Iseng Aja · Jalan-jalan yuuuk.... · Nyam...nyam...sedaaap...

Green Banana

Halah, kayak Tukul aja, apa-apa di”inggris”kan πŸ˜€ Ini mo crita Es Pisang Ijo, yang wuenaknyaaaa….. gak tahaaaannn πŸ˜›

Enake gak ketulungan πŸ˜›

Esnya itu terdiri dari pisang berbaju hijau yang rasanya enak, gak rasa telor or tepung gitu. Trus ada campuran kayak bubur sumsum yang halus dan lembut, ditambah sirop. Wuenak and sueger. Bener, deh! Klo cobain es pisang ijo lainnya agak-agak gimanaaa gitu. Kalo yang ini jiyan, enak tenan!

Menggoda kan? πŸ™‚

Semangkuk Rp. 14,000 plus wareg tenan πŸ˜€Β  Kalo sendiri sih murah ya, tapi kalo makan berenam kok terasa yaa πŸ˜›

Hmm, so yummy... (kata Cantik)
Pokoke bentuke mie, pastiiii mauuu

Selain menyediakan es pisang ijo ada juga es kacang merah, aneka juice. Untuk makanannya ada lumpia, spaghetti, somay, burger, dll.

Ada somay ayam, sapi

Kalo kau pengen coba, Kawan, datanglah ke Kedai Es Pisang Ijo:

Tak pernah sepiiii

Alamatnya? Lupaaa 😳 …. pokoke samping RS. Royal Taruma Grogol belok ke kiri, trus luruuus belok kanan, luruuus, belok kiri lagi… trus kanan lagi klo gak salah, naaah ada plang ijo itu. Cobain yaaa…. πŸ˜€

Update:

Ini alamat Kedai Es Pisang Ijo Pemuda (abis dari sana lagi :mrgreen: )

Tanjung Duren Utara IV Blok O No. 468 A-B, Jakarta Barat

Tel: 021 56967540

Sumpeh, enak bianget!!! πŸ˜›

Iseng Aja · Jalan-jalan yuuuk....

Cikarang City Walk

Kini tak susah lagi untuk mencari tempat entertain klien ato lunch meeting di Cikarang ato sekedar makan siang rame-rame (cukup sebulan sekali aja :mrgreen: ). Jika selama ini harus ke Jakarta, ato ke sini ato ke restoran Jepang yang selalu berteriak “mase…mase….” walopun tamunya perempuan, ato ke beberapa tempat lain yang jumlahnya gak banyak di Cikarang, maka sekarang sudah ada City Walk di kawasan Lippo.

Jumat minggu lalu sepulang dari presentasi iseng untuk mencoba tempat ini. Banyak sekali pilihan tempat makan yang cukup representatif. Ada makanan ringan, sedang, berat, berat sebelah dan lain-lain. Tinggal jalan kaki dan pilih mau bertengger di mana. Supermarket juga ada. Nampaknya tempat ini belum lama dibuka karena masih banyak karangan bunga di tiap restonya. Aku baru tahu, maklumlah kalo dari kantorku menuju arah Lippo ini butuh perjuangan khusus diiringi doa dan air mata. Muacet!

Langsung saja kita liat penampakannya πŸ˜€

Itu Judulnya πŸ˜€
Belum masuk ke marketnya itu πŸ™‚
Yang ringan ada πŸ™‚
Dipilih-dipilih
Mo bertengger di mana aja, semua nyaman nampaknya πŸ˜€

So Kawan, kalo kau nyasar ke Cikarang, tak usah bingung cari tempat makan. Datang saja ke situ. Cocok wat ngumpul-ngumpul ato makan bareng keluarga. Tapiiii jangan kesel ya kalo muacet πŸ˜€

 

PS. Gak brani dari deket, malu dah banyak pengunjung, padahal waktu aku datang masih sepiiii, siang dikit langsung rame. Jadi gak semua kufoto πŸ˜€

 

Jalan-jalan yuuuk.... · Tak Enak

Tarif Tol Merata

Kali ini aku mo ngomel-ngomel tentang tarif tol merata yang mulai berlaku sejak tanggal 2 Maret lalu. Bukan soal harganya, tapi dampak yang ditimbulkannya. Naiknya sih gak seberapa cuma 500 rupiah dari tarif lama. Tapiiii, muaceeeetnyaaaaa……..

