Cari Solusi · Dongeng insomnia · Nimbrung Mikir · Serial Yu Minah · Tak Enak

Jas Putih

Yu_Minah_1
Yu Minah mau nyusul nyang pada demo :mrgreen:

Menjelang makan siang, antara mendung dan panas, antara laper dan mual, antara galau dan senang. Serba tak jelas, sperti musim yang kadang hujan kadang panas membara. Ah, daripada ngelantur gak jelas mendingan nongkrong di warung Yu Minah. Lumayan, menyantap rujak di udara yang serba setengah-setengah ini.

Begitu sampai, aku langsung meneriakkan salam dan mendaratkan bemper di bangku favorit. Yu Minah menjawab salam dan tergopoh-gopoh keluar. Terdengar langkah kakinya yang berdebam-debam :mrgreen:

“Eeaalaah Jeeeng, lama banget ndak kemari to?” Yu Minah menyerbu sambil mendaratkan cipika-cipikinya. Aku tak kuasa lagi menghindari kecupannya yang basah itu yeaacchh….

“Lha ini mbolos apa gimana?” Nah, mulai usil kan, kepooo ajah!

“Cuti, Yu. Capek lahir batin, istirahat barang seharilah. Buatkan rujak ulek ya, Yu. Pedes tapi gak banget,” sahutku tak acuh. Maka Yu Minah segera beraksi. Demi menghindari obrolannya yang kadang sok tahu tingkat khayangan itu, aku main-main dengan ponsel pintarku.

“Jeng, Jeng, sudah tahu kabarnya Jeng Bumil belum?” Nah, rumpi deh. Aku cuma berdehem

“Itu lho, dia kan mau melahirkan tapi kabarnya hari ini dokter kandungan lagi pada demo.” Wah, aku terpancing nih!

“Terus?” tanyaku. Yu Minah menggerus gerombolan kacang dan teman-temannya dengan tenaga bulldozer yang baru keluar dari pabrik.

“Ya ndak jadi. Padahal hari ini kan dijadwal mau operasi sesar.”

“Ah, kok gampang termakan gosip to, Yu? Emangnya Jeng Bumil sudah ngecek rumah sakitnya?”

“Lho, wong dia di sms sama rumah sakitnya supaya menunda operasi kok, besok baru dijadwalkan ulang.”

“Waah, masa iya? Mestinya kan tetap harus ada dokter yang jaga, dong!”

“Lha ya ndak tauuu,Β  wong nyatanya begitu. Kalo ada operasi darurat gimana ya, Jeng? Kan mereka terikat sumpah dokter yang katanya harus mengutamakan nyawa pasien?”

Tanpa menjawab pertanyaan Yu Minah aku segera browsing. Eh, ternyata memang benar. Ada beberapa RS yang menutup poli kecuali UGD. Sedangkan pelayanan rawat inap tetap seperti biasa. Wah, berabe dong kalau ada rujukan sectio caesaria?

“Ini demo apa to, Jeng? Demo yang dokter mal praktik itu itu ya?”

“Iya, Yu. Aksi solidaritas dari para dokter kebidanan untuk mendukung ketiga sejawatnya yang dituduh mal praktik.”

“Sebetulnya emang mal praktik ndak to, Jeng?” Yu Minah mulai mengiris buah-buahan dengan jurus “Menebas Ilalang di Padang Belantara.” Lagi-lagi aku merinding dengan kecepatan dan ketajaman pisaunya.

“Gak tahu, Yu. Aku kan gak kompeten buat menjawabnya, wong gak ngerti. Kalau menurut MA ya dibilang salah, tapi kalau menurut IDI mereka sudah melakukan prosedur.”

“Terlepas dari bener ndaknya yo, Jeng, nek menurut saya ya ndak sepantasnya mereka itu dipenjara macam penjahat. Bagaimanapun mereka kan mencoba menolong nyawa seseorang, mencoba menyelamatkan bayi dan ibunya. Lha kalo sudah suratannya si ibu meninggal ya sudah di luar kuasa para dokter itu, kan ya? Jangankan operasi yang beresiko tinggi begitu, lha wong kita lagi tidur aja bisa-bisa gak bangun lagi kok?”

“Katanya karena lalai melakukan prosedur, Yu. Gak memberitahu resiko operasi pada keluarga, lalai melakukan beberapa tindakan sebelum operasi. Waahh, aku gak mudeng, deh! Ini juga kata internet.”

“Dokter juga manusia, Jeng. Setidaknya kan bukan tindakan kesengajaan mau menghilangkan nyawa pasien. Kalo dokter pelaku abortus sih saya setuju saja mereka di penjara, kalo perlu ya dihukum seberat-beratnya. Lah ini kan cuma para dokter yang lagi apes!”

Heran, Yu Minah semangat banget membela para dokter itu. Aku diam saja daripada salah komen πŸ˜€

“Eh tapi kalo para dokter ini pada demo, apa pendapat sampeyan, Jeng? Kan jadinya RS pada tutup?” Ya ampooon, Yu Minah nih udah kayak anchor yang suka mencecar nara sumber aja!

“Yah setuju-setuju saja, Yu. Ini kan bentuk solidaritas mereka, dukungan mereka, jangan sampai kasus dokter di penjara ini menjadi preseden di kemudian hari. Hanya saja mestinya gak perlu nutup poli yaa. Biarkan saja dokter-dokter muda yang demo, yang senior dan sepuh-sepuh itu duduk manis di poli? Atau demonya per shift, jadi poli tetap buka hihihihihihi….”

Yu Minah sudah mulai membungkus rujakku. Aku pun menyiapkan uang untuk membayar.

“Iya ya, Jeng. Kalo operasi Jeng Bumil kan emang direncanakan. Lha kalo ada kasus darurat kan repot nanti ya?”

Yu Minah mengangsurkan rujak padaku.

