Kutukan Eiffel

Berada di Paris adalah mimpi dalam mimpiku. Tidak terbayang sama sekali! Aku harus berterimakasih pada Adrian, putra mahkota pemilik jaringan rumah sakit besar tempat aku bekerja. Hanya karena asistennya tidak jadi ikut, maka aku yang harus mendampinginya menghadiri konferensi dokter bedah kosmetik seluruh dunia. Sayangnya, Adrian ini selain tampan, kaya raya, namun sombongnya tidak tahan! Sepanjang konferensi aku selalu menghindarinya, lebih baik berteman dengan para dokter dari seluruh belahan dunia, meski aku hanyalah dokter umum baru lulus.

Sayangnya, malam ini aku tidak bisa menghindarinya.

“Ini malam terakhir, aku mau kau ikut aku,” ujarnya. Ini bukan mengajak, tetapi bersabda.

“Ke mana, Dok?” tanyaku berusaha sesopan mungkin.

“Eiffel, tentu saja! Kau belum ke Paris kalau belum mengunjungi Eiffel!”

Yeah, siapa juga yang menolak? Setelah siang kemarin kami dan beberapa dokter kabur dari konferensi dan berjalan-jalan menyusuri Champ-Elysee, hingga ke Arc de Triomphe, setelah sebelumnya mengagumi senyum Monalisa di Museum Louvre.  Dan petangnya memandangi Katedral Notre Dame yang bergaya Gothic dengan Si Bongkok nya yang melegenda. Rupanya, Eiffel, tempat terindah ini menjadi destinasi kami di malam terakhir di Paris.

“Baiklah,” sahutku berusaha menyembunyikan gairah yang meletup-letup. Eiffel, I’m coming!

Dan malamnya, tak mampu aku berkata-kata melihat keindahan Eiffel. Menara besi itu seperti berselubung cahaya. Sungguh, ini tempat kaum pencinta.

“Mira, tahukah kau, mengapa kau yang kuajak ke mari?” bisiknya. Dingin menggigit, namun tiba-tiba pipiku memanas. Aku menggeleng lalu menatap matanya.

“Karena aku cinta kamu.” Jantungku melompat sampai puncak Eiffel!

“Maukah kau menjadi istriku?”

Aku tertunduk lalu mengangguk. Biarlah, meski harus menjadi yang kedua.

******

Words: 250, ikut giveaway Pesta Flash Fiction @NBC_IPB & @novellinaapsari

9 thoughts on “Kutukan Eiffel

  1. jampang November 11, 2014 / 5:00 am

    poligami atau istri pertama si dokter sudah meninggal?

    Gimana enaknya aja, bang:mrgreen: Kayaknya sih poligami😛

  2. ysalma November 11, 2014 / 11:09 am

    Tapi bukan cinta sesaatkan?

    Nahh, itu dia, Ni, sampai Jakarta kutukannya ilang gak, ya?:mrgreen:

  3. Lidya November 13, 2014 / 12:24 pm

    jadi istir kedua ?

    Nampaknya, Jeng😛

  4. Orin November 13, 2014 / 5:20 pm

    hoalah Miir…. kesian kau kena kutukan eiffel *halah* hihihihi
    Bagus buCho, feelingku menang ini😀

    Ahh, Oriinn, feelingmu salah, Sayaang:mrgreen:

  5. Riri November 14, 2014 / 2:27 pm

    cinta sesaat bukan ya??

    Semoga bukan yaa hihihihi…

  6. Jual Penyaring Air Januari 11, 2016 / 11:30 am

    haha, romantis sih, tapi ujungnya kok agak sakit ya? Jadi yang kedua boo😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s