Tragedi Daun Kunyit

daun kunyit
Pinjam dari Google

Kisah ini terjadi ratusan tahun yang lalu. Tapi baiklah akan kuceritakan, mana tahu bermanfaat bagi Kawan perempuan yang hendak menikah dengan orang Padang atau setidaknya yang mempunyai calon mertua pandai memasak πŸ˜›

Pada waktu itu, camer berkunjung ke rumah di Semarang, kan ceritanya mau kenalan dengan ortuku ihik…ihik… ashamed0002 Free Emoticons   Shame Nah, setelah semalaman perjalanan dengan kereta, maka paginya kami ke pasar. Ibu camer (selanjutnya kusebut Nenek) hendak memasak, weiiss, asyik dong, secara Nenek kan pandai memasak. Dan sebagai calon menantu yang baik, tentu aku ikutan sibuk (pura-pura, siy) di dapur. Bertiga dengan Ibunda sambil ngobrol ngalor ngidul kami mulai memasak. Sementara para pria ngobrol di ruang keluarga.

Nah, di dapur inilah tragedi itu bermula ashamed0002 Free Emoticons   Shame Hari itu Nenek bermaksud memasak rendang dan gulai ayam. Salah satu bumbu yang diperlukan adalah daun kunyit. (Semoga Mbakyuu Prih tidak membaca ini, pasti aku akan diketawai habis-habisan) (Gak mau dibaca kok dikasih link) (Hayah, malah ribut dewe). Tapi ternyata kami lupa membeli dun kunyit.

“Oh, ada kok, itu di kebun bawah ada tanaman kunyit. Coba kamu ambil, deh!” kata Ibunda. Oh ya, Ibunda senang sekali bercocok tanam πŸ˜€ Maka aku segera berlari turun, rumah kami dibangun mengikuti kontur tanah yang berbukit, sehingga dapur ada di atas sementara kebun ada di bawah dapur. Sampai di bawah, ternyata begitu banyak tanaman, rupa-rupa warnanya. Hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru. Haduuhh, tiba-tiba aku baru sadar, bahwa…ternyata…aku gak tahu penampakan daun kunyit itu seperti apa! Gubrakkk!!! Dan selama aku kuliah di Yogya lalu bekerja di Jakarta, aku tak pernah tahu apa saja yang ditanam Ibunda di situ.

Maka, dengan sok taunya aku berteriak dari bawah.

“Ibundaa, gak ada daun kunyit, kok!” Lalu Ibunda dan Nenek melongok dari jendela dapur.

“Lho, ada, kok. Lha ituuu, nang cedakmu!” (Lha ituuu, di dekatmu) seru Ibunda. Aku celingukan, mau di dekat kek mau jauh kek, lha wong aku gak tahu penampakannyaaa ashamed0004 Free Emoticons   Shame

“Mana, siyy?” seruku sambil menunduk-nunduk mencari.

“Itu lho, Cho, di bawah kakimu!” seru Nenek juga. Aku melihat ke dekat kakiku.

“Ohh, yang inii,” sahutku sambil siap memetik daunnya.

“Bukaaaannnn! Yang satunya!” Sampai kaget aku mendengar mereka berdua berseru barengan. Haduuhh, mukaku ini mau ditaruh mana, ya? Maluuuu. Rupanya karena mendengar ribut-ribut, kekasihku menyusul turun.

“Ada apa?” tanyanya.

“Ssstt, aku mau ambil daun kunyit. Yang mana, sih?”

“Ooo.” Dengan tenang kekasihku memetik daun yang sedari tadi menempel di betisku, daun yang lebar dan panjang, lalu memberikannya padaku.

“Nahh, iya yang itu. Tuh, Nak Fery malah tahu,” kata Ibunda. Seketika mukaku langsung kukantongi!

Sampai di atas segera kuserahkan daun itu pada para Ibu.

“Choco, emang belum pernah lihat daun kunyit, ya?” tanya Nenek.

“Lhaa, kamu kan sarjana pertanian, mosok (masa) gak tahu daun kunyit?” goda Ibunda. Haduuhhh!!! Sungguh, aku tersipu-sipu kemaluan!

“Kan, belajarnya menanam jagung, padi, kopi, coklat, karet, bla…bla…,” kataku mencoba ngeles sementara kedua bundaku tertawa menggoda.

Sejak saat itu, aku hafalkan betul yang namanya daun kunyit! Bahkan sekarang, aku sudah tahu seperti apa penampakan kapulaga, pala, asam kandis, jinten, dll. (tapi tetep belum tahu pohonnya kayak mana hihihihihi….)

Iklan

9 thoughts on “Tragedi Daun Kunyit

  1. ysalma November 30, 2014 / 4:31 am

    Di rumahku ada Jeng daun kunyit ini,
    Jika ga ada, giliran si nenek datang berkunjung dan ingin masak jg, tanpa ini daun, rasa masakan langsung berkurang nilainya πŸ˜€

    Wahh, bumbu wajib ya, Unii πŸ˜€

  2. Gusti 'ajo' Ramli November 30, 2014 / 10:35 am

    Hahaha..ngeles ny kayak bajaj yah.. πŸ˜€

    Wakakaka…. tak tahu mesti jawab apa, Jo πŸ˜†

  3. prih November 30, 2014 / 11:13 am

    Salaman Diajeng…..semakin banyak daun yang tak ku tahu namanya koq
    Biasanya yang laku rimpangnya ya, lah ini daun kunyitpun masuk ke bumbu masakan.
    Nenek, mohon bagi rendang gulainya
    Salam hangat

    Jika ada kesempatan ke Saltig, akan kubawakan, Mbakyuu ^-^

  4. Orin Desember 14, 2014 / 4:46 pm

    mihihihihi…berapa lama wajahmu berada dalam kantong buCho? *ngikik cantik*
    Errr…tapi aku jg ga tau kyknya penampampakan si daun kunyit itu macam mana πŸ˜›

    Sampai menikah, Oriin πŸ˜›

  5. istiadzah Januari 26, 2015 / 6:01 pm

    Wuahahahahhaah etapi aku juga ga tau lho penampakan daun kunyit. Malah batu tau belakangan ini juga kalau daun kunyit itu bs jadi bumbu masakan. Wkwkwkww.

  6. Filter Air Januari 30, 2015 / 11:32 am

    saya juga baru tahu klo daun kunyit bisa di jadikan bumbu πŸ˜€

  7. Jual Penjernih Air Januari 6, 2016 / 11:33 am

    haha, sepertinya saya juga akan mengalami hal yang sama jika kejadian itu terjadi ke saya πŸ˜€

  8. Jual Filter Air Januari 6, 2016 / 11:36 am

    wow, mantap infonya, sekarang jadi tau seperti apa penampakan daun kunyit πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s