“Jeng…Jeng, mbok coba sampeyan lihat di internet situ, demonya masih gak? Dokter-dokternya masih di jalanan gak?”

“Hah? Memangnya kenapa, Yu?”

“Kalo masih, saya mau ke sana…ihik…ihik…barangkali ada dokter yang masih jomblo, kan lumayan ihik…ihik….”

“Astagaaa, genit banget sampeyan, Yuuuu???”

sick0022 Free Sick Emoticons

1220507Demo-Dokter780x390
Kalo dokter demo, masker gak ketinggalan πŸ˜›

Note: gambar ambil dari google πŸ˜‰

Cari Solusi · Iseng Aja · Nimbrung Mikir

Kontesnya Om Dewo

Waahhh, sudah lama sekali rupanya aku tidak menulis yang berguna bagi nusa dan bangsa. Maklum, akhir tahun beban pekerjaan banyak sekali 😦 Bahkan posting m&m adalah posting terjadwal πŸ˜› kapan sempat ya nulis terus dijadwalkan penayangannya hehehehe….

Nah, mumpung server kantor lagi down, aku mau ngiklanin kontesnya Om Dewo, nih! Gak nyangka, meski tanpa bahasa yang berbunga-bunga dan puitis, rupanya Om Dewo bisa juga nulis cerpen hahahaha….. Meski masih tanda tanya ini cerpen fiksi apa nyata yaa?

Yuuk, mari simak kontes yang berhadiah seru dan menghebohkan ini πŸ˜‰

Kontes Ping Si HackerΒ Pink

Beberapa sahabat bertanya kepada saya dengan kalimat senada seirama, kurang lebih begini:

β€œCerita Ping itu beneran? Atau cuma fiksi? Kok saya meragukannya?”

Wah… ternyata cerita tentang Ping Si Hacker Pink diragukan kebenarannya. Padahal kan memang belum tentu benar, xixixi… Namun keraguan teman-teman menjadi ide bagi saya, yaitu untuk menjadikannya sebuah kontes. Jadilah ini kontes ke-2 saya setelah Giveaway: Arduino Leonardo

I HATE PINK

I HATE PINK

Ketentuan Kontes

Kontesnya sederhana saja deh. Walau sederhana, ada hadiahnya loh! Ini dia ketentuannya:

  1. Peserta kontes berdomisili di Indonesia dengan usia minimal 17 tahun. Jenis kelamin bebas.
  2. Peserta harus memiliki blog. Blog-nya baru tidak mengapa. Yang penting PD (Percaya Diri) ikutan kontes.
  3. Menulis artikel di blog tersebut dengan topik β€œKeamanan dalam berinternet”. Ini topik yaaa… Judul boleh apa saja. Isinya boleh pengalaman pribadi atau teoritis bin textbook. Semua sah-sah saja.
  4. Artikel tidak perlu panjang-panjang. Cukup 300 sampai 500 kata. Yang penting bisa dibaca dan dipahami dengan baik.
  5. Tulisan harus orisinal belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Tidak boleh nyontek. Tapi boleh menyertakan website rujukan, misalnya dari Wikipedia atau malah dari blog ini.
  6. Satu orang hanya boleh mengikutkan 1 artikel.
  7. Tulisan mengikuti kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak boleh menggunakan bahasa 4L4Y.
  8. Artikel boleh dilengkapi dengan gambar/foto pendukung. Boleh juga menggunakan gambar/foto dari blog ini.
  9. Pada akhir artikel dituliskan kalimat seperti di bawah ini lengkap dengan link ke URL kontes ini:

    Artikel ini disertakan dalam Kontes Ping Si Hacker Pink

  10. Mendaftarkan diri dengan mengisi komentar di artikel ini dengan format:Nama : Pinky Stinky (*contoh*)
    Judul : Perlunya Berhati-hati dalam berinternet (*contoh*)
    URL : http://dewo.wordpress.com/perlunya-berhati-hati (*contoh*)
    Cerita Pink : [ Nyata | Fiksi ] (*pilih salah satu*)
    Alasan : karena bla-bla-bla… (*tuliskan alasan memilih nyata/fiksi secara singkat saja*)
  11. Sebagai catatan, pemilihan [Nyata | Fiksi] tidak mempengaruhi penilaian artikel kontes, karena ini hanya masukan bagi saya.
  12. Pendaftaran kontes ditutup tanggal 7 Desember 2013 jam 12:00. Jadi artikel harus memiliki tanggal penayangan mulai dari sekarang sampai tgl 7 Desember 2013.
  13. Pengumuman pemenang akan dilakukan sebelum tanggal 14 Desember 2013.
  14. Jurinya adalaaah… ehm, akan diumumkan saat penutupan kontes.
  15. Keputusan juri tidak boleh diganggu gugat.

Hadiah

Akan dipilih 1 pemenang utama dan 2 pemenang hiburan. Berikut detail hadiahnya:

1. Pemenang Pertama akan mendapatkan sebuah Dongle TV MK808B (ini adalah mini PC yg dihubungkan ke TV. Lihat: β€œNyobain Dongle TV Android MK808B” dan β€œAndroid TV Dongle”) dan sebuah buku berjudul β€œSuperSecure + CD” karangan Eko Arryawan dan SmitDev Community.

2. Pemenang 2-3 masing-masing akan mendapatkan sebuah buku berjudul β€œSuperSecure + CD”.

Kecuali Hacker Ini

Sayangnya saya harus melarang 2 hacker ini untuk ikutan kontes, yaitu β€œPINK” dan β€œLovepassword Oye”. Ada hadiah khusus untuk mereka kalau kelak bisa kopdar dengan saya. Oke???

Penutup

Belajar keamanan berkomputer dan berinternet, ehhh bisa dapat hadiah. Di sinilah tempatnya! Jadi buruan daftarkan artikel & blog Anda.