Kantorku Kawan, terletak di Kawasan Industri Jababeka. Nah, jarak dari Jababeka ke pintu tol itu gak jauh, paling sekitar 5 – 7 km lewat jalan normal. Tapi karena puadatnya lalin di hari kerja maka mesti mutar melalui Jababeka 2. Oleh karena itu Kawan, jarak yang begitu dekat harus ditempuh dalam waktu 40 – 45 menit. Itu kondisi normal sehari-hari. Nah, setelah berlaku tarif merata itu, di mana kita harus membayar di pintu masuk, astaganagaaaa antrinyaaaaaaa…….

Hari pertama waktu yang kutempuh 1 jam lebih! Believe or not! Dari kantor 16.35 sampai di pintu tol 17.50. Capek gak sih? Sikile nganti pan pedhot. Mana binatangnya gede-gede lagi, segala bus, trailer, tronton, truk, kapal selam, traktor, wis aneka jenis ada di sini semua. (Mending jalan kaki aja ampek pintu tol baru nyegat angkot). Dah gitu antri mbayarnya puanjaaaang buanget! Pasti mereka mbayarnya pake uang 200 ribuan semua. Huh! Mbok ya uang pas gitu biar cepet.

Jababeka ini Kawan, gak usah pake mbayar dulu, cuman ngambil tiket aja udah muacete puoll lha kok pake diganti-ganti kayak gini? Dah gitu gak cuman Cikarang, rupanya di MM2100, Cibitung, juga mengalami hal yang sama. Emang sih pas keluar di Bekasi Barat gak semacet biasanya.

Hari kedua gak terlalu parah, karena aku ngabur lebih cepat dari kantor :mrgreen: (semoga boss tak pernah tau aku punya blog). Semoga ini hanya karena penyesuaian saja. Semoga ke depannya lebih lancar lagi.

Ini baru lolos mutar Jababeka2
Harus mutar lagi di bawah fly over
Antrian gak jelas 😦
Binatangnya besar-besar kan?

Bagaiman dengan Jumat sore ini? Semoga gak macet parah. Atoo…. ngabur sekarang aja? :mrgreen:

 

Jalan-jalan yuuuk.... · Oooh Indahnyaaa....

The Hidden Lake

Wuidiiih, judulnya kok keren buanget yak? Sebetulnya gak jelas jugak yang kulihat itu lake or river. Tuapi uindah buanget! Dan namanya jugak hidden ya pasti cuma kliatan dikit dan harus ngintip-ngintip. Opo to yo?

Minggu kemaren Kawan, aku menjalankan misi menjemput “pembantu” di daerah Bandung Kemringet. Padahal hari itu bertepatan dengan acara nujuh bulan adikku tersayang. Hiks….hiks… maap ya, Sis. Tapi aku sudah tak kuat lagi. Maka berbekal alamat dari mbak tetangga yang hanya begini:

Jl. Cagak – Pasar Jum’at, Ds. Sukamulya, Cipongkor, Cililin – Cijenuk (rumah xxxx, anak dari Bp. xxxx dan ibu xxxx) tanyaΒ  tukang ojek

kami sekeluarga berangkat ke Bandung. Oya, ada juga rute perjalanannya, begini:

Keluar tol Padalarang –> Cimareme –> Batu Jajar –> Warung Awi –> Cililin –> Jl. Cagak –> Pasar Jumat.

Dan ternyata juauuuuuuuuhhhhh nian. Melewati banyak jembatan, banyak pasar, banyak terminal kecil, bukit-bukit, sawah, sungai, owh…. pake acara nyasar justru ketika sudah dekat tujuan, nanti akan kuposting terpisah, Kawan. Tapi gak nyesel, ‘coz pemandangannya luwar biyasa wuindah dan terutama karena misi berhasil. Yes! Sekarang sudah ada mbak yang kupanggil “Teteh”. Ibu muda dengan satu anak dan satu suwami. Aku juga sudah minta ijin pada suami dan ibundanya. Mereka mengijinkan karena memang tuntutan ekonomi.

Sepanjang perjalanan mulai dari berangkat hingga pulang lagi diguyur hujan. Tapi ini berarti hoki bukan? Hehehe…. Jalannya berliku-liku dan yang menakjubkan, Kawan, karena kami melewati sungai yang indah dan bersih. Tidak, tidak bening, tapi bersih. Dan di situ rupanya banyak dibudidayakan ikan. Kalo gak salah rumah Teteh itu di kaki gunung Halu.

