Ramuan Pembasmi Kecoax

Sampai dengan saat ini, aku masih menyatakan permusuhan dengan mahkluk bernama kecoa! Hewan yang hingga kini belum kuketahui kegunaannya. Eh, tapi setiap ciptaan Tuhan pasti ada maksudnya, ya? Hihihihi … ampuni hambaMu ini 🙂

Tapi jika di masa-masa lampau aku belum tahu cara jitu membasmi kecoa, sekarang aku sudah tahu hahahaha 😈 Mau tahu rahasia ramuan yang diajarkan oleh kekasihku ini? Hahaha … baiklah, ini dia RAMUAN PEMBASMI KECOAAA (harap dibaca dengan suara Doraemon) …

Bahan-bahan:

  1. Shampoo secukupnya
  2. Air segayung

Cara pakai:

  1. Campurkan shampoo ke dalam air
  2. Aduk hingga merata, cepet-cepet aja keburu kecoanya kabur
  3. Siramkan ke tubuh kecoa dengan seksama, jangan panik bila dia mengejarmu, sebab kalau ramuanmu pas, kecoa akan langsung terbalik dan wafat tanpa sempat mengejar
  4. Hitung 1 – 24, dijamin belum selesai menghitung kecoa sudah terbujur kaku

Nah, seiring berjalannya waktu, kutemukan kenyataan bahwa ternyata bukan hanya shampoo yang manjur membasmi kecoa. Bisa dengan deterjen, sabun cuci piring, deterjen bubuk, pokoknya apa saja yang mengandung deterjen dan dicampur air! Siapkan ramuan tersebut di kamar mandimu, maka kau akan menikmati hari-harimu di kamar mandi dengan tenang dan nyaman 😀

Semoga bermanfaat! 😆 😛

(Kami sampai punya shampoo khusus untuk ramuan pembasmi kecoa. Mereknya? Rahasiaaaaa, dooongg … 😛 😆 )

 

Bocor

Pesawat RIMusim panas seharusnya saat ini. Tapi apa yang terjadi? Masiiih saja ada hujan mendadak di sore hari. Begitu juga beberapa hari lalu, baru saja sampai rumah dari bepergian, hujan turun dengan sangat derasnya. Gak sampai 30 menit, hujan berhenti dan langsung panas lagi. Maka gak heran jika banyak penyakit, belum lagi nyamuk yang buanyak minta ampun entah darimana datangnya. Endut-endut lagi 😦

Di hari yang gak jelas gitu kok tiba-tiba aku ingin makan rujak Yu Minah 😀 Maka dengan semangat aku segera berjalan menuju warung Yu Minah. Warungnya tampak sepi, ku teriakkan salam dan segera duduk di bangku favorit.

Sik bentar ya, Jeng!” teriak Yu Minah setelah menjawab salamku. Gak lama kemudian Yu Minah tergopoh-gopoh keluar. Sebagian rambutnya basah, juga daster putih empat sakunya :mrgreen:

“Kenapa, Yu? Kok basah-basahan gitu? Mandi basah yaa?” godaku.

“Husy! Wong lagi kena musibah gini. Dapur saya bocor, Jeng, bocor…bocor…,” keluhnya sambil mulai menyiapkan cobeknya yang segede Gaban, “mau berapa ni, Jeng?”

“Dua aja Yu, ulek satu sama serut satu. Pedes tapi gak banget.”

Yu Minah mulai menyiapkan bahan-bahan rujak sambil sesekali mengelap tetesan air dari rambutnya. Aku jadi kasihan.

“Gak manggil tukang, Yu, buat benerin bocornya?”

“Biar nanti Tole saja, Jeng. Saya sudah SMS Tole supaya hari Minggu nanti pulang. Nah tuh, HP saya bunyi. Maap, sebentar yo, Jeng.” Yu Minah segera mengelap tangannya dengan serbet lalu meraih ponsel di dekat keranjang buah. Lho, kok ponselnya berubah lagi? Belum lama kulihat jemari montoknya menari-nari dengan gagap di atas layar sentuh, ini kok kembali dengan Nokia jadulnya?

“Iyo Le, ndak papa…ndak…tadi sudah Ibu tadahin pake ember. Ho’oh….lumayan gede… yo wis gak papa, nanti Ibu manggil Mang Hadi aja. Iyo…baik-baik yo, Le…” Yu Minah meletakkan ponselnya dengan wajah sedih.

“Tole gak bisa pulang, hari Minggu ada jadwal ngasih les bahasa Inggris,” ujarnya sambil mulai memotong-motong buah dengan pisau tajamnya.

“Wah, hebat ya Si Tole,” gumamku sambil menahan liur mencium aroma nanas yang dipotong dengan jurus “Totokan Dua Jari Dewa Langit”.

“Eh, Yu, nomgong-ngomong ke mana HP canggih sampeyan yang putih itu?” tanyaku kepo.

“Wahh, saya ndak bisa makainya, Jeng. Pating clepret, mau nunul ini eh yang kepencet itu, malah gak karu-karuan. Mau saya jual saja, deh. Sampeyan mau?”

“Lha, HP baru kok dijual to, Yu? Kan, sayaang.”

“Gak baru-baru banget, kok. Ceritanya itu tadinya HP nya Bu RW, baru sebulan pakai ada keperluan keuangan, jadi ditawarkan ke saya. Yo wis, saya beli buat Tole. Eh, jebul Tole malah sudah punya yang lebih canggih, rupanya anak itu ngirit banget, uang bulanan dari saya ditabung lalu dibelikan apa itu, Jeng, tablet?” Yu Minah berbinar-binar menceritakan anak semata wayangnya yang penuh pengertian.