Yuuuk, Kawan ikutan. Aku juga mau ikutan, kan tidak ada peringatan bahwa: Kerabat/saudara, keluarga, kawan dekat, tidak boleh mengikuti kontes ini….bhuahahahaha….. 😈

Cari Solusi · Dongeng insomnia · Iseng Aja

Oed

Oed

Penampakan di atas adalah salah satu alter blogku πŸ˜› Isinya hanyalah dobosan belaka, namun jangan salah, di sana berisi dobosan yang lumayan bagus :mrgreen: (astagaaa, memuji diri sendiri, sungguh tak tahu malu!)

Nah, salah satu dobosan yang kutulis berjudul Oed. Sudah ada beberapa sahabat yang berkomentar di sana. Namun sampai tuisan ini dibuat tak satupun yang mempertanyakan apa maksud judul itu. Berarti para sahabat di sana sudah tahu maksud dan arti dari judul tersebut ya? Padahal maksudku membuat judul tersebut agar terlihat sedikit misterius dan mengundang tanya ehh jebulnya gagal πŸ˜† πŸ˜› :mrgreen: Sebelumnya aku juga pernah menulis FF yang super duper puendek banget dengan judul sama. Tepatnya di Alampur, yang sayangnya sudah bubar jalan dan sayang sekali aku gak punya back up tulisan itu 😦

So, bagaimana dengan sahabat di sini? Adakah yang tahu makna judul tersebut? Yaahh, untuk mengetahuinya memang harus membaca dulu FF nya sih πŸ˜› Jujur saja, ini FF paling menjijikkan yang pernah aku buat 😦 Ide gak mutu itu terlintas begitu saja dan kutuangkan dalam dobosan tersebut. Dan ternyata aku gilo dewe πŸ˜›

Jika Kawan penasaran, silakan klik saja gambar di atas lalu dibaca yaa πŸ˜€ Setelah itu, beritahu aku apakah maksud judul tersebut? πŸ˜›

Oh ya, bagi Kawan yang menebak dengan tepat, ada dua buah buku fiksi yang akan kuhadiahkan 😳 Dan jika yang benar lebih dari dua orang, terpaksa aku undi yaaa πŸ˜€

Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Ketindihan

can't sleep

Pernahkah Kawan mengalami kejadian ini? Kondisi ketika masih tertidur tetapi otak bisa berpikir, pandangan seperti bisa melihat meski kabur, namun badan tak bisa digerakkan. Bahkan rasanya kita terlibat secara nyata dalam mimpi. Biasanya mimpi buruk, mimpi dikejar-kejar sesuatu. Panik? Wooh, jelas! Bayangkan saja, kau dalam keadaan genting, ingin melarikan diri dari sesuatu tetapi seluruh tubuhmu lumpuh. Hiiiyyy….

Aku beberapa kali mengalami ketindihan ini jika tak bisa dikatakan sering. Ketindihan terakhir yang ku alami ketika bobok berama Cantik di kamarnya. Cantik di atas dan aku di tempat tidur di bawahnya. Rasanya aku bisa melihat tangan Cantik terjuntai dan ingin banget memegangnya tapi tangan serasa lumpuh. Aku bahkan bisa melihat sekitar tempat tidur meski kabur. Guling, selimut, tapi semua tak bisa kuraih. Panik, seluruh anggota tubuh tidak mau menuruti perintah otak. Biasanya aku mendaraskan doa lalu berusaha memangunkan diriku sendiri.

“Bangun! Bangun! Tuhan, tolong saya bangun!” πŸ˜€

Dan biasanya tak lama kemudian aku terbangun dan langsung menggerakkan jari-jari untuk ngetes πŸ˜€ Rasanya mata pun baru terbuka, tapi kok tadi serasa bisa melihat ya?

Ketika paginya aku cerita, Cantik berkata,

“Itu namanya sleep paralyze, Bunda.”

“Hah? Kok Adek tahu? Tahu dari mana?”

“Dari Bobo. Sleep paralyze itu ketika tubuh kita masih tertidur tapi mata kita terbuka. Jadi semua otot-otot kita masih lemah karena tidur bahkan masih mimpi tapi udah bangun.”

“Oalaaahh gitu to, Dek?” πŸ˜€

Itu bahasanya Cantik. Mari kita lihat apa kata Mbak Wiki.

Sleep paralysis is a phenomenon in which people, either when falling asleep or wakening, temporarily experience an inability to move. More formally, it is a transition state between wakefulness and rest characterized by complete muscle atonia (muscle weakness). It can occur at sleep onset or upon awakening, and it is often associated with terrifying visions (e.g., an intruder in the room), to which one is unable to react due to paralysis. It is believed a result of disrupted REM sleep, which is normally characterized by complete muscle atonia that prevents individuals from acting out their dreams. Sleep paralysis has been linked to disorders such as narcolepsy, migraines, anxiety disorders, and obstructive sleep apnea; however, it can also occur in isolation.

Yang artinya? Yaaa gitu deehhh :mrgreen: Penyebabnya bisa karena kecemasan yang berlebihan, kelelahan. Dulu kupikir karena salah posisi bobok lalu ada aliran darah yang ketindih sehingga berhenti mengalir πŸ˜† Psst, bahkan dulu sempat mengaitkan dengan hal-hal mistis seperti ada h*nt*, diganggu h*nt* hiiiiiyyyy πŸ˜› :mrgreen:

Nah, ada satu lagi mimpi aneh yang mengakibatkan kita pun berbuat aneh. Yaitu ketika mimpi kaki kita kecemplung got atau kesandung sehingga kaki kita benar-benar menyentak. “Jeduk”. πŸ˜†

“Bunda kenapa?”