Dari jalan yang kecil kami bisa melihat banyak danau indah dengan perahu-perahu jauuuuhhh di bawah. Sehingga kami menamainya The Hidden Lake. Ada sekitar 3 -4 danau tersembunyi yang kami lihat. Benar-benar tersembunyi Kawan, ‘coz nampak jauh tapi terlihat bersiiih dan asrii. Di tepi-tepinya banyak sawah cantik yang baru ditanami, terrasering pula. Indah banget. Lalu perahu-perahu kecil yang melaju. Keramba-keramba yang ditebar di tengah danau. Aduuuh, kalo ini bukan sedang menjalankan misi penting kami pasti dah minggir dan memotretnya. Apalagi di kejauhan nampak pegunungan dengan selimut awan putih, seperti kahyangan. Nampaknya Tuhan menciptakan bumi Parahyangan sambil tersenyum πŸ˜€

Lalu ada satu tempat di pinggir-pinggir jalan yang menjual ikan bakar, ikan goreng. Jenisnya nila, gurame, trus apalagi gitu. Ah, andai saat itu bisa wisata kuliner.

Dan inilah foto-foto sungai yang kami lewati. Sayangnya aku gak punya foto The Hidden Lake nya.

Gambar diambil sambil melaju
Jalan setapak menuju sungai
Penambang pasir kah?
Piknik di situ enak kali ya?

Semoga Teteh betah, anak-anak cocok, nanti kalo pulang Lebaran tak anterin deh, sekalian piknik πŸ˜€

Iseng Aja · Jalan-jalan yuuuk.... · Oooh Indahnyaaa....

Apik Unik Sahabatku

Sabtu lalu aku ketemu sahabat semasa kuliah dulu. Wah, sudah bertahun-tahun kami gak ketemu. Sahabatku ini ternyata sudah berhasil menaklukkan Jakarta! Kami bersahabat sejak pertama kali menjalani masa orientasi di kampus hingga kini. Walo akhirnya beda jurusan dan sekarang alih profesi semua πŸ˜€

Aku masih ingat, beberapa hari menjelang wisuda sahabatku kecelakaan motor. Akibatnya kakinya harus di gips. Dan dia gak mo ikut wisuda. Waaaahhh! Aku langsung memotivasinya. Memang untuk kita bisa jadi gak terlalu penting, toh itu hanya ceremony belaka. Yang penting lembar ijasah! Tapiiii, untuk ortu itu sangat penting! Karena di situlah kebahagiaan orang tua. Melihat buah hatinya telah menyelesaikan sekolah, memakai toga hitam yang gagah. Tak jarang orang tua yang menitikkan mata karenanya. Untunglah akhirnya sahabatku tersayang mau mengikuti upacara itu. Dan tentu saja mendatangkan respon positif bahkan dari rektor kampus kami πŸ˜€

Dan setelah kami merantau ke Jakarta dan menjalani kehidupan masing-masing, kami bertemu kembali. Dia telah menjadi manusai yang sukses! Bahkan sejak dua tahun sudah mempunyai perusahaan sendiri. Prinsipnya “Sudah saatnya menjadi boss bagi diri sendiri.” Ck…ck…ck… di usia produktif ini dia memutuskan untuk pensiun dari kerjaannya dan membuat usaha sendiri. Padahal di tempat kerjanya yang lama pun sudah menduduki jabatan top. Kantornya sekarang di Kompleks Rasuna Epicentrum.

Dan salah satu usahanya, Kawan (ini hanya salah satu) adalah Apik Unik. Sebuah bisnis online yang menyediakan batik dan aksesories berkualitas exprot eh export. Aku beruntung karena datang langsung ke kantornya dan langsung belanja (tentu saja diskon πŸ˜€ ). Bajunya bagus-bagus, harga terjangkau. Dan yang pasti gak pasaran, ‘coz hanya ada 2 pieces di setiap modelnya. Itu pun beda warna bahkan beda motif. Limited edition. Bahan haluuussss dan adeeeemmm. Aku sudah membuktikannya, Kawan. ‘Coz tentu saja aku kalap di sana hahaha…. maklum emak-emak. Dan yang sungguh memuaskanku tersedia ukuran yang pas untukku. Sipp banget, deh! Untuk kemeja prianya juga manisss banget. Kekasihku yang pualing mualez blanja-blanji saja tak kuat menahan gejolak untuk membeli hahahaha…… Motif kemejanya keren-keren.