“Bu RW jual HP? Kok tumben, Yu?” tanyaku super duper kepo. Gimana gak kepo, Bu RW adalah orang yang berpenampilan paling wah di kompleks. Gelangnya berderet, cincinnya sepenuh jari, sasakannya lumayan tinggi (apa hubungannya, yak? :mrgreen: ), dan terlebih lagi selalu nyumbang paling banyak kalo ada kegiatan sosial. Masa iya kesulitan keuangan?

“Ssstt, jangan bilang-bilang yo, Jeng,” bisik Yu Minah bernada gosip tingkat tinggi sambil tengok kanan kiri, “Katanya anggaran rumah tangganya bocor!” Waduh, apa maksudnya? Melihat wajahku yang polos bertanya-tanya, Yu Minah kembali membungkuk ke arahku melewati cobek penuh buah nan segar. Aku berdoa semoga tak ada muncratannya yang jatuh.

“Kabarnya, Bu RW terlibat bisnis berlian, tapi uangnya digelapkan sama temennya sendiri. Akhirnya uang tabungan keluarga tergerogoti, padahal Pak RW gak tahu tadinya. Terpaksa deh, Bu RW menjual apa yang bisa dijual untuk menutup hutang,” cerita Yu Minah sambil mulai membungkus rujakku. Kasihan juga, ya. Tapi menjual HP apa bisa menutup hutang ya?

“Yah, biarpun harganya gak terlalu mahal tapi menjual HP bisa menutup kebutuhan sehari-hari selama sebulan lah, gitu katanya. Emang sih, saya dipesen kalo dah gak suka jangan dijual, nanti kalo kondisi rumah tangganya sudah membaik, mau dibeli lagi. Tapi ngapainlah, mending saya jual sekarang aja kalo ada yang mau. Kalo nanti-nanti harganya makin jatuh,” lanjut Yu Minah sembari mengangsurkan bungkus rujak. Aku segera membayarnya.

“Tapi HP sebagus itu, kan lambang prestise ya, Yu? Kebanggaan, apalagi Pak RW juga pejabat, tentu lebih mudah berkomunikasi dengan istrinya. Juga pasti lebih hemat. Sekarang ini banyak layanan chatting murah bahkan gratis. Daripada nelpon, jatuhnya lebih mahal, kan?”

“Lha gimana, wong butuh, jeh? Kabarnya emas-emasnya juga sudah dijual duluan.” Jiyan, gosip hangat begini emang cuma bisa didapat di warung Yu Minah 😛 Timbul keisenganku menggoda 😈

“Ya udah Yu, mendingan disimpen aja. Sayang kalo dijual. Apa jangan-jangan anggaran sampeyan juga bocor?”

“Wheeelhaadalaaahhh…. yang bocor itu genteng sayaa, Jeeeng! Memangnya bisnis saya segede apaaaa?”

:mrgreen:

 

 

 

Prabowo – Hatta adalah Bhinneka Tunggal Ika

Saya tidak akan banyak mengaspirasi Pak Prabowo – Hatta dalam hal-hal yang saya tidak kuasai. Karena saya yakin sudah banyak team ahli, para pemikir, para pendukung, para akademisi, para cendekia, para mahasiswa, para ulama, para pemimpin agama, dan tokoh masyarakat yang akan memberi Pak Prabowo – Hatta masukan-masukan demi berjalannya pemerintahan yang kami dambakan menuju kesejahteraan bangsa.

Tetapi, sebagai rakyat biasa, sebagai seorang ibu, wanita pekerja, dan yang utama adalah sebagai kaum minoritas di negeri ini, saya sangat berharap kepada Pak Prabowo – Hatta untuk tetap memelihara rasa Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan bangsa kita. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya. Ada lebih dari 1000 suku di negri ini, ada lebih dari 400 bahasa daerah, dan ada enam agama yang diakui. Luar biasa! Di mana keragaman seperti ini bisa kita temui di dunia selain di Indonesia? Belum lagi kekayaan bumi dan alam yang menjadi incaran bangsa-bangsa lain. Luar biasa kaya!

Sebelumnya, saya sudah kesengsem dengan Pak Prabowo, jauh sebelum kampanye pilpres dimulai. Karena Pak Prabowo mewakili Bhinneka Tunggal Ika itu. Orang tua yang Jawa dan Sulawesi, Islam dan Kristen, kemudian kakak adik yang Katolik dan Kristen, sementara Pak Prabowo sendiri seorang muslim. Bukankah ini perbedaan yang sempurna? Lalu Pak Hatta yang Sumatera bermenantukan pria Jawa. Saya meyakini, bahwa dari keluarga yang terbiasa dengan perbedaan, akan lahir toleransi yang sesungguhnya. Dan kita semua tahu, bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat. Pada keluarga yang terbiasa dengan toleransi, tentu akan terbentuk masyarakat dan negara yang bertoleransi pula.

