucapkan. Dan sama sekali tidak ada keberatan dari umat dan ulama Islam, meski PS sendiri seorang muslim, karena kita sadar bahwa PS adalah milik semua kalangan.

    Yang sebenarnya sangat ditakuti dari PS adalah, Indonesia akan menjadi negara kuat dan mandiri sehingga negara Eropa, China dan Barat akan kehilangan pasar yang empuk atas produk-produknya, bayangkan 240 juta penduduk!!

    Iya, saya juga heran, Bang, mengapa begitu banyak fitnah menyelubunginya ya? Aku rasa betul, bahwa banyak kepentingan yang membuat fitnah itu makin kejam dari waktu ke waktu😦 Semoga banyak yang mau membuka mata dan hati.
    Makasiy Bang, atas kunjungan baliknya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s