“Ugh, mimpi kecemplung got, Nak.” πŸ˜†

Pernahkah Kawan mengalami mimpi yang terakhir ini? πŸ˜†

Gambar pinjam dari google πŸ˜‰

Cari Solusi · Iseng Aja

Peraduan

bed
Siapa mau diadu? πŸ˜†

Menurut KBBI Daring,

perΒ·aΒ·duΒ·ann1 hal beradu; 2 tempat beradu: mereka beramai-ramai pergi ke ~ ayam

Nah, mengapa tempat tidur sering disebut sebagai “peraduan”? Ketika kutanyakan ada jawaban begini, “Karena tempat tidur adalah tempat beradunya dua manusia menjelang bobok.” πŸ˜† Itu bisa jadi jika kata peraduan ada dalam kalimat berikut:

Tak lupa kutaburkan helai-helai pink rose di atas peraduan kami, bunga kesukaan Laila, istriku

(chocoStorm)

Ini jelas mereka mau beradu sebelum bobok yaa πŸ˜† (eh, beradunya gak bunuh-bunuhan lhoo πŸ˜› )

Bagaimana dengan yang ini?

Langit berpendar jingga, mengantar sang mentari kembali ke peraduannya

(chocoVanilla)

Nah, kalo kalimat di atas, mentarinya mau beradu sama sapa, dong? Masa beradu sama telkomsel atau xl? (gariiiiiing πŸ˜› )

Mungkin ada banyak contoh kalimat dari puisi-puisi kelas wahid yang menyatakan bahwa peraduan bukan sekedar tempat tidur di mana sepasang manusia akan beradu (males gugling :mrgreen: ). Bahkan di KBBI pun peraduan berarti tempat beradu, di mana ada sepasang atao lebih makhluk hidup yang beradu. Misal peraduan ayam, peraduan domba Garut πŸ˜†

Jadi sejujurnya aku masih bingung mengapa tempat tidur masih disebut peraduan? Baik untuk manusia maupun benda langit πŸ˜†

Kira-kira ada kata lain untuk menggantikan kata peraduan gak yaa?

(Postingan ra mutuu, ngeceh-ngeceh pikiran πŸ˜† )

Gambar pinjam dari http://www.grezan.com/wedding.html

Cari Solusi · Cintaku · Nimbrung Mikir

ABC OTW ABG

Tanggal 27 Juni lalu malaikatku, Jendral G, ulang tahun yang kesebelas. Waahh, dari ABC menuju ABG nih! Maka sesuai kesepakatan antara Jendral G dan kami, liburan kenaikan kelas ini akan di…sunat! Gyahahahaha….. Sebetulnya sejak tahun lalu kami sudah menawarkan Jendral G untuk sunat, tapi dia belum mau. Sudah kukatakan bahwa semakin besar nanti semakin alot, jadi sunatnya harus direbus dulu biar empuk Memang Jendral G sempat ketakutan tapi tetap gak mau juga :mrgreen: Akhirnya ketika dijelaskan ayahnya bahwa setiap anak laki muslim mesti disunat bla…bla…bla… akhirnya malaikatku mau. Terjadilah kesepakatan itu, libur kenaikan kelas enam harus sunat πŸ˜€

Maka tanggal 6 Juli lalu jadilah malaikatku ini disunat. Pada awalnya kami sempat bingung mau sunat di mana. Survey ke beberapa RS besar di Bekasi ternyataaaa muahal rek! Karena dilakukan oleh neurologist. Sebetulnya sih bisa saja dengan dokter umum, tapi kami lebih memilih dengan dokter ahli saja. Belum lagi menurut kekasihku dokternya haruslah seorang muslim, karena sunat bukanlah sekedar sirkumsisi belaka. Sempat terpikir untuk dilakukan di Rumah Sunatan, secara setiap hari berangkat dan pulang kantor aku selalu melewati tempat ini. Namun lagi-lagi ragu, siapa yang mengerjakan? Dokter atau bukan? Akhirnya kekasihku survey ke websitenya. Akupun menelepon juga untuk lebih mantap.

Ternyata sunat di sana ada dua katagori, katagori anak kurus dan anak gemuk. Jika anak kurus, cukup dilakukan dengan metode smart klamp. Sedangkan untuk anak gemuk dengan electric cauter. Jika anak kurus dilakukan oleh dokter umum maka untuk anak gemuk dilakukan oleh dokter spesialis (owner Rumah Sunatan sendiri). Untuk memastikan katagori yang manakah anak kita maka disarankan untuk konsul lebih dahulu. Dan itulah yang kami lakukan. Jendral G kami konsulkan, dijelaskan dengan sangat mendetail dan jelas sekali oleh dokter umum (lupa namanya tapi ganteng deh ashamed0002 Free Emoticons   Shame ) (digebuk kekasihku πŸ˜› )

Dan ternyata…Jendral G termasuk anak gemuk huwaaa…. bagaimana tidak, dengan tinggi 154 cm dan berat 59 kg? Ck..ck..ck.. aku dulu lulus kuliah aja cuma 60 kg lho! Itu pun sudah termasuk montok bin endut 😳 Sebetulnya bisa saja dengan smart klamp, namun menurut dokter karena terganjal oleh segitiga bawah perutnya yang montok itu takutnya nanti hasil tidak sempurna. Aku jadi cemas, lalu kutanya ke dokternya. Sebetulnya ukuran anak saya ini normal gak, Dok? Waahh, normal banget, Bu! Ukurannya mantep nih, coba lihat! Lalu Pak Dokter menunjukkan besarnya punya Guanteng hihihihihi…. malu aku diketawain dokternya. Habisnya dibilang anak gemuk kan aku jadi takut gak imbang, meski sebetulnya sih memang kelihatan tak masalah punya Guanteng πŸ˜› :mrgreen: (lagi-lagi aku digebuk bojoku πŸ˜› ) Andai saja Jendral G mau disunat tahun lalu ketika belom gemuk, tentu takkan serepot ini. Hehehehe…gak papa, Nak. Memang butuh kesiapan mental bukan?