Mengapa saya berharap Pak Prabowo – Hatta menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika? Karena saya pun mempunyai keluarga yang berbeda. Saya seorang Jawa, suami saya Sumatera. Saya penganut katolik dan suami saya muslim yang taat. Bahkan ipar saya adalah seorang Tionghoa. Saya sudah membuktikan sendiri, bahwa dengan berkeluarga campuran begini, wawasan saya terbuka luas. Bahwa selama ini kaum minor merasa ditekan, ternyata tidak sepenuhnya benar. Bahwa selama ini kaum mayor merasa dicurigai, ternyata tidak benar juga. Kalaupun ada kejadian seperti itu, itu hanyalah tindakan orang-orang yang tidak sepenuhnya mengerti agama. Karena saya yakin, semua agama mengajarkan kebaikan, mengajarkan jalan yang sama untuk kembali pada Sang Pencipta pada saatnya nanti.

Karenanya, Pak Prabowo – Hatta, jika Bapak berdua terpilih menjadi Presiden RI (yang sangat saya harapkan), tolonglah untuk menjaga dan melindungi keharmonisan beragam budaya, suku bangsa, dan agama di negri kita tercinta ini. Saya tidak pernah takut -seperti ketakutan kaum minor lainnya- meski di belakang Bapak banyak pendukung partai Islam. Karena saya yakin, mereka adalah orang-orang yang mengerti ajaran agamanya. Jika pun ada yang dianggap keras, saya justru senang mereka ada di belakang Pak Prabowo. Karena hanya Pak Prabowo lah yang bisa merangkul dan mengayomi kami semua untuk tercapai perdamaian. Tidak akan lagi perselisihan antar agama. Tidak ada lagi pertengkaran antar suku bangsa. Tidak ada lagi kecurigaan antar etnis. Saya yakin itu, jika Pak Prabowo menjadi presiden. Mengapa saya mengangkat masalah ini? Karena kecurigaan-kecurigaan ini sudah menjadi duri dalam daging. Tidak nampak, namun sering membuat nyeri.

Harapan saya yang kedua adalah soal keamanan. Saya setuju dengan Pak Prabowo – Hatta, bahwa bila kesejahteraan telah tercapai, dengan sendirinya keamanan akan mengikuti. Saya ingin, jika perempuan bepergian sendiri menggunakan angkutan umum, tidak ada rasa cemas dan was-was akan tindak kejahatan. Saya ingin, ketika melepas anak-anak melakukan kegiatan di luar rumah, saya percaya tidak satupun akan terjadi sesuatu pada mereka. Saya ingin, ketika para ayah bekerja mencari nafkah dan terpaksa pulang kemalaman, tak ada rasa kuatir bagi keluarga di rumah akan keselamatan sang kepala keluarga. Saya ingin, agar Indonesia ini aman dari kejahatan, dari premanisme, dari pengedar narkoba yang bebas berkeliaran, dari segala macam tindak kekerasan. Mohon Pak Prabowo – Hatta dapat mewujudkan keamanan dengan ketegasan dan wibawa. Saya hanya ingin menjadi aman dan nyaman di negeri sendiri.

Demikian, Pak Prabowo – Hatta, harapan-harapan saya kepada Bapak berdua. Bukan sesuatu yang muluk dan istimewa sepertinya, tetapi sangat saya rindukan. Jika Bapak berdua terpilih nanti, jangan kecewakan kami dan jangan bohongi kami. Mungkin hasilnya tidak serta merta dapat kami nikmati, tetapi setidaknya usaha sekuat tenaga Bapak berdua dan komitmen yang dijalankan, akan membuat kami bangga dan menghargai Bapak sebagai negarawan dan pahlawan. Dan seperti pesan Bapak, jika pun Bapak tidak terpilih (dan semoga tidak terjadi), kami akan menghargai dan menghormati presiden terpilih. Karena niat untuk #SelamatkanIndonesia tentunya tulus.

Salam Indonesia Bangkit! Satu Indonesia!

https://i0.wp.com/bloggerindonesiasatu.org/wp-content/uploads/2014/06/brosur-lomba-blog-kontes-prabowo-hatta.jpg

Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Aspirasi untuk Prabowo Hatta.

Anomali

Duluuuu sekali aku adalah seorang anak manis, dalam artian anak yang penurut, tidak pernah melawan orang tua, meski sempat dibilang judes ketika kecil tetep aja anak manis 😀 Yeah, jika sewaktu SMP pernah dipanggil guru gara-gara iseng di kelas, atau ketika SMA pernah membuat guru matematika menangis, tetap saja aku berstatus anak manis hahahaha 😛

Tapi terbukti, kok! Ketika almarhum Papa tidak menyetujui pilihan teman hidupku, aku menurut meski tentu saja sudah ada cadangan dulu, dooong :mrgreen: Mungkin mulai dianggap tidak manis ketika teman pilihan hidup kedua kuajukan. Beda agama, budaya, suku bangsa, tapiii Papa merestui, kok. Berarti aku tetap anak manis, yaah at least di depan Papa. Duh, aku rindu sekali padamu, Pa sad0118 Free Sad Emoticons Selain Papa selalu menganggapku anak manis, beliaulah tempat aku bertanya tentang politik dan perkembangan kepemimpinan di Indonesia. Beliaulah kiblatku 😦

Sekarang, kembali aku menjadi anak tidak manis, ketika pilihan capresku berbeda dari yang lain 😀 Ketika keluargaku, sahabat-sahabatku, teman-teman kantorku, bersatupadu mendukung capres mereka, aku punya pilihan sendiri 😛 Bahkan kekasihku dengan semena-mena menyebutku domba yang sesat karena tidak mengikuti gembalanya sad0049 Free Sad EmoticonsLha, kepriben, wong aku gak sreg, jeh! Padahal sejak pertamakali boleh memilih, aku tak pernah lepas dari partai yang mendukung capres itu. Meski dulu Papa harus dan wajib memilih partai yang ono 😆 Namun, sejak 10 th lalu, aku pindah ke lain hati. Boleh dong, karena aku sudah tidak punya kepercayaan lagi dengan mereka. Dan jika kini aku berpindah lagi ke lain hati, sah-sah saja, kan?