So Kawan, ini bukan ‘coz dia sahabatku maka aku mempromosikannya. Tapi karena benar-benar layak diacungi jempol. Tas dan aksesoris semua hand made. Kalo kau gak sibuk, Kawan, cobalah tengok dahan dan rantiiing, pohon dan kebun basah semuaaa ke sini:

http://www.apikunik.com/

Seru kan? Lumayan wat Lebaran πŸ˜‰

Jalan-jalan yuuuk.... · Tak Enak

Kawah Putih Ciwidey, Lagii.. (Tapi Gak Jadi)

Libur sekolah tahun ini sudah diawali dengan liburan duluan dan sekarang ditutup dengan liburan lagi. Jadi libur kemaren gak ke mana-mana πŸ˜€ Penutupan liburan kali ini seru ‘coz bareng-bareng seluruh keluarga minus Om Dewo yang lagi dinas luwar 😦

Tujuan libur ini sekali lagi ke Kampung Pa’go, dan kali ini berhasil mendapatkan kamar yang diinginkan, horeeee…. nanti di post terpisah ya. Sekarang mo ngomel-ngomel dulu aahh….

Gini Kawan, ceritanya kami mo ke Kawah Putih Ciwidey yang indah itu. ‘Coz kakak dan adikku lom pernah ke sana. Oya, kami rombongan ada tiga mobil, mobilku berisi kekasihku, aku dan papaku. Sementara kedua malikatku ikut kakakku, dan terakhir mobil adikku with my Mom. Kebetulan kami yang terdepan ‘coz yang tau jalan. Nah, saat beli tiket itulah kejutannya tiba.

Kau tahu, Kawan? (engggaaaaakkkk!!!) Tahun lalu saat kami datang ke sini harga tiket gak sampe 50 rb kami berempat plus mobil. Tapi sekarang?? Satu mobil dengan tiga penumpang Rp. 195,000! Gila gak? Maka terjadilah percakapan antara aku (emak-emak yang suka berhitung) dan si penjuwal tiket.

AkuΒ Β Β Β  Β  Β  : Lho, kok mahal amat, Pak? Ini rinciannya gimana?

(sambil mengeluarkan uang 200 ribu dengan tidak ikhlas)

Petugas : Iya, Bu, tiket per orang Rp. 15,000 tapi untuk mobil Rp. 150,000

AkuΒ Β Β Β Β Β Β Β  : Apaaa??? Tahun lalu aja saya ke sini gak nyampe 50 rb lho!

PetugasΒ  : Sudah naik sejak Pebruari maren, Bu.

(sambil dengan sigap mengambil 2 lembaran merahku)

AkuΒ Β Β Β Β Β Β Β Β  : Walaah, ini sih gak sopan! Masak mobil aja mesti bayar 150 rb?

(si petugas menyerahkan kuitansi dan kembalian)

PetugasΒ  : Kalo Ibu mau, parkir di sebelah aja trus naik angkutan ke atas. Hanya 25,ooo per orang.

Aku melihat kuitansi yang diberikan. Lho? Kok cuma kuitansi biasa dengan tulisan tangan ya? Mestinya kan kayak taun lalu dengan tiket resmi yang sudah tertulis tarifnya dan warna kertas biru ato merah gitu dengan kop perhutani ato apalah.

Kontan otakku yang cerdas ini segera berpikir. Kami ada 3 mobil dengan 13 orang. Berarti mesti bayar Rp. 450,000 untuk mobil dan Rp. 195,000 untuk orangnya. Total jendral (kok gak mayor aja ya?) Rp. 645,000. Ohhh, tidaaaakkk!!! Ini kan sudah bisa beli berapa stel baju di FO nanti! Maka aku segera menelpon yang lain dan mereka juga kesal. Akhirnya kucolek lag si petugas loket.

AkuΒ Β  Β  Β Β Β  : Pak, kalo batal aja boleh gak? Saya mo batal aja deh!

Petugas : Oh, gak papa, Bu.

Dan dia pun memberikan uangku kembali. Syukurlah masih bisa kembali. Kalo maksa mo pake angkutan yang disediakan, wah bisa jam berapa tiba di atas? Lom lagi nanti pulangnya pasti berebutan gak karuan. Kasihan anak-anak nanti. Pantesan dari tadi aku heran, kok banyak banget mobil pribadi yang diparkir di bawah. Biasanya itu untuk bus, mobil langsung naik.

