Tujuh Hari, Cukupkah?

Ahaiii, sudah lama banget gak update blog ini hehehe … maklumlah, lagi seneng-senengnya mainan di blog yang lain😛 Pun sedang ribet berusaha menuntaskan sebuah novel yang sudah selesai di kepala tetapi belum tuntas dituliskan, haiiyahh hahaha …

Di tengah kesibukan yang kadang beneran kadang dibuat-buat, aku dikejutkan oleh kabar bahwa salah seorang teman di kantor lama, suaminya menikah lagi! Padahal anak mereka sudah 4, yang paling kecil baru setahun lebih usianya. Aku tahu banget perjuangan mereka untuk mendapatkan anak, karena sudah bertahun-tahun menikah nggak juga dikaruniai buah hati. Justru ketika temanku memutuskan untuk bekerja malah jadi hamil, bahkan keterusan sampai empat😀 Sejak kehamilan yang kedua akhirnya dia memutuskan untuk berhenti bekerja. Temanku ini pendiam, sabar, saleha, hampir idamanlah😛 Entah mengapa suaminya memutuskan untuk menikah lagi setahun yang lalu.

Nah, memang sih bukan kapasitasku untuk membahas hal ini. Toh itu hal yang halal untuk dilakukan. Aku cuma bertanya-tanya untuk para lelaki pelaku poligami, mampukah mereka berbuat adil terhadap istri-istrinya? Maksudku gini, Tuhan menciptakan hari sebanyak tujuh buah (ehh?😛 ) Nah, kalo seseorang beristri dua, maka bagaimana membaginya? Kalau yang satu 4 hari yang lain 3 hari, apakah ini adil?

Terus kalau istrinya tiga, berarti 2 – 2 – 3. Nah, gak adil juga? Sekarang kalau istrinya empat, berarti 2 – 2 – 2 – 1? Ealaahh, pasti yang kebagian satu hari istri yang paling tua😦 Kasihan banget😦 Ya nggak papa juga sih, kan udah lebih lama😛 Jadi, bagaimana konsep adil dalam membagi jumlah hari ini?

Atau mungkin adil yang dimaksud yang seperti contoh ini. Seorang ibu mempunyai 3 telor sedangkan anaknya ada 4. Nah, karena anak yang pertama dan kedua sudah lebih besar, maka mereka cukup mendapat jatah setengah-setengah saja. Sedangkan kedua adiknya yang lebih kecil mendapatkan seorang satu? Secara anak-anak yang lebih kecil tentu membutuhkan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya. Kalau betul konsep adil yang demikian, maka dalam hal poligami manakah yang lebih membutuhkan gizi lebih tinggi? Yang tua atau yang muda? Wahahahaha …. kalo menurutku sih, ya yang tua yang membutuhkan! Ada beberapa alasan, 1. Yang tua sudah cukup menderita diduakan atau diempatkan, maka ia lebih membutuhkan curahan kasih sayang. 2. Yang muda itu kan masih anget-angetnya, selalu bergelora, jadi yaa gak ada masalahlah ditunda-tunda dikit ketemuannya, supaya makin hot😛 3. Memang sih, yang tua mungkin sudah kurang hot dalam melayani, tapi kan, dia menempati urutan pertama, dia yang selalu ada dalam suka dan duka ketika mulai merintis rumah tangga, layak dong, mendapat perhatian lebih. 4. Nah, yang muda ini kan, tinggal terima enaknya, suami sudah mapan, sudah banyak uang, jadi ya harap maklum kalo suami lebih banyak berkunjung ke istri tua.

Masalahnya, kalau ternyata istri mudanya lebih tua dari istri tuanya. Lhah, piye, dong? Ya biar aja, kan, statusnya tetep istri muda😆

Baiklah, sekian ngomongin adil tak adil dalam poligami, cuma pengin tau aja, cukupkah 7 hari dalam seminggu untuk berlaku adil bagi istri tua dan istri muda, baik dua maupun tiga, atau bahkan empat?😛

10 thoughts on “Tujuh Hari, Cukupkah?

  1. ariani November 5, 2015 / 6:10 am

    Mungkin pembagiannya gak gitu bu piet, pembagiannya tuh gini 3hari di sini, 3 hari di sana. Hahahahahahahaha… gak tahu juga ding. Udah berlaku adil, tapi hati orang kan mah siapa yang tahu.

    Bu pieeet…. blog barunya aposee. Penasaran. Btw, sama aja gitu kita mah … blog nya udah kaya mati suri. Nulisnya kapan kapan sak suka hati. Hehehehehehe. Tapi tetep yah si yuk minah masih jadi lakon 😆

  2. Jual Penjernih Air November 27, 2015 / 2:44 pm

    Namanya poligami susah buat adil dan kebanyakan sekarang pria2 mengambil kesempatan saja. Mereka menikahi wanita cantik, muda, yang mungkin bukan orang yg tepat untuk mereka tolong..

  3. Jual Penyaring Air November 27, 2015 / 2:46 pm

    Sekarang bagaimana jika kondisinya dibalik, kalau istri Anda melakukan poliandri? Apa kalian ikhlas? Jika tidak, maka jangan lakukan poligami.

    • chocoVanilla Desember 1, 2015 / 9:51 am

      Poliandri haram kalo poligami halal😀

  4. Wulan Dalu (@bulansujud) Januari 21, 2016 / 2:20 pm

    setuju sama mbak ariani, mungkin pembagian masing-masing 3 hari, 1 harinya untuk me time biar kekinian hehehe

    salam kenal mak

    #blogwalking

  5. adamsaljawiyu Maret 30, 2016 / 8:06 pm

    sudah 4 bulan lebih gak update mba ?
    kyaknya sibuk banget yah

  6. Yoekaa April 26, 2016 / 10:44 am

    Poligami ini binin sakit semua orang… tapi kalo mau menjalankannya ya gak ada yang ngelarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s