Banyak usaha dari mereka untuk “membuka mataku” bahwa pilihanku salah, dengan segala cara yang tentunya menurutku termasuk kampanye hitam lah yaa :mrgreen: Menyebarluaskan berita-berita hitam yang isinya ternyata memuat opini pribadi alias tidak ada landasannya sama saja dengan kampanye hitam. Bahkan ada yang dengan teganya mengatakan bahwa aku sudah dicuci otak! Waa, kejaaammm, memangnya kalo berbeda, kalau aneh sendiri itu berarti otakku sudah dicuci? (sik, tadi sih masih kujemur 😆 ) Bagiku, yang sudah terbiasa hidup dalam perbedaan, adalah tidak aneh mempunyai pendirian yang berbeda. Apalagi sebagai orang dewasa yang sudah bisa memilih dan ujungnya akan menanggung segala akibat yang timbul, tidak boleh dipaksa untuk mengikuti yang lain.

Jadi, sahabat-sahabatku, ini cuma pilpres lho, masa iya tega sih persahabatan yang kita bangun sejak masih janin (lebaaayy qiqiqi…) bisa merenggang? Siapapun yang nanti terpilih, itu berarti yang terbaik karena pilihan mayoritas rakyat Indonesia. Jadi gak usah ngotot, menjelek-jelekkan (terutama fisik dan bukan visi misi), apalagi sampai memfitnah. Secara pribadi, aku kasihan lho pada kedua capres ini. Mereka sudah wanti-wanti untuk tidak melakukan kampanye hitam, tapi timses dan para simpatisannya malah melakukannya 😦

Siapapun nanti yang akan memimpin bangsa ini, berarti sudah pilihan Tuhan juga, karena apa yang akan terjadi pada negri ini sudah disuratkan oleh yang Maha Kuasa. Maka, mari berhenti menjelek-jelekkan, mengritik itu berbeda dengan menjelekkan, semua makhluk cerdas di bumi Indonesia ini harus bisa membedakannya. Mari duduk berdampingan, menikmati pesta demokrasi ini dengan sukacita, hentikan permusuhan dan gontok-gontokan. Adu argumen boleh, adu mengamati visi misi ya monggo, tapi tanpa berkata-kata kasar. Tetaplah santun dalam berujar, karena kita adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi derajatnya. Jangan kita yang cerdas ini, dengan jabatan-jabatan prestis, tetapi masih berkata-kata dan berperilaku seperti preman pasar. Jika kita siap berdemokrasi, berarti kita siap menerima segala keputusan. Para saudara bersatulah, para sahabat ayo bergandengan tangan kembali. Jadikan perbedaan itu sebagai wawasan untuk memperkaya ilmu dan bukan sebagai anomali. Seribu teman itu terlalu sedikit, namun satu orang musuh itu sudah terlalu banyak.

Rroooaaaarrrr…. Salam Indonesia Bangkit! #eh,keceplosan :mrgreen:

Ujian Praktek Bahasa Sunda

Hari Senin besok, Jendral G akan menghadapi ujian praktek akhir sekolah. Ujian hari pertama tersebut adalah pidato bahasa Sunda. Nah, aku iki wong Jowo Tengah, kekasihku urang Minang sejati. Kepiye coba? sad0049 Free Sad EmoticonsMana Si Jendral G juga gak terlalu pandai bahasa Sunda 😦

Tapi aku tak kurang akal. Segera aku buatkan materi pidato dalam bahasa Indonesia, lalu aku minta tolong teman kantor untuk menerjemahkannya dalam bahasa Sunda 😆

Coba Kawan simak pidato di bawah ini. Kira-kira terjemahannya nya udah okay belum ya? Secara butuh dua orang Sunda untuk menerjemahkannya 😀

Assalammualaikum warrahmatulahi wabarakatu.
Yang terhormat Bapak/Ibu guru
Yang saya sayangi teman-teman kelas VI

Pertama-tama mari kita panjatkan Syukur kepada Allah SWT atas berkat dan karunianya sehingga kita bisa berkumpul di sini.

Seperti kita semua ketahui, bahwa sebentar lagi kita akan menghadapi ujian akhir sekolah. Tak putusnya orang tua dan bapak/ibu guru memberi nasehat agar kita giat belajar dan mengurangi bermain. Pasti ada di antara kita (termasuk saya hehehe…) merasa bosan dengan nasehat tersebut.

Tetapi teman, nasehat para orang tua dan guru itu benar adanya. Seperti kata pepatah yaitu:

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Artinya bahwa kita harus bekerja keras untuk mencapai tujuan dan pada akhirnya kita akan menikmati hasil kerja keras tersebut. Menyenangkan bukan? Nanti, setelah kita lulus ujian, maka kita akan libur panjang sebelum masuk ke SMP. Seruu kan?