Akhirnya dokter memberi rujukan untuk dilakukan oleh dokter spesialis. Kami pun kembali ke pendaftaran dan meminta penjelasan. Rupanya dokternya adalah dr. Mahdian Nur Nasution, Sp. BS. Beliau adalah pemilik Rumah Sunatan ini. Akupun bertanya kepada mbaknya, beliau praktek di mana selain mengurus Rumah Sunatan? Ternyata beliau juga berpraktek di RS. Mitra Keluarga Barat dan Timur. Ya sudah, mantaplah kami.

Nah, sekarang mari kita lihat kelebihannya sunat di Rumah Sunatan ini, Kawan. Swear, ini bukan promo, wong aku gak dapat apa-apa kok dari mereka (harusnya dapat diskon nih πŸ˜› ). Aku hanya ingin berbagi, siapa tahu ada yang membutuhkan bukan? (bukaaaaaaaannn)

Ruang tunggu cukup nyaman, anak-anak dibuat santai dengan aneka permainan. Ada PS, Wii, kantin kecil, banyak mainan lah.

Rumah Sunatan
Deg degan :mrgreen:

Konsep sunat di sini memang unik. Anak dibuat santai, sehingga di setiap ruang tindakan disediakan i pad untuk bermain. Bahkan dokter menjelaskan sakitnya suntikan bius dengan memberi contoh cubitan. Kata Jendral G, “Aahh, Dokter, katanya sakitnya seperti dicubit. Ini mah lebih sakiiit.” πŸ˜† Tapi dia hanya berseru kecil “Aaww” ketika suntikan menghunjam penisnya. Malah aku yang keringetan sampe dokternya komentar siapa yang disuntik siapa yang kesakitan ashamed0004 Free Emoticons   Shame

Aku hanya menunggui ketika Guanteng dibius. Ketika tindakan, aku menunggu diluar saja, maaf ya, Nak πŸ˜€

Sunatan
Kata Guanteng mainan di ipad kayak anak kecil, main PSP aja deh πŸ˜€ Untung bawa. Maka siapkan mainan yang dimaui anak yaaa…

Disain ruangan pun dibuat menarik dengan wall paper yang heroik πŸ˜€

wall paper heroik

Setelah sunat, disarankan menggunakan celana khusus yang disediakan, karena tidak diperban sama sekali. Mereka menyebutnya celana batok πŸ˜† Kalo kata Cantik, “Burung Kakak pake gas mask!”

Gas Mask vs celana batok
Celana “batok” vs Gas Mask πŸ˜†

Berikut obat-obatan yang dikemas dalam tas mungil, sertifikat (bisa buat nglamar kerja πŸ˜† ). Oh ya, selesai tindakan dokter memberikan hadiah bola πŸ˜€ Untuk celana sunat bahannya dari katun jadi cukup adem dan nyaman.

sertifikat3

Selama disunat rupanya Jendral G lebih senang main ponselku daripada main game. Dan inilah ocehannya di grup keluargaku, tentu saja dengan namaku. Budenya pun senang sekali menggoda Guanteng πŸ˜† Sementara aku pun membalasnya dengan G Tab nya Marni :mrgreen: Meski keluarga besar jauh dan tak bisa mendampingi, namun support mereka melalui chatting membuat Jendral G berbesar hati πŸ˜€

chit chat
Ndak usah dibaca, abaikan saja πŸ˜€

Tips sebelum sunat di Rumah Sunatan:

  1. Sebaiknya konsultasi dulu untuk menentukan katagori manakah Sang Buah Hati
  2. Buat perjanjian seminggu sebelumnya dan datanglah satu jam sebelum jamnya karena cari parkirnya susyaaaahhh, khususnya di musim sunat alias liburan sekolah πŸ˜€
  3. Sarapan yang cukup, buat anak santai dan senang
  4. Bawa mainan/game kesukaan anak agar tidak bete dan stress menanti
  5. Tidak perlu semua keluarga besar mengantar, cukup keluarga inti saja plus nenek/eyang agar tidak riuh dan gak kebanyakan mobil parkir πŸ˜›
  6. Kenakan celana longgar, jangan pakai jeans. pake sarung juga boleh πŸ˜€
  7. Beli celana khusus sunat pada saat pulang konsul, cuci bersih dan dibawa pada saat sunatan nanti. Tidak usah berlebihan, cukup 3-4 saja kecuali ada yang diwarisi πŸ˜€
  8. Ayah Bunda silakan mendampingi ketika tindakan, nenek dan adik di luar saja yaaa πŸ˜€

Biaya-biaya:

  1. Konsultasi Rp. 50,000
  2. Sunat dengan smart klamp Rp. 1,050,000
  3. Sunat dengan spesialis (khusus katagori gemuk) Rp. 1,950,000
  4. Kontrol hari ketiga dan ketujuh tidak dikenakan biaya (dilakukan oleh perawat)
  5. Buka klamp kayaknya gak bayar juga deh
  6. Celana sunat Rp. 30,000
  7. Washlap antiseptik Rp. 15,000/isi 4 –> katagori gemuk tidak boleh mandi selama 7 hari
  8. Arem-arem Rp. 3,000 enak boo

Nah, semoga artikel ini bermanfaat khususnya bagi orangtua yang hendak menyunatkan anaknya πŸ˜€ Rumah Sunatan ini sudah banyak cabangnya, hanya saja kabarnya untuk sunat khusus anak gemuk hanya bisa dilakukan di Rumah Sunatan Jati Asih. Untuk informasi lebih lanjut silakan buka website nya yaa….