Sepanjang jalan aku ngomel aja. Kok pemda gitu sih? Klo nyuruh naik angkutan tapi angkutannya bagus sih gak papa. Dan terjamin pada saat turun nanti. Lha ini? Ada sih aku liat 2 angkutan baru, tapi antriannya panjang. Kalo gini caranya mah bakalan ditinggalin pengunjung, terutama orang segan untuk datang yang kedua ato ketiga kalinya. Masa tarif mobil 150,000 dah kayak nyewa mobil sendiri aja! Aku yakin ini kerjasama dengan para angkutan itu. Wong kuitansinya aja gak resmi, tulisan tangan dowang. Huh, menyebalkan! Untung aku dah pernah ke sana jadi gak terlalu minat lagi.

So, kami melanjutkan perjalanan ke Situ Patengan yang lebih ramah dan menjanjikan pemandangan yang eksotis.

To be continued…..


Jalan-jalan yuuuk.... · Nyam...nyam...sedaaap...

Chocodot

Ini adalah rangkaian terakhir dari postingan tentang liburan ke Garut. Oleh-oleeehhh…..! Kalo dulu ke Garut pasti bawanya dodol. Yang ngetop dodol piknik itu ya? Emang enak sih, terutama yang ada wijennya itu. Tapi sekarang Garut lebih kreatif, Kawan. Mereka punya chocodot. Chocolate with dodol Garut. Wuiih, hebat kan? Dan rasanya? Mantap! Gak kalah ma coklat-coklat yang branded. Malah kalo aku dapat oleh-oleh coklat dari Malesa ato SingeporΒ  itu gak enak (ato pas beli yang gak enak ya? :D).

Ini versi besarnya

Di setiap gigitan ada dodol garut di dalamnya πŸ˜€Β  Yang paling enak dark chocolate. Kalo yang rasa buwah, ada kayak selai buwah kering di dalamnya. Kalo yang white chocolate terlalu manis. Harga yang besar ini 12,500.

Cocok wat temen sekantor πŸ˜€

Ini versi kecil-kecilnya. Paling cocok wat oleh-oleh. Harganya 6,000.

Kado teman istimewa

Nyang ini lebih mahal dikit soale pake kotak sihh πŸ˜€ Tapi cocok wat oleh-oleh teman or sobat spesial.

Coklat cabe dan sarikaya

Nah, kalo kau mau iseng, Kawan, cobalah coklat-coklat ini. Yang item itu coklat isi cabe kering. Iseng banget yak? Kalo dimakan rasanya pating clekit gitu. Kalo yang satunya isi sarikaya. Macem-macem kok, ada juga yang strawberry, trus jeruk, dll. Kalo aku sih jujur naksir kotaknya, imut dan lucu. Oya, mereka juga bikin model praline. Pokoke lengkap banget.

Itulah hebatnya Garut. Bisa menciptakan inovasi baru dalam hal makanan oleh-oleh. Gimana dengan daerah lainnya, ya? Mungkin gak ada Chocothuk? Chocolate with gethuk. Ato Chocopetan, chocolate with tape ketan? Ato chocodengto, chocolate with bandeng presto :mrgreen:

Paling enak sih tetep chocovanilla πŸ˜†

Cintaku · Jalan-jalan yuuuk.... · Nyam...nyam...sedaaap... · Oooh Indahnyaaa....

Mulih Ka Desa

Kalo kau wisata ke Garut, Kawan, jangan lupa mampir makan di resto Mulih Ka Desa. Tempatnya nyaman,Β  makan di tengah sawah dengan ditunggui seekor kerbau yang ngantuk mulu πŸ˜€

Begitu masuk, kau akan disambut oleh alunan musik Sunda yang entah mengapa selalu mengundang rasa lapar, mengingatkan akan menu yang segera terhidang πŸ˜€ Soale aku wong Jowo sih, nek wong Sunda ato Jabar lah, pasti dah kebayang-bayang kampung halaman nan indah mempesona. Musiknya live lhoo, dimainkan oleh dua orang Bapak yang tak hentinya mengalunkan lagu-lagu merdu.

Live music

Nah, setelah kau menentukan saung mana yang paling nyaman, maka seorang neng geulis akan segera menghidangkan gelas-gelas aluminium dan ceret serta sepiring singkong goreng. Ya ampuun, melihat gelas dan piring dari bahan apa ini ya, kalengkah? aku langsung teringat pada masa penjajahan Belanda dulu (hayaaahhh!!). Sungguh nostalgila yang sempurna. Sayangnya fotonya gak ketemu nih, entah di mana 😦

Bis makan langsung nyangkul lagiii πŸ˜€

Tuh kan, piringnya sungguh mengingatkan akan suasana pedesaan 60 th lalu πŸ˜€ Tapi sumpah, makannya jadi enak lhoo. Sayang foto gelas dan ceretnya lom ketemu. Ntar kalo ketemu tak tambahin, deh. Lucu soalnya.