Oleh karena itu, mari kita bersama-sama belajar dengan giat, mengurangi waktu bermain, mengulang pelajaran yang sulit. Semakin sulit pelajaran namun semakin sering kita mengulang, maka kesulitan itu akan hilang. Seperti kata Ibu saya, bahwa sesungguhnya tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang malas dan anak yang tekun. Kita mau jadi yang mana? Jika kita ingin mengejar cita-cita, maka kita harus tekun belajar!

Satu lagi tips menghadapi ujian. Kita harus makan makanan bergizi agar daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah sakit. Sehingga pada waktu ujian nanti, badan kita sehat dan pikiran tenang.

Sekian, Teman-teman. Mari kita berjuang bersama menghadapi US!
Terimakasih. Wassalammualaikum.

Nah, ini bahasa Sundanya:

Ass. Wr. Br.
Kahatur Bapak sareng Ibu Guru
Rerencangan abdi kelas genep nu di pikanya ah

Ngawitan urang sasarengan pidoa ka Allah Swt di mana urang dipasihan sehat walafiat janten tiasa kumpul di dieu.

Sapertos kauninga ku urang sadaya, kumargi sakedap deui urang mayunan ujian akhir sekola. Teu bosen-bosen kolot urang sareng bapak ibu guru masihan wjangan supados urang giat diajar jeung ngurangan ulin.
Pasti disakabeh urang (kaasup abdi sorangan hehehe…) ngarasa bosen sareng wejangan eta.

Tapi babaturan, wejangan kolot jeung guru teh bener ayana, sapertos paribasa nyaeta:

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Hartosna urang kedah giat didamel kanggo kacapai tujuan, jeung ahirna urang tiasa ngaraos hasilna giat didamel tea. Bungah kan? Engke, saatosna urang lulus ujian, urang arek libur panjang saencanna asup ka SMP. Resep kan?

Kusabab eta, hayu urang babarengan giat diajar, ngurangan waktu ulin, ngulang pelajaran anu susah. Biki susah pelajaran, tambah sering ngulang pelajaran, mangkana kasusahan eta bakal leungit. Sapertos omongan Ibu abdi, kumargi saleresna moal aya anak anu bodo, anu aya anak anu males jeung anu tekun. Urang rek jadi anu mana? Upami urang arek ngejar cita-cita, mangkana urang kudu rajin diajar.

Hiji deui cara mayunan ujian urang kudu ngadahar kaemaman anu ngandung gizi supados daya tahan badan kuat jeung teu gampang geringan. Supados waktosna ujian engke, badan urang sehat jeung pikiran tenang.

Atosannya, babaturan hayu urang babarengan berjuang mayunan UAS.
Haturnuhun. Wass. Wr. Br.

Hehehe… menurut temanku, bahasa Sunda itu hampir seperti bahasa Inggris, tidak bisa diartikan kata per kata melainkan per kalimat. Waduh, ternyata susah banget ya?

Nah Kawan, kira-kira ada yang perlu diubah tidak ya bahasanya? Menurutku yang tidak mengerti sih rasanya sudah cukup 😀 Mohon bantuannya yaa…

Terimakasih.

Tragedi Bulu

Kisah ini terjadi ratusan tahun yang lalu. Baiklah akan kuceritakan sedikit tentang keluargaku. Aku adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakakku, mari kita sebut Mbakayune 😀 , lebih tua tiga tahun dariku. Sementara Si Bungsu terpaut lima tahun denganku. Maka jarak antara Mbakayune dan Si Bungsu 8 th bukan? (sik…tak ngambil kalkulator :mrgreen: Umi Elaine ngakak deh 😛 ). Nah, karena jarak usia Mbakayune dengan Si Bungsu cukup jauh, maka Mbakayune sempat ingat masa kecil Si Bungsu. Sementara aku yang pada dasarnya pelupa, gak terlalu ingat 😛

Ketika aku SD kelas 6 kalo gak salah, atau SMP ya? Pokoke lagi lucu-lucunya dan nggemesin deh 😳 , Mbakayune cerita bahwa waktu Si Bungsu masih bayi agak besar, ia memotong bulu matanya agar panjang. Entah Mbakayune dapat ide darimana bisa begitu? Tapi kenyataannya emang bulu mata Si Bungsu ini panjang.

Dan inilah awal tragedi itu. Mbakayune pun mengusulkan agar bulu mataku juga dipotong agar bisa lebih panjang dan lentik. Awalnya aku gak mau, tapi karena tergoda akhirnya pasrah juga. Tanpa sepengetahuan Ibunda, Mbakayune pun memotong bulu mataku, kira-kira setengahnyalah. Namun apa yang terjadi, Kawan? Hingga umurku sudah setua ini, kedua malaikatku sudah OTW ABG, body ku sudah melar hingga 6x lipat, bulu mataku tak kunjung memanjang juga sad0118 Free Sad Emoticons Sampai kapan ku harus menanti? sad0049 Free Sad Emoticons

Tapi aku gak marah pada Mbakayune, malah sering jadi bahan becandaan jika kami menyinggung masalah itu. Wong sudah gede kok dipotong, yo gak bakal numbuhlaaahhh? Maklumlah, aku kan polos dan lucu, sehingga mudah percaya ashamed0002 Free Emoticons   Shame sementara Mbakayune eksperimental banggett!

