Dongeng insomnia · Iseng Aja

Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 14

Episode 14 : Di Tepian Bengawan Solo

Setelah lebih dari dua bulan yang melelahkan bagi Bimo, hari ini kelegaan mendatanginya. Bimo tak terbukti bersalah dan dinyatakan bebas. Hasil uji balistik menyatakan bahwa pistol Glock 27 yang diajukan sebagai barang bukti ternyata bukan pistol yang sama untuk membunuh Suryo. Dan surat kepemilikan pistol itu adalah atas nama Suryo Darmawan sendiri. Pembunuhan Suryo masih misteri. Namun disimpulkan tak ada yang bukti memberatkan Bimo sebagai pembunuh. Case closed. Again!

Nancy geram menahan amarah. Permainan apa ini? Jelas suaminya tak pernah mempunyai benda mengerikan itu. Lagipula bagaimana mungkin benda itu ada di rumah Bimo jika memang milik suaminya? Dipandanginya wajah Bimo yang kuyu namun penuh senyum kemenangan. Dengan amarah tak tertahankan didekatinya mantan sahabat baik suaminya itu. Tanpa disangka-sangka Nancy menampar Bimo dengan kuat. Pria itu terlontar ke belakang. Seketika petugas keamanan menenangkan Nancy yang histeris.

“Kau pembunuh, Bimo! Pembunuh!” Wanita anggun itu lepas kendali. Petugas meringkus tangan Nancy, namun wanita itu tak peduli sama sekali.

Lanjutkan membaca “Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 14”

Dongeng insomnia · Iseng Aja

Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 12

Episode 12 : Pulang

Langit masih kelam ketika kereta melambat memasuki stasiun. Para penumpang mulai gemerisik memeriksa barang bawaan. Suara-suara riuh mulai terdengar di luar kereta. Marni mengusap matanya yang masih mengantuk. Dari sekian jam perjalanannya meninggalkan ibukota menuju Solo, hanya dua jam saja tidurnya benar-benar lelap. Pikirannya tak pernah lepas dari kisah Juna yang membuat hatinya remuk redam sejak beberapa hari lalu. Kini tentunya Juna dan Dewi sudah terbang menuju tanah impian mereka. Nancy tentu sibuk dengan kepolisian. Dan dirinya merana pulang ke pangkuan ibunda. Tetes air mata mengalir lagi mengingat kekasihnya nun jauh di negeri Belanda.

Ia memandangi jari manisnya. Cincin bermata berlian itu telah dilepas meninggalkan lingkaran putih. Marni mengusapnya dan air mata kembali mengucur. Baru saja ia merasakan indahnya mencintai dan dicintai, namun kini terenggut begitu saja. Bimo dituduh membunuh Suryo! Benarkah? Tak mungkin! Mas Bimo yang tegas namun lembut, perkasa namun lembut, tampan namun lembut, matang namun lembut, ah Mas Bimo yang lembut namun untungya bukanlah lelembut. Marni mengusap pipinya.

Masih teringat kisah mengerikan yang diceritakan Juna beberapa hari lalu.

Lanjutkan membaca “Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 12”

Dongeng insomnia · Iseng Aja

Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 10

Episode 10 : Di Balik Lukisan Miranti

Dewi memeluk Nancy dengan tangis yang tak terbendung.

“Dia sudah pergi, Ma… hiks…hiks… Juna sudah pergi…..,” tangisnya berderai-derai. Nancy membelai kepala putrinya dengan wajah sedih.

“Dia berjanji menungguku…. Oh Maa, Juna bersedia menunggu jawabanku, tapiii…. ia meninggalkanku hiks….”

Air mata Nancy mengalir perlahan dan jatuh di rambut halus putrinya. Semua salahku! Jerit hatinya penuh sesal. Seharusnya ia tak melibatkan Dewi dalam usaha balas dendam ini, kini justru putrinya yang sakit hati. Nancy mengusap air matanya sementara putrinya masih bersimpuh dalam pelukannya. Tas dan koper bertebaran di sekeliling mereka. Nancy teringat pada Marni, tak ada waktu lagi. Marni harus segera menyelesaikan tuganya dan bukan malah berpacaran dengan target.

*******************************************

Lanjutkan membaca “Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 10”