Menurutku makanan paling enak adalah tumis genjer! Wuiihh, sedap tenan. Trus makannya pake ayam cekakakan (baca: ayam bekakak), sambel lalapnya juga mantap tapi puedesss! Naah, klo menu favorit keluarga kekasihku yaa itu tuh, salah satu yang ada di gambar πŸ˜€ Tapi katanya gak terlalu enak. Ikan bakarnya juga enak, kok. Minumnya? Jelas es kelapa yang harus dipesan πŸ˜€

Setelah kenyang, barulah memandang sekitar. Kami pilih di saung lantai 2 (halah), jadi bisa memandang jauh ke tengah sawah tetangga. Bapak dan Ibu tani itupun sedang menikmati makan siangnya. Aku yakin apa yang mereka makan gak jauh beda, ada tumis genjer, kangkung, the jeng and the kol, lalap dan sambel,Β  minum teh tawar hangat pake ceret πŸ˜€

Maem? Gak pentiing, yang penting ya maeen 😦
Guanteng terpana melihat Om nya

Cintaku · Iseng Aja · Jalan-jalan yuuuk.... · Oooh Indahnyaaa....

Situ MbakΒ Genit

Jangan membayangkan yang tidak-tidak dulu, Kawan. Judulnya memang rada provokatif, tapi sebenernya gak sperti yang dibayangkan πŸ˜€ Salah satu tujaun wisata Garut adalah Situ Mbak Genit ini. Hehehehe….. sebetulnya nama yang benar Situ Bagendit. Tapi dasar Si Om (adik ipar) yang bandel itu memlesetkannya jadi Situ Mbak Genit. Akibatnya kedua malaikatku jadi menyebutnya demikian.

Setelah kita datangi ternyata tak seindah yang dibayangkan. ‘Coz kami datang di siang hari so sangat panaaaasss. Tak seindah Situ Patengan yang begitu turun mobil langsung disambut hawa dingin menusuk. Tapi lumayanlah untuk menghilangkan rasa penasaran. Sebetulnya view nya indah tapi panasnya gak tahan. Pengunjung kebanyakan ABG yang naik sepeda air sambil teriak-teriak heboh πŸ˜€

Indah tapi panaz
Cantik kepanasan tapi happy πŸ˜€

Tapi layak dicoba kok, datanglah ke sana, anak-anak pasti happy πŸ˜€

Cintaku · Iseng Aja · Jalan-jalan yuuuk.... · Oooh Indahnyaaa....

Kampung Sumber Alam

Libur sekolah belum lagi tiba, tapi kami sekeluarga dah liburan duluan πŸ˜€ Banyak pertimbangan sih napa kita libur duluan. Satu, klo pas libur pastiiii kemanapun tujuan wisata macet dan penuh. Dua, mempersiapkan anak-anak agar menjelang ujian nanti sudah fresh dan gak stress terus. Tiga, klo dah liburan duluan kan bisa referensiin tempatnya πŸ˜€

Jumat pagi kami berangkat, perjalanan lancar. Gangguan justru datang dari ponsel yang tak hentinya berdering. Kawan, liburan ini sudah kurencanakan sejak sebulan sebelumnya. ‘Coz si Kampung Sumber Alam ini selalu penuh di week end, tapii kok ya mendadak ada proyek kerjaan di luar kota. Akibatnya telpon tak putus mulai dari berangkat ampek pulang lagi 😦

Menuju ke sana sempet bingung juga sampai akhirnya melewati jalan alternatif. Tapi gak nyesel walau lebih jauh, ‘coz view nya indaaah. Banyak gunung, sawah terasering, jalannya kecil berliku-liku, seru deh!

Suite Arileu 2, tempat kami menginap
Whirpool pribadi di halaman belakang
Airnya gak anget tapi puanaaaaazzzz
Semua kamar dikelilingi Lotus pink and white
Dikelilingi pegunungan (eh, yang ketok kok cuman satu yak? πŸ˜€ )
Klo bobok, jendela buka aja, gak da nyamuk kok
Pengen nyemplung tapi panaz
Internet? Teteeeppp πŸ˜€

Silakan dicoba liburan nanti. Pokoke tak rekomendasiin deh! Asyiikk. Walo little bit panas. Tapi kalo bobok jendela dibuka aja, sejuukkk. Paginya terasa dingin. Nyamuk? Tak seekor pun! Entah kemana mereka.