Maka, kuingatkan pada Kawan semua, jangan lakukan ini pada anak-anakmu, adikmu, keponakanmu, anak tetangga, tanpa pengawasan ahlinya mad0257 Free Emoticons   Anger  Karena sesungguhnya, panjang pendek, tebal tipis bulu diturunkan secara genetik, di mana kedua orang tua terlibat dalam menentukannya. Syukuri apa yang adaaa…hidup adalah anugerah… love0067 Free Emoticons   Love

Ehh, mau ke Mbak Syahrini dulu, minjem bulu mata anti badai. Lumayan kan, bisa dilepas buat payung animal0019 Free Emoticons   Animals

PS. Dalam beberapa hari ke depan, foto akan dihapus :mrgreen:

Tak Sempurna

Mungkin, gak banyak ibu sepertiku, yang tak selalu bisa menghidangkan sarapan untuk keluarga. Yang seringkali hanya mengandalkan tukang nasi uduk atau tukang roti. Gak banyak juga ibu sepertiku, yang tak selalu bisa memasak untuk keluarga. Yang seringkali ditolong oleh restoran padang atau restoran fast food 😦

Bahkan mungkin hanya sedikit sekali ibu sepertiku, yang tak selalu bisa melambaikan tangan melihat buah hati berangkat sekolah.

Aku hanya ibu biasa, yang tak sempurna, yang tak selalu ada untuk kedua malaikatku yang bahkan tak bisa menjadi seperti yang kekasihku harapkan 😦

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiii….. aku punya cinta yang sempurna untuk kedua malaikatku, untuk kekasihku 😀 Aku punya cinta yang sempurna, seperti ibundaku mencintai anak-anak dan kekasihnya. Dan aku yakin, kedua malaikatku pun mencintaiku dengan sempurna, tanpa syarat, seperti aku mencintai ibundaku 🙂

Maka, untuk para ibu yang sama tak sempurnanya denganku, untuk kakak adikku yang telah menjadi ibu, untuk ibu mertuaku, untuk ibu seluruh Indonesia, dan khusus untuk Ibundaku tercinta, kuucapkan:

SELAMAT HARI IBU

rose, petals, red
Mari kita penuhi keluarga dengan cinta yang tak bersyarat, meski kita tak sempurna…..

 

Ibunda, andai aku bisa mencipta sebuah lagu, maka akan kucipta ribuan lagu untukmu…

Andai aku bisa menyusun sebait puisi, maka akan kurangkai jutaan kata untuk menggambarkan kasihmu…

Aku hanya punya cinta dan doa untukmu. Semoga kau selalu sehat, selalu diberi penghiburan dan kebahagiaan dan tentu saja selalu dalam lindungan Allah. Aku masih membutuhkanmu Ibu, untuk ribuan tahun mendatang. Aku cinta padamu, Ibu. Peluk cium untukmu…

PS. Met ultah juga, Om Dewo 😀

We (maybe) Need You, Hackers!

Kontesnya Om Dewo ini kan tentang “Keamanan dalam Berinternet”, nah selama ini sih aku merasa aman-aman saja dalam berinternet. Sampai setelah membaca cepennya Si Om tentang JengPing, hacker wanita yang tak mau dilihat wajahnya :mrgreen: (aku juga ndak mau tapi aku bukan hacker lho 😳 ). Walaahhh, ternyata beresiko juga ya jika kita tidak memerhatikan keamanan. Sering dengar sih berita tentang situs pemerintah ini dibobol oleh hacker (atau cracker? Bedanya apa ya?), atau situs anu dibobol sehingga merugikan perusahaan. Atau kartu kredit yang dibobol melalui jual beli lewat internet? Waahh, betapa selama ini yang kutangkap bahwa hacker itu selalu negatif ya? Atau tergolong kriminal malah? Waduh, beginilah kalau emak-emak gaptek yang tidak mengikuti perkembangan, jadi gak mudenganrolleye0003 Free Emoticons   Rolling Eyes

Bicara mengenai keamanan dalam berinternet, tentu sudah banyak yang membahas. Tapi aku ingin membicarakan mengenai internet aman untuk anak-anak. Dan rasanya peran hackers sangat dibutuhkan di sini. Lho, kok bisa? Iyaaaa. Pernahkan Kawan membuka suatu situs yang didapat dari Google, tenyata yang terbuka malah situs lain? Iya sih, kata kuncinya mungkin menipu. Kalau isinya cuma iklan dan jualan sih gak papa. Lha, ini isinya pornografi? Mending kalau cuma tulisan, ini gambar dengan animasi! Aduhhhh, aku sampai tershock-shock melihatnya. Meski gak langsung ditutup juga siiyy (becandaaaa 😛 ) hahahaha…. Ya kan perlu tahu juga kok bisa membuka itu kok keluar ini (halah!). Aku langsung menghubungi kekasihku pada waktu itu, kok bisa terjadi sih? Lalu kekasihku yang juga IT itu menjelaskan bla…bla…bla…yang aku pura-pura mudeng padahal mumet sick0018 Free Sick Emoticons  Itu kejadian sudah lamaaa sekali, tapi aku jadi kepikiran, seandainya itu terjadi pada anak-anak kita? Haduuhhh, bisa pingsan tujuh kali aku 😦

Tugas-tugas sekolah selama ini seringkali mengharuskan anak-anak untuk mencari sumber dari internet. Idealnya sih selalu diawasi oleh orang tua. Tapi kita kan gak bisa mendampingi anak selama 24 jam kan? Nah, jika pada masa itu terjadi seperti hal seperti yang kualami bagaimana? Hiiiyy, amit-amit semoga gak kejadian scared0016 Free Scared Emoticons Bagaimana ya supaya kejadian ini gak terulang? Aku gak tahu apakah itu salah satu perbuatan hacker atau memang jebakan dengan memasang kata kunci?

