(Ini)(sial)

Siang antara mendung dan panas membara. Seperti udara panas yang terjebak dalam toples dengan aku berada di dalamnya. Halah … halah … mau beli rujak ke warung Yu Minah aja pake panjang lebar! Yah, sebetulnya bukannya aku gak pernah ke warung Yu Minah. Aku hanya gak menceritakan obrolanku saja. Makin hari Yu Minah makin lebay, sih. Segala macam berita dilahapnya lalu diceritakan kembali dengan semena-mena menurut versinya. Memang yang nonton atau baca berita cuma dia? Sebab itulah aku jarang menceritakannya kembali. Murni opini Yu Minah yang berlagak macam pengamat politik saja. Hahaha.

Warungnya tampak sepi dalam cuaca begini. Tapi aku butuh rujak serut untuk didinginkan dalam lemari es. Seperti biasa aku meneriakkan salam dan duduk di bangku favorit.

“Lho, Jeng, ndak ngantor, to?” tanya Yu Minah setelah menjawab salamku.

“Nggak, Yu. Cuti. Buatkan rujak serut ya, seperti biasa pedes tapi gak banget,” jawabku sembari menyambar koran langganan Yu Minah. Wuidih, DL nya masih membahas soal inisial artis-artis yang terlibat prostitusi.

“Media itu curang ya, Jeng?” tanya Yu Minah tiba-tiba. Ulekannya yang menggemparkan meja benar-benar melumat dengan sadis cabai dan kawan-kawannya.

“Curang kenapa, Yu?”

“Lha itu, artis-artis yang diduga terlibat prostitusi itu semuanya pakai inisial nama. Kan, bisa menimbulkan fitnah!”

“Ya kan, masih jadi saksi, Yu, belum terdakwa.”

“Tapi menimbulkan fitnah! Itu yang inisial AA itu, Ahmad Albar, kan?” Hah? Aku terbahak sampai nyaris terguling dari kursi.

“Sampeyan ini, Jeng, kalau diajak bicara mesti gitu, ndak pernah serius. Lucunya di mana, coba?” omel Yu Minah. Jurus “Dewi Gunung Menebas Rumpun Bambu” membuat buah-buahan itu teriris menjadi batang-batang lembut. Ngeri juga.

“Sampeyan ya aneh kok, Yu! Masak iya Ahmad Albar?”

“Itu maksud saya, Jeng. Ngapain pakai inisial? Coba sampeyan perhatikan, kalau kasus korupsi, prostitusi artis, pasti nama diinisialkan. Mestinya sebutkan saja, supaya masyarakat jelas, ndak nuduh macam-macam pada orang yang mirip namanya. Jangan sampai nanti ada yang inisialnya sama malah ke-GR-an terus pakai nuntut-nuntut media. Nambah kisruh to? Hanya karena mau numpang ngetop? Dan lagi kan, bisa membuat efek malu. Wong keduanya memang memalukan!” Nah, kalau sudah ngomel begitu, aku memilih diam. Pura-pura baca.

“Gini lho, Jeng, kemarin itu ada juga berita dari Aceh. Sepasang kekasih terlihat berduaan atau bermesraan, ndak tahu mana yang benar, dijatuhi hukum cambuk. Tahu, nggak …?”

“Nggaaak …,” potongku hihihihi.

“Makanya saya beri tahu! Nama keduanya disebutkan dengan jelas tanpa I-N-I-S-I-A-L! Nah!” Yu Minah mulai mengaduk rujak serutku. Sumpah, aku kuatir! Semburannya itu lho, moga-moga gak masuk ke rujakku.

“Mungkin karena sudah terbukti bersalah, Yu.”

“Ah, saya ndak setuju. Kalau soal nama sebutkan saja, toh masyarakat pasti juga menebak-nebak. Apalagi sudah tertangkap tangan. Kalau di bawah umur sih, silakan saja disamarkan. Masa giliran pesohor, pejabat, pengusaha nama diinisialkan. Giliran rakyat biasa, maling ayam, nama dijembreng sepanjang rel sepur!”

Fiuh, untunglah rujakku sudah mulai dibungkus. Kalau gak, bisa sampai sore mendengar Yu Minah ngoceh. Aku meletakkan koran untuk mengambil uang. Tapi …

“Lho, Yu, ini ada inisial YM, kira-kira siapa, ya?”

“YM? Ah, ndak pernah dengar ada artis namanya gitu,” sahut Yu Minah sambil mengangsurkan bungkus rujak padaku.

“Ini lho, beritanya. Nih, tak bacain, ya. Tertangkap lagi seorang mucikari berinisial YM. Sehari-hari beroperas di warung rujak di daerah Bogor.”

“Wheeelhaadaaalllaaahhhh, sampeyan iniii, Jeeeeengg, ndak sopaaaannn!”

Aku terbirit-birit:mrgreen:

Yu_Minah_1
YM

8 thoughts on “(Ini)(sial)

  1. Lidya Mei 14, 2015 / 9:39 am

    Oh itu toh penampakan YM🙂

    Iya, Jeng, YM bakul rujak😆

  2. jampang Mei 15, 2015 / 1:47 pm

    baru lihat penampakkannya yu minah😀

    Jadi, gimana kesannya?😆

  3. Orin Mei 18, 2015 / 11:47 am

    ckckckck….ga nyangka YM jualan rujak sebagai kedok belaka hahahahaha *ikutan kabur sm BuCho*

    Bhuahahaha … terungkap setelah sekian tahun😆

  4. Pakde Cholik Mei 19, 2015 / 4:17 pm

    Kadang2, dengan sengaja, nama asli disebutkan, lalu di belakangnya disebut Inisial. Itu akal bulus kan.
    Salam sayang selalu dari Surabaya

    Hahaha… kepengin ngasih tau tapi takut sibilang pencemaran nama baik tuh, Pakdee😀

  5. myra anastasia Juni 21, 2015 / 11:30 pm

    bikin banyak yang kepo kalau pake inisial. Termasuk Yu Minah😀

    Bener, Jeng, seru nebak-nebak:mrgreen:

  6. Jual Penyaring Air Desember 8, 2015 / 11:16 am

    Pantes aja YM cerewet, ada tahi lalat besar di dekat bibir ternyata hahaha…

  7. Jual Filter Air Desember 8, 2015 / 11:18 am

    Aduh Yu Minah, saya juga mau dong dibuatkan rujak serutnya satu, hmm.. pasti seger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s