Cari Solusi · Iseng Aja · Nimbrung Mikir · Tak Enak

Plat Berwarna

plat unguBBM sudah naik. Sudah tidak ada lagi yang bisa diperbuat selain menerima dan menyesuaikan. Dan penyesuaian ini membuatku terkejut. Tadi pagi beli bensin, lupa kalo BBM sudah naik aku beli lima puluh ribu saja (tanggal tuwo :mrgreen: ). Lho, ini indikator di mobil kok dikit naiknya? Biasanya dari posisi 2 strip naik sekitar 3 strip jadi berada di tengah. Sebelum bertanya pada petugas pom bensin, aku langsung sadar. Oh iyaa, harga sudah jadi 6,500/l maka 50,000 hanya dapat 7,69 l, jika sebelumnya dapat 11,11 l 😦 jadi berkurang sekitar 3 l lebih.

Gak masalah siy kalo BBM mau naik. Tapi bisa gak ya dijaga supaya yang lainnya gak ikutan naik? Mana mau puasa, musti bayar masuk sekolah, dll..dll… hayah malah curcol :mrgreen:

Maka sepanjang perjalanan aku jadi teringat percakapanku dengan Yu Minah beberapa hari lalu. Yu Minah yang kadang menjengkelkan itu mengusulkan adanya plat berwarna. Yah, seperti issue wacana sebelumnya untuk pembatasan BBM bersubsidi, di mana mobil di atas 1500 cc dilarang beli premium, maka usulan Yu Minah itu kuanggap cemerlang. Begini mekanismenya menurut Yu Minah, Kawan.

Untuk mobil 1500 cc ke bawah masih diperbolehkan memakai premium, dengan syarat dia harus mendaftarkan diri ke SAMSAT. Mengganti plat mobilnya jadi warna ungu happy0150 Free Emoticons   Happy Dan itu tidak wajib, jadi kalo yang sudah sadar diri gak mau pakai premium ya sudah tetap saja pakai plat hitam. Yang tetap mau pakai premium silakan mengurus di SAMSAT. Karena tidak semua orang punya mobil itu pasti orang kaya lho. Kadang karena kebutuhan transportasi keluarga atau usaha kecil, mobil sangat diperlukan. Belum lagi sarana trasportasi umum yang masih payah. Kalau ada bus bagus ke arah Jababeka sih aku mending naik bus deh. Gak capek, bisa bobok di jalan (meski siap-siap maboks darat lautan udara :mrgeen: ).

Ide nya Yu Minah keren bukan? Daripada kayak sekarang mobil ditempel stiker: “Mobil ini sudah tidak menggunakan BBM bersubsidi” or something like that. Kan malah ngotori kaca mobil. Mending pakai plat warna ungu yang unyu untuk membedakan πŸ˜€ Di STNK pun bolehlah disebutkan warna plat πŸ˜€

Dengan demikian gak perlu menaikkan BBM to? Maka yang lain-lainnya pun gak perlu ikut naik kan? Angkot juga gak perlu menaikkan tarif. Dan subsidi tidak salah sasaran. Nek gitu kira-kira pada ganti plat gak ya? Kan malu sudah naik mobil pribadi kok masih pakai BBM bersubsidi? Pakai plat ungu pula? πŸ˜† Tapi kalo aku gak malu aaahh. Ha wong mobil masih nyicil kok :mrgreen: apalagi ungu kan warna ku selain warna merah πŸ˜†

Tapi sudah terlambat. Yu Minah boleh-boleh saja beride demikian, sayangnya dia merasa hanya wong cilik. Gak tau harus menyalurkan idenya ke mana, selain ngoceh ngalor ngidul bersamaku, bahkan kadang aku diomelinya pula 😦 Dan kalaupun bisa menyampaikan ide yang menurutnya dan menurutku cerdas, belum tentu pula sejalan dengan pemikiran pemerintah bukan? Kecuali nek presidennya Om Dewo πŸ˜†

Cari Solusi · Iseng Aja · Tak Enak

Ada Hantu di Pojokku?

Hiks…hiks… berita yang membuatku merinding luar dalam ini dikisahkan oleh teman seruanganku. Sebelumnya mari aku ceritakan sedikit tentang kantorku, Kawan. Dulu aku hanya seruangan dengan sobatku dalam sebuah ruang yang cukup besar. Namun dengan perluasan kantor, di mana kantor kami membeli kantor sebelah yang sudah lamaaaaaaaaaaaaaaa banget tutup, maka renovasi pun dilakukan. Aku mengusulkan agar staf yang jumlahnya hanya beberapa orang ini dijadikan satu ruang saja, biar rame. Maka kami ditempatkan di satu ruang besar yang bekas kantor lama itu.

Seperti layaknya penempatan gedung baru, maka kami pun mengadakan selamatan πŸ˜€ Ada dua versi, yaitu versi muslim dan kristen, mengingat dua agama itu yang dominan di tempat kami. Mestinya aman dong, gak ada apa-apa dong. Ternyata, setelah hampir setahun aku menempati ruang baru, ada berita tak sedap yang baru kudengar pagi ini 😦

Pada saat memilih tempat, aku memang memilih tempat di pojok yang nyaman. Sementara sobatku di pojok satunya menghadap pintu. Aku memang senang di pojok karena terkesan aman dan mojok gitu (hayah!). Nah, tadi pagi temanku yang menempati pojok di seberangku melihat penampakan hiiiiyy… baru ngetik aja udah merinding. Dia melihat sekelebat bayangan putih dari arah mejaku aaaahhhhhh…… (aku takut “dia” ikut mbaca nih 😦 ) Kubilang halusinasi kalii, tapi dia sempat merasakan merinding dan bulu kuduk berdiri. Memang temanku ini selalu datang paling pagi, jadi dia sendirian saat melihat itu.

Belum lagi selesai merinding, temanku satu lagi yang duduk di sisi satunya juga bercerita. Kebetulan dia seringkali lembur, nah ketika sore menjelang malam dia sering merasakan ada yang duduk di kursiku. Aduuuhhhh…..nyong merinding kiye, takuuuuttt. Belum selesai dia bercerita aku udah terbirit-birit. Lalu dia juga sering melihat kursiku yang ketika kutinggal menghadap meja, tiba-tiba sudah menghadap dirinya…IIiiiiiyyyyy….. sumprit aku ngetiknya sambil merinding-merinding ini. Semoga “dia” gada di belakangku ….waaaaaaaa…….deg degan iniiiii…..