Tapi, bisakah para hacker membuat supaya hal itu tidak terjadi? Mungkin dengan cara membobol situs-situs porno lalu merusaknya? Karena menurut wikipedia, hacker adalah:

In the computer security context, a hacker is someone who seeks and exploits weaknesses in a computer system or computer network. Hackers may be motivated by a multitude of reasons, such as profit, protest, or challenge.

Nah, bisakah protest ini dengan merusak situs porno demi keamanan anak-anak? Duhh, jika mereka mau bersatu untuk melakukan itu betapa amannya dunia internet untuk anak-anak. Karena hanya mengandalkan pemerintah untuk melakukan itu tentu saja agak sulit dan lama ya. Eh, gak semudah itu kali yaa  sign0195 Free Sign Emoticon Banyak juga usaha yang dilakukan oleh para blogger dengan menulis tema tertentu lalu memasang kata kunci tertentu untuk menjebak orang-orang iseng yang mencari berita tertentu juga. Ini usaha yang positif juga sih.

Tapi yaah kita harus berusaha sendiri untuk melindungi anak-anak kita. Jika terpaksa sekali kita harus membuka situs dewasa (kok bisa terpaksa kenapa ya?) sementara pemakaian komputer masih bersama-sama dengan anak-anak, maka bisa lakukan usaha seperti menghapus history, cookie dan cache dari web browser (panganan opo kuwi? :mrgreen: ).

Tetap saja siy, usahakan kita selalu mendampingi anak-anak setiap kali mereka membuka internet. Dunia maya itu tak terbatas, usaha apapun yang kita lakukan tak bisa menghapus kejahatan dan perusakan oleh dunia maya. Maka, waspadalah…waspadalah… awasi selalu buah hati, beri pendalaman iman yang kuat, ajari moral, agama dan budi pekerti. Dan terutama, berilah contoh yang baik untuk mereka. Jangan membuka situs yang sekiranya bisa merusak moral. Kecuali jika terpaksa! mad0257 Free Emoticons   Anger (kok bisa terpaksa kenapa ya? Jiahh, lagi?) :mrgreen:

Artikel ini disertakan dalam Kontes Ping Si Hacker Pink

I HATE PINK

PS. Maaf, silau. Ditulis dalam huruf pink demi mengambil hati JengPing, Si Juri yang berwarna pink :mrgreen:

Proyek Monumental 2014: Selesaikan!

Wadoohh, kontesnya Pakdee ini sungguh membuat sel-sel kelabu (minjem Hercule Poirot) di dalam kepala bak dialiri listrik sehingga berloncat-loncatan minta dibebaskan dari tengkorak yang membelenggunya (hayaaahhh 😛 ). Hahahaha…bagaimana tidak? Setiap menyambut tahun baru aku selalu punya cita-cita. Dan sampai menjelang tahun baru berikutnya cita-cita itu belum tercapai juga. Untunglah cita-cita itu bukan sejenis klappertart atau onde-onde. Bisa-bisa ditumbuhi jamur yang rimbun dan aroma yang menyengat hiiiiyyy…. sick0022 Free Sick Emoticons

Emangnya masih punya cita-cita apa sih? Hahahaha…apalagi, Kawan, selain naluri ndobozku yang gak mutu itu? 😀 Ceritanya aku ini punya obsesi menerbitkan novel atau memenangkan lomba nulis novel or novelette or cerpen, wis pokoke sing berbau dobozan 😳 Bukaaaan, bukan sok bisa nulis, lho! Justru mengapa cita-citaku hanyalah tinggal cita-cita, yaa karena aku merasa tiada mampu ashamed0002 Free Emoticons   Shame Begituuuuu banyak penulis yang luar biasa jago meramu cerita, mengolah para tokoh, merangkai kata-kata sehingga menjadi sajian bacaan yang luwar biyasa! Kadang baru membaca punya orang lain saja sudah minder tralala trilili sad0118 Free Sad Emoticons

Tapiiii, sejujurnya itu hanyalah alasan diplomatis saja, Kawan! Alasan sesungguhnya adalah mualleeeeezzzz!!! evilgrin0039 Free Emoticons   Evil Hahaha….kemampuan itu bisa diasah, bukan? Seperti banyak penulis berkata, bahwa dengan banyak membaca, banyak berlatih, banyak menghayal, suatu saat kita pasti bisa menjadi penulis! Aku meyakini itu. Hanya saja mengalahkan rasa malas itu yang sulit. sebetulnya bisa saja ngeles, gak malez sihh, cuma gak ada waktu! :mrgreen:

Banyak sekali lomba yang ingin aku ikuti. Perkara menang kalah bukan lagi menjadi prioritas (bo’ooonggg), tetapi pengalaman menulis kaliber nasional itu yang patut dicoba. Sahabatku Orin (thank you, Dear), seringkali memberitahu ada lomba ini itu di mana-mana. Aku antusias sekali, tetapi karena ditunda-tunda, tiba-tiba deadline sudah di depan mata. Mana bisa menulis novelette dalam waktu tiga hari? Hiks…hikss…

Contoh di depan mata saja, para sahabat tahu aku sedang menulis cerbung di blog ini. Tapiii, mannaaaa…manaaaa? Selesai gak? Dilanjutin gak? Aaawww…… (ditimpuk massa). Maafkan Kawan, kisah Poseidon yang kumulai di awal musim hujan tahun lalu, belum selesai juga hingga musim hujan berikutnya sad0049 Free Sad Emoticons Tapi aku janji Kawan, Lukisan Cinta pasti akan selesai!

