Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · Nimbrung Mikir

Purnama

sumber

Senja semakin larut, penuh rasa bersalah aku mengikuti Gilang yang berjalan tergesa melewati jalan setapak.

Sorry, Lang, gara-gara aku kita tertinggal rombongan,” ujarku di antara napas memburu.

“Tenang saja,” sahutnya kalem.

Yeah, kami berdelapan bermaksud mendaki Merapi. Seharusnya sesore ini sudah tiba di pos pendakian dan mulai mendaki agar tepat terbit mentari kami sudah tiba di puncak. Tapi gara-gara perutku sakit, terpaksa aku ditinggal ditemani Gilang, kekasihku yang pendiam, ganteng, tapi baik hati. Heii, ini bukan modus! Memang perutku sakit sekali, mana sangka tiba-tiba aku mengalami dysmenorrhea?

Kini, malam benar-benar sempurna. Gilang menyalakan senternya, berusaha menembus malam.

“Untunglah malam ini purnama,” gumamku. Tiba-tiba Gilang menghentikan langkah sehingga aku menabraknya.

“Kita kembali saja, Liz, sudah jauh pula tertinggal,” katanya mengejutkan. Tentu saja aku protes.

“Heii, sudah sepertiga jalan begini. Ayo, ah!” Tanpa mengindahkan Gilang aku memimpin jalan di depan.

“Liz, berbahaya!”

“Apanya yang berbahaya?”

“Purnama!”

“Memangnya kenapa? Kau takut werewolf?” candaku. Dari kejauhan aku melihat tumpukan kayu yang menghalangi jalan. Nah, rupanya teman-teman meninggalkan tanda supaya kami tidak tersesat. Belum sempat melompati tumpukan kayu itu, aku terpana memandang cahaya yang menyerbu melewati pepohonan di atas kami.

Tiba-tiba tubuhku terasa aneh. Mataku tak lagi fokus, jalanku sempoyongan. Tumpukan kayu di depanku seperti berjalan-jalan. Samar, kulihat Gilang menyambar kayu paling besar dalam tumpukan itu.

“Jangan bergerak, Liz!” desisnya. Aku ketakutan. Aku merasa air liurku menetes-netes dan tubuhku panas. Demamkah? Belum sempat berpikir, kulihat Gilang mengayunkan kayu itu ke kepalaku.

“Maafkan aku, Liz.” Sempat kudengar Gilang berbisik sebelum aku jatuh berdebam. Aku merasa tubuhku begitu berat dan berbulu.

*********

Words: 260

Fiuuhh, wajar bila akan menuai kritik :mrgreen:

Yuukk, mareeee Prompt #64 Pile of Wood Stick di Monday FlashFiction πŸ˜‰

 

11 tanggapan untuk “Purnama

  1. kok tokohnya bisa gatau dia itu manusia serigala? tp bagus endingnya. kupikir gilang yang berubah πŸ˜€

    Hahaha…dia itu macam Hulk yg pada awal2nya suka gak sadar bisa berubah jadi monster :mrgreen: Tadinya mau Gilang yg jadi werewolf, tapi ntar ketebak, Unii… πŸ˜€
    Makasiy, Uniii….

  2. mungkin dia lupa kalau dirinya cantik-cantik srigala. soalnya yang populer ganteng-ganteng srigala

    Wahh hahaha…. ini sinetron yang konon gak boleh ditonton, Bang πŸ˜›

  3. Jangan-jangan Gilang itu vampir. Makanya dia mukul pacarnya sendiri yang berubah jadi serigala, soalnya gk mau kalah saing. πŸ˜€ *kesimpulan suka-suka* *efek GGS*

    Wahh hahaha….bisa jadi…bisa jadi… πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s