Duh, Kawan, aku jadi takut banget. Rasanya kerja jadi gak nyaman 😦 Setiap kali teman seruangan keluar ruang aku selalu minta pintu dibuka lebar-lebar. Ingin kutata kembali posisiku cari sisi yang aman. Tapi kan udah pewe dan gimana dengan urusan kabel-kabel yang sudah pada tempatnya? 😦 πŸ˜₯ Males kan? Hiks…hiks…

Kursiku
Kursiku yang suka muter-muter sendiri 😦
2013-02-19 14.26.50
Pojokku yang tak lagi nyaman 😦

Cari Solusi · Dongeng insomnia · Iseng Aja · Nimbrung Mikir · Serial Yu Minah · Tak Enak

Terimakasih, Pak Camat

Mendung menggantung, udara justru panas seperti berada dalam termos. Aneh. Maka daripada keringat menetes sia-sia mendingan menyambangi warung Yu Minah yang sejuk, karena halaman depannya ada satu pohon mangga, satu pohon jengkol, dan satu mengkudu.

Sesampai di sana seperti biasa menyerukan salam dan langsung duduk di bangku kecintaan.

“Jeeng, sampeyan kok sekarang jarang ke mari to? Kan aku jadi rinduuu,” sambut Yu Minah. Aku sedikit gebes-gebes menerima rindunya yang menggebu itu. Idih banget kan? Aku segera mencium minyak kayu putih yang selalu kubawa.

“Capek Yu, kalo udah di rumah ya pengennya langsung santaiii gitu. Buatkan rujak serut satu, ulek satu. Biasa ya, pedes tapi gak banget,” sahutku seraya mengambil koran langganan Yu Minah. Baru saja membaca halaman depan, ponselku berdering. Walah, sore gini kok ya adaaa aja yang menelpon. Staf kantor, sebut saja namanya Ani (Sst, jangan bilang-bilang ya, ini nama sebenarnya).

“Yellooww,” sapaku dengan suara diberat-beratkan. Yelloow = Yes, hello πŸ˜›

Maka aku segera mendengarkan laporan Ani yang semakin menaikkan suhu, baik di luar maupun di dalam diriku.

“Gak bisa! Kan sudah dibilang, cek itu harus diajukan dulu ke Big Boss. Itu kan bukan uang kecil!” Seruku gak sabar. Yu Minah yang sedang menggerus bahan sambal melirikku. Ah, aku dah males pindah, dah PW. Biar saja dia mendengar obrolanku.

“Ya kamu bilang dong, masa dia gak mau ngerti? Ini kan perusahaan, bukan duit pribadi yang bisa keluar kapan saja?” Aku masih saja mengomel.

“Bilang minggu depan. Kalo dia maksa ancam saja laporin! Ya…ya…gak…gak bisa…oke. Rabu ya. Oke, thanks, An.”

Akhirnya aku menutup telepon dengan gemas. Dan sudah kuduga sebelumnya, naluri mau tahu Yu Minah langsung terbit.

“Ada apa to, Jeng? Kok sepertinya mengesalkan gitu?” Tanyanya dengan lagak sambil lalu, padahal mau tahuuu. Tapi anehnya aku kok ya mauu aja cerita padanya.

“Gini Yu, ceritanya kantorku itu mau memperluas jenis usaha, nah mesti ngurus ijin ke dinas terkait to. Ceritanya rekomendasi dari Kepala Desa sudah ada. Sekarang lanjut ke Pak Camat,” ceritaku sambil mencomot sepotong nenas segar.

“Terus?”

“Nah, Si Pak Camat ini minta biaya sekian juta. Dinego sama temanku. Tau Yu, negonya itu di dalam mobil Pak Camat dan di pom bensin! Dia gak mau di kantornya. Singkat cerita mentok di segitu juta plus 30 sak semen buatΒ dana bedah rumah miskin (kok kayak acara TV manaaaa gitu ya?). Semen harus diantar ke kantor, uang harus masuk kantong.”

“Ediyan!” Sela Yu Minah gemas. Ketrampilannya mengiris buah dengan kecepatan seorang master Kung Fu itu tetap saja membuatku deg degan.

“Temenku gak berani mutusin dong, dia bilang mau diajukan dulu ke big boss. Eh, besoknya si Pak Camat telpon ke stafku yang lain, bilang kalo surat rekomendasi sudah jadi dan siap diambil. Berangkatlah si Ani ini ke kantor kecamatan dan dia mengambil surat rekomendasi itu! Blaik to?”

“Yo jelas blaik tenan itu!” Seru Yu Minah. Nah! That’s the point! Yu Minah yang bakul rujak saja mengetahui bener arti blaik itu. Mengapa Ani tidak? Dan boss juga tidak. Karena Ani mendapat restu dari boss untuk mengambil surat itu πŸ˜₯

“Dan sekarang Pak Camat marah-marah, gak mau tahu pokoknya uang harus sudah ada sekarang! Kayaknya mau buat beli sapi tuh. Sementara boss belum ngomong sama big boss dan tentu saja belum turun ceknya. Aduuuuh, mumet aku, Yu!”

“Jelas sampeyan ada di pihak yang salah. Kalo surat sudah diambil, itu berarti sampeyan sudah menyetujui semua syarat yang diajukan Pak Camat, termasuk waktu pembayarannya,” ceramah Yu Minah, “Emangnya bisa ngebon dulu kayak belanja di Engkoh hehehehe…”

“Tapi Pak Camatnya juga gak mutu. Kalo kantor itu kan gak bisa sak deg sak nyet mengeluarkan uang, Yu. Harus bikin payment voucher, form investasi, belum lagi cek yang tandatangan dua orang, baru dicairkan. Ribet, gak mungkin hari ini pengajuan besok turun duitnya,” kataku kesal.