Ketidakkonsistenan (opo to yoo?) ini harus diubah! Jika selama ini menulis menduduki skala kesembilan, maka di tahun depan harus naik ke skala tiga! Ada dua lomba menulis yang kuincar. Lomba menulis Femina dan DKJ (eh, dua tahun sekali yak?). Untuk menerbitkan buku pun akan aku coba.

Dengan semangat yang mudah-mudahan tidak pernah luntur, maka embrio-embrio bahkan janin-janin novelku yang selama ini bersemayam di rahim laptop akan segera lahir! Realistis tidak? Tentu saja realistis! Embryo dan janin ini  hanya tinggal diberi sentuhan, nutrisi, dan rangsangan yang tepat, maka serangkaian kontraksi akan membuat mereka lahir love0083 Free Emoticons   Love (iki ki ngopo too?).

Ini bukan lagi sekedar resolusi, tapi seperti kata Pakdee, adalah sebuah Proyek Monumental yang akan kuwujudkan (Insya Allah) innocent0007 Free Emoticons   Innocent

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014

Kontes-Unggulan-Proyek-Monumental-20145-150x124

Sehari Tanpa Gadget: Family Time

dc5c1ee0617bf24166b6fc81fd13d137_sehari-tanpa-gadget

Pertanyaan dari Iyha itu memang membuat kening berkerut, perut mulas mendadak, badan menggemuk tiba-tiba, dan rambut rontok dua helai! Sehari tanpa gadget? Eyampuuun, hari gene, Jeng? Waahh, bisa ketinggalan gosip terkini dan rumpian termutakhir dong :mrgreen: Segitu tergantungnyakah (halah, bahasane) kita pada gadget? Kita samakan persepsi dulu yaa, gadget yang kumaksud adalah ponsel 😀

Mari kita tengok pada akhir tahun 90 an, di mana pada masa itu ponsel paling keren pun masih sebesar batu bata 😛 Layar hitam putih, baterai cuma dari pagi sampai sore. Waktu itu ponsel pertamaku masih Nokia yang berbentuk pisang. Cuma bisa buat telepon dan sms 😀 Tapi rasanya waktu itu gak seharian juga pegang itu ponsel. Dan kalau mau jujur, rasanya hidup ini bisa lebih tenang tanpa gadget, lho! Serius!

Contoh, Kawan, kebetulan aku ini termasuk orang yang paling dicari di kantor 😛 (halah…halah…) Pernah suatu kali aku dan keluarga sedang berlibur. Tapi apa yang terjadi? Sepanjang jalan liburanku hancur! Terganggu dering ponsel yang tak kunjung berhenti. Gara-gara ada masalah di onsite. Padahal cutiku itu sudah kurencanakan sejak lama, sudah kuperhitungkan, tapi teteeep aja gangguan datang 😦 Mau gak diangkat kok aku sok bertanggungjawab 😛 Kalo diangkat kok mengganggu seluruh keluarga. Kekasihku aja bawaannya udah bete banget 😦 Dan gangguan itu gak berhenti sampai kami tiba di penginapan 😦

Gak hanya itu. Kadang-kadang sambil goreng lauk pun masih pula melayani telepon kantor. Persis kayak embak-embak yang suka ngomong sendiri sambil setrika, eehh gak taunya ada headset nempel di kuping. Haduuuhhh!

Itu gak enaknya. Tapi kebutuhan yang lain adalah komunikasi dengan kedua malaikatku, kekasihku, dan ibundaku. Apalagi sejak ayahanda berpulang, kami selalu menjaga komunikasi dengan ibunda. Chatting, bergurau dalam grup, kirim-kirim gambar aktifitas, pokoknya yang membuat ibunda terhibur dan tidak kesepian. Juga ketika kedua malaikatku pulang sekolah, kami biasa chatting di grup atau telepon.

Selain untuk komunikasi kebutuhan lainnya adalah untuk membunuh waktu 😀 Yaahh, biasanya sih cek-cek blog, twitter, main game. Hehehehe…

Maka, jika aku harus berpisah dengan gadgetku meski hanya sehari, aku harus dalam kondisi berkumpul bersama keluarga, setidaknya kedua malaikatku jika kekasihku lagi ngantor (Sabtu gak libur 😛 )! Syukur-syukur bersama Ibunda juga. Maka di waktu itulah aku gak perlu gadget! Karena orang-orang yang kucintai, yang harus kupantau keberadaannya sudah ada di sekelilingku 😀 ^^

Kami akan melakukan banyak kegiatan. Membaca sembari mendengarkan Ibunda main keyboard atau cerita-cerita yang lucu dengan kedua malaikatku. Kadang-kadang kami hanya kruntelan saja di tempat tidur sambil ngobrol 😀

Bagaimana dengan urusan kantor? Haish, masih ada orang lain selain aku kok! 😈

Kesimpulannya, bisa gak sehari gak megang gadget? Bisaaaaaaaa!!! Asal orang-orang yang kucintai ada di sekitarku 😀 😛 ^^

“Tulisan ini ikutan GA keren Sehari Tanpa Gadget di blog Keajaiban Senyuman lhooooo” :) :P