M&M: Cari Jodoh

M&MMenul : Nil…Nil… andai boleh memilih, kamu pengen jodoh yang kayak apa?

Menil  : Wuihh, yang ganteng, dong! Tajir, pinter, masa depan cerah, baek…

Menul : Ihh, banyak amat! Kalo aku sih cukup cowok yang manisss ajah, biar gak bosen dipandang mata.

Menil  : Eh, jangan, Nul! Kan kamu ada keturunan diabetes? Jadi harus pilih cowok yang less sugar!

Menul : (*^#)&%^)*@^_(*&_( emangnya tehh!!!

M&M: Tetek Bengek

M&M Menul : Pulang yuk, Nil, dah jam lima lebih. Ntar keburu macet!

Menil   : Ntar duluu, masih ribet, nih! Masih banyak tetek bengek    yang harus aku selesaikan…. Sabaaarrrr!

Menul  : Yaelaahhh, mana…mana… sini aku bantuin. Aku teteknya kamu bengeknya, yak!

Menil  : (&*&(@&#T(&^T#*&)(UOJOI&^*&%)*&_ mad0222 Free Emoticons   Anger

 

Catatan narator:

😛 :mrgreen:

KBBI2

Jadi, apa arti kata “tetek bengek” ini, ya? Berasal dari bahasa apakah? Atau, cuma aku yang kenal kata ini?

Jika Kawan ada yang tahu jawaban atas pertanyaanku, tolong share yaa. Aku penasaran, nihh 😀

Perang Diponegoro

Belajar IPS bersama Cantik, menjelang ulangan harian.

Cantik : Bunda, tebakin, dong…

Aku     : Yaaa, sini. Hmm, kapan perang Diponegoro berlangsung?

Cantik : Yaahh, Adek belum sampai situ belajarnya. Yang VOC dulu ajaaa…

Aku     : Ini, kan gampang, Deekk. Perang Diponegoro itu berlangsung pas magrib.

Cantik : Hah? Kok bisaa?? Emang betul, Yah?

Kekasihku : Gak lahh. Perang Diponegoro itu terus-menerus. Ya pas subuh, asar, magrib.

Aku     : Yeee, enggak, pas magrib doang…

Cantik : Bunda jangan ngarang aaahhhh….

Aku     : Bener, Dek. Kan berlangsung delapan belas dua lima sampai delapan belas tiga puluh. Itu kan pas magrib.

Kekasihku : Wahahahha……

Cantik : (Krik…krik…krik…) (laluuu….) wahahahahaha….. Bundaaaaa….iseeeengggg…..

:mrgreen:

Kulering 2

Setelah mendulang ketidaksuksesan pada Kulering tahun lalu, maka kembali ditampilkan Kulering 2. Yuk mariii ber”kulering”. Kumpulan Lelucon Gariiiiingg….. 😆

Beli Pulsa

Mbaknya : Mas, beli pulsa dong!

Masnya    : Oke, Mbak. Berapa nomernya?

Mbaknya : Sik…sik…bentaaaar…

Masnya    : Oh, mbeliin pacar ya, Mbak? Hehehehe….

Mbaknya : Huh, sotoy! Beli buatku sendirilah.

Masnya    : Kok gak hafal nomer sendiri?

Mbaknya : Lhah, saya kan gak pernah nelpon diri sendiri. Yeeeee….. 😡

****************

Teman

Omnya   : Hallo, met malam.

Masnya  : Malam, Ooomm…. bisa bicara dengan Ani, Om?

Omnya   : Ini dari siapa?

Masnya  : Temannya, Oomm….

Omnya   : Ya iyalah temennya, masa musuhnya? Nama…namanya siaapppaaa???

Masnya  : Owh, saya Rhoma, Om. Saya emang calon musuhnya Ani, Om.

Omnya   : Lho? Kok bisa?

Masnya  : Iya, Omm, critanya kan guweh ama Ani ha te es an, Omm. Sekarang guweh maw mutusin Ani, Omm. Gitu loh!

Omnya   : BRAAKKK!!!

(Sumpah! Yang ini mah garing puoollll!!!)

****************

Saya Sendiri

Sono  : Hallo, bisa bicara dengan Ani?

Sini    : Iyaa, saya sendiri.

Sono  : Oh, saya berduaaa….

Sini    : &(*&(*&(*&)(&^%%$$##

***************

Silakan mbacanya sambil gelitikan diri sendiri yaaa………… Garing puoolll! Mbuh ahh!!

Sick

Atas saran dokter, Jono disuruh opname di sebuah rumah sakit di Singapura karena penyakitnya parah… dan gak jelas sakit apa.

Sesampainya di Rumah Sakit, Jono dibawa ke ICU dan segera infus dipasang di tangan kanan dan kiri, kaki kanan kiri, banyak banget.

Beberapa jam kemudian, datang seorang pasien bule yang juga sakit parah  dan dibaringkan di sebelah Jono. Si bule walaupun kelihatannya lemah, dia masih mencoba berkomunikasi dengan Jono.

Dia mengangkat tangannya dengan susah payah dan bilang,”American…”

Jono dengan lemah, menjawab, “Indonesian…”

Setelah itu keduanya langsung pingsan karena kelelahan.

Beberapa jam kemudian mereka siuman dan mencoba berkomunikasi lagi.

Si bule berkata dengan lemah, “James…”.

Dan dijawab dengan susah payah oleh Jono, “Jono…”, setelah itu mereka pingsan lagi.

Beberapa jam kemudian setelah siuman, mereka mencoba lagi melanjutkan pembicaraan.

“Texas…” ujar si bule.

Jono menyahut, “Tegal…”. Lalu mereka pingsan lagi.

Tak lama kemudian mereka sadar dan lagi-lagi masih mencoba untuk ngobrol. Si bule yang udah hampir kehabisan napas berkata,

“Cancer…” (maksude sakit kanker).

Dan dengan sisa-sisa napas yang ada Jono menyahut, “Sagitarius……”

😆 😆 😆

(Guyonan dewek, bar kuwi ngguyu dewek. Garing siy, tapi kok tetep ngguyu dewek yak? 😆 Ngaku jayus dulu sebelon dikomentarin Om NH, pianis dari Hongkong!)