“Lagipula gak malu banget sih? Minta-minta duit untuk pekerjaan yang memang sudah menjadi pekerjaannya. Dan dia sudah digaji untuk itu kan? Itu uang buat apa coba? Minta semen pula, kok jadi beban pengusaha ya?” Cerososku.

“Kalau ada acara bedah rumah miskin segala itu sampeyan berhak minta proposalnya, Jeng. Kayak kalo minta sumbangan tujuh belasan gitu. Sekian juta untuk itu, segini juta untuk ini, segitu juta untuk anu. Nah, sudah ada dana berapa, sisanya dilempar ke pengusaha. Silakan menyumbang sesuai kemampuan.” Seperti biasa Yu Minah yang keminter itu mulai ceramah sembari membungkus rujakku.

“Terus yang sekian juta untuk Pak Camat itu gimana?” Tanyaku.

“Yo itu terserah sampeyan. Jangankan Pak Camat, wong boss nya Pak Camat aja pasti minta kok, bossnya boss teruuus sampe mana ya?Β  Hiihihihi…..”

Aku membayar rujakku dan segera berlalu.

“Woiii Jeng, sebentar…” Panggil Yu Minah. Aku berbalik.

“Ada apa , Yu?

“Ehh…hehehe…minta nomer hape Pak Camat nya, doong,” katanya kemayu.

“Hah? Buat apa, Yu?”

“Nganu, saya mau minta supaya rumah saya dibedah gitu, hihihihi….”

Halah! 😑

Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Tawuran itu sama dengan perang dalam skala kecil. Nah, kalo sudah bicara soal perang, pasti banyak pihak yang dirugikan. Pada dasarnya perang adalah akibat dari ambisi, ego, dan keserakahan segelintir penguasa yang akhirnya melibatkan orang-orang yang tak mengerti apa-apa, hanya sekedar mematuhi perintah. Tawuran sama bukan?

Mari kita tengok sejenak. Peserta atau pelaku tawuran hampir 100% dilakukan oleh laki-laki. Baik tawuran sekolah maupun warga. Mengapa? Karena makhluk berjenis laki-laki ini dianugerahi energi yang luar biasa besar (sayangnya energi ini kadang tak diimbangi dengan hati dan otak yang besar :mrgreen: ). Selain energi, juga harga diri dan ego yang sama tingginya. Jika harga diri dan ego yang tinggi ini terluka, maka energi yang luar biasa itu akan meledak dan butuh penyaluran. Untuk melukai harga diri ini cukup mudah. Hanya butuh ejekan dan sedikit hasutan. Maka, BLARRR!! Dan jika ada sekumpulan energi eksplosif yang meledak, maka tak ayal lagi pecahlah tawuran.

Hampir semua tawuran diawali dari permasalahan segelintir orang yang lalu menghasut atau mencari dukungan orang lain atau kelompoknya untuk membelanya. Padahal kadang masalahnya sepele, hanya saling melihat atau melirik, kesenggol jempolnya, atau dendan kesumat yang turun temurun. Banyak cara untuk mencegah tawuran. Pembinaan, bimbingan rohani, pendalaman agama, keharmonisan rumah tangga pendidikan budi pekerti, dan lainnya. Sayangnya para pria ini, baik anak sekolah maupun yang sudah dewasa, tidak bisa distandarisasi baik perilaku, moral dan imannya bukan? Mau dibina kayak apa atau dibekali agama seperti apa jika sudah menyangkut emosi seringkali tak terhindarkan dari adu fisik. Bahkan fanatisme pun kadang bisa menimbulkan perselisihan. (Psst, kukira sesungguhnya semua berawal dari keputusasaan atau frustrasi masalah ekonomi sehingga mudah tersulut 😦 )

Namun tawuran ini bukannya tak tertanggulangi lho! Hanya dibutuhkan seorang PEMIMPIN yang kuat dan cerdas! Baik pemimpin kelompok, sekolah ataupun pemimpin warga. Ubah tawuran menjadi ajang SPORTIFITAS dengan menggalakkan OLAH RAGA. Intinya agar naluri mereka untuk UNGGUL dan MENANG dapat tersalurkan, di samping membuang energi yang membludak itu.

Jika ada perselisihan, tantang adu BASKET! Jika ada senggolan, tantang dengan SEPAK BOLA! Jika ada dendam kesumat turun temurun, tantang main CATUR tujuh turunan! Rebutan cewek? Yuk mari rebutan bola TAKRAW! (eh, tapi bukan cewek lho pialanya πŸ˜› ). Kalau pemimpinnya yang ribut, silakan adu TINJU atau PENCAK SILAT, one on one! Kalau takut kena Parkinson, ya sudahlah adu BULU TANGKIS ajah.

Sepertinya klise banget ya, atau impossible gitu. Tapi bukannya tak mungkin bukan? Sekali lagi hanya membutuhkan PEMIMPIN jenis unggul yang cerdas dan sportif πŸ˜€ Karena pada dasarnya tawuran terjadi jika sang pemimpin atau orang yang berpengaruh memutuskan: WAR or PEACE or SPORT! πŸ˜€

Tawuran itu hanya kelakuan bantji! Beraninya keroyokan. Mau distempel pemberani? Jangan harap! Yang pantas hanya stempel PENGECUT!

Mungkin pembinaan bisa dilakukan pada para pemimpin atau sesepuhnya yang menjadi decision maker itu. Karena biasanya mereka dinobatkan atau diakui menjadi pemimpin karena ada keunggulannya, entah di bidang apa. Ini yang mesti dibina πŸ˜› Semoga berhasil!

ArtikelΒ  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu:Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran.

Wish me luck πŸ˜‰